
Tang Shin adalah salah satu murid terbaik di dalam asrama laki-laki Akademi Liliang. Selain tampangnya yang cukup populer di kalangan murid perempuan, prestasinya yang mencapai liontin terbanyak di dalam pelatihan mistis dan juga sanggup menjalani kontrak dengan salah satu hewan mistis tingkat Mythical.
Jelas Hao Fenhua secara singkat pada Liu Shan. Namun, Liu Shan terlihat kecewa dan menatap kesal dengan penjelasannya itu.
“Aku juga tahu kalau tentang pelatihan mistisnya, bodoh,” ungkap Liu Shan.
“Yah, aku hanya jelasin saja. Oh iya, kalau tidak salah dia salah satu murid yang dilatih secara khusus oleh nona Bai Ling,” sambung Hao Fenhua.
“Ah, dia itu sering kali bersama dengan kak Yao,” ujar Liu Shan.
“Kak Yao? Oh, Nona Qing Yao maksudmu,” balas Hao Fenhua.
Liu Shan mengangguk pelan menjawabnya.
“Nona Bai Ling juga termasuk dari petinggi akademi Liliang. Orang-orang memanggilnya ‘wanita mawar duri’,” jelas Hao Fenhua.
“Wanita mawar duri?” sahut Liu Shan dengan dahi mengerut kebingungan menatap balik.
“Iya. Nona Bai Ling dikatakan sebagai salah satu petinggi yang paling ramah dan juga baik hati. Tak sedikit penggemarnya yang tergila-gila dari asrama laki-laki, termasuk aku sendiri,” ujar Hao Fenhua sembari tertawa kecil.
“Lalu?” sahut Liu Shan seolah berusaha tak peduli dengan Hao Fenhua.
“Walau dia terlihat seperti mawar merah yang indah, tetapi duri yang tertutup oleh kecantikannya itu sangat mematikan. Dilihat dari yang paling mudah saja, dibandingkan para petinggi lain, nona Bai Ling adalah guru dengan murid didik paling sedikit sebelum nona Qing Yao,” jelas Hao Fenhua.
Mendengar penjelasannya membuat Liu Shan cukup tertarik seiring waktu. Kalau nona Qing Yao yang dikatakan sebagai putri Es saja sudah memiliki murid cukup dikit berkat didikannya yang keras, lantas bagaimana wanita mawar duri, nona Bai Ling sendiri?
“Murid didikannya paling sedikit? Apa didikannya sangat keras?” tanya Liu Shan.
“Iya. Orang-orang cukup tertipu dengan tampilan luarnya, padahal kalau di dalamnya dia seperti penyihir kejam,” ucap Hao Fenhua.
DI satu sisi, Liu Shan menjadi penasaran dan juga waspada dengan karakter Bai Ling. Ketika mereka sedang asik berbincang berdua, Liu Shan melihat Tang Shin yang berjalan menuruni tangga seolah sedang ingin pergi dari distrik perbelanjaan.
“Ah, dia ingin pergi,” gumam Liu Shan.
“Memangnya kenapa?” sahut Hao Fenhua.
“Ikuti dulu. Aku agak penasaran dengannya,” ujar Liu Shan.
“Hah, untuk apa aku ikut melihatmu membuntuti orang lain? Kalau melakukan tindakan kriminal, jangan ajak-ajak lah!” bantah Hao Fenhua.
Namun, Liu Shan menarik telinga Hao Fenhua secara paksa sembari mengikuti Tang Shin dari belakang.
“Ahh, hei Liu Shan. Telingaku akan copot kalau begini!” teriak Hao Fenhua.
“Berisik, kau mau ketahuan?!” gerutu Liu Shan.
“Ya lepasin dong!” bantah Hao Fenhua.
