
Dari status tersebut, Liu Shan mulai mengingat tentang nama Feng Chun menggunakan ingatan pemilik tubuh sebelumnya.
Feng Chun adalah tangan kanan dari Lian Haochun. Dia memiliki kemampuan bertarung yang kuat, bahkan dengan tingkat kultivasinya yang seorang petarung guru bintang empat, dia bisa melawan seseorang yang berada satu hingga dua tingkat di atasnya dengan hasil yang memuaskan.
Ketika Liu Shan masih memiliki kekuatan, Feng Chun serta keluarga Lian tidak ada yang berani macam-macam di kota Feng. Tetapi, ketika kekuatannya menghilang, mereka mulai membuat onar di mana-mana.
Dengan kekuatan Feng Chun, Liu Shan sering kali hampir terbunuh ketika sedang berjalan-jalan di tengah kota. Bukan karena dia terlihat sebagai ancaman, tetapi sebagai bahan tertawaan dan mainan untuk di hina-hina.
Feng Chun yang memiliki sifat brengsek itu menghina seorang tuan muda yang tidak memiliki kekuatan sama sekali.
Liu Shan yang mengingat hal tersebut pun sontak mengerti kenapa otot dan hati di tubuhnya berkata penuh kebencian ketika melihat Feng Chun berdiri di hadapannya.
“(Jadi begitu ya… pantas saja tubuhku tak berhenti gemetar untuk menghajarnya)”
Di sisi lain, Feng Chun yang menggenggam pedangnya mengeluarkan sebuah kobaran energi Ki berwarna merah yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
Wushh!
Energi Ki nya itu semakin kuat dan menyebar ke sekitarnya. Ketika ingin mencapai ke arah Liu Shan yang berdiri jauh di depannya, Liu Shan spontan melawan balik dengan mengeluarkan energi Ki nya sendiri yang berwarna hijau kuat.
Wosshh!
Dua energi Ki saling berbenturan antara satu sama lain seolah menjadi sebuah pertarungan tak kasat mata. Sedangkan Feng Chun yang merasakan kuatnya energi Liu Shan dari benturan Ki itu langsung menyeringai lebar dan matanya terbuka kuat menatap Liu Shan penuh hasrat membunuh.
“Sayang sekali ya, Liu Shan. Padahal kau baru mendapatkan kekuatanmu kembali, tetapi sudah harus menghadapiku. Apa kau ingat, aku pernah membuatmu mencoba untuk meminum air selokan di pinggir kota Feng?”
Dari kata-katanya itu, kedua mata Liu Shan sontak menajam. Dahinya yang mengerut kuat serta kepalan tangan yang bahkan membuat urat serta serat otot di tangannya menjiplak di lapisan luar kulitnya.
Walaupun Liu Shan tidak mengalaminya secara langsung, tetapi ingatan dari pemilik tubuhnya itu membuatnya mengingat pengalaman buruk itu.
Tepat saat Liu Shan kehilangan kekuatannya, dia sedang berjalan di tengah kota. Tak lama kemudian, Liu Shan melihat Feng Chun yang sedang mengawal putra dari keluarga Lian, yaitu Lian Ping.
Lian Ping yang memiliki perasaan kesal dan hina terhadap Liu Shan pun menyuruh Feng Chun untuk menghajarnya dan di siksa dengan menenggelamkan kepalanya di air selokan.
Penghinaan itu masih terasa hingga saat ini. Terlebih lagi, Feng Chun menambahkan ucapannya di akhir dengan senyuman lebar yang penuh hasrat licik dan dengki.
“Hei Liu Shan. Apa kau mengingatnya … rasa dari air selokan yang kau minum itu?!”
Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya itu membuat amarah Liu Shan semakin memuncak. Dan ketika dia sudah tak bisa menahannya lagi, Liu Shan mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Feng Chun.
Aliran energi Ki dan juga hasrat membunuh terasa begitu kuat hingga membuat Feng Chun tertegun dan basah akan keringat dingin. Dia melangkahkan satu kakinya secara refleks ke belakang karena takut melihat tatapan Liu Shan.
“(A-ada apa ini?! Aku takut menatap matanya?! Tidak … tidak mungkin aku takut pada bocah lemah seperti-!)”
Sebelum batinnya selesai untuk berbicara, tiba-tiba saja Feng Chun kembali di kejutkan dengan pergerakan Liu Shan yang sangatlah abnormal.
__ADS_1
Liu Shan melesat secepat kilat dan bahkan terlihat menyatu dengan udara yang berada bebas di alam. Dan hanya dengan satu kali kedipan mata, dia berada tepat di depan mata Feng Chun dengan tangan yang di kepal kuat dan mengeluarkan kobaran energi Ki yang membara.
