Endless System

Endless System
Bab 82


__ADS_3

Pergerakan Zhang Ninging terlihat tidak ingin membuang banyak waktu. Dia yang mengeluarkan sejumlah aura Ki pun, segera mendorong tubuhnya sekuat tenaga ke depan.


Grak!


Tang Shin membuka lebar kedua matanya begitu melihat Zhang Ninging datang dengan kecepatan penuh. Ayunan dari telapak tangannya langsung dia tepis ke samping, sebelum Zhang Ninging melepaskan sebuah ledakan Ki.


Duar!


Ledakan tersebut membuat penonton terkejut sekaligus heboh kegembiraan.


Waa!


“Ledakan Ki. Teknik yang bagus,” gumam Tang Shin sembari menahan pergelangan tangan Zhang Ninging.


“Terima kasih,” sahut Zhang Ninging.


Dak!


“Ugh!”


Tang Shin sempet terkecoh sesaat, sehingga Zhang Ninging bisa keluar dan menghantamnnya dengan ayunan kaki dari samping.


Begitu Tang Shin terdorong ke samping, di dalam jeda waktu itu Zhang Ningning sontak melemparkan ledakan Ki beruntun di hadapannya.


“(Aku tak bisa menang melawannya secara langsung. Karena itu, aku akan menyelesaikannya dengan setiap kesempatan yang ada!)”


“Hyah!”


Duar duar duar!


Serangan brutal yang tidak kunjung berhenti itu membuat Tang Shin hanya bisa memasang kedua lengannya di depan untuk menahan serangan yang datang. Para penonton menggigit jari begitu melihat jagoan mereka terlanda situasi itu.


“Tang Shin, ayo!”


“Jangan menyerah, keluar dari sana!”


Benar-benar arena yang dipenuhi oleh pendukungnya semua. Atmosfer di sana berubah dengan cepat seolah memberikan semangat pada Tang Shin, namun membuat rapuh Zhang Ningning yang melawannya.


Setelah beberapa lama, serangan Zhang Ninging akhirnya berhenti. Dia terlihat kesulitan untuk bertahan berdiri setelah menguras begitu banyak Ki dalam waktu singkat. Namun, pikirnya itu sepadan. Karena, dia berharap bahwa Tang Shin akan terkena luka yang berat hingga kesulitan juga untuk bertahan di arena.


asap tebal yang menutupi arena membuat semua orang penasaran. Emosi yang campur aduk mereka satukan hanya dengan menggigit jari dan menguatkan diri.


Begitu angin datang berhembus, asap yang menghilang itu memperlihatkan Tang Shin berdiri dengan kokoh tanpa luka. Kecuali kedua lengan bajunya yang robek akibat menahan serangan Zhang Ninging.


Waaa!


Penonton bersorak ria melihat jagoannya masih berdiri di sana. Sedangkan Zhang Ningning di landa oleh kejutan dahsyat yang membuatnya terkesiap sejenak.


“(Mustahil. Dia tidak terluka sama sekali setelah semua seranganku itu?!)”


Liu Shan yang sedang berdiri di tengah kursi penonton tidak memalingkan pandangannya dari pertarungan. Dia melihat bagaimana Tang Shin secara kokoh menahan serangan Zhang Ningning dari awal hingga akhir. Raut wajahnya terlihat datar seolah tak terkejut sama sekali.


[ Nama : Tang Shin ]


[ Umur : 19 tahun ]


[ Tingkat : Petarung master bintang dua ]

__ADS_1


[ Nama : Zhang Ningning]


[ Umur : 19 tahun ]


[ Tingkat : Petarung master bintang satu ]


Sistem memperlihatkan status dari keduanya yang sedang bertarung. Liu Shan memang tahu bahwa dalam tingkatan kultivasi, Tang Shin lebih tinggi.


“(Tapi, ini hanya berbeda satu bintang. Seharusnya tidak berbeda terlalu jauh dalam kekuatan. Lalu kenapa?)”


Di lain sisi, Tang Shin menurunkan kedua tangannya. Sorot mata yang terlihat dingin bersamaan dengan raut wajah datar membuat tekanan kuat bagi Zhang Ninging untuk bertahan berdiri.


“Kau tidak lemah. Kalau kau latihan dengan giat, aku yakin kau bisa menjadi seorang kultivator berbakat. Tapi maaf, aku harus mengambil kemenangan ini,” ujar Tang Shin.


Zhang Ningning menggertakan giginya dengan kuat. Dia membuka telapak tangannya dan melepaskan sejumlah ledakan energi Ki lagi.


Duar!


Tang Shin mengangkat satu lengannya untuk menahan serangan tersebut.  Dia merasakan perubahan energi dari bagaimana Ki yang Zhang Ningning keluarkan.


“Ini lebih lemah dari sebelumnya. Kau sudah kehabisan Ki, jangan memaksakan diri lagi,” ujar Tang Shin.


“Berisik, aku tidak menyerah begitu saja. Aku … aku juga punya mimpi!” bantah Zhang Ningning.


Setelah perkataannya, hal itu membuat Tang Shin terdiam. Dia tersenyum tipis sembari sorot matanya berubah serius dalam sekejap.


“Aku menganggumi tekadmu itu. Sebagai rasa hormat, aku tidak akan menahan diri lagi.”


