Endless System

Endless System
Bab 05


__ADS_3

Hari pun telah berganti dan hari yang menjadi waktu pameran kekuatan telah tiba. Liu Shan yang sedang berada di dalam kamarnya pun melirik keluar kamar dan mendapatkan lorong rumahnya yang terlihat seorang pelayan sedang berjalan seorang diri.


Dia berbisik memanggil pelayan tersebut dari dalam kamar.


“Pssst! Hei, kau!”


Pelayan perempuan tersebut berbalik dan menyadari dirinya yang terpanggil oleh tuan mudanya. Dirinya segera menghampiri Liu Shan dan menunduk hormat kepadanya.


“Tuan muda, Xiao nian menghadap padamu. Ada apa memanggil Xiao nian?”


“Ibu, ayah serta adik-adikku. Apa mereka semua sudah pergi ke pameran kekuatan?”


“Sudah tuan muda. Mereka telah berangkat beberapa menit yang lalu”


“Baguslah kalau begitu!”


Liu Shan segera membuka pintu dan keluar dari kamar mengenakan pakaian khususnya dahulu untuk berlatih dan membawa sebuah jubah coklat di tangannya. Walaupun Xiao nian hanyalah seorang pelayan keluarga Liu, dia yang melihat tuan mudanya berganti pakaian pun terlihat sedikit bingung.


“Xiao nian, tolong bantu aku jangan beritahu siapapun kalau aku pergi keluar” bisik Liu Shan dengan menaruh satu jari telunjuknya di depan bibir


Namun, Xiao nian sebagai seorang pelayan yang di perintahkan seperti itu terlihat sedikit takut. Karena sebelumnya dia di berikan pesan oleh Shen Tian, ibu dari Liu Shan untuk menjaga kediaman Li bersama dan juga tuan mudanya, yaitu Liu Shan.


Sebelum Liu Shan berjalan lebih lanjut dari lorong itu, Xiao nian memanggilnya sembari menunduk hormat.


“Tu-tuan muda. Maafkan hamba, tetapi tolong tahan sebentar!”


Panggilan dari Xiao nian membuat langkah kakinya terhenti dan Liu Shan segera menoleh kembali ke arahnya.


“Ada apa?”


“Maaf atas kelancangan Xiao nian, tuan muda. Tetapi, nyonya telah memerintahkan Xiao nian untuk menjaga tuan muda agar tidak terluka. Jika tuan muda pergi keluar dan di ganggu oleh penduduk di luar, maka….”


Apa yang Xiao nian ucapkan itu cukup logis di dengar Liu Shan. Semua orang kini hanya tau bahwa dia adalah tuan muda lemah yang hanya bisa berlindung atas nama keluarganya sendiri. Terlebih lagi, jika dia pulang pun terluka dan terlihat oleh ibunya, maka Xiao nian akan menerima hukuman.


Liu Shan mengerti akan maksud dari ucapan tersebut. Namun, dia tidak bisa berhenti di sana dan mencoba untuk meyakinkan Xiao nian.


“Xiao nian, angkat kepalamu”


Pelayan itu mengangkat kepalanya sesuai perintah. Dan ketika dia menatap ke arah tuannya, tiba-tiba saja sebuah energi Ki yang begitu kuat terasa layaknya hembusan angin yang menggetarkan jiwa dan raganya.


Kedua mata Xiao nian terbuka lebar dan tubuhnya membeku diam. Tidak ada satupun hembusan angin yang terasa normal seperti itu. Dan karena hanya ada Liu Shan yang berdiri di depannya, Xiao nian langsung mengetahui bahwa aura Ki tersebut di keluarkan olehnya.


Liu Shan hanya tersenyum tipis dan berharap kepada Xiao nian untuk mempercayainya.


“Apa kau percaya padaku sekarang?”


Xiao nian pun menunduk hormat kepadanya.


“Xiao nian percaya! Tuan muda, tolong berhati-hati di perjalanan anda”


“Terima kasih, Xiao nian”


Setelah mendapatkan kepercayaan dari pelayannya dalam kemampuan yang dia tunjukan, Liu Shan segera berbalik dan pergi ke tempat pameran kekuatan itu di selenggarakan.


Di sisi lain, Xiao nian yang melihat kepergian tuan mudanya pun terlihat tersenyum senang sembari melihat ke arah cerahnya langit di pagi hari.


