Endless System

Endless System
Bab 80


__ADS_3

Area turnamen yang terletak tepat di tengah akademi Liliang. Menyerupai sebuah stadion sepak bola terbesar di dunia yang telah penuh oleh para pendukung dan penikmat acara di bangku penonton.


Waaaa!


Sorakan ria dari kegembiraan mereka dalam melihat acara turnamen akademi Liliang membuat heboh satu akademi.


Di posisi teratas bangku penonton, terdapat sesi tempat duduk yang terlihat mewah seperti sebuah tempat VIP. Tetua khan sebagai pendiri dari akademi Liliang pun berjalan dan terlihat beranjak duduk di sana. Sedangkan para petinggi akademi, seperti Sheng Tong dan guru akademi lainnya terlihat duduk berjarak satu kursi kebawah dari posisi tetua Khan.


Bisikan datang dari kiri dan kanan sebagaimananya orang-orang terkagum dengan aura yang dimiliki oleh petinggi akademi Liliang.


“Hebat sekali. Mereka adalah orang-orang hebat di dalam akademi Liliang.”


“Kudengar lulusan dari akademi yang telah di latih langsung oleh mereka, berakhir menjadi orang hebat.”


“Itu sudah jelas. Aku pernah dengar salah satu murid yang telah lulus dari sini, kalau tidak salah namanya Mei Xing. Dia menjadi salah satu kultivator medis terhebat di daratan ini.”


“Astaga, aku harap anakku bisa lulus dari akademi ini.”


“Iya kan? Kualifikasinya sudah sangat berat. Kalau bisa lulus, sudah pasti masa depannya menjanjikan dan menjadi orang hebat!”


Selagi menunggu turnamen dimulai, para penonton sudah berisik lebih dahulu. Entah membicarakan reputasi akademi Liliang, tampang para petinggi atau bahkan pertaruhan serta mendukung para murid yang berpartisipasi.


Dan ditengah keramaian itu, Bai Ling datang berjalan ke atas arena. Satu tarikan nafas dalam dia hembuskan bersamaan dengan suara.


“Selamat datang semuanya di acara turnamen kekuatan akademi Liliang!”


Waa!!


Sorakan heboh dari para penonton itu datang menyambutnya.


“Namaku adalah Bai Ling. Aku adalah guru, sekaligus petinggi di akademi Liliang. Aku hadir di sini sebagai pembawa sekaligus penyusun dari acara turnamen hingga selesai.”


“Sebelum kita memulai turnamennya, biarkan aku membantu kalian semua untuk mengingat kembali para murid yang telah lolos dari pelatihan hutan Shenmi!”


Bersamaan setelah Bai Ling mengatakan hal itu, Sebuah tembakan Ki datang dari dua arah yang menyatu di ketinggian yang dapat terlihat oleh seluruh penonton.


Duar!


Ledakan itu menyatu seutuhnya hingga membentuk seperti kertas raksasa yang terbuat dari energi Ki. Tepat di dalamnya, terlihat dua puluh peserta murid yang tertulis di sana bersamaan dengan braket turnamennya.



Penonton yang melihat braket turnamen telah di paparkan tepat di depan mata mereka pun langsung bersorak ria. Perasaan menggebu-gebu dari acara tahunan yang memperlihatkan bakat dari generasi kultivator muda adalah sebuah kesempatan langka untuk di tonton secara langsung. Tak sedikit juga dari orang-orang yang bersorak nama dari murid-murid yang mereka dukung.


Liu Shan berdiri berdampingan dengan Hao Fenhua sembari melihat braket itu dari lorong masuk arena.


“Hmm, jauh juga ya,” gumam Hao Fenhua.


Setelah melihat lebih teliti, Hao Fenhua menjadi tertarik terhadap braket atas.


“Hei, braketmu jauh lebih menarik ya,” ujar Hao Fenhua.


“Apa maksudmu?” tanya Liu Shan.


“Adikmu, mantan tunanganmu, serta Tang Shin ada di situ semua,” jelas Hao Fenhua.