Keduanya bertengkar seiring jalan. Walau beberapa kali Tang Shin menoleh ke belakang, ajaibnya mereka tidak ketahuan sama sekali. Sampai akhirnya Tang Shin pun sampai di sebuah paviliun yang terletak jauh di bagian timur akademi. Mereka berdua bersembunyi di balik salah satu bangunan paviliun sembari melirik ke luar.
Tepat di depan paviliun tersebut, terlihat ada taman yang begitu hijau nan luas dengan bunga-bunganya. Di tengah-tengah ada sebuah kursi dan meja yang memiliki seorang wanita berparas cantik dengan rambut merah sebahu. Burung-burung kecil bernyanyi sembari hinggap di bahu dan jari lentiknya.
Dari jauh, Tang Shin yang datang menghampiri perempuan itu sontak membungkuk memberi hormat.
“Hormat pada guru Bai Ling.”
__ADS_1
Wanita yang sedang duduk manis di sana adalah Bai Ling. Burung-burung yang hinggap di dirinya pun terbang begitu saja setelah dia menoleh ke arah Tang Shin.
“Kau sedikit lebih lama dari biasanya. Ada apa?” tanya Bai Ling.
“Aku baru selesai latihan tadi dan langsung bergegas ke sini,” jelas Tang Shin.
Kedua mata Bai Ling melebar seolah terkejut menatapnya.
“Kau baru latihan? Bukankah kau kemari untuk latihan denganku?” sahut Bai Ling.
“Untuk menjadi lebih kuat, dibutuhkan usaha yang lebih. Bukankah guru sendiri yang bilang itu padaku?” ujar Tang Shin.
Mendengar ucapannya sendiri dari Tang Shin membuatnya sedikit tertawa.
“Haha, baiklah ‘tuan rajin’. Kita akan segera memulai latihannya,:
Bai Ling beranjak bangun dari kursinya dan berdiri di depan Tang Shin.
“Pertama-tama, perlihatkan padaku hewan mistis yang telah kau buat kontrak di hutan Shenmi,” ucap Bai Ling.
“Baik,” sahut Tang Shin.
Tang Shin menghadap ke samping dan memanggil sebuah nama.
“Qin.”
Wush!
Hembusan aura datang dari tubuh Tang Shin hingga menyatu tepat di depannya. Kumpulan aura Ki yang menguat itu semakin memadat utuh. Dan di akhir proses, wujud dari aura Ki tersebut berubah menjadi hewan mistis berbentuk burung rajawali berbulu hitam putih.
Kehadiran Qin, hewan mistis Tang Shin di sana sontak membuat Liu Shan dan Hao Fenhua yang sedang diam-diam melihatnya dari jauh pun terkejut.
“Ukurannya lebih besar dari waktu itu. Kelihatannya ini wujud aslinya,” sambung Liu Shan.
[ Nama : Qin ]
[ Hewan : Burung Rajawali ]
[ Tingkat : Mythical ]
Melihat tingkat dari burung rajawali itu membuat Liu Shan tak habis pikir dengan kemampuannya.
“(Dia bisa menjalin kontrak dengan seekor hewan mistis tingkat Mythical. Kalau misalnya dilihat dari tingkatnya saja, kemungkinan burung rajawali itu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan burung Elang bernama Gu milik kak Yao)” batin Liu Shan.
Di lain sisi, Bai Ling yang melihat kehadiran burung rajawali itu pun berjalan mendekatinya. Tangannya yang halus itu diangkat perlahan, menarik perhatian burung rajawali tersebut untuk mendekatinya dan membiarkan diri dibelai halus oleh Bai Ling.
Bai Ling tersenyum tipis begitu dia mengelus bulu-bulu rajawali itu.
“Aku terkesan, Tang Shin. Rajawali ini adalah salah satu makhluk dengan tingkat Mythical yang sangat berkualitas,” ujar Bai Ling.
“Terima kasih, guru,” sahut Tang Shin.
Bai Ling yang memutari rajawali itu pun berhenti tepat di depannya. Membelai lembut paruhnya yang kokoh sembari mendekat berbisik padanya.
