
Setelah itu, mereka langsung ke salah satu ruangan kosong. Kebetulan, ruangan tersebut adalah kamar Xiao Lin sendiri. Selagi mereka berdua masuk bersamaan, Liu Shan melihat seisi ruangan tersebut.
Kamar dari seorang gadis yang dia lihat untuk kedua kalinya itu membuat Liu Shan pertama kali datang menyembuhkan Xiao Lin dari kutukan iblis.
Di lain sisi, Xiao Lin yang terlihat gelisah pun terlihat mondar-mandir terus-menerus. Dia merapihkan setiap sisi kamarnya secepat mungkin.
“(Astaga, kenapa aku malah bawa dia ke kamarku! Apa jangan-jangan kita akan- Aku … tidak, tidak. Jangan berpikir yang aneh-aneh, Xiao Lin!)”
Xiao Lin menggelengkan kepalanya berulang kali. Sedangkan Liu Shan yang melihatnya pun menjadi khawatir dan mendekat.
“Lin’er, kau tidak apa?”
“Um, tidak apa-apa kok. Jangan khawatirkan aku.”
Ucapan Xiao Lin yang menahan wajahnya dari tersipu malu pun membuat Liu Shan menjadi semakin khawatir. Keduanya sudah jelas berada di situasi yang salah paham satu sama lain, tetapi Liu Shan bertindak lebih dulu.
Dia langsung duduk di atas ranjang dan mengarahkan tangannya ke depan.
“Lin’er, kemari.”
Cara Liu Shan memintanya itu membuat situasi menjadi semakin canggung dan salah paham berlanjut terus. Namun, Xiao Lin tidak menolak sama sekali. Dia justru berjalan perlahan sembari duduk di sampingnya.
“Berbaliklah,” ujar Liu Shan.
Walau sempat kebingungan, tetapi Xiao Lin terus menuruti ucapannya. Dia memejamkan mata sembari mengesampingkan rambut hitamnya yang panjang. Memperlihatkan bagian belakang leher dan punggungnya yang seputih susu dan sehalus sutra.
Dari belakang, Liu Shan memang sempat terpana melihat tubuh Xiao Lin yang indah. Namun, dia tidak teralihkan lama dan langsung membuka panel sistem.
Ting!
“(Sistem, berikan aku jarum akurpuntur)”
[ Perintah diterima. Membuka ‘Voluminous Backpack’ ]
Jarum akurpuntur itu muncul tepat di dalam telapak tangannya. Dan sebelum melakukan tekniknya, Liu Shan berbisik.
“Xiao Lin, bisa kau turunkan sedikit pakaianmu?” tanya Liu Shan.
Permintaan kali ini membuatnya benar-benar terkejut. Walau Liu Shan berada di belakangnya, tetapi Xiao Lin merasa sangat malu ketika harus membuka bajunya terlebih dahulu.
“Pakaianku?!” sahut Xiao Lin.
“Maaf, aku tidak akan melihat aneh-aneh kok. Tapi ini diperlukan kalau kau ingin merasa lebih enak,” ujar Liu Shan.
Setiap kata-kata yang keluar menjadi lebih ambigu dari biasanya. Xiao Lin menangkap ambiguitas itu ke arah yang salah.
“Ba-baiklah. Tapi, tutup matamu dulu,” pinta Xiao Lin.
Liu Shan langsung berbalik dan menutup matanya agar Xiao Lin merasa lebih nyaman. Dan perlahan, Liu Shan mendengar kain baju yang Xiao Lin kenakan bergesekan dengan kulit tubuh.
Sreeet!
__ADS_1
Kamar yang hening itu hanya dipenuhi suara Xiao Lin yang melepas bagian atas pakaiannya perlahan-lahan.
“Su … sudah.”
Ketika dia bebalik dan membuka matanya, Liu Shan dibuat terkejut melihat bagian atas tubuh Xiao Lin terlihat tanpa busana. Kulit putih seputih susu itu turun dari leher hingga ke bagian belakang pinggang. Untuk sejenak, Liu Shan terpana dan terdiam seolah tak tahu harus melihat ke mana.
Sampai Xiao Lin,
“Shan, jangan diam melihatku saja. Aku … bisa malu tahu.”
Xiao Lin mengatakan itu sembari menutupi setengah wajahnya yang memerah malu dengan pakaiannya. Cara dia mengatakannya membuat Liu Shan pun tersadar kembali akan tatapannya yang terasa aneh.
“Ah, maaf. Tapi, kenapa kau lepas semua pakaianmu?” ujar Liu Shan sembari memalingkan wajahnya.
Namun, lirikan matanya tidak bisa di tahan. Dia terus berulang kali melihat ke arah tubuh indah Xiao Lin. Sedangkan Xiao Lin pun juga sama malunya dengan dia.
“Apa yang kau bilang? Tadi kau kan suruh aku untuk buka pakaianku,” sahut Xiao Lin.
“Aku memang menyuruhmu untuk menurunkan pakaianmu, bukan membukanya,” jelas Liu Shan.
Dalam sekejap, Xiao Lin terdiam membeku dalam kebingungan. Kedua matanya melebar sembari menatap Liu Shan dengan hampa.
“Aku hanya ingin menekan kutukan iblis yang tersisa di tubuhmu, itu saja.”
