Endless System

Endless System
Bab 35


__ADS_3

Melihat besar dan luasnya akademi Liliang untuk pertama kali membuat Liu Shan dan Liu Siyue tak bisa memalingkan pandangannya.


“Ini … Akademi Liliang?” gumam Liu Shan.


“Gu,” ucap Qing Yao.


“Aku tahu,” sahut Gu.


Ucapan Qing Yao langsung id pahami oleh Gu dengan cepat. Dia semakin melandas turun ke bawah, sedangkan Liu Shan dan Liu Siyue semakin jelas melihat betapa hidupnya akademi itu.


Lalu lalang orang, baik itu guru, senior maupun junior di akademi Liliang yang masih tahap pelajaran pun saling menyapa ramah dan tamah satu sama lain.


Perlahan-lahan, Gu yang mulai mengepakkan sayapnya pun mendarat tepat di tengah luasnya lapangan akademi.


Wusshh


Hembusan angin yang kuat itu menghempas ke sekitarnya. Orang-orang di sekitar, entah itu senior ataupun junior di akademi terfokus terhadap Gu dan ketiga orang yang berada di punggungnya.


Kedua mata orang-orang terbuka lebar dan senyuman terpasang jelas di wajah mereka ketika melihat Qing Yao datang bersama dengan hewan mistisnya.


“Lihat, lihat itu!”


“Itu nona Qing Yao! Dia sudah kembali!”


“Nona Qing Yao!”


Mereka berlari menghampirinya ramai-ramai, mengelilingi Gu yang baru saja mendarat dan bahkan menutupi seluruh jalan ketika Qing Yao, Liu Shan dan juga Liu Siyue turun dari punggungnya.


“Nona Qing Yao, selamat datang kembali!”


“Nona, apa nona baik-baik saja?!”


“Nona Qing Yao, aku mencintaimu!”


Qing Yao yang mendengar seluruh ucapan dan pujian dari para junior dan senior yang mengkhawatirkannya itu hanya tersenyum tipis sembari menenangkan mereka.


“Semuanya, terima kasih atas perhatian kalian. Tetapi aku hanya pergi ke kota Feng sebentar saja”


Dari ucapan Qing Yao saat itu, dia menarik Liu Shan dan Liu Siyue yang berdiri di belakangnya. Keduanya yang di tarik oleh Qing Yao kebingungan dan tak mengerti harus bersikap seperti apa.


“Aku datang untuk menjemput dua murid terbaru yang menurut,ku sangat layak untuk di masukkan ke akademi. Namanya adalah Liu Shan, dan ini adalah adikknya Liu Siyue”


Qing Yao sontak memperkenalkan mereka berdua pada sekumpulan murid yang mengerumuninya. Sedangkan Liu Shan dan Liu Siyue hanya tersenyum canggung karena perkenalan mendadak itu.

__ADS_1


“Haha … Hai,” ucap Liu Siyue sambil melambaikan tangannya dan memalingkan wajahnya memerah malu


Dan di saat itu juga, reaksi datang dari kumpulan laki-laki yang berkumpul di sana. Secara serentak, hidung mereka menyemprot mimisan dengan kuat karena terpana melihat keimutan dan kecantikan Liu Siyue yang malu-malu kucing.


“UAAGHH!!”


“Nona Liu Siyue!!”


Para murid perempuan juga tidak terlepas ramah padanya.


“Senang bertemu denganmu Liu Siyue!”


“Wah, kulitmu sangat halus dan lembut!”


“Benar sekali. Aku iri padamu, kau pasti akan sangat populer dengan wajahmu yang cantik itu!”


Pujian demi pujian datang menghampirinya. Bagaimana tidak? Karena Liu Siyue saja jika di lihat dari fisik sudah sangat manis dan cantik, semua orang akan sulit untuk membencinya ketika sudah melihat senyuman manisnya itu.


Di sisi lain, Liu Shan yang berdiri di sampingnya pun tersenyum senang ketika melihat Liu Siyue cukup populer dan di sambut ramah oleh para murid lain. Dan dari belakangnya, Qing Yao menepuk pundaknya pelan.


“Kelihatannya adikmu sangat populer” ucap Qing Yao


“Tentu saja. Tidak mungkin adik cantikku ini tidak populer!” sahut Liu Shan dengan bangga


“Huh? Kalau aku-!”


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Liu Shan merasakan sebuah firasat buruk hingga membuat bulu romanya naik. Seolah ada hantu di sekitarnya yang siap untuk menakuti dan menghancurkan mentalnya.