[ Skill baru telah di dapatkan ]
[ Sprint ]
[ Deskripsi : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh ]
Di tengah situasi itu, Liu Shan mendapatkan sebuah skill baru dari amarahnya yang berjolak hebat.
“A-apa?! Bagaimana bisa kau-!” Feng Chun bergumam heran dengan Liu Shan yang tiba-tiba sudah berada tepat di depannya
Dan tanpa belas kasih, Liu Shan mengayunkan tinjunya yang telah di kepal erat dan bahkan bisa meledak akan serat otot kapan saja
BUAAKK!
Pukulan telak mendarat di wajah Feng Chun. Tengkorak wajahnya saat itu sontak hancur dan tubuhnya ikut terhempas mundur ke belakang. Tak hanya satu atau pun dua, Feng Chun terhempas hingga membuat membuat pohon yang terbentur olehnya menajdi tumbang.
Bruaakk!!
Tak ada tanda darinya yang bisa bangkit berdiri lagi. Dengan satu pukulan itu, kepala Feng Chun telah hancur hingga menyebabkan otaknya terkena serangan fatal.
Dia tergeletak di antara pepohonan yang tumbang dengan tubuh yang di lumuri oleh darah. Dari jauh saja, Liu Shan dapat mengetahui bahwa dia tidak akan bertahan dari serangan itu. Dan itu adalah hal yang Liu Shan inginkan.
Dia kembali berdiri tegak dengan tatapan matanya yang masih tajam dan tersisa amarah di dalamnya.
Amarah Liu Shan berhasil di redakan dengan melampiaskan pukulan keras ke wajah Feng Chun. Bahkan, Feng Chun saja sampai tak bisa bertahan dan mati dalam sekejap mata.
Tak lama kemudian, sistem kembali muncul dengan notifikasi yang berhubungan dengan misi darurat sebelumnya.
[ Misi darurat - selesai ]
[ Musuh yang telah di kalahkan : 34 orang ]
[ Anda mendapatkan hadiah penyelesaian ]
[ Poin status +3 ]
[ Level +10 ]
[ Anda mendapatkan skill baru ]
[ Skill : Bloodlust - 100 MP ]
[ Deksripsi : Menggunakan energi Ki yang kuat terhadap target tertentu dan membuat mereka ke dalam status ‘takut’ selama satu menit.
__ADS_1
Efek :
- Target yang terkena skill ini tidak akan bisa bergerak selama lima detik
- Target akan kehilangan status mereka sebanyak -50% ]
Liu Shan terfokus pada banyaknya imbalan yang dia dapatkan dari misi darurat itu.
Sedangkan di belakangnya, masih terdapat salah satu bawahan Feng Chun yang berlumuran darah mencoba bangkit dan menusuknya dari belakangnya.
“Mati kau!”
Teriakannya serta ranting yang terinjak oleh kaki itu membuat Liu Shan terkejut dan menoleh ke belakang. Dirinya yang belum siap tiba-tiba tergelincir dan tidak bisa memposisikan diri untuk bertahan.
Bruk!
“Celaka!”
Di saat Liu Shan sudah beranggapan bahwa dirinya akan menerima serangan itu, tiba-tiba saja datang sebuah aliran air yang begitu panjang dan padat seperti tali.
Aliran air itu melingkar dan menahan pergelangan tangan bawahan Feng Chun dari posisi menyerang.
Tak hanya Liu Shan, tetapi bawahan itu juga terheran terhadap aliran air itu.
“Apa ini?!” gerutu bawahan tersebut
“(Air?)” batin Liu Shan
WUSH!
Aliran air bagaikan tali itu menarik dan menghempaskan orang itu ke pohon. Tak hanya sekali, tetapi berulang kali di lakukannya hingga tubuhnya hancur tak berbentuk lagi.
BRUK BRUK!!
“ACKKHH!!”
Sisa-sisa dari tubuhnya yang masih ada di lempar seolah tidak lagi berharga. Dan Liu Shan yang menatap ke arah aliran air itu terheran dengan apa yang baru saja membantunya.
Perlahan-lahan, aliran air itu mulai mengalir semakin banyak dan membentuk wujud seekor kadal ular. Walaupun ukurannya terlihat lebih kecil dan setara dengan tinggi manusia normal, tetapi wujud itu adalah wujud Haishe yang baru saja menolong Liu Shan.
Dia menatap ke arah Liu Shan yang terjatuh di tanah dengan dagu yang di angkat tinggi.
“Huh. Kau bilang kau akan mengurusnya?” tanya Haishe dengan meragukannya
“Hanya satu saja yang lolos. Tetapi, terima kasih telah menolongku” sahut Liu Shan.
__ADS_1
Haishe mengulurkan tangannya dan Liu Shan meraih untuk di bantu bangkit berdiri.