
Melihat skill ‘Copy’ tertera di depan matanya benar-benar memperlihatkan seberapa ‘curang’ nya sistem itu dalam membantunya. Peningkatan kemampuan yang Liu Shan dapatkan dari waktu singkat di dalam dunia kultivator itu melampaui rata-rata orang di sana.
Berbeda jauh dengan kehidupannya yang lama. Dahulu, Liu Shan harus menampilkan dua muka di saat yang sama. Menaiki puncak menjadi seorang agen rahasia tidaklah semudah itu di dunia nyata. Sedangkan di sini, dia memiliki takdir yang bertolak belakang.
Liu Shan mengangkat dan melihat telapak tangannya.
“(Aku merasa … ada yang aneh. Hidupku tidak pernah seberuntung ini. Tetapi begitu di kasih kesempatan kedua, hidupku berubah total)”
Pengetahuan Liu Shan sangatlah luas. Kehidupannya di masa lampau sebagai seorang agen rahasia telah mengasah pemikirannya menjadi begitu tajam. Keberadaan sistem di dalam dunia dengan dirinya sebagai pengecualian itu sudah sangat aneh.
Hal ini membuatnya terpikirkan suatu hal.
Dia membuka halaman sistem dengan panel statusnya.
[ Nama : Liu Shan ]
[ Level : 88 ]
[ HP : 45.000/45.000 ]
[ MP : 3.000/3.000 ]
[ Title : Alchemist ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang dua ]
[ Kelas : Petarung ]
[ Kekuatan : 89 ]
[ Daya Tahan : 72 ]
[ Kelincahan : 74 ]
[ Kecepatan : 74 ]
[ Pengetahuan : 81 ]
Dia melihat status tersebut cukup lama. Dengan jari yang memijat dagu, serta satu lengan berada di pinggang. Matanya menajam seolah sedang berusaha memecahkan suatu hal.
“(Sistem ini … sejak awal kemunculannya sudah sangat mencurigakan. Aku tak tahu apa yang membuatku berpikir seperti ini, tetapi perasaan gelisah tak kunjung hilang dari dadaku)”
Liu Shan merasa tidak enak semenjak skill ‘Copy’ itu datang. Sistem tersebut tak kunjung usai memberikannya kemudahan dalam segala hal. Tapi di lain sisi, hal ini juga memicu perasaan curiganya. Karena tidak ada kebahagiaan yang bertahan lama di dunia.
__ADS_1
“Hmph!”
Dia menggenggam telapak tangannya erat. Kobaran Ki muncul seolah menunjukan semangat api yang membara.
Di tengah situasinya, tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang terbuka.
Kreak!
Pandangan mata berganti ke belakang. Dirinya melihat seorang perempuan yang begitu familiar di mata.
“Oh, ternyata ada orang ya.”
Mata Liu Shan sontak berubah tajam seolah penuh dengan dendam. Satu-satunya perempuan yang ada di dalam akademi yang dapat membuat sorotan matanya berubah seperti itu hanyalah nona Xiao dari keluarga Xu, mantan tunangannya dulu.
“Xu Xiao,” gumam Liu Shan.
“Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini, Shan,” ucap Xu Xiao.
Dia berjalan sembari mengibas rambut coklatnya yang lembut. Tersenyum tipis seolah menyombongkan kecantikannya di hadapan Liu Shan.
“(Sebenarnya aku berbohong. Sebelumnya aku sudah melihat situasi kalau si bodoh Hao Fenhua itu sudah keluar dari tempat ini)”
Otak licik dari Xu Xiao pun tidak ada habisnya. Setelah kembalinya Liu Shan dengan kekuatan kultivasi, dia menjadi menyesal dan kini ingin memanipulasi Liu Shan dengan memenangkan hatinya sekali lagi.
Dia berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di hadapan Liu Shan. Kepercayaan diri yang terlukis di wajahnya terlihat seperti sedang menonjolkan diri, dari mulai penampilan dan bakat yang Xu Xiao miliki membuatnya merasa dapat menaklukan laki-laki manapun.
“Bukan urusanmu,” gumam Liu Shan sembari berbalik badan.
Dia berjalan ke tepi untuk mengenakan seragamnya.
“Wah, dingin sekali. Begitukah caramu berbicara dengan kekasihmu?”
Tubuh Liu Shan sontak membeku diam. Sorot mata berubah semakin tajam dengan kedua lengan yang menahan otot-otot yang ingin meledak.
