
Energi Ki dari sekujur tubuh Tang Shin meluap membara. Aura yang terpancar berubah dari warna biru permukaan laut menjadi gelap seolah menyelam lebih jauh.
Wush!
Slep slep!
Dalam sekejap, perubahan tempo serangan Tang Shin berubah secara signifikan. Liu Shan di paksa untuk kembali dalam posisi bertahan dalam menahan setiap serangannya.
Mulai dari pukulan, tendangan, serangan Ki, semuanya menjadi jauh lebih presisi. Dan suatu saat ….
Duak!
“Ugh!”
Liu Shan terhempas mundur sedikit ke belakang. Tubuhnya bergetar setelah menerima pukulan tersebut.
Waaa!!
“Hebat, tuan Tang Shin!”
“Hajar dia terus!”
Sorakan meriah dari para penonton menjadi membara dalam sekejap. Para pendukung dari Tang Shin memeriahkan suasana dengan bagaimana melihat Liu Shan terkena serangan dan terpojok olehnya secara berulang.
“Maaf, tapi aku tidak akan kalah begitu saja. Banyak orang yang berharap padaku, dan aku tidak akan mengecewakan guru Bai Ling,” ujar Tang Shin.
Dak dak dak!
Serangan beruntun terus menghajar Liu Shan yang terpaksa dalam posisi bertahan.
Bagi Liu Siyue yang duduk di antara para penonton pun hanya bisa mengigit jari dan menahan nafasnya sejenak. Sama juga dengan Sheng Tong dan Qing Yao yang sedang melihat pertarungan tersebut.
“Alurnya benar-benar berubah lagi. Tang Shin membalikan situasi serperti semula!” gumam Sheng Tong.
“Bai Ling, kau benar-benar melakukannya ya,” gerutu Qing Yao.
Dari arah luar arena, Bai Ling sebagai pengamat dan pembawa dari acara turnamen tersebut pun menonton sekaligus mengawasi pertandingan tersebut.
Namun, sebagai guru yang melatih Tang Shin secara langsung, tentu saja Bai Ling ingin melihat muridnya menang.
“(Liu Shan, kau adalah murid yang berbakat. Kalau tidak ada kau, aku mungkin akan sulit untuk melihat seseorang yang bisa membuat Tang Shin mengeluarkan potensi penuhnya. Terima kasih, tapi maaf)”
Di seling sengitnya serangan beruntun tersebut, Tang Shin melemparkan pukulan yang membuka pertahanan Liu Shan.
Duak!
“Cukup sampai di sini!”
“(Qin, bantu aku!)”
“(Aku mengerti, tuan!)”
Dari dalam tubuhnya, sebuah kobaran energi Ki melapisi tubuhnya. Aura biru itu meluas seperti akan melahap apapun di sekitarnya.
Kepalan tangan yang menguat sembari diselimuti aura biru pekat menyatu di satu titik.
Woshhh!
“Konsentrasi Ki : Raungan singa!”
Semua orang menahan nafasnya. Para penonton beranjak berdiri sembari ingin bersiap untuk bersorak. Dalam hitungan detik, akhir dari pertarungan tersebut dapat terbayangkan di kepala setiap orang.
__ADS_1
Ketika semua orang sedang melihat serangan jitu Tang Shin, Liu Shan yang berdiri tepat di depan mata Tang Shin pun menajamkan mata dengan wajah yang datar. Tang Shin sontak terkesiap begitu melihat raut wajah itu.
Sebuah perasaan merinding yang membuatnya gelisah datang menyelimuti tubuh.
Dak!
Kobaran aura biru yang melapisi pukulan Tang Shin pun tertangkap oleh satu tangan. Seluruh energi menghilang layaknya menyatu dengan hembusan angin.
Tang Shin sontak terkejut dan berteriak,
“Apa?!”
Satu arena berubah hening dalam sekejap. Kedua mata dan mulut terbuka lebar seolah otot wajah menegang bersamaan.
Namun, Tang Shin yang melihat serangannya di hentikan pun tidak berhenti di sana.
“Jangan bercanda, kau hanya akan berdiri di depan sana setelah menghentikan seranganku?! Kau terlalu sombong, Liu Shan!”
Aliran Ki yang Tang Shin tarik pun beralih kepada lengan kirinya. Dengan harapan dia bisa mendaratkan serangan tersebut di kesempatan kedua.
Slep!
Tang Shin dibungkam dengan pergerakan lincah Liu Shan. Dibandingkan menahan serangannya, kini dia bergerak ke belakangnya dalam sekejap mata.
“Mustahil!” gerutu Tang Shin yang tak percaya.
