Endless System

Endless System
Bab 29


__ADS_3

Liu Shan yang berkata seperti itu pada Haishe, segera berlari ke arah para manusia itu datang. Demi mengurangi jarak pandang lawan untuk mengetahuinya, Liu Shan berlari dari semak-semak dan menaiki atas pohon. Dari pohon ke pohon, dia melompat-lompat dan melihat setiap lokasi yang dia lewati dari atas.


Setelah beberapa lama kemudian, Liu Shan mendengar suara sekumpulan orang yang sedang berdiskusi. Dia langsung berhenti di salah satu ranting pohon dan menatap ke sekitarnya.


Di saat melihat ke samping kiri, Liu Shan melihat banyaknya orang yang mengenakan perlengkapan seperti seorang pendekar atau kultivator.


“Apa itu mereka?”


Dia mulai mengangkat jarinya dan menghitung berapa banyak orang yang ada.


“34 orang … seperti kata Haishe. Apa yang ingin mereka lakukan?”


Liu Shan berusaha untuk mendekat perlahan dan mendengar dari atas pohon tentang pembicaraan mereka.


“Argh, hutan ini terlalu lebat! Boss, apa dia ada di sini?!”


Salah satu pendekar di belakang yang terlihat seperti seorang bawahan berteriak mengeluh kepada laki-laki yang berdiri di depan mereka semua. Badannya terlihat paling gagah dan besar di banding yang lain, dan membawa sebuah pedang dengan energi Ki kuat yang teraliri di dalamnya.


“Tuan Haochun bilang kalau dia ada di dalam hutan ini! Di banding kalian membuka mulut tak berguna itu, lebih baik buka lebar-lebar mata kalian untuk mencarinya, dasar bodoh!”


Chun itu menggerutu kesal mendengar anak buahnya mengeluh sejak datang ke hutan itu.


Di sisi lain, Liu Shan yang mendengar orang itu menyinggung nama ‘Haochun’, membuatnya terpikirkan oleh satu orang. Ya, orang yang memiliki nama itu hanyalah tuan besar dari keluarga Lian, yaitu Lian Haochun.


Ketika dia menyadari hal itu, Liu Shan langsung bersandar di pohon dan menunduk sembari menahan dagu di atas jari-jemarinya.


“(Apa yang ingin dia lakukan dengan sekumpulan orang ini? 34 orang … tidak mungkin hanya untuk memetik buah-buahan perlu membawa perlengkapan senjata sebanyak itu)”


Di kala Liu Shan kebingungan dalam memikirkan alasannya, dia mulai memperluas jangka pikirannya terhadap lokasi yang di datangi oleh 34 orang itu.Dan pada saat itu, Liu Shan membuka lebar kedua matanya ketika memikirkan suatu spekulasi di dalam kepalanya.


“(Jangan bilang-! Lian Haochun ingin kembali merebut para hewan mistis di hutan ini seperti kata Haishe?!)”


Hal itu terlalu mengerikan jika di pikirkan olehnya. Bahkan, Liu Shan dapat mengetahui seberapa besarnya Haishe akan mengamuk jika dia mengetahui niat mereka. Oleh karena itu, dia merasa bahwa amarah Haishe tidak boleh sampai keluar.


Jika itu terjadi, maka tidak ada yang tahu apakah amarahnya akan membuat dampak ke kota Feng hingga menghancur ratakannya.


Liu Shan segera melompat turun dari atas pohon itu dan mendarat tepat di hadapan Chun dan juga 33 anak buah yang berdiri di belakangnya.


Mereka semua terkejut dengan datangnya Liu Shan secara tiba-tiba. Semua orang memasang senjatanya dan di hunuskan ke arah Liu Shan dengan waspada.


“Bo-bos! Di-dia-!”


Para anak buah di belakangnya terlihat gentar dan senjata mereka bergetar sama dengan tubuhnya seolah ketakutan melihat kehadiran Liu Shan. Sedangkan Chun terlihat lebih tenang dan mengangkat tangannya yang di kepal seolah memberikan sinyal untuk tetap tenang.

__ADS_1


“Heeh … ternyata tuan muda Liu sendiri datang ke hadapan kita”


Di sisi lain, Liu Shan yang baru saja mendarat mengangkat pandangannya dan menatap ke semua orang yang berdiri di hadapannya. Tanpa berlama-lama, Liu Shan langsung masuk ke dalam topiknya.


“Aku peringatkan satu hal, jika kalian ingin mencari masalah dengan penjaga hutan ini, maka lebih baik lupakan saja. Kejadian di masa lalu sudah di maafkannya, sebisa mungkin hindari pertikaian. Demi kalian, dan demi orang-orang yang ada di kota Feng!”