Liu Shan terdiam sejenak. Dan dia ikut menyadari bahwa hal itu memang benar.


“Yah, jangan bilang begitu. Sekalipun menarik, braketku tidak menjamin apapun. Bahkan kau mungkin bisa menemukan lawan yang ternyata kuat di balik layar.”

__ADS_1


“Aku harap begitu.”


Tak lama kemudian, Bai Ling datang kembali untuk mengambil alih situasi.


“Berikut adalah braket turnamen kekuatan akademi Liliang. Dan sebelum acara di mulai, kita akan membacakan beberapa aturan yang akan dipakai di dalam turnamen.”


Bai Ling menjelaskan sederet aturan yang telah ditetapkan.


1. Pertarungan tidak memiliki batas waktu. Peserta dipersilahkan untuk menyusun strategi sebaik dan se-kreatif mungkin


2. Pertarungan akan dinilai berakhir dengan pemenang\, ketika lawan mengaku menyerah\, keluar dari arena atau sudah tidak bisa bergerak


3. Pertarungan satu lawan satu\, tidak diperbolehkan untuk menggunakan hewan mistis yang telah dikontrak untuk membantu pertarungan secara langsung.


Para penonton di sana, bersamaan dengan para peserta murid dari turnamen akademi Liliang pun saling bergumam satu sama lain.


“Sayang sekali. Padahal pelatihan kemarin untuk melihat kemampuan para murid dan hewan mistis yang berhasil mereka kontrak. Tapi sekarang jadi ga bisa di pakai,” gumam Liu Shan.


“Tidak juga loh. Kau kurang teliti melihatnya,” sahut Hao Fenhua.


“Benarkah?” sahut Liu Shan sembari menaikkan satu alisnya.


“Setidaknya mereka masih bisa mendapatkan keuntungan setelah membuat kontrak dengan para hewan mistis,” jelas Hao Fenhua.


Liu Shan terdiam sejenak dan memikirkan setiap kata-kata yang Hao Fenhua berikan. Namun, di tengah situasinya saat itu, Bai Ling kembali menarik perhatian semua orang dengan suaranya.


“Baiklah, karena seluruh aturan sudah diberikan. Kita akan mulai turnamennya!”


Waa!!


“Untuk pertarungan pertama, kita punya Liu Shan melawan Xin Yan. Kedua peserta dipersilahkan untuk naik ke atas arena.”


Hao Fenhua yang berdiri berdampingan dengan Liu Shan, sontak menempuk pundak sembari mendorongnya maju.


“Akan kucoba,” sahut Liu Shan.


Liu Shan naik ke atas arena seorang diri. Sampai lawannya, Xin Yan datang mendarat jauh di depannya. Rambut hitam panjang dengan mata hijau gelap gemerlapan, dia menatap Liu Shan begitu datar seperti tak memiliki emosi.


Jauh di kursi penonton, terdapat sesi khusus yang terbagi untuk para peserta turnamen. Kebetulan, Xiao Lin, Liu Siyue, Xu Xiao, Guan Liu dan para peserta lainnya terlihat duduk di sana juga walaupun terlihat acak.


Begitu nama Liu Shan di sebut, Liu Siyue dengan cepat mengarahkan pandanganya terhadap sang kakak.


“Ah, itu dia. Haah, astaga. Aku kira dia akan telat datang,” gumam Liu Siyue.


Xiao Lin yang berada dibelakangnya pun tak sengaja mendengar. Dia mendekat pada Liu Siyue dan berbisik padanya.


“Maaf, adik Siyue,” bisik Xiao Lin.


“Hm?” sahut Liu Siyue sembari menoleh kebelakang. Dia langsung terkejut begitu melihat Xiao Lin yang secara kebetulan duduk tepat satu kursi di atasnya.


“Ah, kak Lin!”


Xiao Lin melambaikan tangannya menyapa Liu Siyue.


