
Setelah menjelaskan situasi tanpa menyinggung kutukan iblis yang di miliki Xiao Lin, Hao Fenhua duduk bersama mereka berdua di belakang meja. Terlepas dari wajahnya yang habis babak belur itu, Hao Fenhua melipat kedua tangannya dan berbicara seolah tak terjadi apa-apa.
“Hm.. jhadi shmperti ihmtu yha (Jadi seperti itu ya)” ucap Hao Fenhua dengan mulut yang sulit berbicara.
Liu Shan yang duduk di sampingnya terlihat memejamkan mata seolah menahan rasa kesal setiap kali mendengar ucapannya.
“Diamlah. Lebih baik kau pergi keluar dan jangan kembali lagi!” gerutu Liu Shan
“Hee?! Kan benar, kau memang ingin aku tidak pulang dulu. Kau masih ingin bersenang-senang dengan nona dari keluarga pemilik akademi kan?!”
Hao Fenhua mendekati Liu Shan di samping wajahnya dan berbicara dengan nada yang penuh niat memprovokasi. Dan tepat seperti perkiraannya, Liu Shan menanggapinya dengan raut wajah yang kesal.
Namun, yang tak Hao Fenhua sangka adalah seberapa kesalnya Liu Shan terhadap ucapannya. Dia mencengkram wajah Hao Fenhua yang masih babak belur.
“BERCANDA, BERCANDA! AYOLAH, AKU HANYA BERCANDA!”
“Kalau begitu tutup mulutmu!”
Liu Shan menyeringai lebar dengan aura membunuh yang terpancar keluar di sekitarnya. Lei Jinting merasa seperti tercekik dan terancam mati ketika menatapnya yang begitu mengerikan.
“SIAP TUAN!” sahut Hao Fenhua yang memberi hormat seperti seorang kadet
Liu Shan langsung menghela nafasnya seolah lelah mengurusi candaan Hao Fenhua. Dia yang menarik pandangannya ke depan menatap ke arah Xiao Lin yang masih memalingkan mata dan juga terdiam malu.
“Maaf, nona Xiao Lin,” ucap Liu Shan.
“Ti-tidak apa kok. Haha ….” sahut Xiao Lin.
“Dia memang sedikit aneh, jadi tolong maklumi saja” sambung Liu Shan
“Aneh?! Lebih aneh siapa yang ingin melakukan hal “ena-e-!”
Sebelum kata-katanya di selesaikan, Liu Shan kembali memutar leher dan menatap Hao Fenhua dengan mata yang terpejam dan senyuman dingin seolah bisa membunuhnya kapan saja.
“Kau bicara apa?”
“Ti-tidak ada tuan.”
Hao Fenhua langsung menciut ketakutan karena melihat reaksi Liu Shan yang sangat mengerikan. Xiao Lin yang melihat hal tersebut pun merasa sedikit kasihan dan mulai menyambung dalam pembicaraan itu.
__ADS_1
“Tu-tuan Shan, tidak apa kok. Lagipula ta-tadi itu … hanya sebuah kecelakaan,” ucap Xiao Lin dengan suaranya yang semakin perlahan ke dekat akhir kalimatnya
“Haah … yah, kurasa tuan Xiao Lin ada benarnya juga. Kau selamat untuk kali ini, Fenhua” ucap Liu Shan dengan tatapan dingin.
“Hahaha … terima kasih,” sahut Hao Fenhua dengan nada tawa yang canggung.
Di kala dia membatin dan menghela nafas lega, Hao Fenhua langsung teringat akan berita penting yang akan dia bawa pada Liu Shan.
“Ah, benar juga. Shan, kau sudah tahu tentang pelatihan mistis?” ucap Hao Fenhua.
“Pelatihan mistis? Apa itu?” tanya Liu Shan.
“Tuan Shan, ada tidak tahu pelatihan mistis?” sahut Xiao Lin.
Liu Shan menggelengkan kepalanya untuk menjawab lebih jelas dengan gestur tubuhnya.
“Pelatihan mistis itu adalah salah satu ujian yang di lakukan rutin di tahun ajaran baru dan akhir akademi Liliang,” ucap Hao Fenhua.
“Para murid akan di kumpulkan dan di berikan instruksi untuk bertahan hidup dan memperkuat diri mereka selama seminggu penuh,” sambung Xiao Lin yang menjelaskan.
