
Liu Shan terdiam dan bersenandung dengan nada datar. Dia sangat bingung dan tak bisa memilih dengan mudah dari hal tersebut. Semua memiliki keahilan masing-masing dan juga keuntungan yang berbeda-beda.
Sifat rakus dari seorang manusia yang melekat di dalam dirinya pun mulai keluar seolah ingin memilih tiga tawaran sekaligus.
Namun, hal itu tidak bisa di lakukan dan sistem juga tidak memperbolehkannya. Liu Shan terus berpikir tentang segala hal yang bisa dia lakukan dengan setiap title yang dia pilih.
“(Masing-masing title punya keuntungan yang berbeda. Uh… di saat seperti ini aku tidak bisa memilih….)”
Liu Shan membatin kebingungan terhadap pilihan yang harus dia ambil. Dan tak lama kemudian, sistem kembali muncul dengan sebuah notifikasi baru di hadapannya.
Ting!
[ Setiap title yang di pilih akan berefek pada proses evaluasi data sistem di kemudian hari. ‘Pemain’ di harapkan untuk memilih dengan bijak, karena efek akan berhubungan dengan status upgrade nanti ]
Setelah membaca hal tersebut, beban yang Liu Shan dapatkan menjadi semakin berat. Pilihan yang dia harus ambil ini berefek besar dengan sistem dan juga tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, dia menunduk dan memijat pelan kepalanya untuk mencoba menjernihkan isi pikiran.
“Haah … ini sulit sekali ….”
Setiap kemungkinan berusaha Liu Shan pikirkan dengan baik-baik. Dia tidak tahu manakah pilihan yang paling cocok untuk dirinya karena semua terlihat sangat bagus.
Tetapi, di suatu titik pemikirannya, Liu Shan tertegun diam dan membuka lebar kedua matanya. Dia mendapatkan sebuah secerah ide dari salah satu title yang di tawarkan oleh sistem. Dan title itu adalah ‘Alchemist’.
Dengan title ini, Liu Shan memiliki keterampilan dalam membuat pil dna juga hal medis lainnya seperti akurpuntur. Tak hanya ini menambah kemampuannya, tetapi efek tambahan yang memberikan pengetahuan terhadap tanaman atau bahan yang berkaitan dengan medis dan kultivasi. Ini membuatnya memiliki pengetahuan yang lebih luas dan dapat memikirkan keputusan lebih lancar.
Dan juga, jika dia mengalami krisis uang pun bisa di atasi dengan kemampuan medisnya. Akurpuntur untuk menyembuhkan orang lain dan juga peracikan obat untuk di jual dan mendapatkan uang secara banyak.
Otak bisnis dari seorang direkturnya itu kembali bekerja, dan juga pemikiran realitis untuk meningkatkan kemampuan fisik di dunia yang kejam itu menjadi insting tambahannya sejak datang.
Oleh karena itu, Liu Shan tidak lagi ragu. Dia telah menentukan pilihannya dan mengangkat kepalanya penuh dengan tatapan teguh.
“Baiklah. Kurasa ini adalah pilihan yang paling sesuai. Kuharap aku berjalan di jalan yang tepat”
Liu Shan mengangkat jarinya dan menekan panel yang menunjukan deskripsi title ‘Alchemist’.
Ting!
[ ‘Pemain’ memilih title Alchemist ]
[ Sebelum konfirmasi data di lakukan, apa ‘pemain’ yakin dengan pilihan anda? ]
[ Peringatan : Sistem akan melakukan konversi data setelah pilihan di tentukan secara permanen dan tidak akan bisa di rubah lagi ]
[ Ya / Tidak ]
Walaupun sempat ragu untuk menekan panel itu, tetapi Liu Shan mendorong dirinya sendiri dan menakan panel ‘Ya’ sebagai tanda persetujuan dengan sistem tersebut.
Ting!
[ Konfirmasi telah di terima ]
[ Memulai konversi data ]
Zungg…!!!
Sebuah sinar biru dari panel sistem mulai muncul dan menerangi tubuh Liu Shan dari atas kepala hingga ujung kakinya. Pancaran sinar biru itu terlihat seperti sedang memindai seluruh tubuhnya.
Dan ketika selesai, sistem kembali muncul dengan notifikasi baru.
[ Konversi data telah selesai ]
__ADS_1
[ Anda mendapatkan title : Alchemist ]
[ Anda mendapatkan status baru : Pengetahuan ]
[ Nama : Liu Shan ]
[ Level : 50 ]
[ HP : 17500/17500 ]
[ MP : 1200/1200 ]
[ Title : Alchemist ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]
[ Kelas : Petarung ]
[ Kekuatan : 53 ]
[ Daya Tahan : 45 ]
[ Kelincahan :39 ]
[ Kecepatan : 39 ]
[ Pengetahuan : 40 ]
Setelah melihat status dan title baru yang dia dapatkan, tiba-tiba saja Liu Shan merasakan sebuah tekanan kuat di dalam kepalanya. Urat yang tegang terlihat tertekan keluar seperti akan pecah.
Dia memegang kepalanya sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit yang ada.
Pandangan matanya mulai berubah menjadi warna biru cerah sepenuhnya. Dan isi kepala Liu Shan di bentur oleh pengetahuan baru yang tidak pernah dia lihat. Tanaman obat, penyakit, peracikan pil kultivasi dan obat medis, serta teknik akurpuntur dari seorang ahli masuk ke dalam kepalanya secara instan.
