
Zuoorr!
“Teknik darah iblis : Petir Kegelapan!”
Bzztt bzztt!
Sebuah sambaran petir yang datang dari berbagai direksi.
“Penghakiman telapak bumi beruntun!”
[ Skill : Penghakiman telapak bumi beruntun – telah diaktifkan ]
Dum dum dum!
Ctar ctar ctar!
Serangan yang beradu pun meledak dan menyebar ke arah yang berbeda. Dentuman dahsyat dan sambaran petir datang menghujani sekitar arena.
“Uwaa!”
“Awas!”
Dak dak dak!
Pergerakan keduanya beresonansi satu sama lain. Liu Shan dan Ming Xiao saling beradu pukulan dan tendangan yang setara memukul mundur keduanya.
Sraakk!
Liu Shan berdiri diam di sana sejenak. Pikirannya tertuju kepada bagaimana Hao Fenhua dan sekarang ada Ming Xiao yang dapat menggunakan manipulasi elemen sebagai bentuk serangan.
“(Sistem. Beritahu padaku darimana orang-orang mempelajari manipulasi elemen di dunia ini)”
[ Perintah diterima. Memulai proses pemindaian – mohon ditunggu sejenak ]
Di kala sistem sedang mencari informasi terkait, Ming Xiao yang berdiri jauh di depannya pun berkata,
“Seperti yang kuduga dari murid guru Qing Yao. Kau bukanlah seorang kultivator biasa,” ujar Ming Xiao.
“Sesuai dengan energi Ki yang terpancar dari tubuhmu, aku bisa tahu bahwa kau adalah seorang petarung master bintang lima. Tingkatanmu ini bukanlah sesuatu yang mudah di capai oleh orang-orang. Bahkan, hanya ada segelintir orang yang telah mencapai dan melewati tingkat tersebut sebagai seorang manusia.”
Kata-katanya sedikit menarik bagi telinga Liu Shan. Di selang pembicaraan itu, Liu Shan mengikuti alurnya untuk berbincang.
“Jadi aku masuk ke dalam persentase orang-orang tersebut? Tidak buruk juga.”
Ming Xiao pun tertawa mendengar responnya.
“Hahaha, benar sekali. Dibandingkan orang-orang, kau ternyata punya cara berpikir yang berbeda. Tapi, hal itu benar. Karena sebagian besar orang yang lolos dalam tingkat kultivasi itu, adalah para iblis dan hewan mistis saja.”
“Lalu?” sahut Liu Shan.
__ADS_1
Ucapannya yang sama persis dengan raut wajah yang datarnya saat itu membuat kedua mata Ming Xiao sedikit melebar.
“Hm? Apa maksudmu?” gumam Ming Xiao.
“Kau berharap aku akan mengambil tanganmu dan ikut untuk menjadi iblis?” sahut Liu Shan.
Wooshh!
Aura energi Ki yang meluap di sekitarnya itu membuat tanah yang dipijak beserta udara di sekitar bergetar.
Dum dum dum!
“Pikir lagi, pucat!” ujar Liu Shan.
“Teknik rahasia : jurus empat dewa!”
Kuda-kuda yang dia miliki memberikan sebuah getaran yang semakin dahsyat seiring waktu badai Ki disekitarnya berubah menggila.
Dan begitu Liu Shan sedang mengumpulkan energinya, sorot mata Ming Xiao yang seharusnya tertuju padanya menjadi teralihkan. Kedua mata terbuka lebar sembari melihat ke samping, dan nyatanya sebuah ombak es raksasa datang menujunya.
Srringg!
“Ugh!”
Liu Shan ikut terkejut melihat ombak es raksasa tersebut. Badai Ki yang dia keluarkan pun mulai mereda, namun sedikit sisanya memberitahu betapa dinginnya ombak es tersebut kepada semua orang di dalam arena.
Dirinya terdiam kebingungan sembari berusaha melihat ke kiri dan kanan. Dan jauh di depannya, Liu Shan melihat bagaimana Ming Xiao terjebak di dalam ombak es yang telah mengeras itu.
Ting!
Notifikasi sistem datang memberikan penjelasan yang Liu Shan tunggu.
