Endless System

Endless System
Bab 87


__ADS_3

Mendengar ucapan kakaknya saat itu membuatnya terdiam sejenak. Liu Siyue teringat kembali kemampuan yang Tang Shin tunjukan di beberapa pertarungan sebelumnya.


Dia mengalahkan lawannya tanpa harus mengeluarkan usaha besar. Entah dengan cara menghentikan pergerakannya, ataupun mengeluarkan mereka dari arena.


Liu Shan berdiri di sampingnya sembari mengatakan beberapa hal.


“Tang Shin itu kuat. Istirahatlah, kau akan membutuhkan semua energimu untuk mengalahkannya,” ujar Liu Shan.


“Aku tahu,” sahut Liu Siyue sembari menunduk diam.


Tak hanya dari kemampuannya saja, tetapi Tang Shin juga orang yang mengamankan posisi pertama di pelatihan hutan Shenmi, sebelum Liu Shan. Liu Siyue sadar bahwa perjalanan yang harus dia tempuh di dalam turnamen itu sangatlah berat.


Kemudian, dia mengangkat kepalanya dan menatap Liu Shan dengan kedua mata dengan sorotan melebar. Namun, terlihat membara seolah menyiratkan sebuah arti di dalamnya.


“Pertarungan ini memang berat. Tetapi, kalau memang ingin jadi yang terhebat, mana mungkin jalan yang aku lalui akan mudah?”


Ucapannya itu disertai dengan senyuman tipis di wajah. Walau keringat mengalir dari dahi dan wajah terlihat tegar, Liu Siyue memasang diri dengan kuat untuk menempuh jalan yang berat di hadapannya.


Liu Shan sendiri yang melihat adiknya seperti itu pun tidak bisa berkata-kata. Dia hanya tertawa dengan sedikit hembusan nafas keluar dari hidung.


“Hmph, kau kadang-kadang gila ya,” gumam Liu Shan.


“Hah, kok gila?!” keluh Liu Siyue.


“Kau sendiri tahu, tapi kau masih mengatakan hal semacam itu,” sahut Liu Shan.


“Memangnya tidak boleh? Kan mau tidak mau!” bantah Liu Siyue.


Liu Shan berbalik dan berjalan ke arah pintu keluar sembari melambaikan tangannya.


“Iya iya, semangat terus. Aku akan menunggu di semi-final, adikku.”


Klak!


Pintu ditutup sembari Liu Shan berjalan keluar dari sana.


Di lain sisi, di tengah arena sudah ada Bai Ling yang kembali mengisi acara.


“Baiklah, semuanya. Waktu istirahat telah selesai, sekarang kita akan langsung masuk ke dalam ronde ketiga turnamen akademi Liliang!”


Waa!!


Sorakan meriah dari para penonton membuat suasana di dalam arena tetap terjaga. Seiring berjalannya waktu, mereka terus disajikan dengan pertarungan yang memukau mata dan adrenalin.


Bai Ling menarik arah tangannya ke sebelah kanan terlebih dahulu.


“Di sebelah kanan, kalian bisa lihat peserta laki-laki tampan yang telah memenangkan pertarungannya dengan hasil yang tidak di duga. Pertarungan paling mengesankan yang masih membekas di kepala semua orang, bagaimana dia menghentikan pergerakan seseorang hanya dengan sebatas tatapan mata saja. Ini dia, Liu Shan!”


Waaa!


Respon penonton terlihat berbeda dibandingkan pertama kalinya Liu Shan masuk ke dalam arena tersebut. Sebagian bersorak meriah melihatnya, dan sebagian juga masih memiliki ketusan tajam dari mulut mereka.


“Wah, dia lagi.”


“Iya kan? Dia orang yang menang dengan cara aneh.”


“Tapi, aku agak penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya.”

__ADS_1


“Hmph, palingan juga dia akan melakukan trik aneh lagi untuk memenangkan pertarungan ini.”


“Hei, jangan bicara begitu. Memangnya kau tahu apa?!”


“Di dalam turnamen bergengsi seperti ini, tidak heran kalau orang-orang mau memenangkannya. Tidak terlepas juga dari orang yang berniat curang untuk menang.”


Alih-alih dari ucapan para penonton, Liu Shan berjalan masuk ke dalam arena. Begitu dia sudah sampai, Bai Ling langsung mengganti arah pandangannya ke lawan arah sembari mengulurkan tangannya.


“Di sisi sebaliknya, kita bisa melihat taring baru dari akademi Liliang. Seorang murid dari asrama laki-laki yang telah menunjukan hasil pertarungan sengit dan meriah. Ini dia, Tao Xihan!”


Waaa!!


Sorakan meriah datang menyambut Tao Xihan sembari melihat ke arah lorong di sebelah kiri.


Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan ….


Waktu terus berdetik. Namun, tidak ada seorang pun yang keluar dari dalam lorong tersebut. Penonton yang bersorak ria kini menjadi berbisik sembari menoleh ke kiri dan kanan.


“Apa yang terjadi?”


“Dia belum datang?”


Liu Shan saat itu terdiam kebingungan juga.


“(Aneh, dia tidak datang juga. Apa dia masih istirahat?)”


Pikirnya begitu. Tetapi, hal sepenting turnamen akademi Liliang ini mana mungkin seseorang akan lupa. Dia pun mendekat dan berbisik pada Bai Ling.


“Guru Bai Ling, apa dia tidak datang?” bisik Liu Shan.


“Seharusnya sih ga mungkin,” sahut Bai Ling.