“Maaf, tetapi kami tidak ada niat untuk berhenti di sini! Tuan Haochun sudah menjanjikan kami sesuatu yang besar dengan mengambil kepalamu!”


“Sudah kubilang jangan mencari masalah di hutan in-!”


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Liu Shan menyadari sebuah kejanggalan dari ucapan Chun itu. Dia memiringkan kepalanya dengan tatapan mata kosong layaknya orang bodoh yang kebingungan.


“Tunggu-! Kepalaku?”


“Ya, kepalamu. Tuan muda Liu Shan!”


Chun mencabut keluar pedang yang memiliki aliran Ki yang begitu kuat dengan bibir yang menyeringai lebar seperti orang licik.


Dan di saat itu lah Liu Shan baru menyadari, bahwa ternyata spekulasi yang dia pikirkan ternyata salah. Tujuan asli dari 34 orang yang datang itu di suruh Lian Haochun untuk memenggal kepalanya demi membalaskan dendam.


Tiba-tiba saja, sistem datang tepat di depan matanya dengan notifikasi baru.


[ Misi darurat ]


[ Musuh yang harus di kalahkan : 34 ]


[ Musuh tumbang : 0 ]


Liu Shan menurunkan kedua bahunya dan memutar bola matanya seolah mengeluh kesal.


“Hahh… seharusnya aku menyadari hal ini”


Tanpa menunggunya, Chun menghunuskan pedangnya ke depan.


“Bunuh dia!”


Perintah yang dia keluarkan membuat seluruh anak buahnya bergerak dan mengayunkan serangan mereka ke arah Liu Shan. Pedang, tombak, tinju, atau energi Ki yang di keluarkan secara beruntun itu datang ke arahnya secara bersamaan.


Namun, Liu Shan tidak terlihat gentar dan bahkan tatapan matanya berubah menjadi tajam dan serius dalam sekejap. Tubuhnya bergerak melaju ke arah anak bawah Chun.


Pedang demi pedang, tinju demi tinju dan segala macam serangan dia hindari dan di berikan serangan balik. Hanya dengan satu kali tinju yang Liu Shan kerahkan, setiap orang yang terkena serangannya langsung terhempas mundur dan bahkan terbentur pepohonan tinggi.


Buak bug baakk!

__ADS_1


“Arghhh!”


“Ackkh!”


Tanpa belas kasih, Liu Shan menyerang mereka seolah tiada hari esok. Di pukul hingga terhempas jauh, di hantam ke tanah hingga tengkoraknya berbunyi retak.


Chun yang melihat Liu Shan sanggup melawan puluhan orang sekaligus pun merasa kesal dan menggertakan giginya dengan keras.


“Cih! Orang-orang tidak berguna! Apa semua pekerjaan harus membuatku turun tangan?!”


Di kala Chun sedang menggerutu kesal, Liu Shan yang di hadapi oleh 7 orang terakhir pun di kelilingi dari segala arah.


“Hyaaahh!!!”


Ketujuh orang itu berteriak sembari mengayunkan senjata mereka untuk menusuk dan menebas Liu Shans ecara bersamaan.


Namun, Liu Shan hanya menutup matanya untuk sesaat saja sudah mengumpulkan sejumlah energi Ki alam yang begitu kuat. Liu Shan membuka kedua matanya dan langsung mengeluarkan sebuah ledakan energi Ki hijau di sekitarnya.


DUAAR!!


Gelombang ledakan Ki tersebut membuat ketujuh orang itu terlempar jauh hingga terbentur dinding pohon.


Bruk bruk!


“Acckhh!!”


Liu Shan meneggakkan tubuhnya dan melihat sekitar yang di penuhi oleh 33 orang bawahan Chun. Ada yang tergeletak di tanah, ada yang menyangkut di atas pohon dan ada yang tenggelam di dalam semak-semak.


Dengan bantuan sistem, Liu Shan dapat melihat status dari 33 orang itu hanyalah seorang petarung senior bintang satu hingga empat. Mereka memiliki tingkat yang jauh lebih rendah di bandingkannya, sehingga mudah untuk di kalahkannya.


Tetapi, berbeda cerita ketika dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Chun itu. Dia terlihat menyeringai dengan perasaan kesal yang tersirat di dalamnya.


“Hebat sekali… Seperti yang di harapkan dari tuan muda Liu. Kau sanggup menghabisi seluruh anak buahku!”


Sistem tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan memberikan status milik Chun itu kepadanya.


[ Nama : Feng Chun ]


[ Umur : 32 tahun ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung guru bintang tiga ]


“(Setara denganku ya)” batin Liu Shan.

__ADS_1


__ADS_2