Endless System

Endless System
Bab 48


__ADS_3

Mata yang penuh dengan kebulatan tekad itu terpancar jelas dan dapat dirasakan langsung oleh tetua Khan. Terasa seperti hipnotis dan masuk langsung ke dalam perasaan Liu Shan sendiri.


“Baiklah. Aku serahkan padamu.”


Penyerahan keputusan dari tetua Khan membuat seisi ruangan sontak terkejut. Mereka membuka lebar mata dan mulut mereka dan menyahut satu kata yang sama.


“APA?!”


Sheng Tong yang lebih mengerti tentang medis dan berkata bahwa tidak bisa menyembuhkannya langsung membantah keputusan tetua Khan.


“Tetua Khan, ini nyawa cucu anda! Kau membiarkan seorang murid baru menangani hal ini?!” bantah Sheng Tong


“Sheng Tong, aku setuju dengan anak ini. Seseorang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan bisa maju. Bahkan jika harus mempertaruhkannya nyawanya sekalipun, kau harus berani” sahut tetua Khan


“Tetapi-!”


Sheng Tong yang masih bersikeras pun tak lagi di hiraukan oleh tetua Khan. Dia berbalik jalan menghampiri Liu Shan sembari menepuk pundaknya.


“Gunakan waktu yang kau punya nak. Aku mengandalkanmu” ucap tetua Khan.


Ucapan semangat itu membuat Liu Shan sontak membuka lebar kedua matanya. Dia menoleh dan melihat tetua Khan yang berjalan melewatinya hingga keluar dari ruangan. Begitu juga dengan Qing Yao yang berdiri di samping Liu Shan dan berbisik di telinganya.


“Liu Shan, jangan gegabah”


Qing Yao berjalan keluar mengikuti tetua Khan. Dan untuk Sheng Tong, dia masih menggertakan giginya dan kepalan tangan kuat seolah masih tak terima dengan keputusan itu. Dia berjalan mendekat dan menatap tajam ke arah Liu Shan.


“Bocah …”


Panggil Sheng Tong yang membuat Liu Shan menarik pandangannya ke depan.


“JIka terjadi sesuatu pada cucu tetua Khan, kau lah orang yang pertama kali akan menanggung akibatnya!”


Sheng Tong berucap seolah sedang mengancam Liu Shan. Tetapi, jauh di lubuk hatinya Liu Shan mengerti kalau Sheng Tong hanya sedang khawatir terhadap kondisi Xiao Lin. Dan sudah sangat logis kalau mempercayai Liu Shan yang tak punya latar belakang ilmu medis, maka hanya akan terlihat sama seperti orang bodoh.


Namun, Sheng Tong tidak bisa membantah keputusan tetua Khan. Dia pun berjalan melewati Liu Shan setelah menyampaikan hal itu. Diikuti dengan kedua orang tua Xiao Lin yang berjalan di belakangnya.


Sebelum mereka keluar, Liu Shan berbalik dan memanggil ibu Xiao Lin.


“Nyonya,” panggil Liu Shan.


Wajah yang penuh dengan linang air mata itu menoleh dan menatap sedu ke arah Liu Shan.


“Aku membutuhkan nona untuk membantuku. Tetapi, ini juga akan sangat beresiko bagi nyawa anda!”


Sang ibu tertegun diam ketika melihat tatapan mata dan permohonan Liu Shan. Dia berganti pandangan dan melihat ke arah suaminya yang mengangguk pelan seolah berusaha mempercayai Liu Shan.


“Jika itu cukup untuk menyelamatkan nyawa putriku, maka aku rela melakukannya!” sambung ibu Xiao Lin

__ADS_1


Setelah melihat respon, ibu Xiao Lin langsung berjalan menghampiri Liu Shan dan di tinggal berdua di dalam kamar bersama dengan Xiao Lin.


Liu Shan berbalik dan melihat ke arah Xiao Lin yang masih terbaring di atas ranjang dan menahan erangannya. Urat dari seluruh tubuhnya terlihat begitu tegang seolah dapat meledak kapan saja. Gertakan gigi yang begitu kuat dan juga mata yang terbuka lebar tak kunjung tahan dari rasa sakit itu.


“UUGGHH!!!”


Liu Shan dan ibu Xiao Lin langsung menghampirinya.


“Liu Shan, apa yang harus kulakukan?!” tanya ibu Xiao Lin.


Liu Shan membuka salah satu telapak tangannya dan mengeluarkan jarum akurpuntur yang dia dapatkan dari sistem sebelumnya.


“Aku akan menggunakan teknik akurpuntur untuk menekan kutukan iblis ini. Nyonya, tolong angkat tubuh Xiao Lin dan ….”


Ibu Xiao Lin langsung melaksanakan perintah dari Liu Shan. Namun, sesuai dengan perkataan Sheng Tong, ketika dia menyentuh tubuh Xiao Lin, tubuhnya langsung terbakar dan terinfeksi kutukan iblis itu.


“Uckh!” erang ibu Xiao Lin.


“Nyonya!” teriak Liu Shan yang khawatir.


“Aku tidak apa! Selanjutnya apa?!” sahut ibu Xiao Lin


“Selanjtunya, tolong lepaskan pakaiannya....”


Ibu Xiao Lin tertegun ketika mendengar hal tersebut. Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang baru dia temui menyuruhnya untuk membuka pakaian putrinya? Tetapi, nyawa sedang di garis pertaruhan dan tidak ada waktu baginya untuk meragukan Liu Shan.