[ Perubahan optimisasi skill telah selesai ]
[ Efek lama : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh (Poin status kecepatan dan kelincahan +50 selama satu menit).
[ Skill : Sprint – telah diaktifkan ]
[ Efek baru : Skill yang digunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh sebanyak 30% ]
Walau dia sudah menghindari serangan tersebut, Tang Shin tidak menyerah begitu saja.
“Dasar!”
Dia melompat dan menggunakan kakinya untuk melancarkan serangan memutar dari belakang.
Wosh!
Lapisan Ki yang mengelilingi ujung kakinya pun terasa sangat panas membara. Dan lagi, Liu Shan mengambil satu langkah mundur untuk menghindarinya.
[ Skill : Bloodlust – telah diaktifkan ]
[ Target telah terkena efek ‘Bloodlust’ ]
Deg!
Sebuah gejolak kuat mengalir dari dalam tubuh Tang Shin. Dia yang baru saja mendarat kembali pada kedua kakinya, kini tubuhnya mati rasa dan tak dapat bergerak.
“(Ugh, jadi ini … yang dia lakukan di babak pertama?!)”
Tekanan yang keluar dari tatapan mata Liu Shan saat itu telah membuatnya kesulitan untuk bereaksi. Namun, dibandingkan orang-orang lain, Tang Shin memiliki mental dan fisik yang sanggup keluar dari efek skill tersebut.
“Hyaaahh!”
Serangan penuh dengan aura biru membara kembali melayang ke arah Liu Shan. Selagi dia menghindarinya, Liu Shan sempat terkesan dengan kemampuan Tang Shin. Kedua matanya terbuka sedikit lebih lebar saat melihat bagaimana Tang Shin sanggup untuk keluar dari efek skill ‘Bloodlust’.
Sampai di suatu saat, Liu Shan menepis salah satu pukulannya ke samping.
__ADS_1
Dak!
Liu Shan mendekat dan berbisik,
“Usaha yang bagus, Tang Shin. Tapi, perbedaan kekuatan kita terlalu jauh.”
[ Optimisasi skill berhasil, skill mendapatkan peningkatan! ]
[ Skill : Penghakiman telapak bumi (level 3) – telah diaktifkan ]
“Penghakiman telapak bumi!”
Buak!
“Uagghh!”
Pukulan energi Ki yang mendarat di dadanya itu menggetarkan luar dalam tubuh. Tang Shin terhempaskan mundur sembari terjatuh di lantai dengan satu lutut.
Bruk!
“Uhuk uhuk!”
Semua penonton terdiam melihatnya. Kedua mata terbuka lebar seolah tak percaya, terutama Bai Ling sendiri yang berada di tepi arena.
“(Mustahil, dia menghempaskan Tang Shin begitu saja setelah menghindari serangannya?!)”
Sheng Tong dan Qing Yao pun sama terkejutnya dengan Bai Ling. Liu Siyue melompat senang melihat kakaknya yang membalikkan keadaan.
Namun di satu sisi, Tang Shin sendiri mengangkat pandangan matanya ke depan.
“Bagaimana bisa … kau bergerak seperti itu?!” gumam Tang Shin yang terengah-engah.
Liu Shan melirik ke arah telapak tangan dan kakinya secara bergantian. Lalu, dia menarik kembali pandangannya pada kedua mata Tang Shin.
“(Apa yang aku bicarakan?! Semua itu tidak penting. Di atas arena, aku hanya punya tugas untuk menang)”
Grak!
Dorongan dari kedua kakinya membuat Tang Shin melesat maju.
“Huoo!:
“Konsentrasi Ki : Raungan singa!”
Dari lawan arah, Liu Shan menjawab pergerakan Tang Shin secara empat mata.
“Teknik bela diri : Panas matahari terbit!”
[ Skill : Teknik bela diri ; Panas matahari terbit – telah diaktifkan ]
Wosh!
Kobaran Ki merah menyerupai api terkumpul d
Buaakk!
Tendangan Liu Shan mendarat lebih dulu dan menghempaskan Tang Shin keluar dari arena. Melewati sosok Bai Ling yang berdiri tertegun diam di tepi arena.
Bruk bruk bruk!
Baik Bai Ling, Liu Siyue, Qing Yao atau semua penonton yang berada di sana tertegun diam sejenak. Kedua mata dan mulutnya terbuka lebar seolah memandang tak percaya terhadap apa yang sedang terjadi di atas arena.
__ADS_1
Hanya tetua Khan lah yang duduk sembari tersenyum tipis melihat hasil dari arena tersebut.