
“Kakak, kau darimana saja?! Aku mencarimu sejak awal dan kau tidak kelihatan di mana-mana!”
Liu Siyue meninggikan suaranya yang begitu khawatir sekaligus marah terhadap Liu Shan.
“Maaf, aku ada sedikit urusan tadi”
Setelah Liu Shan merespon ucapannya, Liu Siyue masih membuang muka dan merasa kesal. Namun, pandangannya tertarik kembali ketika melihat adanya Hao Fenhua berbincang sepintas dengan Liu Shan. Terlebih lagi, ketika Xiao Lin yang berdiri tepat di samping kakaknya. Pandangan mata Liu Siyue langsung berubah tajam dan penuh kecemburuan di dalamnya.
“Ka-kakak … siapa mereka?” tanya Liu Siyue.
“Eh? Ah, ini Hao Fenhua. Teman satu rumah di asramaku,” sahut Liu Shan.
Hao Fenhua yang di perkenalkan oleh Liu Shan pada adiknya pun langsung tersenyum ramah dan menawarkan jabatan tangan.
“Senang dengan bertemu denganmu, adik Liu Shan.”
Ucapan serta raut wajahnya terdengar ramah. Namun, Liu Siyue tidak peduli sama sekali. Dia hanya menatap ke arah jabatan tangannya dan bahkan menarik lagi pandangannya ke arah Xiao Lin. Karena perhatian Liu Siyue hanya tertuju pada Xiao Lin yang berdiri malu-malu di dekat Liu Shan. Dan instingnya sebagai seorang gadis menandakan adanya sebuah alarm bahaya yang ingin mendekati kakaknya.
“Ya,” sahut Liu Siyue dengan dingin.
Hao Fenhua langsung membeku jadi batu dan suara hatinya terdengar pecah seperti kepingan kaca. Liu Shan yang mendengar hal itu sempat berbalik dan menahan tawanya.
Sedangkan Liu Siyue kembali menoleh dan bertanya pada Liu Shan.
“Dan dia siapa?” tanya Liu Siyue sembari menunjuk ke arah Xiao Lin
“Ah. Dia adalah ….”
Sebelum Liu Shan sempat memperkenalkannya, Xiao Lin dengan ramah mengulurkan jabatan tangan pada Liu Siyue.
“Hai, senang bertemu denganmu. Namaku Xiao Lin, kau boleh panggil aku Lin saja.”
Liu Siyue tak berpikir lama dan langsung membalas jabatan tangan itu. Walaupun terlihat lebih ramah gesturnya, tetapi tatapan Liu Siyue terasa begitu tajam dan menakutkan bagi Xiao Lin sendiri.
“Senang bertemu denganmu, kak Lin” sahut Liu Siyue.
Xiao Lin yang berusaha untuk tetap tersenyum itu masih merasakan aura menakutkan yang tertuju padanya dari Liu Siyue.
__ADS_1
“(A-apa aku … melakukan kesalahan padanya?)” batin Xiao Lin.
Alih-alih dari perkenalan canggung itu, tiba-tiba saja terdengar suara laki-laki yang begitu lantang hingga membuat perhatian semua murid di lapangan hijau itu tertuju ke depan.
“Harap tenang!”
Suara yang itu membuat mereka semua menoleh dan melihat adanya tetua Khan yang baru saja meminta mereka untuk diam. Dan di samping tetua Khan, masih ada Qing Yao, Sheng Tong dan juga Bai Ling. Tiga orang itu berada bersama tetua Khan sebagai perwakilan dari para petinggi di akademi.
“Baiklah, kurasa kalian semua yang sudah hadir di sini seharusnya sudah tahu bahwa kita akan melakukan pelatihan rutin di awal dan akhir ajaran akademi. Ini adalah pelatihan mistis. Pelatihan yang memberikan kalian kesempatan untuk membuat kontrak dan juga memperkuat diri kalian di alam liar yang di penuhi oleh para hewan mistis. Siapa yang menjadi semakin lebih kuat dan lolos, akan mendapatkan sebuah wewenang khusus.”
“Dan untuk peraturannya, akan di jelaskan oleh nona Qing Yao, nona Bai Ling dan juga tuan Sheng Tong”
Tetua Khan melempar penjelasannya untuk di lanjutkan oleh Qing Yao. Dia langsung melangkah ke depan dan berbicara sesuai yang di haruskan.
“Baik, tetua Khan. Untuk pelatihan mistis, kita akan menggunakan sistem yang sama. Setiap murid akan berusaha bertahan hidup di dalam hutan Shenmi hingga bisa melewati batas keluar dari sisi lain hutan tersebut,” jelas Qing Yao.
