Endless System

Endless System
Bab 91


__ADS_3

Di antara para petinggi lainnya, Qing Yao duduk dengan tenang sembari menatap ke arah arena. Hingga tak lama kemudian, datanglah Sheng Tong yang duduk tepat di kursi sebelahnya.


“Memikirkan sesuatu?” tanya Sheng Tong.


“Ah, tidak. Aku hanya sedang melihat pertandingannya,” sahut Qing Yao.


Sheng Tong menatap ke depan di mana terlihat Liu Shan dan Tang Shin berdiri berjarak satu sama lain di atas arena.


“Pantas saja,” gumam Sheng Tong.


Balasannya saat itu menarik kedua mata Qing Yao untuk menatapnya sembari mengernyitkan kedua mata.


“Kenapa?” tanya Qing Yao.


“Perlu aku jelaskan?” ujar Sheng Tong.


Melihat Qing Yao yang terus menatapnya pun membuat Sheng Tong menghela nafas.


“Haah, dari awal kau sama sekali tidak memperhatikan pertarungan. Tapi, setiap kali Liu Shan masuk ke dalam arena, tatapanmu itu tidak berpaling sama sekali,” jelas Sheng Tong.


“Aku hanya mengamati muridku saja. Memangnya salah?” sahut Qing Yao.


“Yah, ga juga. Aku cuma mengatakannya saja,” ujar Sheng Tong.


Sheng Tong memperbaiki posisi duduknya. Dia melihat lebih jeli ke depan sembari berbicara.


“Aku tadi bertemu dengannya. Dan dia kelihatannya tidak terlalu peduli dengan apa kata penonton,” ungkap Sheng Tong.


“Begitu ya. Kurasa tidak ada jauh bedanya diwaktu kau meragukan kemampuannya di ruang naga. Benar begitu bukan, Sheng Tong?”


Qing Yao mengatakan hal tersebut sembari memutar arah pandangannya ke samping. Tatapan yang dibalut dengan senyuman tipis dengan sarkasme itu menusuk tepat pada Sheng Tong.


“Hahaha, sangat selaras dari murid dan gurunya,” jawab Sheng Tong dengan tawaan sinis.


Sheng Tong membersihkan tenggorokannya sembari berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


“Ehem, terlepas dari itu. Menurutmu, siapa yang memiliki keunggulan di pertarungan kali ini?” tanya Sheng Tong.


“Tang Shin.”


Jawaban Qing Yao membuat Sheng Tong merubah ekspresi wajah dengan cepat.


“Wah, jawaban yang tidak terduga,” gumam Sheng Tong.


“Aku harus menilai dengan adil sebagai seorang guru dan pengamat. Sekalipun aku ingin mendukung Liu Shan, Tang Shin memiliki tingkat Kultivasi satu bintang lebih tinggi darinya,” jelas Qing Yao.


“Hmm, petarung master bintang tiga melawan bintang dua. Walau tak terlihat jauh, tetapi hal ini bergantung kepada individu masing-masing,” lirih Sheng Tong.


Terlepas dari mereka berdua, situasi dari arena mulai berada di ujung garis mulai. Setelah Liu Shan dan Tang Shin menaiki arena, Bai Ling yang melompat keluar dari arena langsung memberikan sinyal.


“Baiklah, pertarungan pertama babak semi-final turnamen akademi Liliang. Tang Shin melawan Liu Shan, pertarungan dimulai!”

__ADS_1


Gong!


Saat gong raksasa di pukul, Tang Shin tidak berpikir dua kali untuk bergerak. Kumpulan energi Ki memancar kuat dari sekujur tubuhnya. Memperkuat fisik menjadi 2x lebih kuat hingga mendorong tubuhnya melesat dengan cepat ke depan.


Grak!


“Teknik bela diri : Hempasan Udara!”


Sejumlah energi Ki menyatu tepat di telapak tangannya. Tang Shin melemparkan ayunan kuat ke hadapan Liu Shan yang berada tepat di depannya.


Wushh!


“Penghakiman telapak bumi!”


[ Skill : Penghakiman telapak bumi - telah diaktifkan ]


Liu Shan membalas dengan serangan yang terlihat sama. Dia memukul hempasan udara yang datang dari depan, seolah berusaha untuk meneteralkannya dengan mengguncang udara sekitar.


Dum dum!


Getaran tersebut menyebar ke seluruh arena. Serangan pembuka yang mereka berdua kerahkan membuat semua orang terdiam dengan kedua mata dan mulut melebar.


Namun, Tang Shin yang berdiri di tengah arena itu pun tidak berhenti bergerak. Dia melesat maju dengan serangan beruntunnya. Pukulan, tendangan, perlepasan energi Ki, semuanya dia kerahkan.