“Mungkin kau bisa mengulur waktu dengan menunjukan aktraksimu,” ujar Bai Ling sembari tersenyum tipis.


“Kau bercanda kan? Kau kira orang-orang di sini ingin lihat demonstrasi latihan kultivasi? Mereka datang untuk melihat pertarungan,” balas Liu Shan.


“Hehehe, aku bercanda doang kok. Jangan terlalu serius seperti itu,” ucap Bai Ling.


Di lain sisi, Bai Ling sontak memberikan kode gestur dari matanya untuk para panitia lain dari acara turnamen tersebut. Beberapa orang dari mereka sontak bergegas keluar untuk mengatasi hal tersebut.


Liu Shan menyadari dengan cepat dan kembali berbisik padanya.


“Sekarang gimana?”


“Sudah, kau ikuti saja alurnya. Aku dan para petinggi lainnya akan mengurus hal ini nanti.”


Bai Ling pun berjalan beberapa langkah ke tengah arena.


“Umm, maaf semuanya. Peserta Tao Xihan masih belum juga ada kabar. Untuk menyajikan pertarungan yang adil dan dapat dinikmati semua orang. Kami akan mengundur pertarungan pertama dari ronde ketiga turnamen akademi Liliang.”


Keluhan dari seluruh area penonton terdengar dengan jelas. Bagaimana mereka menghembuskan nafas panjang sembari melempar bahu kembali di kursi yang mereka duduki.


Setelah pengumuman tersebut, Liu Shan pun berjalan keluar ke arah lorong arena. Dirinya menunduk diam sembari berjalan terus.


“(Aneh. Acara bergengsi seperti ini, seharusnya tidak akan dilewatkan begitu saja. Terutama bagi seorang peserta sepertinya)”


Bagaimanapun juga, Liu Shan adalah seorang agen rahasia di kehidupan sebelumnya. Rasa penasaran tinggi dan jiwa lamanya seolah bergejolak kembali ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Namun, ketika dia ingin berjalan keluar dari arena, Liu Shan berpas-pasan dengan Tang Shin di dalam lorong.


Dia menatap Tang Shin dengan wajah datar sebagaimana Tang Shin juga melakukan hal yang sama. Di antara mereka berdua tetap terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah bahu mereka melewati masing-masing, Tang Shin lah yang pertama kali berhenti melangkah dan menarik perhatiannya.


“Liu Siyue … dia adikmu kan?” gumam Tang Shin.


“Lalu?” sahut Liu Shan.


“Sebelum pertarungannya di mulai, aku ingin meminta maaf. Aku harap adikmu tidak keras kepala dan berakhir terluka berat,” ujar Tang Shin.


Perhatian. Itulah kata yang muncul di dalam kepala Liu Shan saat mendengar ucapan Tang Shin di sana.


“Terima kasih. Tapi bukankah terlalu sombong untuk berbicara seperti itu?” ucap Liu Shan.


“Kalau begitu anggaplah kau tidak dengar apapun,” sahut Tang Shin.


Langkah kaki Tang Shin bergerak menuju ke arah arena. Sedangkan Jun berjalan sebaliknya.


* * * *


“Baiklah semuanya. Karena pertandingan pertama dari ronde ketiga telah di undur, kita akan langsung masuk ke dalam pertandingan kedua!”


Bai Ling mengulurkan telapak tangannya ke arah kanan sembari mengeraskan suara.


“Di sebelah kanan, kalian dapat melihat laki-laki tampan yang memenangkan pertandingan dengan kemampuan elegannya. Di antara para penonton, dia di juluki sebagai ‘Sang Juara penonton’. Ini dia, Tang Shin!”


Waaa!!


Kemunculan Tang Shin di arena telah merubah suasana dengan cepat. Orang-orang berteriak tak karuan memanggil namanya.


“Tuan Tang Shin!”


“Tang Shin, lihat kemari!”


“Wohooo, Tuan Tang Shin!”


Alih-alih dari hebohnya situasi tersebut, Bai Ling langsung mengganti ke arah kirinya.


“Dan dari sebelah kiri, kita kedatangan nona muda dengan kemampuan memukau di pertandingan sebelumnya. Dia melawan pujaan para lelaki, nona Xu Xiao dengan hasil pertarungan yang spektakuler. Usaha keras dari seorang nona cantik ini telah membawanya hingga ke dalam ronde ketiga turnamen akademi Liliang. Ini dia, Liu Siyue!”


Waaa!


Sorakan demi sorakan berbalas ulang terus-menerus. Nama Liu Siyue di teriakkan oleh para penonton di area, hingga para murid laki-laki yang telah membentuk fanbasenya sendiri.


“Nona Liu Siyue!”


“Semangat nona Liu Siyue!”


“Kak Siyue, hajar dia!”


Keduanya berdiri di atas arena, menatap satu sama lain selagi terjun ke dalam suasana pertarungan. Atmosfer dari arah penonton telah membuat keduanya terasa seolah setara dari dukungan.


Di lain sisi, Liu Siyue mengingat kata-kata kakaknya. Tang Shin sangat kuat, oleh karena itu dia jauh lebih waspada dibandingkan waktu melawan Xu Xiao sebelumnya.


“(Sebelum menemui kakak, aku harus mengalahkannya dulu)”


Dari luar arena, Bai Ling berteriak.

__ADS_1


“Pertarungan kedua dari ronde ketiga turnamen akademi Liliang. Tang Shin melawan Liu Siyue, di mulai!”


__ADS_2