Endless System

Endless System
Bab 65


__ADS_3

Guan Liu yang mendengar hal itu langsung menoleh ke belakang sembari berlari. Di sana, dia melihat betapa mengerikannya tatapan Liu Shan dari jauh. Langkah kakinya berusaha untuk semakin cepat.


Tetapi, apa daya jika berada di hadapan Liu Shan? Dengan skill ‘sprint’ miliknya, dia dapat mengejar Guan Liu secepat kilat.


Dan sebelum Guan Liu sadari, Liu Shan sudah berada tepat di depannya.


“Guan Liu, urusan kita belum selesai kan?”


“Uwaaa!!”


Guan Liu menahan langkah kakinya dan berusaha untuk berlari ke arah sebaliknya. Namun, pukulan telak dari Liu Shan telah mendarat lebih dulu di perutnya.


Buaak!!


“Uaaghh!!”


Erangan penuh rasa sakit yang menyebar ke tubuhnya. Seolah setiap inci dari bagian tubuhnya mati rasa. Kedua kakinya terasa lemas dan membuatnya terjatuh ke tanah. Memuntahkan seluruh isi perutnya sebab pukulan Liu Shan.


“Uaackkhh! Uhuk, uhuk, uhuk!”


Melihat Guan Liu membungkuk penuh kesakitan, Liu Shan berdiri tegap di depannya. Dengan tatapan yang memadang ke bawah terlihat seperti sedang merendahkan Guan Liu. Dia yang melirik dan menatap balik pun merasakan penghinaan yang luar biasa.


Guan Liu tidak terima terhadap hal tersebut.


“Jangan menatapku dengan sepertiku. Memangnya kau siapa, hah?!”


Dia berusaha bangkit berdiri dan mengayunkan tinjunya. Tetapi, Liu Shan dengan mudah bisa menghindari serangan itu dan berbalik mematahkan pergelangan lengan milik Guan Liu di belakang punggungnya.


Krak!!


“Agghhh!!!” erang Guan Liu.


“Jangan memaksakan dirimu. Semua orang yang kau bawa telah tiada. Kau tidak bisa melakukan apapun,” sahut Liu Shan.


Perasaan takut semakin naik ke tenggorokan Guan Liu. Dia bahkan sudah hampir kehilangan ritme nafasnya sampai membuatnya sesak sendiri.


“Ja- jangan! Ka-kau … kalau kau berani membunuhku, kau pasti akan di keluarkan dari akademi. Dan juga kakakku tidak akan melepaskanmu!” teriak Guan Liu.


“Aku tidak peduli dengan kakakmu. Tetapi, aku peduli terhadap posisi kak Yao yang telah mengundangku masuk ke dalam akademi. JIka aku membunuhmu di sini, maka hanya akan menghancurkan reputasi kak Yao,” jelas Liu Shan.


Dari ucapannya itu, Liu Shan langsung melepaskan Guan Liu sembari mendorongnya mundur.

__ADS_1


“Ugh!” erang Guan Liu.


Dia yang terbebas pun memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit akibat Liu Shan. Sembari menatap kesal dan juga takut, Guan Liu berusaha sok tegar di hadapan Liu Shan.


Di sisi lain ...


“Aku tidak akan membunuhmu. Tetapi, kalau lain kali ada kejadian seperti ini dan kau berusaha mencari masalah denganku lagi. Jangan salahkan aku kalau nyawamu tidak akan kuampuni!”


Sorot mata Liu Shan burubah menjadi setajam silet dan sedingin es. Lagi dan lagi, tak habis Guan Liu di buat gemetar dan banjir akan keringat dingin oleh Liu Shan.


“Awas kau, Liu Shan!”


Dengan rasa sakit yang masih terasa di tubuhnya, Guan Liu berusaha melarikan diri selagi bisa.  Meninggalkan pemandangan mengerikan yang di buat oleh Liu Shan setelah membantai habis sepuluh orang yang dia bawa.


Alih-alih darinya, Xiong yang melihat semua hal itu dari awal hingga akhir membuka mata beruangnya lebar-lebar. Keringat dingin bahkan bercucuran dan dia tak bisa berhenti gemetar.


“(Su-sulit dipercaya! Dia berhasil menang melawan sepuluh orang dengan bantuan pil kultivasi di tingkat petarung master bintang satu. Tak hanya itu, dia bahkan tidak terlihat berkeringat sama sekali dan semua orang habis terbunuh dengan tangan kosong. Sebenarnya… siapa dia?!)”