[ Panduan sistem telah didapatkan ]
[ Manipulasi elemen Ki adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh kultivator dengan latihan tertentu. Di dunia ini, terdapat 5 komponen elemen utama, yaitu angin, air, api, petir dan tanah. Dan dari kelima komponen elemen utama ini masih ada cabang lainnya, dan penguasaan elemen ini bergantung pada kecocokan sang kultivator sendiri ]
[ Cara untuk mendapatkan manipulasi elemen Ki bisa diraih dengan tiga cara, yaitu :
1. Membuat kontrak dengan hewan mistis dengan tingkat Divine yang memiliki elemen tertentu
2.Melakukan teknik kultivasi dengan memanifestasi elemen yang diinginkan
3. Garis keturunan khusus atau berdasarkan lahir dan bakat ]
Dari penjelasan singkat sistem pun Liu Shan memahami sedikit tentang manipulasi elemen Ki tersebut.
Sesaat Liu Shan menarik pandangannya ke samping, dia melihat Qing Yao sedang berjalan mendekat perlahan. Entah kenapa, terasa sesuatu yang berbeda dari Qing Yao saat itu. Kepalanya menunduk sembari berjalan perlahan, hembusan nafas yang keluarnya terlihat menguap seolah kedinginan.
“Kak Yao?” gumam Liu Shan.
__ADS_1
“Liu Shan, mundur. Ini urusanku,” ujar Qing Yao.
Suara Qing Yao membuat udara dan tekanan di sekitar menjadi berat dalam sekejap. Liu Shan sendiri pun menurunkan energi Kinya sembari mengambil satu langkah mundur.
Di lain sisi, Ming Xiao yang melihat mantan gurunya itu berdiri jauh di depannya pun menggerutu kesal.
“Tch, sekarang kau mau bersikap seolah akan mengurusku sendirian? Kadang-kadang kau terlalu arogan, putri es!”
Krak!
Lapisan energi Ki hitam yang dimiliki Ming Xiao sontak mengamuk. Bongkahan es yang menahan tubuhnya langsung hancur berkeping-keping dan menghujani sekitar arena.
Dum dum dum!
“Awas!”
“Uwaaa!!”
Di kala orang berlari dan para petinggi akademi berusaha melindungi mereka, di tengah-tengah arena masih ada Ming Xiao yang berdiri dengan aura iblis yang menggila. Raungan dari aura yang membentuk raksasa bertaring tajam membuat sebuah perasaan teror yang menggila di seluruh area.
Graaa!
[ Peringatan : sistem mendeteksi sebuah tekanan yang dahsyat ]
[ Efek skill ‘fear’ musuh tidak tertembus ]
Berkat sistem dan kemampuannya, Liu Shan sanggup untuk bertahan berdiri tanpa terkena serangan mental dari raungan teror tersebut.
“(Sama seperti skill ‘bloodlust’ dia berusaha untuk melumpuhkan orang-orang dengan teror)” batin Liu Shan.
“Lihatlah, kekuatan iblis ini. Walau kau adalah guruku, tetapi kau terlalu jauh ribuan tahun untuk bisa menghentikanku!” teriak Ming Xiao.
Seiring waktu, Ming Xiao melepaskan energi Ki hitam yang semakin banyak. Wujud dari raksasa yang berada di belakang tubuhnya menjadi semakin besar dan merubah Langit malam di sambar dengan petir yang mengamuk tiada henti.
Ctar ctar!
Namun, Qing Yao yang berada tepat di depannya tidak bergeming sama sekali. Dia mengangkat pandangannya dengan sorot mata terbuka lebar dan tajam.
“Teknik es : Permukaan Dingin!”
Tangannya bergerak seolah memegang sesuatu. Dan dalam satu tarikan nafas, Qing Yao mengayunkan tangannya seolah sedang menebas sesuatu. Hempasan angin yang keluar dari ayunannya membuat tekanan udara disekitar berubah hening.
Satu hingga dua detik tak ada yang terjadi. Ming Xiao yang menahan nafas sebelumnya pun tersenyum licik dan tertawa.
“Hahaha, apa itu barusan? Kau berusaha untuk menakut-nakutiku?!”
“Aku sangat kecewa, guru. Dulu aku menjadi murid terhebat di sejarah akademi Liliang dan memandangmu dengan penuh hormat. Tapi ternyata sekarang kau tidak lebih dari badut akademi.”
Liu Shan yang mendengar hal itu menggertakan gigi dan mengepal kuat tangannya. Sesaat dia ingin maju, langkah kakinya terhenti dan kedua mata terbuka lebar heran.
__ADS_1
Pandangan Ming Xiao yang berdiri tegak pun tiba-tiba terasa seperti menurun. Tak lama hingga dia menyentuh ke tanah dengan wajah kebingungan.
“Huh?!”