
Semua orang bereaksi sama terhadap apa yang sedang terjadi di atas arena. Tang Shin, sang juara penonton telah terpukul mundur untuk pertama kalinya oleh seseorang yang dikatakan licik dalam turnamen tersebut.
Liu Shan berdiri kokoh tidak bergeming sembari menatap balik ke arah para penonton dengan tatapan tajam.
Di lain sisi, Sheng Tong yang melihat serangan itu sama dengan penonton lainnya.
“Dia sanggup melihat celahnya di tengah situasi seperti itu? Seberapa tenang dia saat menghadapi serangan Tang Shin?”
Qing Yao yang berada di sampingnya datang menyahut.
“Kemungkinan, dia sudah mengincarnya.”
“Sudah mengincarnya, katamu?” tanya Sheng Tong yang berbalik menatapnya.
Untuk menjawabnya, Qing Yao hanya mengangguk pelan. Begitu Sheng Tong melihat ke depan, tatapan tajam dari Liu Shan ke arah penonton pun membuatnya tahu arti dari perbuatannya saat itu.
Di antara heningnya suasana arena, Tang Shin pun beranjak bangun kembali pada kedua kakinya.
“Serangan yang bagus. Aku sempat mengira kalau pertarungan ini akan selesai dengan cepat setelah melihatmu terus bertahan,” ujar Tang Shin.
“Oh, jangan khawatir. Aku masih punya banyak trik lainnya untuk menghibur satu arena di sini,” sahut Liu Shan.
“Senang mendengarnya,” ucap Tang Shin.
Wosh!
Meluapnya energi Ki dari sekujur tubuhnya diikuti dengan dorongan kedua kaki. Tubuhnya melesat maju dan beradu serangan beruntun satu sama lain.
__ADS_1
Dak dak!
Dum dum!
Dentuman yang terjadi setiap serangan yang dikerahkan membuat getaran di arena.
“Uwa!”
Liu Siyue yang berada di tengah ramainya kursi penonton merasakan hempasan udara tersebut. Walau angin menghembaskan rambutnya, kedua mata Liu Siyue tidak dapat berpaling dari pertarungan itu.
“(Hebat sekali. Kakak bisa mengimbanginya dalam waktu singkat seperti itu. Alur pertarungan yang tadinya ada di telapak tangan Tang Shin, sekarang menjadi abu-abu semenjak kakak mengerahkan tiga pukulan tadi)”
Tak hanya Liu Siyue, tetapi para petinggi akademi termasuk tetua Khan, Qing Yao dan Sheng Tong sendiri terdiam takjub melihat kemampuan Liu Shan. Aura yang dia kerahkan terasa sangat kuat, namun tingkat kultivasi yang dia tunjukan saat itu terlihat seperti menipu mereka semua.
Dak dak dak!
Dalam kesempatan tertentu, Tang Shin melemparkan sebuah tendangan memutar ke arah kepala Liu Shan.
Dak!
Liu Shan yang sempat menahan serangan tersebut pun melompat mundur sembari memberikan jarak di antara mereka. Aura Ki yang mengelilingi tubuhnya menjadi meningkat dalam waktu singkat, serta di salurkan melalui telapak tangan kanan.
“Penghakiman telapak bumi beruntun!”
[ Skill : Penghakiman telapak bumi beruntun – telah diaktifkan ]
Dum dum dum!
__ADS_1
Serangan yang datang tepat dari arah depan pun tidak membuat Tang Shin gentar.
Bats bats!
Waaa!
Penonton berteriak meriah setelah melihat Tang Shin menepis serangan beruntun tersebut. Dia melesat maju dengan mendesak Liu Shan dengan serangan Ki yang dia balikan dari jarak dekat.
“Uwa, di tepis. Bai Ling benar-benar gila dalam mendidik muridnya, tak kusangka seorang murid sanggup menahan serangan konsentrasi Ki seperti itu,” gumam Sheng Tong.
“Iya. Umumnya, murid setingkat mereka hanya akan menghindar untuk menyimpan sejumlah energi Ki yang tersisa di tubuhnya. Tapi, Tang Shin lebih memilih untuk menepisnya,” ujar Qing Yao di sampingnya.
Pilihan Tang Shin terlihat jelas bahwa dia ingin mematahkan semangat Liu Shan. Dengan dia yang sanggup menepis serangan itu dan mengembalikannya, tentu saja akan membuat alur pertarungan berubah lagi.
Sorakan meriah dari para penonton juga kembali meneriakan nama Tang Shin di seluruh arena. Walau di antaranya datang mencemooh nama Liu Shan secara bersamaan.
Dak dak!
Serangan terus berlanjut, Liu Shan tak henti di suguhkan serangan beruntun dari Tang Shin.
“Tidak berhenti-henti ya,” gumam Liu Shan.
“Maaf, tapi aku tidak akan membuat guru Bai Ling kecewa semudah itu. Aku akan memenangkan pertarungan ini, dan memenangkan final!” ujar Tang Shin.
Sebuah konsentrasi Ki yang tinggi di kumpulkan dalam ayunan tinjunya.
“Teknik bela diri : Peningkatan aura tingkat empat!”
__ADS_1