Endless System

Endless System
Bab 70


__ADS_3

Mata memandang gelap gulita. Hembusan angin terasa menyejukkan tubuhnya di sertai kicauan burung yang merdu yang menenangkan.


Liu Shan mulai mengedipkan dan membuka matanya secara perlahan. Sinar hari yang mencapai titik matahari tertinggi membuat matanya menyilaukan.


“Uuhh…”


Tentu saja Liu Shan bingung dengan situasinya. Dan ketika dia membuka matanya, dia sudah di hadapkan oleh Xiao Lin yang berada tepat di atasnya.


“Shan!” panggil Xiao Lin


“Lin’er…?” sahut Liu Shan


Tubuh Liu Shan masih terasa lemas dan pikirannya belum kembali jernih. Tetapi, dengan apa yang di lihatnya saja sudah terlihat bahwa raut wajah Xiao Lin terlihat sangat tidak baik.


Mata yang berkaca-kaca seolah ingin mengalirkan air mata yang begitu deras. Tubuh yang gemetar terasa dari genggaman tangannya dan juga paha yang sedang menopang kepala Liu Shan.


“Syukurlah, akhirnya kau bangun juga!”


“Apa yang terjadi?”


Xiao Lin mengusap air matanya sebelum jatuh dari pelupuk mata. Dia menarik nafas dalam-dalam seolah ingin menenangkan dirinya. Tetapi, justru malah sebaliknya.


“Kenapa?” tanya Xiao Lin


“Eh?” sahut Liu Shan yang kebingungan sembari beranjak bangun


“Apa yang kau pikirkan?! Melawan penguasa Xuan seorang diri dan membuat dirimu terluka parah. Kau pikir kau titisan dewa yang bisa melawan semua orang dan menang dengan mudah?!”


“Aku… sangat khawatir tahu! Ketika penguasa Xuan menjelaskan situasinya padaku. Kalau kau bertarung dengannya dan berusaha untuk melindungiku dari dampak serangan. Sampai-sampai membuat tanganmu hampir hancur….”


Tubuh Xiao Lin menjadi semakin gemetar tak karuan.  Air mata yang sebelumnya di usap, kini tak lagi terbendung dan mulai menetes deras.


Dalam seumur hidup, Liu Shan tak pernah melihat ada orang yang pernah menangis untuk dirinya. Hal ini membuatnya sangat tertegun dan tak bisa berkata-kata.


“Lin’er … aku-!”


“Kenapa?!”


Xiao Lin membentak keras seolah benar-benar marah terhadapnya.

__ADS_1


“Kenapa kau melindungiku?! Kau bisa berlari dan melindungi dirimu sendiri. Kenapa kau harus menyelamatkanku lagi? Apa aku ini bagimu?!”


Xiao Lin merintih penuh putus asa bertanya pada Liu Shan. Hubungannya yang tidak jelas itu membuat Xiao Lin semakin meragukan dirinya sendiri setiap saat. Terlebih lagi, Liu Shan yang tidak pernah membuka mulut dan terus-menerus bertindak melindungi Xiao Lin membuat perasaannya semakin tercampur aduk.


Tetapi, Liu Shan saat itu tersadar. Kalau dia tidak boleh melarikan diri lagi. Dia mendekati Xiao Lin dan memegang tangannya dengan lembut.


“Lin’er, dengarkan aku.”


Xiao Lin terkejut dan membuka lebar kedua matanya yang berlinang air mata ke arah Liu Shan.


“Selama ini … saat aku pertama kali datang dan menyembuhkanmu, aku hanya berpikir bahwa itu hanya kewajibanku saja. Dengan kemampuan yang kumiliki, aku berpikir kalau aku memang seharusnya untuk membantu orang lain”


“Tetapi, walau waktu baru berjalan singkat dan kita baru saja menghabiskan waktu bersama. Aku merasa bahwa ada sesuatu di dalam diriku yang tidak mau melihatmu terluka dari apapun. Jika aku melihatmu terluka, maka aku sendiri yang akan menyalahkan diri terus menerus. Meski itu harus di bayar dengan satu atau dua anggota tubuhku, aku rela jika itu demi melindungimu.”


Xiao Lin tertegun diam ketika mendengar ucapan Liu Shan. Dia tak bisa membalas, dan justru semakin terpana dengan setiap kata-katanya itu.


Sedangkan Liu Shan sendiri mulai mengangkat tangan dan mengusap air mata di wajahnya.


