Endless System

Endless System
Bab 31


__ADS_3

Liu Shan yang menoleh dan melihat sekitarnya penuh dengan kumpulan bawahan orang-orang Feng Chun yang sekarat, dan tidak sedikit juga yang mati akibat serangannya.


Sedangkan Haishe yang ikut melihat hasil dari pertarungan itu menatap dan memandang ragu ke arah Liu Shan.


“Sekarang siapa yang terlihat lebih brutal?”


“Tutup mulutmu.”


Liu Shan mengerti bahwa Haishe mengatakan tentang dirinya yang cukup hebat dan juga brutal dalam menghabisi 34 orang itu seorang diri. Tanpa mendapatkan sedikitpun bekas luka ataupun goresan kecil di tubuhnya.


Haishe melihat sekumpulan orang-orang itu mengerutkan dahinya dan menatap tajam dengan heran.


“Apa tujuan mereka datang ke sini?” tanya Haishe


“Untuk membunuhku” sahut Liu Shan


“Membunuhmu?” gumam Haishe


Di kala percakapan singkat itu, tiba-tiba saja Liu Shan mendengar suara ranting dan semak-semak yang berbunyi lumayan pelan. Dia menoleh ke samping dan melihat adanya salah satu bawahan Feng Chun yang masih selamat dan sedang merangkak untuk melarikan diri.


Liu Shan berjalan perlahan ke arah orang itu dan menahan tubuhnya dengan menginjak punggungnya ke tanah.


Duk!


“Ackh!”


“Mau kemana kau?”


“Tu-tuan muda Liu Shan. Ma-maafkan aku! Aku hanya di paksa untuk melakukan hal ini!”


Dia berpikir untuk menginterogasi orang itu. Dan juga, Liu Shan mengingat dirinya yang baru saja mendapatkan skill baru.


“(Benar juga. Skill baru itu, mungkin bisa kugunakan untuk menginterogasinya)”


[ Skill : Bloodlust - di aktifkan ]


Mata yang membuka lebar dengan tatapan haus darah dan tak memiliki belas kasihan di dalamnya terasa menakutkan hingga membuat orang itu gemetar ketakutan.


[ Target telah terkena efek skill ]


[ Pengurangan status sebanyak -50% ]


[ Pelumpuhan tubuh selama satu menit ]


Ketika Liu Shan mendapatkan notifikasi itu, dia terkejut dengan efeknya yang bertahan lebih lama dari yang tertera. Pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya sontak di balas oleh sistem secara langsung.


[ Target memiliki fisik dan juga mental yang lemah di bandingkan ‘pemain’. Efek durasi bisa semakin panjang jika target yang di hadapi memiliki kemampuan yang lebih lemah, dan sebaliknya untuk target yang memiliki kemampuan tinggi ]

__ADS_1


“(Ternyata begitu ya. Durasi lima detik itu hanya rata-rata untuk target yang memiliki kemampuan setara denganku)”


Tanpa berlama-lama, dia mendekat tepat di depan wajah orang itu dengan aura yang penuh haus membunuh.


“Aku hanya akan bertanya satu kali. Apa benar yang mengirimmu itu Lian Haochun?” tanya Liu Shan


“I-iya, tuan! Hamba tidak akan berani berbohong pada anda! Hamba terpaksa melakukan hal ini, karena tuan Lian menjanjikan sejumlah uang kepada hamba!”


Orang itu menjawab penuh dengan tubuh yang tak bisa berhenti gemetar. Liu Shan yang meletakkan kakinya di atas punggung yang penuh luka itu dapat merasakan betapa ketakutannya orang itu.


Dan pada umumnya, manusia akan berkata jujur jika akhir hayat mereka akan menjemput. Liu Shan menghela nafas pelan seolah terlihat lelah.


Tak lama kemudian, dia membuka telapak tangannya dan memunculkan sebuah pil bundar berwarna merah. Berbeda dengan pil kultivasi, ukuran dari pil tersebut jauh lebih kecil dan dapat di genggam hanya menggunakan dua jari yang di himpit seperti tablet obat.


Pil itu adalah pil penyembuhan HP tingkat rendah. Liu Shan mendapatkannya sebagai hadiah penyelesaian misi yang dia dapatkan dari sistem ketika pertama kali datang ke dunia itu.


Dia melepaskan kakinya dari punggung orang itu dan menunduk setara dengannya yang terkapar di tanah. Liu Shan memasukan pil tersebut ke dalam mulutnya secara langsung.


“Makan ini”


Orang itu merasakan adanya pil yang di masukan ke dalam mulutnya. Namun, nyawanya yang perlahan-lahan menghilang karena luka yang dia terima membuatnya mengunyah dan menelan pil itu tanpa berpikir dua kali.


Dan secara tiba-tiba, luka-luka yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya sembuh dengan cepat. Goresan yang terbuka dan terlihat akan serat oto di dalamnya itu semakin merapat dengan asap yang keluar di setiap sisinya.


Csssss…..


“(Dia memiliki pil penyembuhan?!)”