Ibu Xiao Lin langsung membuka pakaiannya putrinya. Di banding apa yang di lihat dari sisi depan, Liu Shan langsung terkejut ketika melihat bagian belakang tubuh Xiao Lin sudah tertutup oleh bercak kutukan iblis itu.


Jarum demi jarum di selipkan di seluruh sela jarinya. Liu Shan berdiri tepat di belakang Xiao Lin dan bersiap untuk menusukkan jarumnya.


“Aku mulai!” gumam Liu Shan.


Ibu Xiao Lin sontak mengangguk terhadap aba-aba dari Liu Shan. Dan pada saat itu, Liu Shan segera menyalurkan energi Kinya ke dalam jarum akurpunturnya. Dia mengayunkan jarumnya dan menusuk tepat di titik akurpuntur tubuh Xiao Lin.


Slep … slep …!!


Kedua mata Xiao Lin membuka lebar dan bersama dengan mulutnya yang berteriak kesakitan.


“AACCKKHH!!!”


Tusukan jarum tersebut menjadi pemicu awal yang dimana ledakan energi Ki iblis mulai meledak seperti saat Sheng Tong berusaha menyembuhkannya.


Dum … dum …!!


Sekali … dua kali … tiga kali … dan keempat kalinya, Liu Shan dan ibu Xiao Lin berusaha untuk menahan ledakan tersebut.


“Ugh!” erang Liu Shan

__ADS_1


“Berapa lama lagi?!” tanya ibu Xiao Lin.


“Sebentar … lagi. Aku hanya perlu menekan titik terakhir!”


Liu Shan yang berusaha bertahan agar tak terhempas oleh gelombang Ki iblis, mulai mengeluarkan satu jarumnya lagi. Dia melihat tubuh Xiao Lin yang perlahan kulitnya mulai kembali menjadi warna seputih susu. Bercak kutukan iblis itu tersisa di satu titik terakhir yang ada tepat di bagian belakang lehernya.


“Titik terakhir, kena kau!”


Slep.….!!


Jarum yang menusuk titik terakhir langsung membuat respon terbesar dari dalam tubuh Xiao Lin.


“AAHHH!!!”


Teriakannya itu membuat sebuah ledakan energi Ki yang begitu besar. Dan Liu Shan sendiri di masuki oleh energi Ki iblis itu dan pandangan matanya berubah gelap hingga kesadarannya di bawa entah kemana.


Pandangannya melihat kilasan ingatan yang bergerak begitu cepat. Makhluk dengan bentuk tubuh dan energi mengerikan, seorang laki-laki yang terlihat meninggalkan akademi Liliang dan kembali dengan tubuh serta kemampuan yang jauh lebih mengerikan. Memporak-porandakan isi akademi dan juga berusaha untuk menangkap seseorang.


Dari pandangan Liu Shan, kilasan itu adalah pecahan ingatan Xiao Lin. Sebuah ingatan buruk yang bahkan membuat Liu Shan berkeringat dingin ketika kembali sadar dan membuka kedua matanya.


“(Tadi itu… apa?!)”


Di kala Liu Shan kebingungan, efek ledakan energi Ki tersebut membesar dan bahkan membuat ibu Xiao Lin sendiri yang kembali memakaikan baju Xiao Lin tak sanggup menahan tubuhnya lagi.


“Ahh!” teriak ibu Xiao Lin yang terhempas ke belakang.


“Nyonya!”


Teriak Liu Shan yang langsung melompat mundur dan menangkap ibu Xiao Lin. Efek ledakan energi Ki itu tidak berlangsung lama. Setelah mereda, Liu Shan langsung memfokuskan perhatiannya pada ibu Xiao Lin yang ada di dalam lengannya.


Liu Shan melihat tubuhnya yang sudah terkontaminasi oleh kutukan iblis milik Xiao Lin. Titiknya berada tepat di bagian kedua lengannya dan juga bagian kiri wajahnya. Nafas yang terengah-engah dan juga tubuh yang begitu panas seolah setara dengan magma merapi.


“(Masih belum terlambat! Efek kontaminasi ini baru saja terjadi, jadi bisa kutekan dengan cepat!)”


Tangannya di buka dan kembali mengeluarkan jarum akurpuntur yang dia miliki di dalam tas sistem. Jarum itu di ayunkan dan langsung menusuk ke tiga titik yang masih terkena kutukan iblis.


Slep …!!


“Ugh!” erang ibu Xiao Lin.


Erangan kecil itu pun tak separah milik Xiao Lin sendiri. Kontaminasi dari kutukan iblis itu berhasil Liu Shan tekan. Dia melihat ibu Xiao Lin mulai tenang dan kehilangan kesadaran. Begitu juga ketika Liu Shan mengangkat kepalanya dan melihat Xiao Lin sendiri yang terbaring di atas ranjang dengan tenang.


Tak ada lagi bercak hitam dari kutukan iblis yang terlihat di kulit mereka. Tidak ada teriakan penuh kesakitan dan keputuasaan menghantuinya.


Liu Shan yang melihat kondisi tersebut, sontak bersandar di dinding dan menghela nafas lega.


“Haah … aku … berhasil”

__ADS_1


Dia tersenyum tipis dan bangga. Menyelamatkan nyawa seseorang adalah hal pertama yang Liu Shan lakukan di dalam dunia tersebut. Dan juga, dia bisa menghentikan kenyataan pahit dari perpisahaan sebuah keluarga untuk Xiao Lin dan kedua orang tuanya.


“Syukurlah …”


__ADS_2