Endless System

Endless System
Bab 36


__ADS_3

“Kepala akademi?!”


Liu Siyue sontak terkejut ketika mendengar ucapan Qing Yao.


“Benar. Kedudukannya di dalam akademi adalah yang paling tinggi. Jadi ketika nanti kalia bertemu dengan beliau, perhatikan kata-kata dan sikap kalian”


“Ba-baiklah ….”


Di kala Qing Yao dan Liu Siyue sedang berada dalam percakapan singkat, hanya Liu Shan sendirilah yang pandangan dan pikirannya melintas ke hal lain. Dia mengingat kembali ketika tetua Khan datang ke hadapannya.


Dengan kemampuannya saat itu, Liu Shan merasakan sebuah pancaran energi Ki yang begitu kuat dan meluap-luap secara tak kasat mata.


“(kakek tua itu … dia bukan orang sembarangan).”


Sistem yang muncul tepat di hadapannya itu bahkan membuat Liu Shan sangat tertegun. Status yang di munculkannya merupakan status milik tetua Khan, dan yang di perlihatkan berupa….


[ Nama : Xiao Khan ]


[ Umur : 69 tahun ]


[ Tingkat : Raja petarung bintang satu ]


Pertama kali dalam seumur hidupnya, Liu Shan baru melihat seseorang dengan tingkat kultivasi yang sangat tinggi. Perbedaan aura yang di pancarkannya saja terlihat dari kehadirannya. Tanpa ada sedikitpun niat yang di keluarkan, aura itu meluap-luap di sekitar tubuhnya dan membuat orang yang bisa merasakannya tertekan oleh intimidasi aura Ki itu.


Siapapun pasti akan tertekan dan tak berani macam-macam oleh orang seperti itu. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Liu Shan. Wajahnya justru menjadi tersenyum lebar dan tangannya di kepal erat seolah penuh semangat ketika mengingat betapa kuatnya tetua Khan hanya dengan  muncul di hadapannya.


“(Hebat sekali! Di akademi ini, aku bisa bertemu banyak orang kuat. Aku pasti akan menggunakan waktu ini untuk berlatih dan menjadi jauh lebih kuat. Demi ayah, ibu, dan juga adik-adikku!)”


Di tengah hal tersebut, Liu Shan sedang sibuk dalam pikirannya sendiri memikirkan ambisinya yang besar. Sedangkan Qing Yao sendiri yang berbalik dan menoleh ke arah Gu pun mengelus lembut bulunya itu.


“Gu, kau boleh istirahat. Terima kasih telah membantuku.”


“Baiklah.”


Ucapan perpisahan itu membuat Gu sontak berubah menjadi kumpulan energi Ki dan terhisap ke dalam tubuh Qing Yao sepenuhnya.


Tak lama kemudian, dia kembali berbalik ke arah Liu Shan dan Liu Siyue.


“Kalian berdua, ayo kita pergi” ucap Qing Yao.

__ADS_1


“Pergi? Kemana?” tanya Liu Siyue.


“Ke upacara pembukaan penerima murid baru,” sahut Qing Yao.


* * * * *


Upacara pembukaan penerimaan murid baru. Itu adalah sebuah hal yang rutin terjadi setiap tahun di dalam akademi yang tersebar di daratan kultivator itu. Para murid yang lolos seleksi dari para petinggi akademi, akan di undang dan masuk ke dalam akademi untuk berlatih menjadi lebih kuat.


Seperti Liu Shan dan Liu Siyue, yang di undang secara langsung oleh Qing Yao untuk datang ke akademi Liliang ketika sedang memantau di kota Feng.


Tak hanya dari pihak Qing Yao saja, rekan petinggi di akademi Liliang juga tersebar ke berbagai kota di daerah yang bermacam-macam. Dan kini, mereka semua masuk ke dalam sebuah stadium yang begitu besar seperti stadium sepak bola.


Luas dan besar, kursi penonton yang melingkar dan meninggi seperti tangga di penuhi oleh kemeriahan para senior yang duduk berdampingan untuk menyaksikan para murid-murid baru yang datang ke akademi.


Mereka bersorak ria dan berbisik antar satu sama lain. Melihat para murid baru yang berbaris di lapangan luas seperti arena.


Berisan para murid baru terdiri hampir dari 10 baris. Masing-masing baris terdapat 5-7 murid baru yang di rekrut secara langsung oleh para petinggi akademi Liliang. Mereka berasal dari kota yang berbeda-beda, dan tentu saja Liu Shan dan Liu Siyue tidak melihat ada seseorang yang mereka kenal selain satu sama lain.


Agar tidak terpisah, keduanya berbaris di depan belakang masing-masing. Liu Shan berada di bagian terdepan barisan dan Liu Siyue di belakangnya. Diikuti oleh para murid-murid lain di belakangnya lagi.