Di kala Haishe membatin kebingungan, orang yang menjadi bawahan Feng Chun saat itu telah sembuh sepenuhnya dan kembali berdiri dengan kedua kakinya lagi.


Dia menatap ke arah Liu Shan dengan penuh raut yang tak percaya. Dalam sekejap mata dia sontak memberi hormat dan menunduk di hadapannya.


“Terima kasih banyak, tuan muda Liu! Hamba, Tang Lin tidak akan pernah melupakan jasa anda dan akan selalu siap melayani anda!”


Tang Lin menjadi tunduk kepada Liu Shan karena telah menyelamatkan nyawanya. Namun…


“Jangan senang dulu, tubuhmu itu belum sepenuhnya sembuh. Aku hanya memberikan pil yang mengobati luka luarmu. Pukulan ku itu menyerang hingga ke tulangmu, sehingga sekarang organ dalammu masih dalam tahap penyembuhan sendiri”


“Pelayan rendahan ini berterima kasih pada tuan muda karena masih memberikan belas kasih terlepas dari perbuatan hamba sebelumnya”


“Sudahlah. Pulang sana, dan jangan pernah mencari masalah lagi”


“Baik, tuan muda. Hamba tidak akan pernah melupakan jasa anda!”


Orang itu pun berbalik dan berlari keluar dari hutan Sheng sesuai dengan perintah dari Liu Shan. Sedangkan Liu Shan sendiri menghela nafas sembari memeggang bagian belakang lehernya seolah sedang kelelahan.


“Haah … merepotkan sekali. Lian Haochun, dia benar-benar tidak akan tinggal diam ya….”

__ADS_1


Liu Shan menoleh ke belakang karena mengingat adanya Haishe yang masih berdiri di belakangnya. Dan ketika dia melihatnya, Haishe masih terdiam dengan kedua mata yang terbuka lebar dengan raut wajah heran serta ragu tertulis jelas di sana.


“Hei, Haishe. Kau tidak apa?” tanya Liu Shan


“Huh?!”


Panggilan dari Liu Shan sontak membuat Haishe kembali sadar. Dia berusaha untuk kembali bersikap tenang dan penuh wibawa sembari bertanya kepada Liu Shan.


“Urusan apa manusia sepertimu menanyakan kabarku?!” gerutu Haishe


“Astaga. Kau ini apa sih? Di khawatirkan malah kesal, di diamkan malah kesal, di ganggu malah kesal” keluh Liu Shan.


“Kau-!”


Haishe menghela nafas seolah berusaha menenangkan dirinya. Dia membuka kedua mata dan menatap ke arah Liu Shan.


“Lupakan semua itu. Sekarang, apa yang akan kau lakukan?” tanya Haishe.


“Apa maksudnya?” sahut Liu Shan.


“Tenang, semua ini …”


Haishe memutar pandangannya ke sekitarnya. Dan berlaku juga pada Liu Shan yang mengikutinya dan melihat sekumpulan tubuh Feng Chun beserta bawahannya yang terkapar setelah berusaha untuk membunuhnya.


Hanya ada satu arti dari pertanyaan itu. Dan Liu Shan mengetahui maksud dari Haishe tanpa berbincang panjang lebar padanya.


“Ah, ini ya… tentu saja aku ingin memberi pelajaran padanya. Tetapi, kurasa akan lebih menarik jika menunggunya untuk datang padaku secara langsung” sahut Liu Shan


“Kenapa kau tidak langsung menyelesaikannya dengan menyerangnya lebih dahulu?” tanya Haishe


“Apa kau tahu? Semakin tinggi mimpi atau harapan seseorang, maka akan semakin sakit jika mereka gagal atau jatuh” ucap Liu Shan


Haishe terdiam dan berusaha mendengarkan ucapan Liu Shan.


“Konsepnya sama saja seperti itu,” sambung Liu Shan.


“Konsep?” sahut Haishe.


“Karena ….”


Ucapan kalimat yang nanggung itu, diikuti dengan gerakan Liu Shan yang menoleh ke belakang dan menatap ke arah Haishe dengan tatapan mata yang penuh dengan aura mencekam. Hasrat dan niat jahat terasa secara langsung hanya dari tatapan Liu Shan pada saat itu juga.


“Kekuatan menentukan hasil. Karena aku tahu aku pasti akan menang, kurasa tidak ada salahnya memberi pelajaran dengan menaikan ego payah mereka itu."


Haishe yang melihat hal tersebut sontak tertegun diam. Niat Liu Shan jauh lebih dari perkiraannya. Beranggapan bahwa Lian Haochun masih ingin dan berniat untuk membunuhnya, Liu Shan bersedia untuk menanggapinya berulang kali hingga menghancurkan segala yang dia punya.


Kekejaman yang dia tunjukan itu benar-benar menyeluruh dan membuat Haishe sendiri sampai merasa tertegun.

__ADS_1


“(Aku mengira bahwa dia sedikit berbeda dengan manusia lain. Tetapi, dia ini … ternyata jauh menakutkan dari yang kubayangkan).”


__ADS_2