“Siapa namamu?” tanya Bai Ling.
__ADS_1
Rajawali itu menunduk dan menjawab.
“Qin.”
Sebagaimana rajawali itu menjawabnya, Bai Ling terlihat terkesan dengan gestur yang dia tunjukan.
“Wah, kau sangat sopan. Rata-rata hewan mistis tidak memiliki kemampuan semacam ini jika bertemu makhluk selain tuan mereka,” jelas Bai Ling.
“Tubuhku dan tuan muda terhubung satu sama lain. Dan dari bagaimana tuan muda bereaksi pada anda, dia sangat menghormati anda sebagai guru. Sudah sewajarnya aku melakukan hal yang sama,” ujar Qin.
Bai Ling menoleh kepada Tang Shin dengan senyuman tipis.
“Kau beruntung sekali, Tang Shin.”
Dua sampai tiga langkah dia ambil ke belakang. Bai Ling menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
“Baiklah. Tang Shin, sekarang kau ada di tingkat … petarung master bintang satu?” ucap Bai Ling sembari memastikan.
“Bintang dua, guru,” jelas Tang Shin.
“Ah iya, bintang dua. Kalau begitu, kali ini aku ingin melihat seberapa jauh kemampuanmu berkembang. Sebelum kau memasuki hutan Shenmi, kau berada di petarung jenderal bintang lima. Sekarang kau naik dua tingkat, sekaligus memiliki makhluk mistis di dalam kontrak. Kurasa perubahan kali ini cukup signifikan, bukan?” tanya Bai Ling.
Di lain sisi, Liu Shan dan Hao Fenhua yang mendengar hal tersebut sontak terkejut.
“Hei, apa nona Bai Ling serius ingin melawannya?” gumam Liu Shan.
“Kalau aku sih tidak heran. Di antara murid lain, Tang Shin adalah salah satu yang belum lama datang dan sudah berada dalam didikan nona Bai Ling. Dia juga salah satunya yang berhasil bertahan dari pelatihan keras yang nona Bai Ling berikan,” jelas Hao Fenhua.
Liu Shan sejak awal sedikit kebingungan dengannya. Hao Fenhua seperti tahu cukup banyak informasi terkait akademi Liliang dari awal dia bertemu dengannya.
“Fenhua,” panggil Liu Shan.
“Apa?” sahut Hao Fenhua.
“Kau tahu darimana semua ini? Kau kan juga murid baru sepertiku di akademi Liliang,” tutur Liu Shan.
“Oh. Aku memang murid baru, tapi aku sudah tinggal di akademi Liliang cukup lama,” jelas Hao Fenhua.
“O-oh, gitu ya,” gumam Liu Shan.
“Bagaimanapun, hal ini tidak boleh di lewatkan. Kau harus memperhatikannya dengan baik, kemampuan dari ‘Wanita mawar duri’,” ucap Hao Fenhua.
Terlepas dari mereka berdua, Tang Shin yang mendengar ucapan Bai Ling pun langsung memasang kuda-kuda. Kedua tangan yang bersilang di depannya dengan kepalan erat penuh dengan aura Ki yang membara.
Wosh!
“Aku siap, guru.”
Bai Ling tersenyum tipis dan berkata ….
“Tang Shin, kali ini lawanmu bukanlah aku,” ucap Bai Ling.
Tang Shin sontak tertegun dengan kedua mata yang terbuka lebar. Aura Ki yang telah menyelimuti tubuhnya hilang dalam sekejap mata.
“Apa maksudnya?” tanya Tang Shin.
__ADS_1
Namun, Bai Ling memiringkan sedikit kepalanya. Arah mata melihat ke belakang Tang Shin yang memiliki sebuah bangunan paviliun di sana.
“Bisakah kau membantuku sedikit, Liu Shan?” ucap Bai Ling.