Serangan demi serangan Liu Shan tahan dan hindari. Memberikan sebuah perubahan udara dan getaran berulang yang mengguncang satu arena.


Dum dum dum!


“Gila, sebelumnya tuan Tang Shin tidak mengerahkan kekuatannya sampai seperti ini!”


“Jangankan begitu, lihatlah. Si Liu Shan itu masih sanggup menghindar dan menahan serangannya!”


“Tcih, hajar dia tuan Tang Shin. Berikan orang licik itu pelajaran!”


“Benar, hajar dia!”


Sorakan para penonton beralih kepada Tang Shin yang terlihat sedang berada di atas angin pertarungan. Hal ini memberikan sebuah dorongan lebih bagi Tang Shin untuk melakukan gerakan lebih.


Slep!


“(Dia menjadi … lebih cepat dari sebelumnya?)”


Liu Shan terkejut begitu salah satu pukulan Tang Shin dia hindari secara tipis mengenai helaian rambutnya. Setiap serangan yang dia kerahkan menjadi semakin tajam seiring waktu berjalan.


Sampai suatu saat …


“Teknik bela diri : perlepasan aura tingkat tiga!”


Energi Ki yang menyebar di seluruh tubuh Tang Shin pun menjadi jauh lebih kuat dalam perihal tekanan. Ayunan tangan kanannya yang dipercepat dengan energi Ki membuat Liu Shan terpaksa untuk memposisikan diri untuk bertahan.


Duak!

__ADS_1


“Ugh?!”


Kedua mata terbuka lebar seiring Liu Shan terhempas mundur menahan pukulan tersebut.


Sraakk!


Waa!!


Penonton yang melihat serangan tersebut pun bersorak meriah terhadap Tang Shin. Sedangkan Liu Shan sendiri menajamkan kedua matanya ke depan.


“(Sebelumnya, dia melakukan perubahan dari aliran energi Ki yang ada di dalam tubuhnya. Dalam sekejap kekuatannya meningkat dengan memfokuskan satu titik tertentu untuk melemparkan serangan tadi)”


Tak selesai di sana, Tang Shin sama sekali memberikan ruang bagi Liu Shan untuk berpikir. Dia sudah melesat maju lagi dengan melempar serangan beruntun yang terlapisi energi Ki.


Wush wush!


“(Seperti yang kuduga. Dia berusaha untuk mengacaukan ritmeku dengan terus menyerang, dengan harapan bisa memojokkanku)”


Suasana dari para penonton terlihat ramai dengan nama Tang Shin yang berkibar dengan jelas dari telinga ke telinga. Di antara ramainya para penonton, terlihat Sheng Tong dan Qing Yao yang duduk berdampingan melihat sengitnya pertarungan tersebut.


“Situasinya terlihat buruk untuk Liu Shan. Dia terus dipaksa bertahan oleh Tang Shin yang melemparkan serangan beruntun,” gumam Sheng Tong.


“Iya, kalau terus seperti ini dia bisa saja kalah,” sahut Qing Yao.


“Wah, aku tak menyangka kau akan mengatakan hal seperti itu untuk muridmu sendiri,” ujar Sheng Tong.


“Aku hanya mengatakan fakta berdasarkan berjalannya situasi pertarungan. Siapa tahu, di tengah pertarungan ada angin yang datang merubah alurnya,” jelas Qing Yao.


Kata-katanya yang dibalut dengan senyuman tipis itu membuat Sheng Tong terdiam dengan kebingungan. Dia yang berbalik melihat arah pertarungan yang masih terlihat sama.


Liu Shan yang terus di pojokkan dengan serangan beruntun pun tidak bisa melakukan apapun selain bertahan.


“(Kurasa sampai di sini saja)”


Salah satu pukulan yang datang ke arahnya, Liu Shan tepis dengan membuangnya ke luar. Dalam hitungan detik, dia mengeluarkan tekniknya.


“Tiga pukulan beruntun!”


[ Skill : Tiga pukulan beruntun – telah diaktifkan ]


Dak dak dak!


“Uagh!” erang Tang Shin yang terhempas mundur ke belakang.


Situasi terlihat berbalik setelah rusuknya dihantam oleh serangan Liu Shan. Dengan reaksi para penonton yang dibuat terdiam dengan kedua mata dan mulut terbuka lebar. Suasana berubah sunyap dalam sekejap mata dengan tepukan tangan yang terhenti.


Tang Shin yang memegang rusuknya pun mengangkat kepala dan menatap Liu Shan di depan. Tubuhnya yang kesakitan tak sanggup untuk menahan diri hingga membuatnya terbungkuk dengan satu lutut.


“Ugh!”


Di lain sisi, Liu Shan berdiri tegak dengan tatapan datar padanya.

__ADS_1


“Sampai di sini saja. Alur pertarungan akan berubah.”


__ADS_2