
Xiao Lin mengerang kesakitan dari aliran energi Ki milik Sheng Tong yang masuk ke dalam tubuhnya. Energi Ki berupa warna oranye terang itu menyelimuti tubuh Xiao Lin dan berpusat pada bercak hitam di tubuhnya.
Ketika energi Ki itu menyentuh bercak hitamnya, Xiao Lin kembali mengerang keras dan sebuah reaksi tolak belakang datang dari dalam tubuhnya.
“ACKKHH!!!!”
Wussh…!!
“Ugh!”
Semua orang berusaha berlindung dari kuatnya ledakan energi Ki tersebut agar tak terhempas. Qing Yao yang segera melompat dan melindungi ayah ibu Xiao Lin bersama dengan tetua Khan.
“Tuan, nyonya!” teriak Qing Yao.
“ACCKKHH!!” erang Xiao Lin.
“Nona Qiao, tolong bertahanlah!” sahut Sheng Tong.
Sedangkan Liu Shan sendiri yang berdiri tepat di depan pintu ruangan itu, dia sontak dikejutkan oleh gelombang energi yang begitu mengerikan masuk ke dalam tubuhnya.
WUSH….!
“(Uckh! Apa ini?! Energi Ki ini … terasa mengerikan. Dan ini berasal dari gadis itu!)”
Sebuah pandangan yang gelap dan mencekam. Entah apapun yang Liu Shan rasakan dan lihat melalui pancarkan Ki, energi tersebut terasa sangat mengerikan. Seperti penuh dengan kematian dan kutukan iblis.
Tak habis pikir baginya kenapa bisa ada sesuatu yang begitu mengerikan di tubuh seorang gadis sepertinya. Namun, Liu Shan langsung mendapatkan jawaban yang cukup dengan cekaman energi Ki itu.
Perasaan yang mengalir di tubuhnya membuat Liu Shan mengingat energi Ki mengerikan yang sama dari Lian Ping. Pil hitam kemerahan yang Lian Ping makan sempat membuat kekuatan fisik serta kultivasinya meningkat drastis. Namun, dia memancarkan sebuah aura mengerikan seperti iblis haus darah.
Sedangkan untuk Xiao Lin, Liu Shan tak menyangka bahwa energi Ki itu terasa sama. Dan kini, Xiao Lin merasakannya sebagai sebuah penyakit yang melekat dan menggerogoti tubuhnya sendiri.
“(Ini semua sama dengan kejadian Lian Ping! Sebenarnya hubungan apa yang terjadi dengan para iblis ini?!)”
“ACKKKHH!!!” erang Xiao Lin.
Tubuh Xiao Lin yang begitu kesakitan mulai memusatkan energi Ki iblis yang ada di dalam tubuhnya. Menggumpal erat tepat di bagian dada seperti bola hitam, dan membuat Sheng Tong yang berada tepat di sampingnya membuka lebar kedua matanya.
“(I-ini-! Celaka, energi Ki iblis ini menggumpal dan bersiap untuk meledak!)”
Sesuai dengan apa kata Sheng Tong, energi Ki itu langsung meledak kuat dan membuat gelombang energi dahsyat di sekitar ruangan tersebut.
__ADS_1
DUAAR….!!
Refleks yang sempat dari Qing Yao dan Sheng Tong langsung menarik Ki mereka dan membuat dinding pelindung untuk menahan ledakan tersebut. Namun, dampaknya yang berupa hempasan angin kuat masih lolos dan memporak-porandakan seisi kamar.
Buku yang berantakan, pakaian di lemari yang hancur dan berterbangan. Rak dan juga meja kursi yang tergeletak di tanah berantakan di mana-mana.
Liu Shan membuka kedua matanya sontak terkejut melihat seisi ruangan yang hancur lebur. Sedangkan Xiao Lin sendiri masih tergeletak di atas ranjangnya dengan tubuh yang meronta kuat kesakitan.
“Aahhhh!!”
Tetua Khan serta kedua orang tua Xiao Lin sontak menghampiri putrinya yang masih kesakitan.
“Putriku!” teriak ibunya.
Sheng Tong yang melihat mereka ingin menghampirinya sontak menghentikan mereka.
“Jangan!” teriak Sheng Tong menahan ibu Xiao Lin.
“Sheng Tong, apa yang kau lakukan?!” sahut ibu Xiao Lin.
“Nyonya, kutukan iblis putri anda sudah melekat hingga ke tulang dan darahnya! JIka anda berusaha untuk mendekatinya, maka nyonya akan ikut terkena kutukan itu!” ucap Sheng Tong
“Sheng Tong, kau harus menyelamatkan putriku! Kau adalah senior kultivasi di dalam dunia medis dengan gelar ‘Kultivator Medis’. Kau pasti bisa menyembuhkannya kan?!”
Sebuah gelar yang di dapatkan khusus bagi Sheng Tong karena di usianya yang masih relatif muda, dia telah menguasai ilmu medis yang begitu tinggi dan telah menjadi senior tertinggi dalam pelatihan medis di akademi Liliang.