“Uwa … banyak sekali murid baru ya ternyata” gumam Liu Shan.


“Sebenarnya tidak juga. Tetapi kakak tidak berpikir bahwa akan sampai sebanyak ini,” sahut Liu Shan.


“Yah, setidaknya aku dan kakak tidak terpisah. Kita tidak mengenal siapapun selain diri masing-masing,” sambung Liu Siyue.


Di kala Liu Siyue berbicara seperti itu, kedua mata Liu Shan sedang menoleh ke kiri kanan melihat wajah-wajah baru yang dia temui. Dan di tengah kerumunan barisan itu, Liu Shan menoleh ke serong kanan belakangnya dan melihat adanya seseorang yang cukup familiar.


Dan kedua matanya itu tidaklah membohonginya. Apa yang Liu Shan lihat di tengah kerumunan itu ternyata Xu Xiao, mantan tunangannya dulu.


“(Itu Xu Xiao?!)”


Liu Shan sontak terkejut ketika melihat adanya Xu Xiao di tengah barisan itu.


“(Ternyata dia juga ada di sini ya. Tetapi, siapa yang mengundangnya? Apa kak Yao juga yang mengundangnya?)”


Liu Shan berusaha berpikir kesimpulan paling logis dari pemikirannya itu. Tetapi, waktu tidaklah cukup baginya, karena  suara seorang kakek tua mulai terdengar ke seluruh stadium besar itu.


“Selamat datang, para wajah dan benih baru di dunia kultivator!”

__ADS_1


Suara yang begitu keras itu langsung mendengung di setiap telinga orang yang berada di dalam stadium tersebut. Mereka menutup telinga mereka rapat-rapat seolah tak tahan dengan kerasnya suara tersebut.


“Uuhh! Ke-keras sekali!”


“Telingaku serasa ingin meledak!”


Keluhan dari para murid-murid yang ada di sana terdengar sampai ke atas. Dan suara itu ternyata berasal dari tetua Khan. Qing Yao yang berdiri di belakangnya menghampirinya dan berbisik pelan.


“Tetua Khan, tolong pelankan suaramu. Kasian gendang telinga para murid-murid akan pecah” ucap Qing Yao.


“Ah, Hahaha! Maaf, maaf. Yah, maklum saja lah kepada orang tua ini. Aku tinggal beberapa tahun lagi menyentuh 70 tahun, jadi pendengarku sedikit buruk” sahut tetua Khan.


“Baiklah, tetua Khan,” sahut Qing Yao sembari mundur sedikit ke belakang.


Qing Yao berada kembali di barisannya. Di sana terdapat beberapa orang yang memiliki aura dan kedudukan yang sedikit mirip dengannya. Terlebih lagi, seorang perempuan dengan rambut merah sebahu dan memiliki paras yang cantik dari atas hingga bawah.


Perempuan itu terlihat berdiri di samping Qing Yao persis, dan dia menoleh ke arahnya yang baru kembali dalam barisan.


“Tetua Khan memang tidak berubah ya,” ucap perempuan itu.


“Haha, yah lebih baik seperti itu. Kau juga sama seperti terakhir kali aku melihatmu, Bai Ling,” sahut Qing Yao.


“Mungkin aku terlihat sama, tetapi murid yang aku bawa kelihatannya berada di tingkat yang berbeda.”


“Oh ya? Aku juga sedikit percaya diri dari murid yang aku bawa,”


Qing Yao dan perempuan yang berdiri di sampingnya, bernama Bai Ling saling bertukar ucapan antar satu sama lain.


Dan di sisi lain, tetua Khan kembali melanjutkan ucapannya.


“Ehem-ehem, maaf atas tadi semuanya” ucap tetua Khan.


Para murid yang duduk di kursi penonton dan berdiri di bawah pun mulai merasa nyaman dengan kerasnya suara yang di atur ulang oleh tetua Khan.


Sedangkan Liu Shan sendiri menarik pandangannya ke atas dan melihat tempat layaknya balkon yang berbeda. Di atas sana terdapat tetua Khan yang sedang berbicara.


“Selamat datang di akademi Liliang. Namaku adalah Xiao Khan, kalian bisa panggil aku tetua Khan. Para kultivator muda, kalian telah di pilih oleh para petinggi akademi dan di undang secara langsung untuk memasuki akademi Liliang. Mulai hari ini, kalian akan memulai pelajaran dan pelatihan intensif bagi kalian yang ingin menjadi lebih kuat”


“Dan bagi kalian yang datang dengan niat setengah hati, maka jangan salahkan pihak akademi jika mengeluarkan kalian.”

__ADS_1


__ADS_2