
“Eh?”
Liu Shan bergumam heran dengan maksud salah satu penjaga tentang ‘ruang naga’ tersebut.
“Ruang naga?”
“Jika tidak ada kepentingan, maka murid dilarang untuk masuk ke dalam ruang naga!”
Kedua penjaga itu menjadi semakin ganas dan mulai ingin menghunuskan tombaknya ke arah Liu Shan. Dia sontak melangkah mundur dan mengangkat kedua telapak tangannya di depan dada seolah menunjukan bahwa dia tidak berniat buruk.
“Hei hei … tenang dulu. Aku hanya sedang jalan-jalan saja, tidak mencari masalah apapun.”
“Kalau begitu cepatlah pergi. Apa yang ada di dalam ruang naga adalah sesuatu yang sangat penting dan penuh rahasia. Jangan menganggu dengan muncul di depan gerbang!”
Salah satu penjaga berbicara ketus terhadap Liu Shan. Dan ketika dia ingin berbalik badan, Liu Shan mendengar suara seorang perempuan yang berbicara dari belakang.
“Ada apa ini?”
Dia langsung menoleh ke belakang dan melihat adanya Qing Yao yang berjalan dengan anggun menghampirinya.
“Kak Yao?”
“Ah, Liu Shan. Ternyata kau ya. Sedang apa kau di sini?”
“Aku… hanya sedang berjalan-jalan saja. Dan tak sengaja malah sampai di pintu ruang naga ini”
“Hmm … begitu ya ….”
Qing Yao berdiri tepat di samping Liu Shan. Pandangan matanya berganti darinya ke arah dua penjaga ruang naga tersebut. Dan saat Qing Yao menatap langsung ke mata mereka, keduanya sontak membungkuk takut dan penuh hormat.
“Sa-salam hormat kepada nona Qing Yao!”
“Sudahlah, angkat kepala kalian berdua”
Qing Yao tidak terlalu tertarik dan menarik pandangannya ke arah Liu Shan setelah kedua penjaga itu mengangkat kepalanya.
“Liu Shan. Selagi kau masih ada di sini, bagaimana kalua kau ikut aku masuk ke dalam ruang naga?” tanya Qing Yao.
“Eh? Aku?!”
__ADS_1
Liu Shan pun ragu karena di tawari seperti itu. Karena sebelumnya dia sudah di hadang oleh kedua penjaga ruang naga tersebut, terlebih lagi dia tidak memiliki izin khusus yang di katakan.
“Ah, maaf kak Yao. Sebenarnya aku hanya tak sengaja saja bisa ke sini. Lagipula, aku juga tak punya izin dan kepentingan untuk masuk ke dalam.”
Qing Yao yang mendengar ucapannya pun langsung menatap heran. Bagaimana mungkin Liu Shan tak punya izin? Padahal Qing Yao sendiri sudah mengajaknya untuk masuk.
Dan tak lama kemudian, Qing Yao menyadari letak kebingungannya itu. Dia menoleh dan menatap sedikit dingin ke arah kedua penjaga ruang naga itu. Karena Qing Yao tahu, bahwa Liu Shan sebelumnya sudah tak di perbolehkan masuk oleh mereka berdua.
Tatapan dingin dari Qing Yao membuat kedua penjaga itu membeku diam dan menunduk ketakutan. Mereka langsung merasa bersalah karena seolah membuat hal yang tak seharusnya dengan menolak Liu Shan masuk ke dalam ruang naga.
“(Gawat! Tatapan nona Qing Yao benar-benar mengerikan!)”
“(Hubungan apa yang dia punya dengan murid ini?! Aku seharusnya tidak menolaknya untuk masuk dari awal! Habislah aku!)”
Di kala kedua penjaga itu membatin ketakutan dan penuh keringat dingin, Qing Yao sendiri menarik kembali pandangannya dan menatap ke arah Liu Shan.
“Sudahlah, ayo masuk saja. Siapa bilang kau perlu izin untuk masuk ke dalam ruang naga?”
“Sebelumnya aku di bilang untuk ….”
Liu Shan berniat untuk menjelaskan kepada Qing Yao. Namun, kedua penjaga itu langsung memotong ucapannya dengan membuka gerbang ruang naga dan tersenyum lebar dengan perasaan takut tersirat di dalamnya.