Namun, bahkan dari seorang ahli medis sepertinya membuang muka mirisnya karena tak sanggup menjawab yakin pada ibu Xiao Lin untuk bisa menyelamatkan putrinya.
Sedangkan ibu Xiao Lin yang melihat reaksi dari Sheng Tong pun membuka lebar kedua matanya yang penuh dengan aliran air mata. Dia menggoyangkan bahu Sheng Tong seolah berusaha mendapatkan jawaban pasti ketimbang raut wajah mirisnya itu.
“Sheng Tong! Jawab aku, kau bisa menyembuhkan putriku kan?”
“Sheng Tong, kumohon. Selamatkan putri kami!”
Kedua ayah dan ibu memohon langsung pada Sheng Tong untuk menyelamatkan satu-satunya putri mereka. Namun, Sheng Tong pun menunduk dan menjawab penuh perasaan hancur.
“Maafkan aku… tetapi dengan kemampuanku yang sekarang… aku tidak sanggup melakukannya!”
Dia menggertakan gigi dan mengepal erat tangannya karena kesal terhadap ketidakmampuannya. Ayah dan ibu Xiao Lin pun kehilangan kata-katanya. Mereka membuka lebar kedua mata dan mulutnya seolah tak percaya.
Sang ibu menangis rintih di dalam dekapan suaminya karena mendengar berita menyedihkan itu. Satu-satunya putri yang mereka miliki, akan mati karena kutukan iblis yang menghancurkan tubuhnya. Dan mereka tak bisa melakukan apapun selain melihat dan menunggu waktu menjemput Xiao Lin.
__ADS_1
Di sisi lain, Liu Shan yang melihat hal tersebut pun merasa kesal dan juga kasihan. Kedua orang tua Xiao Lin yang merintih tangis akan nasib putrinya yang di katakan tak bisa di selamatkan.
Liu Shan pun menjadi teringat kepada kedua orang tuanya di dunia sebelumnya. Hidup seorang diri, di tinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan. Rasa kehilangan yang dia miliki itu membuat rasa simpati menjadi semakin besar ketika melihat hal sebaliknya akan terjadi pada Xiao Lin.
Berusaha keras kepala dan mengambil keputusan gegabah. Demi menolong orang yang sedang kesulitan dan berada di dalam keputusaasaan telah mendorong Liu Shan untuk membuka mulutnya.
“Aku akan menyembuhkannya!”
Semua pandangan mata langsung tertuju kepadanya di suasana hening tersebut. Terkejut sekaligus meragukan, kenapa? Karena Sheng Tong saja tidak bisa menyembuhkan Xiao Lin, bagaimana dengan Liu Shan yang seorang murid baru dan bahkan tak punya latar belakang kehidupan di dunia medis?
Qing Yao yang berdiri di dekatnya langsung menoleh dan berbisik pada Liu Shan.
“Liu Shan, apa yang kau katakan?!”
“Aku bilang, aku akan menyembuhkannya!”
Sheng Tong sontak berdiri dan menatap tajam ke arah Liu Shan.
“Bocah, yang kau bilang barusan… jangan anggap enteng hal ini!” ucap Sheng Tong.
“Aku tidak menganggap hal ini enteng. Tetapi, aku tidak bisa terdiam dan melihat hal ini terjadi! Setidaknya aku ingin melakukan sesuatu untuk membantu!” sahut Liu Shan.
“Itulah yang kubilang menganggap enteng! Kau tidak mengerti?! Ini masalah nyawa seseorang, jika mereka mati maka semua kesalahan dan tanggung jawab akan jatuh ke tanganmu! Lagipula, kemampuan medis tidaklah semudah yang kau bayangkan! Tanpa pembelajaran dan pengalaman yang begitu lama, kau tidak akan bisa memahami segala titiknya. Terutama teknik penyembuhan kutukan seperti ini!” jelas Sheng Tong.
“Lalu, kau menyuruhku untuk duduk diam dan melihat gadis itu mati di makan kutukan?!” bantah Liu Shan.
Sheng Tong tertegun diam dan membuka lebar kedua matanya ketika mendengar ucapan Liu Shan.
“Di banding diam dan tak melakukan apapun, lebih baik untuk mencoba! Aku menolak untuk melihat seseorang mati tepat di depan mataku!” teriak Liu Shan.
“Bocah sialan. Kau benar-benar-!”
Sheng Tong yang merasa kesal terhadap ucapan Liu Shan pun ingin berjalan menghampirinya. Namun, langkah kakinya langsung terhenti ketika dia merasakan sebuah tepukan di pundaknya. Sheng Tong segera menoleh dan melihat tetua Khan yang mengangguk pelan ke arahnya.
“Tetua Khan ….”
Tetua Khan tak banyak bicara pada Sheng Tong. Dia pun melepaskan tepukannya dan mengganti arah pandangannnya kepada Liu Shan.
“Liu Shan, ya? Nak, apa kau benar-benar bisa menyembuhkan cucuku?” tanya tetua Khan.
“Aku akan berusaha sekuat tenaga!” ucap Liu Shan.
__ADS_1