Di kala Xiong sedang takjub dan takut terhadap pemandangan itu, tiba-tiba saja Liu Shan menarik pandangannya dan menatap ke arahnya.


Perasaan takut itu menjadi semakin meroket tinggi dan bahkan membuat bulu halus Xiong menjadi tegang. Karena dia berdiri di atas bahu Xiao Lin dan sedang menutupi telinganya, Xiao Lin merasakan perasaan aneh dari Xiong.


“Xiong? Ada apa?” tanya Xiao Lin.


Di sisi lain, Liu Shan berjalan perlahan menghampiri mereka. Raut wajah dan auranya berubah seketika dan menunjukan sifat tenangnya seperti biasa.


“Maaf, malah membuat kalian menunggu,” ucap Liu Shan.


“E-eh, Shan. Sudah selesai?” tanya Xiao Lin.


“Iya,” sahut Liu Shan.


“Xiong, tolong buka tanganmu dari telingaku,” ucap Xiao Lin.


“A-aah … maafkan aku nona,” sahut Xiong.


Xiong melepaskan tangannya dari telinga Xiao Lin. Tetapi, tatapan matanya masih sempat melirik ragu ke arah Liu Shan. Liu Shan sendiri yang menyadarinya hanya membelas dengan senyuman tipis tanpa menunjukan sebuah perasaan mengancam.


Di sisi lain, Xiao Lin perlahan ingin membuka matanya. Tetapi, Xiong langsung sadar akan perbuatan Liu Shan yang telah membantai habis sepuluh orang sebelumnya. Dia langsung memberikan kode berupa lirikan mata yang bergantian.


Dan secara cepat, Liu Shan langsung menyadari maksud lirikan itu.

__ADS_1


“A-ah, Lin’er. A-ayo kita ke arah sana!” ucap Liu Shan sembari memutar balikkan Xiao Lin ke arah belakang.


Pada saat buka mata, Xiao Lin kebingungan dan juga langsung menatap ke pemadangan dalam hutan yang lebat.


“Eh, a-ada apa? Bagaimana dengan orang bernama Guan Liu tadi?!” tanya Xiao Lin.


“Tidak ada apa-apa kok. Ayo ayo, kita jalan lagi. Liontin-liontin itu tidak akan menunggu kita untuk mengambilnya agar lolos dari pelatihan ini” sahut Liu Shan


Liu Shan mendorong Xiao Lin seolah memaksanya dengan pelan-pelan agar tidak melihat pemadangan mengerikan yang dia buat. Hanya Liu Shan, Xiong dan Guan Liu sendiri yang mengetahui hal tersebut. Dan tidak ada lagi, untuk saat itu.


***


Terlewat begitu saja. Liu Shan sebisa mungkin ingin membuat Xiao Lin menjauh dari pemandangan penuh darah dan kesadisan itu. Mereka berjalan lebih dalam ke hutan sembari perlahan-lahan membuat Xiao Lin lupa akan pertemuan dengan Guan Liu.


Klang klang!


Liontin yang di pegang dan di hitung oleh Xiao Lin masih terhitung sama seperti sebelumnya.


“29 Liontin… sepertinya ini cukup agar bisa lolos di pelatihan ini” gumam Xiao Lin


“Benarkah? Kelihatannya peserta pelatihan ini sangat banyak. Jadi pasti ada orang yang memiliki liontin lebih banyak” sahut Liu Shan


“Ah, benar juga. Berarti kita harus mencari liontinnya lebih banyak lagi!” ucap Xiao Lin yang menjadi semangat kembali


“Aku akan membantu nona dengan sekuat tenaga!” sahut Xiong.


“Hehe, terima kasih Xiong.”


Xiao Lin mengelus lembut kepala Xiong ketika mendengar ucapannya.


Di sisi lain, Liu Shan hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut. Tetapi, tiba-tiba saja dia mendengar sebuah dengunan nyaring yang hampir membuat gendang telinganya meledak.


Perasaan sakit itu membuat perhatian Liu Shan teralihkan. Langkah kakinya terhenti dan kedua tangannya terfokus untuk menutupi telinganya.


“Ucckkh!”


“Sh-Shan, ada apa?!”


“Ugghh!”


Suara nyaring itu tak kunjung berhenti menyiksa gendang telinga Liu Shan. Sampai tiba-tiba, suara nyaring itu berhenti untuk sesaat dan berganti menjadi suara yang penuh tekanan kuat.

__ADS_1


“Manusia, nyalimu cukup besar karena berani bertindak sesukanya di hutanku”


__ADS_2