Endless System

Endless System
Bab 103


__ADS_3

Dari jauh, tangan Qing Yao yang mengayun seolah sedang menebas pun membentuk sesuatu dalam genggamannya. Sebuah pedang yang terbentuk dari es dan menjadi pedang utuh pada umumnya. Panjang dengan bilah tertajam dan motif bunga biru elegan.


Tubuh Ming Xiao di sana terjatuh setelah terbelah di antara pinggangnya. Darah yang mengalir deras itu telat dia sadari setelah kemunculan pedang tersebut.


“Arghhh. Sakit, sakit sekali sialan!”


Liu Shan terdiam melihat bagaimana tubuh Ming Xiao tertebas di sana. Walau Qing Yao melakukan sebuah teknik, tetapi dia berada hampir 10 kaki jauh. Terlebih lagi, keberadaan pedang itu baru saja muncul, tetapi dia sanggup untuk memotong tubuh Ming Xiao tanpa mengeluarkan setetes keringat.


“(Kak Yao, dia seharusnya seorang petarung master bintang lima. Sedangakan Ming Xiao, dia ada di tingkat Petarung Raja bintang satu. Perbedaan tingkat itu seharusnya tidak mungkin bisa membuat kak Yao membuatnya tak berkutik seperti itu. Lalu baga-!)”


Ting!


[ Nama : Qing Yao ]


[ Umur : 23 tahun ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung raja bintang dua ]


Status Qing Yao muncul tepat dari mata sistemnya. Liu Shan yang tertegun dengan kedua mata melebar itu tak bisa berkata-kata. Dan tak lama,


“Kau terkejut, nak?”


Suara pria yang datang dari belakangnya membuatnya terkejut.


“Tetua Khan?” sahut Liu Shan.


“Tenang nak, kau akan lebih sering dikejutkan seiring lamanya bersama dia,” ujar Tetua Khan.


“Maksud tetua?” tanya Liu Shan.


“Qing Yao bukanlah guru biasa. Kemampuan yang dia punya itu sangat berpotensi lebih, oleh karena itu aku tidak mengkhawatirkannya,” jelas tetua Khan.


Tetua Khan mengangkat telunjuknya ke depan. Arah tersebut tetuju kepada pedang yang Qing Yao pegang di dalam genggamannya.


“Pedang itu adalah kunci utama potensinya.”


“Pedangnya?” sahut Liu Shan dengan tak yakin.


Tetua Khan mengangguk perlahan dan melanjutkan ucapannya.


“Kekuatan Qing Yao sangatlah besar. Pedang itu dia gunakan untuk menyalurkan seluruh kekuatannya ke dalam satu titik. Artinya, cara untuk dia mengontrolnya.”


Liu Shan sempat mengira bahwa kekuatannya bersama sistem sudah sangat tidak adil untuk berada di dunia ini. Tetapi nyatanya, masih ada orang-orang yang berada jauh di atasnya dalam hal kultivasi dan kemampuan bertarung.


“Sudah selesai, kak Yao menang dengan mudah,” ujar Liu Shan.

__ADS_1


“Belum, nak.”


Ucapan tetua Khan yang menyahut dari samping pun membuat Liu Shan menoleh.


“Belum?”


“Makhluk dari klan iblis tidak akan mati hanya dengan tubuhnya terbelah menjadi dua. Mereka hanya akan mati ketika kepala mereka dipenggal.”


Mereka menatap pada Qing Yao yang berjalan perlahan menuju tubuh Ming Xiao yang terbelah dua di atas permukaan tanah.


“Sialan. Sejak kapan kau memiliki kemampuan semacam itu?!”


“Argghh, tidak adil. Kau selalu seperti itu. Merahasiakan sesuatu sama seperti kau merahasiakan kekuatanmu dan apa yang ada di balik ruang naga. padahal aku adalah muridmu. Aku mengangkat namamu dengan segala pencapaian yang aku punya. Qing Yao, kau wanita sialan!” bentak Ming Xiao.


Qing Yao menatapnya sedu sekaligus dingin. Melihat mantan muridnya terkapar terbelah dua seperti itu membuatnya kecewa pada diri sendiri dan Ming Xiao juga.


Berapa tahun terlewatkan sia-sia dengan bagaimana Qing Yao menghabiskan waktu untuk melatih Ming Xiao di akademi Liliang. Bakat yang dia miliki dapat dilihat melalui kedua matanya, hingga membuat Qing Yao pun tertarik.


“Iya, kau dulu adalah murid kebanggaanku. Tapi semua itu berubah ketika kau menyalahgunakan gulungan di ruang naga. Kalau hanya kekuatan yang kau cari, kau tidak perlu menyerahkan diri kepada para klan iblis seperti ini, Ming Xiao,” lirih Qing Yao.