Informasi dan pengetahuan yang begitu banyak masuk secara bersamaan. Kepala Liu Shan serasa ingin meledak karena sulit untuk menampung banyaknya ingatan sebanyak itu dalam waktu singkat.
Liu Shan terpuruk dengan kedua tangan yang menahan tubuhnya bungkuk di lantai. Nafasnya terengah-engah dan keringat bercucuran tak henti seperti habis berlari 20 putaran stadium sepak bola.
Matanya terbuka lebar dengan pandangan yang tak bisa berpaling melihat tetesan keringat yang jatuh satu persatu ke lantai.
Ting!
[ Pemindaian data telah berhasil ]
[ Pengetahuan dasar-menengah ‘Alchemist’ telah di pindai ]
[ Anda mendapatkan item berupa :
Nama item : Jarum Akurpuntur
Tingkat item : Langka
Fungsi : Di gunakan sebagai alat medis terutama pengobatan akurpuntur ]
Notifikasi itu memperkuat pemikiran Liu Shan yang di tengah kacau itu. Banyaknya informasi yang datang merupakan pengetahuan sistem tentang kemampuan ‘Alchemist’ di dalam dunia kultivator.
Tanaman herbal, tanaman mistis, bahkan detail tentang bunga lotus hijau yang pernah dia ambil dari Haishe saja bisa dia lihat dengan sebuah panel sistem yang menjelaskan tingkatannya.
“Jadi ini … pengetahuan seorang Alchemist?”
__ADS_1
BRAK!
Hantaman keras dari pintu yang di geser hingga terbuka lebar. Liu Shan sontak menoleh ke belakang dan melihat adanya Hao Fenhua yang berdiri di depan pintu tersebut dengan raut wajah kebingungan dan pipi yang mengembang seolah kepenuhan makanan.
“Lhiu shuan … kmau bmhaik-bmhaik saja?! ( Liu Shan, kau baik-baik saja?!)”
Hao Fenhua bertanya kebingungan dengan mulutnya yang masih di penuhi biskuit kalengnya. Liu Shan menyadari bahwa dia yang terjatuh di kedua lutut cukup keras. Terlebih lagi, wajahnya yang di penuhi dengan keringat dan nafas yang terengah-engah terlihat tak baik-baik saja bagi Hao Fenhua.
Namun, Liu Shan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dengan bangkit berdiri dan berusaha untuk bertingkah semua baik-baik saja.
“Ah … tidak apa. Aku hanya terpeleset saja saat sedang mencoba untuk berkultivasi,”
“Benarkah?” tanya Hao Fenhua.
“Ya, tak perlu di pikirkan.”
“Baiklah. Kau mau biskuit?”
Hao Fenhua mengeluarkan biskuit dari dalam kaleng. Menawarkan Liu Shan untuk mencicipinya. Namun, Liu Shan hanya menggelengkan kepala. Melihat bagaimana dia bereaksi pun dia mengangkat kedua bahu sembari lanjut makan.
Di lain sisi, Liu Shan yang merasakan perubahan di tubuhnya menumbuhkan sebuah rasa penasaran tinggi. Dia berjalan menuju pintu keluar sembari mengenakan sandalnya.
Melihat Liu Shan hendak ingin keluar membuat Hao Fenhua bertanya-tanya.
“Hei, aku baru saja datang. Segitunya kah kau tak mau bertemu denganku?”
“Matamu. Aku cuma keluar sebentar buat cari angin segar.”
“Oh, yasudah kalau begitu. Biskuitnya aku habiskan ya?”
“Terserah kau.”
Setelah beberapa lama kemudian, Liu Shan keluar dari rumah asramanya seorang diri dan berjalan di akademi yang begitu luas. Akademi itu lebih terlihat seperti sebuah kota sendiri, namun memiliki murid-murid yang memakai seragam yang selaras sehingga menandakan mereka sebagai murid akademi Liliang.
Mereka bergurau, bermain, berbincang bersama di taman maupun kedai seperti hal yang di lakukan pada orang umumnya di kota. Ada juga kelompok murid yang sedang di latih oleh seorang senior dalam bergerak bela diri.
“Ayo ayo ayo! Gerakan tubuh kalian lebih semangat lagi!”
“Baik, Senior!”
“Mulai lagi. Satu!”
“Satu!”
Sorakan dari para murid yang mengikuti instruksi dari seniornya untuk melakukan gerakan bela diri yang sesuai. Liu Shan yang melihat semua hal itu masih tak kunjung selesai terkagum dengan kehidupan di dalam akademi.
“Hebat sekali … ini tidak terasa seperti akademi. Melainkan seperti sebuah kota besar.”
Di kala dia sedang berjalan, Liu Shan tidak memperhatikan arah jalannya. Dan tiba-tiba saja, langkah kaki Liu Shan telah menuntunnya ke sebuah gerbang besar dengan ukiran dua ekor naga emas di luarnya.
Kakinya yang tak kunjung berhenti dan mata lalai melihat kemana-mana karena sedang menikmati suasana akademi yang begitu hidup. Hal ini membuatnya berjalan mendekati gerbang itu lebih dekat. Dan ketika dia hampir menabrak gerbang itu, tiba-tiba saja terdapat dua buah tombak yang menyilang seolah menahan langkah kakinya untuk mendekati gerbang itu.
Sring!
Liu Shan langsung terkejut dan langkah kaki berhenti secara tiba-tiba. Matanya memandang secara bergantian melihat adanya dua penjaga gerbang yang memegang tombak tersebut sedang menahannya.
“Ma ... maaf,” gumam Liu Shan.
“Murid baru, ada urusan apa kau datang ke ruang naga?”
__ADS_1