Endless System

Endless System
Bab 67


__ADS_3

Mendengar ucapan Xuan Wudan, membuat Liu Shan tersadar. Bahwa sebelumnya dia juga telah membantai orang-orang dari Lian Haochun di hutan Sheng. Dan sekarang, dia telah menumpahkan darah juga di hutan Shengmi.


“Haishe berkata bahwa kau memiliki kepribadian yang cukup menarik dan di bantu kemampuan yang hebat. Dan jika di lihat secara objektif, kau yang bisa membantai habis sepuluh orang dengan tingkat petarung master bintang satu itu benar-benar di luar dugaan,” ucap Xuan Wudan.


“Aku melakukan hal itu karena mereka yang mencari masalah. Jika nyawaku terancam, sudah sewajarnya kan bagiku untuk melindungi diri?” sahut Liu Shan.


“Benar, itu wajar. Tapi apakah wajar dengan membantai banyak orang dengan tawa dan senyuman lebar di wajahnya?” ujar Xuan Wudan.


Liu Shan langsung tertegun diam ketika mendengar hal itu. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dia membuat raut wajah yang jauh berbeda dengan orang pada umumnya ketika sedang melawan atau membunuh orang lain.


Senyuman dan tawaan, darah yang menyemprot keluar dan juga anggota tubuh yang hancur serta patah. Setiap bunyi yang terbuat seolah-olah membuat Liu Shan bahagia.


Xuan Wudan yang melihat reaksi Liu Shan terus terdiam saja, mengira bahwa Liu Shan sepenuhnya tidak bisa membalas ucapannya. Tetapi, yang mengejutkannya adalah Liu Shan mengangkat kepala kepalanya dan membuat raut wajah yang sama ketika sedang membantai sepuluh orang sebelumnya.


“Karena mereka lemah!” sahut Liu Shan.


“Lemah?” gumam Xuan Wudan.


“Mereka yang lemah akan mati. Jika aku melihat orang-orang yang lemah tapi berusaha untuk menjadi sok kuat, itu membuatku tertawa. Karena aku tahu, kalau nasib mereka jika bertemu denganku akan hancur tanpa belas kasih,” ujar Liu Shan.


Setiap kata yang di keluarkan Liu Shan membuat Xuan Wudan langsung paham. Bahwa karakter dan prinsip Liu Shan itu unik, sama seperti apa yang di katakan Haishe. Dan di saat itulah, kesan pertama dari Xuan Wudan pada Liu Shan menjadi buruk.


“Baiklah. Kalau begitu, matilah!”


Kata-kata tersebut membuat Liu Shan membuka lebar kedua matanya. Sedangkan Xuan Wudan mengangkat cakar raksasanya dan di ayunkan ke arah Liu Shan.


Liu Shan yang melihat serangan tersebut langsung memasang kedua lengannya tepat di atas kepala.


“(Celaka!)”


Dum!!!


Hantaman keras yang bahkan membuat sebuah retakan dan guncangan tanah yang begitu dahsyat di pijakan kaki Liu Shan.


Grak grak!!


“Ugghh!!” erang Liu Shan.


Serangan tersebut terasa jauh lebih kuat di banding apa yang pernah Liu Shan temui sejak datang ke dunia tersebut. Di lain sisi, Xuan Wudan yang melihat Liu Shan bersikeras untuk menahan serangannya telah membuatnya tertegun.


“Hoo … kau sanggup untuk menahannya ya?”


“Ha … hahaha … ada seorang makhluk dewa yang ingin membunuhku, sudah wajar kalau ingin bertahan hidup kan?!”


Xuan Wudan menyorot tajamkan matanya ke arah Liu Shan. Perasaan tidak senang itu dia lampiaskan dengan cara mengangkat kembali cakarnya dan di ayunkan sekali lagi.


Wush!


Liu Shan segera melompat ke samping untuk menghindari hantaman tersebut.


Bruak!!

__ADS_1


Dentuman keras yang bahkan membuat guncangan berupa gempa bumi. Tanah yang terpental dan retak di mana-mana membuat pemandangan yang benar-benar mengerikan.


Ketika Liu Shan berhasil menghindar, dia yang berusaha kembali dalam posisinya langsung khawatir terhadap keadaan Xiao Lin dan Xiong.


“(Celaka, Lin’er!)”


Asap tebal menutupi jarak pandang Liu Shan dari melihat kondisi Xiao Lin dan Xiong. Perlahan-lahan, asap itu mulai menipis dan memperlihatkan mereka berdua yang masih terdiam utuh seperti sebelumnya.


“(Syukurlah … mereka baik-baik saja)”


Setelah mengetahui hal tersebut, Liu Shan melihat pemandangan tersebut dengan kedua matanya. Dampak dari serangan dahsyat Xuan Wudan, dan itu baru dari satu cakarnya saja.


“(Tubuhnya yang besar tentu saja memiliki fisik yang hebat. Tetapi, ini benar-benar gila. Hanya dengan menahan satu serangannya saja aku sudah kewalahan. Dan dia bahkan belum menggunakan energi Kinya sama sekali!)”


Di kala Liu Shan merasa dirinya akan kesulitan untuk menang, hal itu membuat sistem menjawabnya lebih detil lagi. Dan yang lebih mengejutkannya adalah pemberitahuan dari ssitem itu.


[ Darurat! Darurat! ]


[ Sistem mendeteksi ancaman besar bagi pemain ]


[ Ancaman tingkat tinggi - Berujung pada hidup dan mati ]


[ Kesempatan untuk menang - 0 % ]


[ Player di harapkan untuk segera mundur dari pertarungan!!! ]


Baru pertama kali bagi Liu Shan untuk melihat sistem memberikan notifikasi bahaya seperti itu. Itu sudah menjawab semuanya, bahwa tidak ada yang bisa Liu Shan lakukan ketika berhadapan dengan Xuan Wudan.


