
Semua orang menajamkan tatapan mata mereka dan tertuju kepada lelaki tersebut. Dan ketika dia berdiri di atas arena yang hancur lebur, lelaki tersebut membuka tudung kepalanya.
Mata hitam gelap berpadu jelas dengan rambutnya. Kulit putih yang pucat memiliki postur tubuh tinggi setara dengan Liu Shan. Dan seketika wajahnya terekspos di publik, semua orang tertegun diam melihatnya.
“Kau … Tao Xihan?!” gumam Sheng Tong.
Waa!!
Bisikan para penonton menjadi berisik dalam sekejap. Nama Tao Xihan adalah orang yang seharusnya dihadapi Liu Shan di babak ketiga turnamen akademi Liliang.
Setelah menunda pun, keberadaan Tao Xihan tidak dapat ditemui oleh para pengurus akademi. Oleh karena itu memunculkan sebuah perdebatan di antara para penonton yang tak terima dengan hasil kemajuan Liu Shan ke babak semi-final sebelumnya.
“Eh, Tao Xihan?!”
“Tunggu, dia ternyata ada?!”
“Wah, apa ini? Kalau dia ada, seharusnya Liu Shan belum tentu masuk ke dalam semi-final!”
“Hah, apa yang kau bicarakan? Kau tak lihat bagaimana pertarungan Hao Fenhua dan Liu Shan barusan? Mana mungkin Tao Xihan bisa menghentikannya.”
“Memang benar, tapi setidaknya harus ada kesempatan adil. Aku bukan membicarakan siapa yang kuat atau yang lemah, tetapi ini masalah keadilan.”
Perdebatan di antara para penonton berlangsung selagi Tao Xihan berjalan mendekati Liu Shan dan Qing Yao.
“Guru Qing Yao, maafkan aku karena datang di waktu terlambat seperti ini. Tapi, muridmu, Liu Shan tidak sah untuk memenangkan final ini.”
Qing Yao menajamkan tatapan matanya. Dan ketika dia ingin membalas kata-kata Tao Xihan, tiba-tiba saja Bai Ling datang menengahi.
“Sebagai pembawa acara, aku bisa mengatakan bahwa pertarungan antara kau dan Liu Shan sudah di tetapkan secara sah. Bahwa kau telah mundur dan gugur dari pertandingan.”
Penjelasannya itu hanya memberikan sebuah pernyataan yang sebenarnya Tao Xihan sudah tahu. Tetapi, hal itu sudah sangat benar dan membuatnya terdiam sejenak. Dan tak lama kemudian, Bai Ling melanjutkan kata-katanya.
“Lagipula, kenapa juga kau baru muncul sekarang?”
Tao Xihan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Mata yang dipejamkan pun perlahan terbuk dengan sebuah sorotan mata bergaris dengan warna hitam merah melapisinya.
“Hah, tubuhku bergetar karena tidak bisa menahan diri.”
Sorot mata yang berubah itu membuat semua orang membuka lebar kedua mata.
“Matanya-!” gumam Sheng Tong.
Di kala Liu Shan sedang babak belur, tiba-tiba saja ada suara yang masuk ke dalam kepalanya.
“(Nak, menjauh dari sana!)”
__ADS_1
Walau dia bingung, tetapi tubuhnya secara refleks menuruti ucapan tersebut. Liu Shan sontak menarik pinggang Qing Yao sembari melompat mundur. Dan sesaat setelah hal tersebut, tiba-tiba saja Tao Xihan meluapkan sebuah ledakan energi Ki.
Duar duar duar!
“Uwa!!”
Hembusan angin datang begitu kuat. Menghempaskan orang-orang, bahkan termasuk Liu Shan sendiri hingga terbentur ke dinding arena.
Di lain sisi, ledakan energi Ki itu masih mengamuk. Berpadu dengan dentuman tanah yang dahsyat dan pusaran angin yang menggila. Di tengah kekacauan tersebut, Tao Xihan yang berdiri pun terlapisi oleh energi Ki hitam pekat.
Kulit tubuhnya mulai meleleh. Membuka seluruh isi tubuhnya dari mulai serat otot hingga beberapa bagian organ dan tulang-tulang. Dan secara cepat, kulitnya kembali beregenerasi. Seluruh penampilannya berubah dalam sekejap, Tao Xihan yang orang-orang tahu pun menghilang tepat di depan mata.
Mata hitam sepekat langit malam. Rambut perak yang panjang sebahu dengan figur tubuh maskulin, bersamaan dengan kulitnya yang putih pucat.
Lelaki yang berada tepat di depan mata mereka semua itu memiringkan sedikit kepalanya. Senyuman tipis datang dengan sorotan mata yang menajam, terutama kepada Qing Yao.
“Lama tak jumpa, guru.”
Qing Yao tertegun diam ketika dia berusaha untuk bangkit berdiri. Kedua mata terbuka lebar dengan nafas yang terhenti sejenak.
