Endless System

Endless System
Bab 09


__ADS_3

Setelah mengetahui ada metode lain, Liu Shan yang membaca metode pertama pun sudah mengetahuinya karena itu adalah misi harian yang harus dia lakukan.


Namun, untuk dua hal lainnya secara garis besar dia bisa memahaminya. Tetapi karena tidak terlalu yakin membuatnya bertanya kembali kepada sistem itu.


“Sistem, buka panduan mengenai kontrak dengan hewan mistis”


Dari perintahnya itu, sistem terus menurut dan memberikan sebuah penjelasan kepada Liu Shan terhadap metode kedua dalam kultivasi.


[ Metode penggunaan kontrak dengan hewan mistis ]


[ Kultivator yang memiliki kemampuan tinggi dapat membuat kontrak terhadap hewan mistis agar menaikkan tingkat kultivasinya. Semakin tinggi tingkatan hewan mistis tersebut, maka semakin tinggi pula kenaikan tingkat yang di dapatkan oleh kultivator yang membuat kontrak dengannya ]


[ Tingkat kekuatan hewan mistis dan tingkatannya yang setara dengan kultivator ]


[ Normal : petarung junior bintang satu - lima ]


[ Langka : petarung senior bintang satu - petarung senior bintang tiga ]


[ Epic : petarung senior bintang empat - petarung Elite bintang lima ]


[ Legenda : petarung guru bintang satu - petarung jenderal bintang tiga ]


[ Mythical : petarung jenderal bintang empat - master bintang lima ]


[ Divine : raja petarung bintang pertama - kaisar petarung bintang lima]


[ Dewa : ??? ]


Setelah membaca hal tersebut, Liu Shan terlihat terdiam dan melipat kedua tangan di depan dadanya. Mata yang terpejam pun perlahan kembali terbuka dan menatap panel itu lagi.


“Jadi setiap tingkat hewan mistis itu bisa di katakan setara dengan tingkat kultivator juga ya”


“Tetapi, kurasa tidak semudah itu. Mereka yang memiliki tingkatan legenda ataupun mythical pasti memiliki kasta masing-masing. Sehingga hal ini tidak sepenuhnya bisa menjadi patokan agar aku bisa membuat kontrak dengan mereka”


Liu Shan meletakkan tubuhnya di atas lantai kamarnya. Dia melakukan pergangan ringan untuk tubuhnya seolah lelah terhadap latihannya, baik dalam otak maupun raga.


“Haah… tak kusangka berlatih kultivasi tak hanya menguras energi. Ternyata otakku juga di kuras. Kelihatannya ini lebih berat ketimbang menjadi direktur perusahaan”


Di kala dirinya sedang pusing terhadap metode kontrak dengan hewan mistis, Liu Shan pun semakin penasaran seiring waktu berjalan. Dia mengangkat kembali tubuhnya dan menghadap ke arah sistem tersebut lagi.


“Sistem, di mana lokasi para hewan mistis ini?”


[ Hewan mistis tersebar di seluruh daratan dunia ini ]


[ Bentuk mereka yang beragam seperti hewan pada umumnya membuat kehidupannya tersebar dan menyesuaikan iklim yang di butuhkan ]


[ Tempat yang paling terkenal dengan hewan mistis yang begitu kuat berada di bagian utara dekat akademi Liliang. Tempat itu bernama hutan Shenmi ]


“Dekat akademi Liliang ya….”

__ADS_1


“Sedangkan aku masuk ke dalam akademi masih dua bulan lagi. Kurasa tidak perlu terburu-buru”


Tiba-tiba saja, suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu kamarnya. Liu Shan segera menutup panel sistem tersebut dan beranjak berdiri untuk membuka pintu.


“Iya!”


Tap tap tap


Ceklek


“Siapa?”


Saat pintu tersebut di buka olehnya, Liu Shan melihat ada adik kedua, Liu Siyue yang berdiri di balik pintu tersebut.


“Liu Siyue? Ada apa malam-malam begini datang ke kamarku?”


Liu Siyue menatap ke dalam kedua mata Liu Shan dengan seksama. Dan perlahan, dia mulai membuka mulutnya.


“Kakak. Bisakah kau ikut aku sebentar?”


Liu Shan sedikit terkejut terhadap Liu Siyue yang tiba-tiba mengajaknya pergi di malam hari. Namun, tidak ada alasan baginya untuk menolak.


Dia mengikuti Liu Siyue berjalan di dalam kediaman Li yang luas. Setelah beberapa menit berjalan, mereka pun sampai ke taman belakang yang di gunakan Liu Shan pertama kali untuk latihan.


Liu Shan yang berjalan di belakangnya pun heran dengan niat sang adik. Sepanjang perjalanan singkat itu, Liu Siyue sama sekali tidak membuka mulutnya. Tidak ada percakapan yang terjadi dari awal undangannya kepada Liu Shan. Hal ini pun membuatnya khawatir dan bertanya padanya yang masih berjalan terus ke depan.