Tetapi, ketika Liu Shan menoleh sekitarnya, dia tidak mendapatkan sebuah hantu atau apapun. Melainkan sebuah tatapan dari kalangan laki-laki murid senior maupun junior sedang menatap tajam ke arahnya seolah penuh dengan hasrat membunuh dan cemburu.


“Mati, mati, mati, mati, mati!”


“Jauhi tubuh kotor itu dari putri Qing Yao!”


“Apaan orang itu, diapit oleh dua wanita cantik. Kuharap petir menyambarnya sampai hangus!”


Berulang kali dan tak henti, bisikan kematian itu terus menghantuinya. Liu Shan bahkan sampai merinding dan menatap panik ke arah kiri kanan yang terus memandangnya penuh hasrat membunuh.


Kenapa bisa?


Jawabannya ada di sentuhan tangan Qing Yao yang menepuk pundaknya. Para laki-laki yang berbisik ‘mati’ pada Liu Shan adalah penggemear Qing Yao sampai ke tulang. Sehingga ketika melihat Qing Yao dengan mudahnya menepuk seorang laki-laki dan berbicara dekat dengannya, adalah suatu amarah dan cemburu yang melonjak tinggi untuk mereka.


Dan kini, Liu Shan telah menjadi target tersebut. Dia tak bisa berhenti menunudk ketakutan ketika melihat tatapan mengerikan dari penggemar fanatik itu.

__ADS_1


“(Astaga, menyeramkan tahu! Aku lebih baik melawan pasukan iblis di banding melawan penggemar fanatik ini! Mereka terlalu menakutkan!)”


Di tengah ketakutannya terhadap penggemar fanatik Qing Yao, tiba-tiba saja terdengar suara dua kali tepukan tangan jauh di belakang kerumunan itu.


Plak plak!


“Wah wah, kelihatannya di sini ramai sekali. Apa kalian keberatan jika orang tua ini ikutan?”


Suara seorang kakek tua diikuti setelah tepukan tangan singkat itu. Tak lama kemudian kerumunan orang yang menutupi jalan mulai terbuka secara perlahan dan memperlihatkannya sedang berjalan mengarah pada Liu Shan.


Kakek tua itu mengenakan sebuah pakaian seorang kultivator senior yang serba putih, selaras dengan rambut dan juga janggutnya yang panjang.


Tak hanya Qing Yao, tetapi sekumpulan orang yang ada di sana sontak membungkuk dan memberi hormat padanya.


“Tetua Khan,” ucap Qing Yao


Liu Shan dan Liu Siyue kebingungan ketika melihat Qing Yao yang menyapa kakek tua itu penuh dengan hormat. Sedangkan kedua mata kakek itu melihat bergantian dari arah Liu Siyue ke Liu Shan, dan terakhir kembali pada Qing Yao.


“Qing Yao, jadi mereka adalah murid baru ya?”


“Iya, tetua Khan.”


Qing Yao mengangkat tubuhnya dan melirik ke arah mereka berdua. Secara langsung, Liu Shan mengerti dari sinyal lirikan mata itu dan langsung menunduk hormat kepada tetua Khan. Begitu juga dengan Liu Siyue yang mengikuti gerakan kakaknya.


“Salam, tetua Khan!” ucap Liu Shan dan Liu Siyue


“Angkatlah kepala kalian, aku hanya ingin melihat wajah baru apa yang akan membuat akademi ini meriah” sahut tetua Khan


Setelah menyapa mereka berdua, tetua Khan pun berbalik badan dan berjalan lagi ke arah yang berlawanan.


“Baiklah, semoga kalian senang di akademi ini. Dan untuk yang lain, cepatlah bersiap-siap. Upacara penerimaan murid baru akan segera di mulai”


“Baik tetua Khan!”


Sahutan para murid-murid itu membuat mereka langsung bergegas bubar dan sibuk pada urusan masing-masing. Dari kerumuman yang bahkan membuat tempat sulit untuk berlalu lalang, kini menjadi kosong seolah pameran telah selesai.


Liu Shan, Liu Siyue, Qing Yao dan Gu di tinggal seorang diri lagi di tengah akademi itu.


“Waw, mereka cepat sekali perginya,” gumam Liu Shan.


“Haha! Tentu saja, tetua Khan sudah berbicara seperti itu, maka tidak ada yang berani lagi untuk tidak mematuhinya,” sahut Qing Yao.


“Memangnya, tetua Khan itu siapa?” tanya Liu Siyue.

__ADS_1


“Beliau adalah tetua yang menjalankan dan pendiri dari Akademi Liliang. Tetua Xiao Khan, kepala akademi Liliang,” jelas Qing Yao.


__ADS_2