Endless System

Endless System
Bab 99


__ADS_3

Notifikasi yang beruntun datang bersamaan dengan energi Ki yang meluap. Hembusan angin yang menggila membuat semua orang berpegangan sekuat mungkin agar tak terhempas.


“A-apa yang terjadi?!” gumam Sheng Tong.


“Energi Ki macam apa ini?! Aku tak pernah merasakan energi Ki sebanyak ini yang datang di satu titik!” ujar Qing Yao.


Bahkan para petinggi akademi saja dibuat terkejut terhadap ledakan Ki yang Liu Shan berikan. Liu Siyue, Xiao Lin, Xu Xiao, Tang Shin, bahkan semua peserta lainnya dibuat tertegun diam dengan kedua mata yang melebar menatap ke arah arena.


Tidak ada satupun dari mereka yang mengutarakan sepatah kata. Melainkan hanya terkesima dengan bagaimana amukan energi Ki itu berpusat di sekitar Liu Shan.


Di sisi lain, notifikasi beruntun itu datang di dalam jarak pandang Liu Shan.


[ Nama : Liu Shan ]


[ Level : 100 ]


[ HP : 75.000/75.000 ]


[ MP : 5.000/5.000 ]


[ Title : Alchemist ]


[ Tingkat kultivasi telah meningkat dari Petarung master bintang dua menjadi :


Tingkat kultivasi : Petarung master bintang lima ]


[ Kelas : Petarung ]


[ Kekuatan : 100 ]


[ Daya Tahan : 85 ]


[ Kelincahan : 81 ]


[ Kecepatan : 82 ]


[ Pengetahuan : 90 ]


Ting ting ting!


[ Skill baru telah di dapatkan! ]


[ Skill : Jarum Kompas Penghancur - MP -500


Deskripsi : Meningkatkan sejumlah energi Ki yang diserap ke dalam tubuh pemain.


Efek :


- Pemain memiliki perlepasan energi Ki yang luas hingga dapat meningkatkan fisik dan inderanya


- Pemain memiliki kemampuan untuk beradaptasi dalam pola serangan dan pertarungan dalam waktu yang cepat ]


[ Sesuai dengan peningkatan level dan tingkat kultivasi yang drastis, sistem telah memberikan penyesuaian terhadap peningkatan level dan kemampuan skill tertentu ]


Kekuatan meluap yang sontak meroket tepat di depan mata ribuan orang di dalam arena. Hao Fenhua yang merasakan secara langsung perubahan aura dan energi Ki di sekelilingnya.


Dibalik badai energi Ki tersebut, ada Liu Shan yang berkata,


“Padahal kau ingin menang. Tapi malah memberikan nasihat pada musuh sendiri, kau pasti sudah gila ya!”


Wosshh!


Hao Fenhua hanya bisa tersenyum melihat bagaimana penampilan Liu Shan di depannya. Energi Ki yang sedang meluap bahagia bersamaan dengan senyuman di wajahnya merubah aura Liu Shan secara total.


“Apanya yang lucu?”


“Huh?”


“Kau yang minta ini bukan? Seluruh kemampuanku!”


Walau tidak ada yang lucu, tetapi Hao Fenhua tetap tidak bisa menahan diri.

__ADS_1


“Iya, inilah yang aku mau!”


Liu Shan mengusap sisa keringat dari dirinya yang ragu sebelumnya. Dan kini, dia menatap tajam ke arah Hao Fenhua.


“Kau yang minta, jadi jangan mundur setelah semua ini.”


Wosshh!


“Teknik rahasia : Jurus keempat dewa pelindung.”


Meluapnya energi Ki membuat badai yang tak terkontrol di seluruh arena. Sedangkan Hao Fenhua sendiri malah menjawabnya dengan hal yang sama.


“Itu baru yang aku ingin lihat, Liu Shan!”


Dum dum dum!


Getaran dahsyat yang membuat lantai arena hancur hanya dari luapan energi Ki. Para penonton dibuat kesulitan melihat dan menahan diri mereka agar tidak terhempas. Dengan bagaimana keduanya melepaskan energi Ki sebanyak itu telah membuat para petinggi dari akademi bertindak lebih lanjut.


Qing Yao dan Sheng Tong sontak turun menuju ke dalam arena.


“Bai Ling, kalau lebih dari ini akan bahaya!” teriak Qing Yao.


“Kita harus hentikan mereka. Energi Ki yang mereka keluarkan berada di luar kendali!” ujar Sheng Tong.


Bai Ling yang berada di tepi arena pun bergerak mengeluarkan energi Ki dari kedua telapak tangannya.


Di sisi lain ….


Hao Fenhua yang meluapkan manipulasi elemen anginnya membuatnya maju seperti manusia meriam. Tubuhnya di dorong sekuat tenaga sembari menggunakan rotasi angin untuk memperkuat diri.


“Teknik angin : Badai Meriam!”


Liu Shan dengan kuda-kudanya memfokuskan seluruh energi Ki di satu lengannya.


“Bentuk pertama : Kura-kura hitam!”


Duaar!!


“Uwaaa!”


“Apa-apaan ini?!”


“Yang benar saja!”


Dum dum!


Woshhh!