“EH?!!!”
Wajahnya tidak tahan dengan rasa malu. Kini dia menutupi seluruh wajah dengan pakaiannya sembari tengkurap di atas ranjang.
Situasi berubah canggung semakin cepat. Liu Shan pun sadar bahwa dirinya memang tidak terlalu jelas saat berbicara dengan Xiao Lin dari awal.
“Tidak, ini salahku juga. Harusnya aku mengatakannya dari awal.”
Xiao Lin langsung berusaha untuk bangun lagi. Dia memberikan punggungnya kepada Liu Shan sekali lagi. Dia menggelengkan kepala sembari menjawabnya.
“Sudahlah, tidak apa. Lagipula sudah sejauh ini, aku … aku tidak masalah kok,” sahut Xiao Lin.
“Ba … baiklah.”
Liu Shan sendiri sadar bahwa situasi itu benar-benar canggung. Dia menelan ludahnya sendiri sembari menarik nafas dalam-dalam.
“Shan, tolong pelan-pelan.”
“Iya.”
Dia menenangkan diri dengan cepat. Setelah atmosfer ruangan itu kembali normal, Liu Shan kembali fokus terhadap tujuannya. Dan perlahan, Liu Shan mengeluarkan sejumlah Ki dari sekujur tubuhnya. Aliran Ki tersebut dia alirkan seketika membuka kedua mata.
Woshh!
Liu Shan melihat gejolak energi Ki yang ada di dalam tubuh Xiao Lin. Sedikit bercak yang muncul di bagian kiri bahunya itu adalah kutukan iblis yang terlihat dari luar. Namun, energi Ki yang ada di dalam terlihat cukup kacau.
Energi Ki terbagi menjadi dua bagian. Untuk manusia dan Ki yang terlepas bebas di alam, itu adalah energi Ki tipe ‘Yang’ . Sedangkan energi Ki hitam yang di miliki oleh para klan iblis adalah energi Ki tipe ‘Yin’.
__ADS_1
“(Seperti cahaya dan kegelapan. Keduanya tidak bisa menyatu sama sekali. Energi Ki ‘Yin’ dari kutukan iblis itu terus meronta di dalam tubuh Xiao Lin hingga memakan energi Ki ‘Yang’ yang ada di dalam tubuhnya. Kalau terus seperti ini, meridian milik Xiao Lin akan rusak. Dan ….)”
Xiao Lin dapat mati atau menjadi seorang iblis.
Melihat hal tersebut membuat Liu Shan semakin yakin untuk menghapus kutukan itu seutuhnya. Dia menyiapkan jarum akurpunturnya dengan aliran Ki.
“Aku mulai.”
Xiao Lin mengangguk siap untuk pengobatan tersebut. Dan dalam sekejap, Liu Shan menusukkan jarum akurpunturnya di titik tertentu.
Slep slep slep!
“Uckh!”
Jarum yang menembus kulitnya menimbulkan sebuah tolakan energi Ki dari dalam.
Woshh!
Energi Ki Yin yang bersemayam di dalam tubuh Xiao Lin mengamuk kuat hingga menggetarkan seisi ruangan.
“Ukkhhh!”
“Tahanlah, Lin’er!”
“Teknik Rahasia : Jarum Kompas Penghancur!”
[ Skill : Teknik Rahasia ; Jarum Kompas Penghancur – telah diaktifkan ]
Skill yang dia keluarkan saat itu membentuk sebuah energi Ki yang berukir di belakang tubuhnya. Sebuah jarum kompas yang mengarah ke empat direksi berbeda membuat indera dan fisiknya menjadi lebih tajam.
“Hyah!”
Dak!
Dorongan Ki terakhir yang Liu Shan berikan menekan energi Ki Yin tersebut seutuhnya. Amukannya dapat diredam dengan cepat dengan kerusakan minim. Liu Shan menarik keluar energi Yin yang ada di dalam tubuh Xiao Lin ke dalam genggamannya.
Dia melihat energi Ki Yin yang hitam pekat dengan bau dan hawa yang mencekam. Sorot matanya berubah tajam sembari membakar habis sisa Ki tersebut dengan Ki miliknya sendiri.
Woshh!
Namun bagi Xiao Lin yang menahan rasa sakit itu sudah menguras seluruh energi di tubuhnya. Dia yang kehilangan tenaga langsung lemas dan ditangkap oleh Liu Shan.
“Lin’er!”
Nafasnya terdengar terengah-engah dengan keringat yang membahasi kulit halusnya. Liu Shan yang memegang tubuhnya pun dapat mengetahui hal itu.
“Sudah selesai. Dengan ini, kutukan iblis itu sudah menghilang dari tubuhmu sepenuhnya. Kau tidak lagi terbelenggu, Xiao Lin.”
Xiao Lin sudah berada di ambang batas tenaganya. Dia berusaha untuk tersenyum dan mengelus lembut wajah Liu Shan.
“Terima kasih, Shan.”
__ADS_1
Matanya terpejam tidur setelahnya. Liu Shan segera melentangkan tubuh Xiao Lin di atas ranjang tersebut untuk membiarkannya istirahat. Melihatnya yang tertidur tenang tanpa kutukan iblis bersemayam di dalam tubuhnya lagi membuat Liu Shan turut tenang.