Tak lama kemudian, langkah kaki Liu Siyue pun terhenti. Dia berbalik dan menghadap kakaknya yang berdiri beberapa langkah kaki jauh di depannya.


“Kakak… bertarunglah denganku”


Kalimat pertama setelah undangannya membuat Liu Shan terkejut dan tertegun diam.


“Hah? Liu Siyue, apa yang kau katakan? Bertarung?”


“Untuk apa bertarung? Apa kakak melakukan sesuatu padamu?”


Liu Shan berusaha meminta penjelasan dari adiknya. Namun, Liu Siyue tidak terlihat seperti ingin mengucapkan kata-katanya. Bahkan, dia membuka telapak tangann kanannya dan mengeluarkan energi Ki di sekitarnya.


Tak lama kemudian, energi Ki tersebut mulai memadat dan membentuk sebuah pedang putih dalam genggamannya.


Liu Shan yang melihat adiknya mengeluarkan sebuah pedang pun menjadi semakin bingung dengan situasinya.


“Liu Siyue, apa yang sebenarnya terjadi padamu?! Kenapa-!


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Liu Siyue melesat maju ke arahnya dengan hunusan pedang yang tajam.


Liu Shan dengan refleks pun menghindari hunusan pedang itu dengan menggeser kepalanya ke samping.


Wush!

__ADS_1


“Liu Siyue, hentikan!”


Namun, seberapa keras Liu Shan menyuruhnya untuk berhenti, Liu Siyue tidak terlihat berniat untuk mendengarkannya sama sekali. Dia bahkan menarik mundur pedangnya dan mengayunkan tendangannya ke arah Liu Shan.


Buaakk!!


“Ugh!” erang Liu Shan yang terhempas mundur ke belakang


Liu Shan tidak berniat untuk bertarung dengan Liu Siyue. Dia hanya bertahan sejak di serang dua kali olehnya dan tak menunjukan perlawanan balik. Bahkan, Liu Shan menganggap bahwa Liu Siyue sedang di kendalikan.


“(Apa ada seseorang yang mengendalikannya?!)”


“Liu Siyue, sadarlah! Ini bukan seperti dirimu yang biasa!”


Lagi dan lagi Liu Shan berusaha menenangkan Liu Siyue. Tetapi, hal tersebut tidak berguna dan bahkan Liu Siyue kembali melesat ke arahnya.


Pedang yang di hunuskan berkali-kali dapat di hindari oleh Liu Shan. Namun, karena sang adik lah yang berusaha untuk melawannya, dia tidak melancarkan serangan balik. Hal ini membuat Liu Shan semakin terpojok karena di paksa untuk terus bertahan.


“(Ugh, sial! Apa yang terjadi?! Beberapa waktu yang lalu dia masih Liu Siyue yang normal. Kenapa tiba-tiba dia menghunuskan pedangnya ke arahku?!)” batin Liu Shan yang kebingungan


Liu Siyue yang mulai menarik lengan kiri dan mengarahkan tinjunya pun membuat Liu Shan mengambil kesempatan tersebut. Dia menangkap tangannya dan berputar untuk mengunci pergerakan Liu Siyue di belakang.


GREB!!


“Ugh!” erang Liu Siyue


“Liu Siyue, hentikan!”


Liu Siyue terus-menerus berusaha untuk meronta dari kuncian itu. Namun, kekuatan Liu Shan yang diam-diam telah meningkat menjadi petarung elite bintang dua, membuat Liu Siyue menjadi tak bisa lepas darinya.


Apapun yang Liu Siyue lakukan tidaklah berguna. Dan ketika dia menyadari hal itu, pedang yang dia bentuk dari energi Ki sebelumnya pun di hilangkan sebagai tanda dirinya menyerah.


Wush …


“Kakak … sudah lepaskan saja ….”


Rintihan dari adiknya membuat Liu Shan terkejut. Dia melepaskan kunciannya tersebut dan berjalan sedikit mundur untuk memberikan ruang bagi Liu Siyue berdiri.


Liu Shan merasa heran kepada adiknya. Dia pun tak bisa bersabar dan bertanya kepadanya.


“Liu Siyue, apa yang terjadi padamu? Kakak telah melakukan salah apa padamu? Katakan saja, kakak akan langsung minta maaf!”


Liu Siyue menggelengkan kepalanya seolah menjawab tidak kepada seluruh pernyataannya. Dia membuka matanya secara perlahan dan tersenyum malam yang indah itu terhadap kakaknya.


“Tidak. Aku hanya ingin bertarung dengan kakak, itu saja”


Liu Shan memiringkan kepalanya dan beraut wajah kebingungan atas jawaban tersebut.


“Hah?”

__ADS_1


__ADS_2