“Hahaha, bahkan sistem itu sendiri menyuruhku untuk mundur” Liu Shan tertawa pesimis ketika membaca pemberitahuan dari sistem


“Ada apa? Menyerah?” ujar Xuan Wudan.


“Tidak. Aku baru saja mulai pemanasan!” sahut Liu Shan.


“Arogan!” ucap Xuan Wudan.


“Kita lihat dari hasil pertarungan ini!” ucap Liu Shan.


Grak!!


Retakan tanah yang di akibatkan betapa kuatnya Liu Shan mendorong tubuhnya. Dia bergerak secepat mungkin sembari terbantu oleh skill yang dia miliki, yaitu ‘Sprint’.


[ Skill : Sprint - di aktifkan ]


[ Pemain mendapatkan peningkatan status kecepatan sebanyak +50 ]


Dengan bantuan skillnya, Liu Shan berpindah cepat dan langsung berada tepat di udara. Di bawahnya, terlihat dengan jelas jalurnya bisa mengarah kepada atas kepala Xuan Wudan.


“(Walaupun kau hewan mistis tingkat Divine, tetapi fisikmu sama seperti kura-kura yang kutahu! Bagian kepalanya adalah satu-satunya yang tidak di lindungi oleh tempurungnya, itu satu-satunya tempat yang bisa kulancarkan serangan telak!)”


“Penghakiman telapak bumi - Tiga kali lipat”

__ADS_1


Energi Ki yang terkumpul tepat di atas telapak tangan kanannya terasa begitu dahsyat. Tentu saja, energi sekuat itu tidaklah menjadi penyebab Xuan Wudan untuk mengetahui keberadaan Liu Shan.


Dia tidak terlihat seperti terdesak ataupun terancam. Bahkan Xuan Wudan terus terdiam dan menatap ke arah Liu Shan yang semakin turun dekat dari udara.


“(Kena kau!)” batin Liu Shan.


Ketika Liu Shan mengira bahwa serangannya akan mendarat tepat di atas kepala Xuan Wudan, tiba-tiba saja dia merasakan sebuah pergerakan yang begitu cepat dan penuh ancaman. Liu Shan mengangkat kepalanya dan melihat ekor Xuan Wudan yang berwujud kepala ular sedang membuka lebar mulutnya.


Shaa!!


Zrat!


“Ugh!” erang Liu Shan


Karena sedang berada di udara, Liu Shan tidak bisa bergerak leluasa untuk menghindari serangan itu. Taring ular yang menggores samping kanan perut dan menyobek sedikit bajunya. Liu Shan langsung mendarat sekaligus mundur sesaat.


Srakk!!


“(Uckh… aku lupa dia memiliki ekor kepala ular. Dengan dua kepala dan empat mata, tubuh raksasa dengan kekuatan yang dahsyat seperti itu, sangatlah kecil kemungkinannya bagiku untuk mendapatkan peluang menyerangnya. Tidak… bahkan untuk mendekatinya saja sangat sulit. Bagaimana ini?!)”


Di kala Liu Shan sedang menyusun rencana dan kemungkinan, tiba-tiba saja Xuan Wudan bergumam dengan sendirinya.


“Sepertinya sebentar lagi,” gumam Xuan Wudan.


“Hah?” sahut Liu Shan yang mengangkat kepalanya dengan heran.


Deg!!


Sebuah detakan jantung yang begitu keras seolah memompa aliran darah yang jauh lebih deras. Liu Shan merasakan hal tersebut langsung tertegun diam dan menggertakan giginya menahan rasa sakit.


“Ugh, a-apa yang-!”


Kata-katanya terhenti tanpa dia sempat menyelesaikannya. Karena, tiba-tiba saja aliran darah dalam tubuh Liu Shan terasa deras, namun tak beraturan. Pandangan matanya terasa kabur dan tubuhnya menjadi semakin lemas. Setiap indera yang dia miliki menjadi tumpul dan tak berguna dengan cepat.


Tenaga yang telah terkuras banyak membuatnya terjatuh di satu lutut yang menahan tubuhnya.


Bruk!!


Dengan pandangan mata yang minim, Liu Shan berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Dan ketika matanya melihat ke arah goresan dari taring ular itu, di sana dia melihat sebuah bercak hijau yang telah menyebar di bagian kulitnya.


“(I-ini… racun?!)” batin Liu Shan.


Xuan Wudan menjawab seolah bisa membaca pikiran Liu Shan.


“Benar. Fisikku memang sama dengan kura-kura biasa. Dan tentu saja, fisik ekorku yang berbentuk kepala ular kobra memiliki racun juga kan?” sahut Xuan Wudan


Walau samar-samar mendengarnya, tetapi Liu Shan menjadi yakin seratus persen kalau yang membuat tubuhnya seperti itu adalah racun dari ekor ular Xuan Wudan.


“(Celaka! Aku harus mengambil jarum akurpunturku dan menahan racun ini!)”


Panel sistem terbuka dan langsung mengeluarkan jarum akurpuntur Liu Shan yang tersimpan di dalam tas. Ketika dia memegang satu jarum di tangannya, tiba-tiba saja jari-jemarinya tak kuat untuk bergerak dan menjatuhkannya.

__ADS_1


“Sia … lan!!” gerutu Liu Shan


“Percuma saja. Racun itu setara dengan tingkat kultivasi petarung master bintang lima. Racun yang telah menyebar dengan cepat telah membuat tanganmu lumpuh. Sekalipun kau bisa menggunakan teknik medis, kau tidak akan bisa menyembuhkannya dengan tangan yang terdiam seperti batu,” sahut Xuan Wudan.


__ADS_2