“Masing-masing dari kalian akan mendapatkan satu liontin kura-kura dari akademi. Simpan dan jaga liontin itu baik-baik hingga melewati batas hutan. Liontin itu sama berharganya dengan nyawa kalian. Kalau kalian kehilangannya, maka kalian akan langsung di anggap gugur dalam pelatihan ini” sambung Sheng Tong
Penjelasan dari Qing Yao dan Sheng Tong sudah bisa cukup di mengerti untuk para murid di sana. Namun, Liu Shan yang mendengar hal itu terus saja terdiam dengan jari telunjuk yang berada tepat di depan bibirnya.
“Ada apa, tuan Shan?” tanya Xiao Lin.
“Ah … tidak, hanya ada sedikit hal yang kepikiran di kepalaku,” sahut Liu Shan.
Liu Shan merasa bahwa penjelasan itu terasa sangat menggantung dan ada beberapa hal yang belum di jelaskan secara keseluruhan. Terutama di bagian liontin.
Untuk apa liontin itu di jaga seolah setara dengan nyawanya? Pertanyaan yang sama terus muncul di dalam kepala Liu Shan dan membuatnya heran untuk beberapa saat.
Namun, waktu tidak akan menunggu untuk mendapatkan jawabannya.
“Baiklah, semua peraturan telah di jelaskan oleh nona Qing Yao dan tuan Sheng Tong. Semakin banyak mengumpulkan liontin, maka semakin bagus dan akan ada hadiah yang menunggu kalian. Aku berharap yang terbaik untuk kalian semua” ucap Bai Ling
Dia mengangkat satu tangannya dan menyatukan ujung jari tengah dan ibu jarinya.
“Semoga beruntung.”
Ctak…!!
__ADS_1
Jentikan jari yang di bunyikan oleh Bai Ling merespon dengan seluruh energi Ki berupa kabut yang menutupi satu lapangan hijau itu. Pandangan mata mulai kabur, semua orang mulai tertutup dengan kabut tebal.
Liu Shan yang menoleh ke sampingnya dan mencoba untuk melihat sekitar pun menjadi semakin kehilangan seorang diri di dalam kabut.
“Kabut apa ini?”
“Nona Xiao Lin? Liu Siyue? Fenhua?!”
Dia memanggil nama orang-orang yang dia kenal dan sebelumnya berdiri tepat di sampingnya. Tetapi, tak ada satupun yang merespon ucapannya.
Kabut itu tebal tersebut yang tebal berusaha untuk di hilangkan oleh Liu Shan dengan ayunan tangannya. Ketika dia beranggapan kabut itu menjadi semakin tipis dan hilang sepenuhnya, Liu Shan sontak membuka lebar kedua matanya.
Sebuah tempat yang begitu berbeda dari apa yang dia bayangkan. Liu Shan berpindah tempat di sebuah rawa yang begitu gelap dan juga hutan dengan pohon tinggi di sekitarnya. Dia tidak melihat ada satupun orang yang ada di di dekatnya, bahkan Hao Fenhua, Xiao Lin ataupun Liu Siyue tidak terasa seperti berada di dekatnya.
“Teleportasi? Apa ini ada di dalam hutan Shenmi?”
Walau Liu Shan sempat bingung, tetapi pikirannya kembali jernih dengan cepat. Kemampuan yang Bai Ling gunakan itu di sinkronisasi dengan bunyi jentikan jarinya. Hal ini membuat energi Ki yang dia punya untuk menyebar berupa kabut dan memindahkan semua murid yang ada di lapangan akademi dengan mudah.
“Jadi ini … hutan Shenmi”
Matanya yang memandang ke arah rawa yang begitu gelap, Liu Shan berbalik dan berjalan sesuai jalan hutan menuntunnya.
Di kala dia sedang berjalan, pikirannya kembali berpikir tentang peraturan yang telah di jelaskan. Liu Shan memasukan tangannya ke dalam pakaian dan mengambil liontin berukir kura-kura.
“Tepat sebelum kalimat terakhir perempuan itu (Bai Ling), dia mengatakan kalau semakin banyak memiliki liontin, maka akan ada suatu hadiah. Jadi maksudnya ….”
Liu Shan memahami apa maksud dari kalimat itu ketika dia mencoba untuk mengingatnya. Dan tepat pada saat itu, semak-semak yang bergoyang di sekitarnya memunculkan sekolompok orang yang memakai penutup wajah.
“Itu dia!”
“Tangkap dan ambil liontinnya!”
Liu Shan yang melihat sekumpulan orang itu keluar pun langsung berkuda-kuda siap bertarung. Dia tahu tujuan para orang-orang misterius itu adalah liontinnya.
Grak …!!
“Kalian salah pilih target!” sahut Liu Shan sembari berbalik menatap dengan tajam.
__ADS_1