Tak lama kemudian, Liu Shan berbalik dan berdiri tepat di hadapan Xu Xiao. Kedua mata Liu Shan yang tidak lepas darinya, membuat Xu Xiao tertawa kecil.
“Ada apa? Kau tidak berhenti melihatku daritadi.”
Liu Shan tidak bergeming. Mulutnya tak bergerak dan wajahnya tetap terlihat datar dan dingin di saat yang sama. Di lain sisi, Xu Xiao yang membalas tatapan tersebut pun berusaha untuk menahan diri.
“(Aku tahu dia memang tampan. Tapi, sekarang sangat berbeda. Tak hanya tampan, dia juga penuh kharisma dan aura yang sangat kuat)”
Semakin Xu Xiao memikirkannya, semakin dia ingin memiliki Liu Shan seperti dulu.
__ADS_1
“Bagaimana kabar ayah dan ibu? Mereka baik-baik saja kan?”
Basa-basi dari seorang rubah licik yang sedang berusaha. Namun, yang Xu Xiao tidak tahu adalah Liu Shan telah berubah total. Dia bukan lagi seekor domba yang bisa ditipu, melainkan telah menjadi serigala ganas.
Liu Shan berjalan mendekatinya. Mata antar mata semakin mendekat seolah berjarak hanya satu jengkal.
“Sh-Shan?” gumam Xu Xiao yang canggung.
Mulutnya di arahkan tepat ke belakang telinga Xu Xiao. Dan Liu Shan pun berbisik.
“Seekor rubah tidak akan bisa menang melawan serigala. Trik kecilmu itu sudah basi, Xu Xiao.”
Ucapan Liu Shan memanglah penuh kiasan. Namun, Xu Xiao tidak sebodoh itu untuk tidak memahaminya. Namun, muka duanya sangat tebal. Xu Xiao berlagak polos sembari menunjukan mata berkilap membujuk Liu Shan.
“Apa yang kau katakan, Shan? Aku hanya bertanya tentang kabar ayah dan ibu, memangnya-!”
Plak!
Tangannya yang berusaha untuk meraih langsung di tepis oleh Liu Shan. Matanya memandang rendah sosok Xu Xiao dengan sorot yang tajam.
“Jangan panggil orang tuaku dengan sebutan itu!”
Xu Xiao sontak terkejut melihat Liu Shan menolaknya mentah-mentah. Sekalipun dia tahu Liu Shan adalah kultivator yang hebat, tapi itu adalah pertama kali baginya melihat Liu Shan bisa menunjukan ekspresi tersebut.
Tentu saja, Xu Xiao tidak mundur dengan mudah. Dia mengangkat dagunya seolah tak mau kalah dengan dominasi.
“Liu Shan, aku hanya berusaha baik padamu. Apa jangan-jangan kau masih dendam padaku?” sahut Xu Xiao.
Liu Shan mendekatkan wajahnya dengan kedua mata menatap tepat ke dalam jiwanya.
“Ya, dendam sekali. Aku bahkan muak setiap kali melihatmu,” ujar Liu Shan.
“Kau- keterlaluan. Liu Shan, kau ini laki-laki bukan? Sampai kapan kau akan memendam dendam seperti itu? Lebih baik lupakan saja dan buka lembaran baru!” balas Xu Xiao.
“Kau tidak perlu khawatirkan hal itu, aku memang sudah membuka lembaran baru,” ucap Liu Shan.
Dia berjalan melewatinya begitu saja sembari membuka pintu keluar. Tak lama, Liu Shan terhenti di depan sana sembari berbalik melirik pada Xu Xiao.
“Tapi, kalau kau berani macam-macam lagi, aku takkan segan!”
[ Skill : Bloodlust – diaktifkan ]
Tubuh Xu Xiao sontak membeku begitu tatapannya menyatu dengan Liu Shan. Teror yang mengalir menjalar cepat ke setiap titik tubuhnya. Kedua kakinya terasa lemas hingga gemetaran tiada henti.
__ADS_1
Di lain sisi, Liu Shan pun pergi meninggalkannya di dalam ruangan tersebut. Pintu yang tertutup menjadi perasaan lega bagi Xu Xiao. Tubuh yang lemas dengan nafas terengah-engah membuatnya sontak terjatuh di kedua lutut sembari berkeringat dingin.
“(Aku pikir aku akan mati. Matanya … menunjukan seolah dia siap membunuhku kapan saja. Itu bukan … itu bukan mata Liu Shan yang kukenal!)”