Selagi menahan serangan yang datang, Tang Shin justru melesat maju sekuat tenaga. Dia menangkis seluruh ledakan energi Ki yang Zhang Ningning keluarkan.


“(Celaka!)”


Beruntungnya, Zhang Ningning sempat melompat mundur. Ayunan tangan Tang Shin yang terlapisi oleh energi Ki saat itu menghantam hancurkan lantai arena.


Bruak!


Waaa!


Penonton berteriak heboh begitu melihat aksi Tang Shin yang akhirnya serius.


“(Aku harus memberi jarak. Kalau terus seperti ini-!)”


Dalam hitungan detik, Tang Shin merubah pergerakannya menjadi lebih cepat. Kini, dia menyusul tepat di hadapan wajah Zhang Ningning yang baru saja melompat mundur.


“(Cepat sekali!)”


Tang Shin tidak berhenti mendesaknya. Dia melempatkan pukulan bertubi-tubi, selagi Zhang Ningning kewalahan untuk terus melompat mundur sembari menghindari setiap serangannya.


“(Ugh, dia keras kepala sekali. Dia terus mendesakku seperti ini)”


Tapi, di tengah situasi itu Zhang Ningning tersadar. Bahwa pukulan yang Tang Shin keluarkan tidaklah akurat. Sehingga dia masih bisa menghindarinya terus-terusan.


Sampai pada akhirnya ….


Slep!


“Ah!”

__ADS_1


Bruk!


Dia terjatuh keluar dari arena. Penonton terdiam sejenak, lalu bersorak ria melihat kemenangan Tang Shin saat itu.


Waa!


“Pertarungan telah selesai. Pemenang pertarungan kedua, Tang Shin!”


Di lain sisi, Zhang Ningning membeku diam seolah tak percaya. Dia mengangkat wajahnya dan melihat Tang Shin yang menatapnya hingga berjalan berbalik meninggalkannya.


Saat dia terjatuh di sana, Zhang Ningning sadar bahwa semua itu sesuai rencana Tang Shin. Dia menggertakan giginya kesal dan hanya bisa memukul tanah di sampingnya.


Bruk!


“Sial!”


Di area penonton, terlihat Liu Shan yang menyadari apa yang baru saja Tang Shin lakukan. Dia memang dengan sengaja melemparkan pukulannya secara cuma-cuma. Dia hanya berusaha untuk mendesak Zhang Ningning hingga dia tidak sadar dengan situasi yang dia alami. Memaksanya untuk terus mundur dan menghindar, sampai dia membuat kesalahan sendiri.


“(Tidak hanya kuat, dia juga cerdik ya)”


Sama seperti Xiao Lin, Liu Siyue dan Hao Fenhua yang menyadari perbuatan Tang Shin barusan.


“Wah, dia membuatnya menari di atas telapak tangannya,” gumam Xiao Lin.


“Penonton lain mungkin tidak memahaminya. Tapi dia sengaja melakukan hal itu,” sambung Hao Fenhua.


Untuk seseorang seperti Tang Shin, dia bisa dikatakan sebagai ‘jagoan penonton’. Oleh karena itu, reputasinya juga mungkin akan terlihat buruk jika harus menghajar seorang perempuan secara langsung. Oleh karena itu, dia memilih untuk membuat Zhang Ningning mengeluarkan diri dari arena dengan strategi tadi.


“Jujur saja, dia cukup menarik,” gumam Hao Fenhua.


* * * *


Setelah pertarungan tersebut, turnamen dilanjutkan dengan pertarungan Liang Muchen melawan Zhou Liu. Pertarungan itu cukup sengit, namun berakhir dengan kemenangan di ambil oleh oleh Liang Muchen.


“Pertarungan ketiga telah selesai. Pemenangnya, Liang Muchen!”


Waaa!


Sorakan heboh dari para penonton mengikuti selesainya pertarungan tersebut. Liang Muchen yang keluar dari pertarungan tersebut pun memberikan Bai Ling ruang untuk memberikan pengumuman.


“Baiklah, untuk tetap membawa alur dari para penonton tetap meriah. Kami akan langsung memasuki pertarungan keempat!”


Bai Ling mengarahkan tangannya ke sisi kanan arena.


“Di sisi kanan, kalian dapat melihat gadis menawan yang memasuki arena. Cucu langsung dari pendiri akademi, tetua Xiao Khan. Siapa yang tidak akan menantikan aksinya di dalam arena?!”


Dengan perkenalan seperti itu, semua orang sontak menjadi heboh.


“Nona Xiao Lin!”


“Semangat, putri Lin!”


“Nona Lin, jangan gentar. Kau adalah bunga akademi Liliang!”


Xiao Lin yang berjalan masuk ke dalam arena pun menahan malu mendengar namanya disorak seperti itu. Namun, dia hanya bisa menunduk untuk menutupi wajahnya yang merah.


Tak lama, Bai Ling kembali mengambil alih situasi.

__ADS_1


“Di sisi kanan, kita dapat melihat ada tuan muda pewaris langsung keluarga Guan. Taring baru yang menunjukan giginya di akademi Liliang sebagai salah satu keluarga besar di dalam dunia kultivasi. Guan Liu!”


__ADS_2