“Nyonya, tuan. Tuan muda telah kembali”

__ADS_1


* * *


Tepat di tengah kota Feng yang sedang menyelenggarakan pameran kekuatan itu di datangi oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Sebuah acara yang di adakan setiap tahun dengan kunjungan dari beberapa keluarga besar dan juga akademik kultivasi ternama, yaitu akademi Liliang.


Semua orang pasti akan datang ke acara tersebut untuk menyaksikan para kultivator muda menunjukan taring mereka di dalam arena.


Di sisi barat tempat duduk, terdapat Shen Tian, bersama dengan suaminya, Liu Hanbei. Dan juga kedua putrinya, Liu Ming dan Liu Siyue. Adik termuda terlihat sang gelisah dengan menoleh ke kiri dan ke kanan mengharapkan janji Liu Shan yang akan datang ke acara tersebut.


“Uuhh… dimana kakak? Acaranya sedikit lagi akan di mulai!”


Suara bisikan Liu Ming kepada dirinya sendiri itu membuat Liu Siyue yang duduk di sebelahnya menoleh ke arahnya. Gadis cantik yang memiliki warna mata yang sama dengan adiknya. Wajah yang menawan dan tubuh yang memiliki lekukan indah, serta rambut panjang hitam kecoklatan yang sangat anggun terkibas membuat pandangan mata laki-laki di sekitar tertuju padanya.


“Ada apa, Mingming?”


“Eh?! Ti-tidak kok kak. Hanya sedikit menghilangkan rasa gugup saja”


Mingming yang mengingat bahwa Liu Shan berniat memberikan kejutan pun berusaha mencari alasan untuk menghindari rasa curiga dari Liu Siyue.


Namun, Liu Siyue yang mendengar adiknya berkata sedang gugup pun mengelus kepalanya.


“Mingming, tidak perlu gugup. Kau adikku yang hebat, pasti kau bisa membuat orang-orang yang ada di sini terpukau!”


“Hehe! Terima kasih kak”


Melihat Mingming tersenyum manis di depannya, Liu Siyue yang gemas terhadapnya pun mencubit kedua pipinya dan bermain-main dengannya.


“Aaw~ Mingming, adik kecilku. Kau terlalu manis, kakak tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu!”


“Ka-kakak! Hentikan, pipiku akan menjadi merah jika di cubit seperti itu!”


Kedua gadis yang sedang bergurau itu pun di tegur lembut oleh ibu dan ayahnya yang duduk sedikit lebih tinggi di belakangnya.


“Kalian berdua, dengarkan ucapan ibu kalian” sambung Liu Hanbei


“Baik….” sahut kedua gadis perempuan itu


Kedua gadis itu pun berhenti untuk bergurau. Dan tiba-tiba saja, sekumpulan orang datang dan duduk jauh di seberang arena keluarga Liu sedang duduk.


Liu Siyue yang melihat ke depan, melihat adanya seorang gadis yang terlihat sangat menawan dengan rambutnya yang berwarna merah muda dan di urai panjang terlihat sangat serasi dengan gaun dan kulithnya yang seputih susu.


Namun, Liu Siyue terlihat tidak terpukau sama sekali. Dia bahkan menunjukan tatapan kesal terhadap gadis itu dan menggertakan gigi dengan keras seolah memiliki dendam besar.


Mingming yang melihat raut wajah kakaknya begitu menakutkan pun berusaha bertanya.


“Kakak? Ada apa?”


“Mingming, lihat di depanmu!”


Saat Mingming melihat ke depan, dia melihat gadis yang sama dengan tatapan mata Liu Siyue. Dan sama seperti kakaknya, tatapan mata dan raut wajah Mingming berubah kesal melihat gadis itu.


Mengapa?


Karena gadis itu adalah mantan tunangan kakak mereka, yaitu Xu Xiao. Seorang gadis berbakat dari keluarga Xu, sekaligus seorang kultivator termuda yang menduduki tingkat petarung senior bintang tiga di umur 19 saat pameran kekuatan tahun lalu.


Awalnya, Liu Shan dan Xu Xiao di jodohkan karena mereka berdua sering bertemu, bermain, dan bahkan berlatih kultivasi bersama. Namun, ketika Liu Shan kehilangan seluruh kekuatannya, Xu Xiao menutup mata terhadap pertunangan dan memutuskan hubungan dengan Liu Shan.


Ketika mereka melihat gadis itu datang kembali di dalam pandangan mata mereka, perasaan amarah hanyalah suatu hal yang bisa mendeskripsikan emosi yang meluap-luap di dalam diri kedua adiknya itu.