“Si-silahkan masuk, nona Qing Yao dan tuan Liu Shan!”
Melihat kedua penjaga itu membukakan gerbang secara sukarela membuat Liu Shan membuka lebar kedua matanya dengan heran.
“Eh? Ada apa ini?” gumam Liu Shan.
“Apa yang kukatakan? Ayo, masuk sini!” sahut Qing Yao.
Qing Yao pun berjalan lebih dulu ke dalam ruang naga. Dan Liu Shan yang berada di belakangnya pun langsung menyusul dan masuk bersamanya.
Lorong yang gelap. Tak ada hawa yang terasa seperti ada kehidupan di dalamnya. Liu Shan sendiri tak bisa melihat apapun setelah gerbang luar di tutup.
“Gelap sekali….” Gumam Liu Shan.
Ctak…!
Suara jentikan jari dari Qing Yao membuat obor yang menggantung di dinding menyala dan menerangi seluruh lorong itu hingga ke depan.
__ADS_1
Boff… boff… boff…!!!
“Wah….”
Liu Shan terkejut ketika melihat di depan matanya bagaimana sebuah ruang terbentang luas. Tempat yang penuh dengan tangan berputar tinggi ke atas seperti menara. Dinding di penuhi oleh rak buku yang dan selaras dengan tingginya tangga yang ada di sisinya.
Tempat itu terlihat seperti sebuah menara perpustakaan. Buku-buku dan gulungan kuno yang ada di dalam sana, benar-benar terlihat sakral seolah tak bisa sembarangan di sentuh.
“Hebat sekali. Ini … perpustakaan?” gumam Liu Shan sembari berjalan hingga berdiri di tengah-tengah.
“Kurang lebih seperti itu. Ruang naga adalah tempat pengetahuan dari akademi Liliang. Di sini ada ratusan, bahkan ribuan gulungan teknik kultivasi dan juga teknik bela diri sejak 1000 tahun yang lalu,” jelas Qing Yao.
“1000 tahun yang lalu?!” sahut Liu Shan dengan kedua mata yang melebar kuat
“Benar. Semua ini adalah gulungan dan catatan yang di tinggalkan oleh para pendekar dan kultivator hebat di zaman itu. Dan akademi Liliang, kita mendapatkan 300 gulungan sakral yang di simpan sama berharganya dengan nyawa seseorang.”
Penjelasan Qing Yao membuat Liu Shan menunduk diam dan berpikir tentang seberapa berharganya gulungan dan catatan tersebut. Jika satu gulungan sama saja dengan nyawa seseorang, maka rahasia dan teknik yang ada di dalamnya pasti sangatlah hebat dan dahsyat.
Untuk sesaat, Liu Shan sempat berpikir untuk belajar dari gulungan tersebut. Namun, Qing Yao sontak menjawab seolah dia bisa membaca pikirannya.
“Jika kau berpikir untuk mencoba belajar tentang gulungan itu, maka lupakan saja dulu untuk saat ini,” ucap Qing Yao.
“Eh?”
“Kenapa? Karena teknik dari bela diri itu terlalu dahsyat dan akan berbahaya jika jatuh ke tangan orang yang salah. Hanya orang -orang terpilih yang bisa mengambil ilmu dari dalam catatan itu,” jelas Qing Yao.
Liu Shan yang mendengar hal tersebut merasa ada sesuatu yang pernah terjadi di dalam akademi Liliang. Hal itu terasa seperti menjadi pemicu mengapa Qing Yao menjelaskan hal itu dengan nada yang penuh keresahan.
Pengetahuan dan juga rasa penasaran tinggi dari Liu Shan sudah ada sejak dia berada di dunia lamanya ketika menjadi direktur. Oleh karena itu, mulut dan pikirannnya bergerak secara tidak sadar dan langsung bertanya pada Qing Yao.
“Apa ada sesuatu yang terjadi?”
Qing Yao sudah menyangka bahwa Liu Shan pasti akan bertanya. Dia menatap untuk sesaat ke arahnya dan menghela nafas seolah berat hati untuk menjelaskannya.
“Dahulu ….”
Sebelum sempat mengeluarkan kata-katanya, terdengar suara seorang laki-laki yang memotong ucapan Qing Yao.
“Menyebarkan informasi sembarangan, Qing Yao?!”
__ADS_1