“Kenapa kak? Tadi tiba-tiba kok kakak minta maaf?” tanya Liu Siyue.


“Ngga kok. Tapi, aku hanya penasaran kenapa kau mengira Shan akan telat,” jelas Xiao Lin.


“Ah, itu ya. Kakak sudah biasa seperti itu. Dia tidak bisa mengatur waktu dengan baik dari dulu. Bahkan aku dan adikku, Mingming saja sampai harus mendorongnya jatuh dari kasur agar bangun. Dia punya habit tidur yang menyebalkan,” gerutu Liu Siyue.

__ADS_1


Xiao Lin terkejut sekaligus tertawa mendengar ceirtanya. Dia membayangkan bagaimana Liu Shan diperlakukan oleh kedua adiknya di rumah.


“Ohh, begitu ya. Hahaha.”


“Huh, benar-benar.”


Namun, untuk sejenak raut wajah Liu Siyue berubah. Dari melihat sang kakak dengan tatapan penuh keraguan, kini dia tersenyum tipis dengan percaya diri.


“Tapi, untuk masalah kemampuan bertarung. Aku percaya diri penuh padanya.”


Dengan apa kata Liu Siyue, Xiao Lin setuju di dalam lubuk hatinya. Dia telah melihat sendiri bagaimana Liu Shan sendiri dapat membuat kagum Xuan Wudan, salah satu dari dewa penjaga mata angin.


Terlepas dari itu, tiba-tiba saja panel sistem datang di hadapannya dengan memperlihatkan seluruh status lawannya.


Ting!


[ Nama : Xin Yan ]


[ Tingkat Kultivasi : Petarung jenderal bintang lima ]


“(Jenderal bintang lima. Kurang lebih sama dengan tingkat Liu Siyue ya)”


Di lain sisi, Bai Ling yang berada di tengah mereka berdua pun menoleh secara bergantian.


“Siap?”


Liu Shan dan Xin Yan mengangguk pelan menjawabnya. Bai Ling pun tidak menunda lebih lama lagi dari aksi yang akan di tunjukan kedua peserta.


“Baiklah. Pertarungan pertama, turnamen kekuatan akademi Liliang. Di mulai!”


Teng!


Gong raksasa yang di hantam sebagai tanda mulainya pertarungan. Tanpa berbasa-basi, Xin Yan saat itu langsung berkuda-kuda kultivasi.


“Perlepasan ki!”


Wush!


Sejumlah energi Ki dari tubuhnya saat itu meningkat drastis. Liu Shan yang berjarak jauh darinya pun dapat merasakan bagaimana udara di sekitarnya berubah.


“Kai!”


Aura energi Ki yang mengelilingi Xin Yan berubah wujud seperti memperlihatkan seekor burung bangau berdiri di belakangnya. Kekuatan yang dahsyat itu memancar kuat seperti menekan udara di sekitar.


Dum dum!


Saat Liu Shan melihat bagaimana Xin Yan melakukan hal tersebut, dia sontak terkejut. Seharusnya tidak boleh menggunakan bantuan dari hewan mistis yang telah dikontrak dalam turnamen. Itu melanggar aturan.


Namun, Liu Shan tersadar akan kata-kata yang Hao Fenhua katakan padanya.


“(Jadi ini maksud dia ya. Memang sih tidak membantu fisik secara langsung, tapi ini membantu fisik dari penggunanya)”


Jauh di depannya, Xin Yan menyorot tajam matanya sembari berkuda-kuda.


“Maaf, aku tidak ada dendam padamu,” gumam Xin Yan.


“Huh?” sahut Liu Shan dengan tatapan polos kebingungan.


“Tapi ini adalah sebuah turnamen. Tidak ada belas kasihan di sini,” sambung Xin Yan.

__ADS_1


Liu Shan tersenyum tipis. Karena tidak ingin mencoreng harga diri lawannya, dia membalas dengan kuda-kudanya.


“Kalau begitu, majulah sekuat tenagamu,” ujar Liu Shan.


__ADS_2