“Maafkan aku. Aku tidak tahu harus berkata bagaimana, tapi setidaknya itulah yang aku rasakan,” gumam Liu Shan.


Xiao Lin menarik nafas dan mencoba untuk menenangkan dirinya. Air matanya yang di hapuskan secara utuh, raut wajah yang muram di ganti penuh senyuman hangat sembari mengangkat kedua pipi Liu Shan.


“Shan.”


Keduanya saling menatap satu sama lain. Kulit seputih susu dan mata yang berkilap indah memandang penuh dengan makna. Mata, hidung, rambut, maupun bibir, semua di mata Liu Shan saat itu terlihat sangat cantik. Sama juga dengan Xiao Lin.


Mereka berdua mulai mendekat secara perlahan. Wajah yang mulai bersentuhan semakin dekat dan bibir ingin menyentuh satu sama lain.


Tetapi …


“Maaf menganggu suasana bagus kalian, tetapi bukankah ini masih di tengah pelatihan?”


Suara tersebut jelas-jelas menganggu suasana tersebut. Mereka berdua sontak sadar dan segera menarik mundur wajah mereka yang memerah malu.


Di sisi lain, Liu Shan menarik pandangannya dan melihat ke arah suara itu berasal. Di sana ada Xuan Wudan dengan tubuh raksasanya yang memandang mereka dengan tatapan mengesalkan.


“Ka-kau-!”


Perasaan waspada Liu Shan saat menatap ke arah Xuan Wudan masih belum reda. Dia yang hanya tahu kalau Xuan Wudan menginginkannya mati, langsung berdiri dan mengeluarkan aura Kinya dengan kuat.

__ADS_1


Wossh!!


Tetapi, Xuan Wudan tidak terlihat tertarik untuk kembali bertarung dengannya.


“Sudah cukup. Aku tidak tertarik dengan nyawamu lagi.”


Kedua mata Liu Shan melebar kuat ketika mendengar ucapan Xuan Wudan. Sedangkan Xiao Lin menarik sedikit pakaiannya hingga membuat Liu Shan menoleh ke arahnya.


“Shan, percayalah.”


Ucapan dari Xiao Lin membuat Liu Shan berusaha untuk yakin bahwa apa yang di katakan Xuan Wudan itu benar. Seluruh aura Ki yang memancar keluar dari tubuhnya langsung lenyap seketika.


“Kenapa?” tanya Liu Shan.


“Anggap saja kalau kau tidak pantas untuk di bunuh,” jawab Xuan Wudan.


“Kedengarannya mencurigakan,” sahut Liu Shan dengan tatapan ragu.


“Terserah kau. Tetapi, memang itulah keputusanku.”


Xuan Wudan berbalik dan berjalan meninggalkan mereka berdua dengan jawaban tak jelas. Hal ini meninggalkan Liu Shan merasa heran padanya.


“Hei!” teriak Liu Shan.


“Shan, sudahlah! Jangan membuat penguasa Xuan marah lagi!” sahut Xiao Lin.


Liu Shan pun langsung meredakan dirinya dan berusaha untuk tenang.


“Aku mengerti. Ayo!” ucap Liu Shan.


“Ya!” sahut Xiao Lin sembari mengangguk.


Mereka berdua langsung berjalan ke dalam hutan untuk melewati sisi lain dan menyelesaikan pelatihan tersebut.


Sedangkan di sisi lain, Xuan Wudan menarik pandangannya lagi dan menatap ke arah mereka berdua.


“(Liu Shan ya. Haishe benar, anak itu memang benar-benar unik. Sifat, keteguhan hati, kemampuan fisik dan energi Ki yang dia miliki terasa jauh berbeda di banding manusia lain. Seolah, dia berasal dari alam dewa)”


Sebuah kilasan memori terlintas di dalam kepala Xuan Wudan. Tempat yang begitu tenang dan suci, di penuhi oleh dirinya dan juga tiga dewa mata angin lainnya. Dan di antara mereka berempat ada satu makhluk yang berdiri di tengah.

__ADS_1


Ketika Xuan Wudan mengingat akan hal tersebut, dia terlihat menatap tajam seolah yakin terhadap dirinya.


“(Jika ramalan itu memang benar, maka Liu Shan. Jalan yang kau lewati akan di penuhi dengan darah dan tragedi mimpi buruk. Kuharap saat itu tiba, kau akan sanggup melewatinya. Dan aku akan menunggumu untuk kembali dan menjalin kontrak)”


__ADS_2