__ADS_1


“Dia itu-!” gumam Liu Ming


“Iya. Dia perempuan yang membuang kakak ketika kakak sedang kesulitan!” gerutu Liu Siyue


Tatapan mata mereka itu terlihat jelas dan bahkan terasa oleh Shen Tian. Dia memegang lembut kepala kedua putrinya dan berusaha menenangkannya.


“Liu Siyue, Mingming. Bersikap baiklah, ini di tengah acara. Jangan menambah musuh”


Liu Siyue yang menjadi putri tertua di sana, menoleh dan merasa tidak setuju dengan ibunya.


“Tetapi bu, gadis itu telah membuat kakak tersakiti begitu dalam! Bagaimana aku bisa-!”


Dengan senyuman tipis dan menaruh satu jari telunjuknya di depan bibirnya, Liu Siyue sontak terdiam ketika ibunya melakukan hal tersebut.


“Yang terpenting, kini kakakmu sudah baik-baik saja. Dia memerlukan kalian, dan karena itu jangan buat dia khawatir dengan menambah musuh”


“Ba… baiklah….”


* * * *


“Selamat datang semuanya, di acara tahunan pameran kekuatan kota Feng! Tahun ini akan menjadi tahun yang sama untuk menunjukan taring para kultivator muda di kota ini! Termasuk juga, mereka yang bisa memberikan hal mengejutkan dan menarik perhatian, maka akan mendapatkan kesempatan untuk di undang ke dalam akademi Liliang!”


Ucap seorang pembawa acara tersebut sembari mengarahkan pandangan mata semua orang ke sebuah singgasana yang di duduki oleh seorang wanita menawan berambut biru cerah. Perempuan itu adalah Qing Yao, ketua dari organisasi murid akademi Liliang.


Qing Yao berdiri dari singgasananya dan memberikan salam penyemangat kepada para kultivator muda yang akan berpatisipasi.


“Seluruh kultivator muda dan para hadirin sekalian. Aku, Qing Yao akan menjadi perwakilan dari akademi Liliang tahun ini. Seperti yang kalian tahu, akademi Liliang memiliki reputasi yang cukup di kenal dalam menghasilkan kultivator berbakat. Tentu saja, kami ingin mempertahankan hal itu”


“Dan karena itu, aku datang sebagai perwakilan disini akan menyaksikan kemampuan para kultivator muda. Kerahkan seluruh kemampuan kalian, dan masuklah ke akademi Liliang demi menjadi lebih kuat!”


“WAA!! WAAA!!”


Sorakan dari para penonton dan para peserta yang hadir berseru ria akan pembukaan acara tersebut. Tanpa berlama-lama, seluruh peserta di panggil satu persatu dan maju ke dalam arena untuk menempatkan telapak tangan mereka di sebuah batu raksasa yang di memiliki ukiran cina kuno yang tertulis, ‘Gengzhong’ atau di sebut ‘Kultivasi’.


“Petarung junior bintang lima!”


“Petarung junior bintang empat!”


“Petarung senior bintang satu!”


Laki-laki pembawa acara itu berseru akan setiap peserta yang selesai menunjukan tingkat kultivasi para kultivator muda yang berumur kisaran 16 hingga 18 tahun. Acara pameran kekuatan itu sudah mulai memasuki tahap di mana para penonton menginginkan sebuah gemparan dari seorang kultivator muda dengan tingkat yang lebih tinggi.


Dan posisi waktunya sangatlah tepat, karena yang terpanggil saat itu adalah adik Liu Shan dan juga Liu Siyue, yaitu Liu Ming.


“Kini, nona muda dari keluarga Liu. Silahkan maju ke depan!”


Liu Ming yang sudah berada di arena pun berjalan menaikinya dan menempatkan telapak tangannya tepat di depan batu raksasa itu.


Dia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan.


“Fiuuh… kakak… lihatlah aku!”


Sebuah aura Ki yang melimpah pun muncul di sekitar tubuh Liu Ming dan membuat satu arena merasakan sebuah angin sepoi dari kuatnya aura tersebut.


Wooosshhh!


Dan ketika aura itu mulai menyatu ke dalam batu raksasa, ukiran khusus tertulis di depannya dan menunjukan tingkat kultivasi Liu Ming.

__ADS_1


“Ti-tidak di sangka! Liu Ming, gadis termuda di keluarga Liu memiliki tingkat petarung senior bintang tiga!” teriak sang pembawa acara.


__ADS_2