Debu dan asap menyatu menutupi arena. Ledakan Ki yang begitu dahsyat memporak-porandakan seluruh isi arena.


Sesaat setelah langit berubah gelap dan matahari bertukar tempat dengan bulan, kabut yang menutupi arena itu mulai menghilang perlahan.


“Untuk ukuran turnamen murid akademi, mereka bisa mengeluarkan serangan seperti ini benar-benar di luar ekspektasi,” gumam Bai Ling.


Semua orang membuka lebar mata mereka. Mencari-cari keberadaan dari kedua finalis yang tertutup dalam kabut.


“Apa yang terjadi?!”


“Bagaimana dengan finalnya?”


“Siapa yang menang?!”


Wushh!


Angin berhembus datang menipup kabut yang tebal. Perlahan namun pasti, kabut yang tebal memperlihatkan sosok Hao Fenhua yang berdiri menunduk dengan tubuh penuh dengan memar dan luka.


Semua orang menahan nafas mereka. Menatap bagaimana Hao Fenhua berdiri lemas dengan bahu bersandar ditembok, hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Bruk!


“Ha … Hao Fenhua keluar arena,” ujar Bai Ling yang mengumumkan pada para penonton.

__ADS_1


Di lain sisi, Liu Shan masih terlihat sadar. Walau tubuhnya juga tidak terlepas dari luka, tetapi dia masih berdiri di atas arena. Bajunya yang sobek-sobek dengan nafas terengah-engah tak melepas kenyataan bahwa dirinya lah yang terakhir berdiri di dalam arena tersebut.


“Pertarungan final turnamen akademi Liliang telah selesai. Pemenangnya adalah Liu Shan!”


Waaa!!


Penonton sontak heboh dengan hasil yang di umumkan. Serangan dahsyat yang telah memberikan sebuah resolusi di atas arena pun memberikan dampak kejut yang dahsyat.


“Kakak menang, Hahaha. Hebat!” teriak Liu Siyue sembari melompat bahagia.


Xiao Lin yang berada di antara para penonton menghela nafas lega sembari membanting bahunya ke kursi.


Bruk!


“Syukurlah.”


Seiring dia memperhatikannya, Xiao Lin sontak terkejut begitu melihat Liu Shan terjatuh pada satu lututnya.


“(Fenhua, terima kasih)” batin Liu Shan.


Di lain sisi, Qing Yao yang telah turun pun menghampirinya. Raut wajahnya terlihat panik dengan kedua mata terbuka lebar. Dia memegang bahu Liu Shan sembari membantunya berdiri.


“Liu Shan, kau tak apa?”


“Iya.”


Jawab Liu Shan sembari mengangguk pelan.


“Teknik barusan sangat berbahaya tahu. Kau tidak memikirkan orang-orang di sekitarmu? Kalau saja kita tidak turun dan meredam sedikit dampaknya, satu arena ini pasti sudah hancur!”


Liu Shan hanya bisa menunduk diam sembari mendengar ocehan dari Qing Yao. Karena dia tahu dirinya berlebihan dalam turnamen tersebut, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Ucapan Hao Fenhua menusuk tepat ke dalam otak dan hatinya hingga membuatnya tersadar.


“Maaf, kak Yao.”


Permintaan maaf itu membuat Qing Yao hanya bisa menghela nafas panjang.


“Sudahlah, yang penting kau tidak apa-apa. Dan juga …”


Kata-katanya yang dijeda membuat Liu Shan menoleh dengan membuka lebar kedua mata.


“Selamat.”


Liu Shan tersenyum tipis sembari menjawab,


“Terima kasih.”


Langkah kaki datang dari arah lain. Sheng Tong yang sebelumnya bersama Qing Yao, kini berjalan mendekati Hao Fenhua di luar arena pertarungan.


“Dia tak sadarkan diri. Luka di tubuhnya cukup serius, cepat bawa dia ke ruang tabib.”


Orang-orang yang berada dalam arahan Sheng Tong pun langsung bergerak membawa Hao Fenhua. Dan sebelum dia ikut pergi, Sheng Tong berbalik pada Liu Shan di belakang.


“Qing Yao, bawa dia ke ruang tabib sekarang.”


“Baiklah.”


Sahut Qing Yao sembari mengangguk pelan. Dia membantu Liu Shan untuk berjalan sembari membopong bahunya.


Ketika mereka berpikir untuk keluar dari arena, tiba-tiba saja datang sebuah langkah kaki yang tak diundang. Karena keluar dari lorong belakang, hanya para penonton di satu sisi lain lah yang melihat hal tersebut.


“Hei, siapa itu?”


“Kenapa dia ada di lorong para peserta?”


“Entah kenapa aku seperti pernah melihatnya. Tapi di mana?”


Bisikan para penonton mengundang kebingungan bagi mereka. Dan sesaat setelah itu, sosok lelaki yang keluar pun berbicara.


“Maaf menganggu final yang fantastis ini. Tetapi aku tidak menerima hasilnya.”


Qing Yao sontak menoleh ke belakang, bersamaan dengan yang lain. Di sana mereka melihat seorang lelaki yang menutupi tubuhnya dengan sebuah mantel hitam dari atas kepala hingga ujung kaki.

__ADS_1


“Tidak terima?” gumam Qing Yao.


__ADS_2