“Berisik, kalian tidak tahu apa arti sebenarnya kekuatan. Kalian hanya hidup di dalam kebohongan yang beranggapan bahwa kekuatan kultivasi sejati berada di tangan manusia!” bentak Ming Xiao.


“Kau sudah tersesat terlalu jauh, Ming Xiao. Para iblis itu sudah merenggut pikiranmu diwaktu kau membuka gulungan mereka,” ujar Qing Yao.


Ming Xiao hanya bisa menggerutu kesal sembari menahan rasa sakit dari tubuhnya yang terbelah. Serangan Qing Yao yang menebasnya saat itu membuat tubuhnya sebagai seorang iblis menjadi lambat untuk beregenerasi hingga pulih. Bayangan kematian terbayang lewat di kepala dan matanya sesaat Qing Yao menghunuskan pedangnya.


“Aku akan menyelesaikan apa yang telah kubuat sekarang juga. Selamat tinggal, Ming Xiao.”


Wush!


Ketika Qing Yao ingin mengayukan pedangnya, tiba-tiba saja Liu Shan merasakan sesuatu yang aneh datang dari langit. Sebuah energi Ki tak terkontrol layaknya meteor Ki sedang bergerak cepat menuju ke arah mereka.


Tubuhnya bergerak lebih cepat sebelum otak membuat keputusan. Liu Shan melesat maju ke arah Qing Yao dan Ming Xiao jauh di depan sana.


Bruaak!


Hantaman keras yang tertutup oleh debu dan asap. Reruntuhan batu dari arena sontak melayang sembari dentuman keras membuat gempa sekitarnya.


Dum dum dum!


“A-apa yang terjadi?!”


“Ledakan?!”


Xiao Lin, Liu Siyue, Tang Shin dan orang-orang lain yang masih berada di area arena pun merasakan dahsyatnya dentuman tersebut. Asap yang tebal menutupi jarak pandang mereka. Seiring tubuh terangkat dan berusaha melihat, hanya ada bayangan samar-samar di baliknya.

__ADS_1


Lima orang berada di satu titik yang sama. Qing Yao, Liu Shan dan tetua Khan berdekatan sembari menghunuskan pedang pada Ming Xiao. Namun, di depan mereka masih ada satu orang lain.


Seorang laki-laki dengan dada terbuka lebar penuh otot yang kencang. Dia berdiri dengan menatap dingin Liu Shan dengan mata hitam bergaris merah yang sama dengan Ming Xiao.


Ting!


[ Skill : Absolute Shield – telah diaktifkan ]


[ Jeda waktu penggunaan skill dimulai : 4 hari 24 jam tersisa ]


“Heh, manusia sekarang menarik juga ya.”


Suara berat dari laki-laki itu merubah sama udara di sekitarnya. Liu Shan sendiri merasakan betapa kuatnya tekanan yang dia berikan hanya dengan berbicara.


Wush!


Dak dak dak!


Lelaki itu menangkis dan mengayunkan serangannya. Sebelum Liu Shan sempat bereaksi, tetua Khan bergerak lebih dulu menariknya dan Qing Yao untuk mundur.


Sraakk!


“Ugh!” erang Liu Shan.


“Te-tetua!” ujar Qing Yao.


“Tenang saja, aku tak apa,” sahut tetua Khan.


Pergerakan lelaki itu sungguh cepat, bahkan Liu Shan saja hampir tak menyadarinya. Liu Shan tertegun melihat salah satu telinga tetua Khan menghilang. Darah yang mengalir tiada henti tetes ke tanah. Kalau saja tetua Khan terlambat untuk menarik mereka berdua mundur, Liu Shan bisa tahu bahwa dia akan mati dalam satu pukulan.


Liu Shan terdiam melihat sosok lelaki yang berada tepat di depan sana. Tubuhnya yang besar dan berotot memiliki sejumlah energi Ki hitam mencekam.


Ting!


[ Nama : Daolao ]


[ Klan : Iblis ]


[ Tingkat Kultivasi : Petarung raja bintang empat ]


Setelah membaca notifikasi dari sistem, Liu Shan tidak terlalu terkejut dengan wujud makhluk tersebut. Energi Ki yang dia punya, terlebih lagi sorot mata hitam merah itu menunjukan bahwa dia adalah salah satu dari klan iblis.


Namun, yang membuatnya terdiam di sana adalah tingkat kultivasinya. Petarung raja bintang empat, sejauh yang Liu Shan tahu, itu adalah tingkat tertinggi yang pernah dia lihat di depan matanya sendiri.


“(Ini … bahaya sekali)”

__ADS_1


__ADS_2