“Bertahan hidup? Memangnya ujian itu akan dilaksanakan bagaimana?” tanya Liu Shan.
Ketika mendengar hutan Shenmi yang di libatkan dalam ujian, langsung membuat Liu Shan membuka lebar kedua matanya.
Terkejut sekaligus merasa senang. Karena dari ujian bertahan hidup itu, Liu Shan bisa mencoba dan bertemu banyaknya hewan mistis yang bahkan jauh lebih banyak dan lebih kuat di banding Haishe, sang penjaga hutan Sheng.
“Dalam ujian tersebut, apa kita di perbolehkan untuk membuat kontrak dengan hewan mistis yang ada di dalam sana?” tanya Liu Shan.
“Pembuatan kontrak di perbolehkan selama peserta bisa menanggung konsekuensinya,” jelas Xiao Lin.
Mendengar ucapan dari Xiao Lin membuat Liu Shan menekuk lengan dan meletakkan satu jarinya tepat di depan bibirnya seolah sedang berpikir.
Karena yang Liu Shan pikirkan saat itu untuk mencari kekuatan yang lebih besar dan kuat. Kesempatan untuk mengikuti pelatihan mistis itu akan menjadi batu loncatan besar baginya dan bisa memberikan kekuatan besar jika berhasil membuat kontrak dengan para hewan mistis yang ada di sana.
Entah apa tingkatnya yang ada di sana, tetapi yang Liu Shan incar adalah makhluk mistis dengan tingkatan Mythical atau lebih tinggi demi mendapatkan kekuatan yang lebih besar.
Di kala dia sedang memikirkan hal itu, Liu Shan yang menjadi semakin haus akan informasi pun mulai membuka mulutnya dan bertanya lagi.
“Kapan pelatihan ini di mulai?” tanya Liu Shan
__ADS_1
Ketika dia bertanya dan menatap ke arah Hao Fenhua, tiba-tiba saja pintu rumahnya terbuka keras.
BRAAK…!!
“Kalian bertiga, sedang apa masih ada di dalam asrama?! Cepat kumpul, pelatihan mistis akan segera di mulai!”
Seorang laki-laki dengan tubuh yang begitu besar dan bahkan hampir kesulitan untuk masuk melalui pintu rumah. Terlepas dari tubuhnya yang besar itu, informasi yang di sampaikannya jauh lebih membuatnya terkejut.
“Hah?!” sahut Liu Shan
“Kau bertanya kapan kan? Di mulainya sekarang!” sahut Hao Fenhua
“KALAU BEGITU BILANG DARITADI!” bentak Liu Shan sembari mengetuk kepala Hao Fenhua
Duakk….!!
“Ackh! Hei, aku sudah ingin bilang! Tapi kau masih-!”
Lagi dan lagi Hao Fenhua ingin kembali menyinggung tentang kesalahpahaman antar Liu Shan dan Xiao Lin. Hal ini sontak membuat Liu Shan menyeringai lebar dan membunyikan jari-jemarinya seolah bersiap untuk melempar tinju.
Hao Fenhua langsung terdiam dan memalingkan wajahnya yang di banjiri oleh keringat dingin yang tak karuan.
* * * *
Terlepas dari apa yang terjadi, Liu Shan bersama dengan Xiao Lin dan Hao Fenhua langsung pergi keluar dari asrama. Mereka yang di tengah berlari untuk menyusul pun berakhir di bagian belakang akademi yang terlihat luas dengan lapangan hijau dan di penuhi oleh para murid-murid baru yang sudah berkumpul lebih dulu.
“Kurasa kita belum terlambat,” gumam Hao Fenhua.
“Kemungkinan kakek akan mulai mengumumkan peraturannya untuk sekarang. Kita masih sempat,” sambung Xiao Lin.
“Ayol!” sahut Liu Shan.
Mereka bertiga kembali berlari dan melebur di dalam kumpulan murid-murid di sana. Lika-liku sempitnya para murid yang ada di sana, tak lama kemudian telah sanggup di lewati mereka hingga sampai ke paling depan.
Liu Shan yang baru sampai tak sengaja bertemu dengan adiknya, Liu Siyue yang berdiri tepat di sampingnya.
“Kakak?!” panggil Liu Siyue.
“Liu Siyue?!” sahut Liu Shan dengan kedua mata yang melebar.
__ADS_1