“Mustahil … Ming Xiao?!”
Nama tersebut terdengar familiar bagi Liu Shan. Dia mengingat bahwa Qing Yao dan Sheng Tong sempat menyinggung nama murid tersebut ketika mereka berada di ruang naga.
Selagi dirinya terdiam melihat sosok Ming Xiao, Bai Ling dan Sheng Tong telah bergerak lebih dahulu. Energi Ki yang mengalir di dalam lengan mereka diayunkan kuat dari kedua sisi yang berbeda.
Slep!
Tubuh Ming Xiao sontak di telan oleh gumpalan energi Ki hitam. Dia berpindah posisi jauh di tengah arena yang hancur lebur.
“Guru Sheng Tong, guru Bai Ling, begitukah cara kalian menyambut murid terhormat di akademi Liliang?” ujar Ming Xiao.
“’Terhormat’ apanya? Kau sudah tak menjadi bagian akademi setelah menyerahkan diri kepada para iblis!” bentak Sheng Tong.
Liu Shan membuka lebar kedua matanya setelah mendengar kata-kata Sheng Tong. Dan tiba-tiba saja, suara yang sebelumnya ada di dalam kepalanya kembali berbicara.
“(Nak, kau mendengarku?)”
“(Suara ini … terasa familiar!)”
“(Benar, ini aku Xuan Wudan. Aku berbicara padamu melelalui telepati Ki dari dalam dimensi alam dewa)”
Tak habis pikir bagaimana Liu Shan bisa berkomunikasi dengan Xuan Wudan dalam pikiran. Namun, dari cara bicara Xuan Wudan tidak terdengar seperti sedang ingin berbicara santai.
“(Nak, orang itu berbahaya. Dia bukan lagi manusia, tubuhnya sudah menjadi iblis dengan kekuatan yang mengerikan. Ini bukan pertarunganmu lagi)”
__ADS_1
Di lain sisi, Ming Xiao berdiri di hadapan para kultivator hebat dari akademi Liliang. Senyuman tipis sembari membuka lebar kedua lengan ke samping terlihat bagaimana dia sangat nyaman dan tak terancam oleh keberadaan mereka.
“Ada apa, guru? Kau terlalu terkejut melihat murid kesayanganmu ini kembali ke akademi?” ujar Ming Xiao.
Qing Yao bangkit berdiri menggertakan gigi.
“Jangan bercanda. Satu-satunya hal yang aku banggakan darimu adalah ketika tetua Khan mengusirmu dari akademi!”
“Haah, kejam ya. Inilah kenapa aku benci kalian para manusia.”
“Kau berbicara seolah kau bukanlah manusia sebelumnya, Ming Xiao.”
Ming Xiao sempat terdiam sejenak. Namun, sorotan matanya kemudian berubah tajam sembari memudarkan senyuman. Energi Ki yang meluap di sekujur tubuhnya memberikan sebuah tekanan yang berbeda bagi mereka.
“Memang benar, dulu aku juga seorang manusia. Tapi, itu adalah diriku yang lemah. Rapuh dan tidak bisa mempertahankan diri. Tapi sekarang, semua itu sudah berubah. Menjadi iblis adalah puncak kekuatan dari segala kehidupan. Dengan menjadi iblis, aku bisa mencapai titik ini sebagai seorang kultivator. Lihatlah, kekuatan abadi yang aku raih!”
Wosshh!
Luapan energi Ki hitam itu menjadi semakin ganas. Badai energi Ki kembali mengamuk di sekitar arena, membuat orang-orang di sekitar terhempas dan bahkan terluka.
“Aghh!”
“Hei, cepat lari! Lari!”
Semua orang berteriak ketakutan selagi berlari tabrak satu sama lain untuk keluar dari arena. Sedangkan Ming Xiao tersenyum licik sembari menjentikan jari.
Ctak!
“Mari kita berikan sedikit hadiah untuk akademi yang telah membesarkanku.
Sebuah gulungan pun keluar di dalam telapak tangannya. Ming Xiao membuka panjang gulungan tersebut sembari menyalurkan energi Ki di dalamnya.
“Guru, apa bagimu gulungan ini tidak terasa familiar?”
Kedua mata terbuka lebar. Nafas tertahan seolah tak percaya akan gulungan dengan motif naga di belakangnya.
“Mustahil-!”
Qing Yao sontak berbalik ke belakang.
“Sheng Tong, Bai Ling, evakuasi semua orang dari sini. Gulungan itu-!”
Ming Xiao menepuk kedua tangannya menjadi satu. Menyalurkan energi Ki hitam ke dalam gulungan sembari mengeluarkan pusaran angin yang menyatu ke langit yang gelap.
Wosshh!
__ADS_1
“Mari kita lihat kebangkitan klan iblis sekali lagi!”