
Melihat deskripsi dari skill tersebut membuat Liu Shan sendiri tak bisa berkata-kata. Pertama kali dalam datang ke dunia itu, Liu Shan kembali merasakan keraguan yang di perbuat oleh sistem.
Karena deskripsi dari skill itu saja sudah terlihat sangat curang. Terlepas dari seberapa lama interval waktu yang membuat Liu Shan untuk meniru teknik seseorang dengan skill tersebut.
Namun, karena dia masih berada di dalam bangunan pelatihan bersama Hao Fenhua, percobaan Liu Shan jadi tertunda karena di panggil olehnya.
“Hei Shan.”
“A-apa?”
“Turnamennya dimulai kapan?”
“Sekitar 2 minggu lagi. Kenapa?”
Hao Fenhua terdiam sejenak. Dia beranjak bangun sembari menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor setelah latihan.
“Dua minggu ya. Kurasa waktu kita masih cukup ya,” gumam Hao Fenhua.
“Memangnya kau mau ngapain?” tanya Liu Shan.
“Apa lagi? Jalan-jalan lah. Akademi ini dipenuhi oleh banyak ‘permata’. Sekali-kali kau harus ikut denganku untuk mengagumi ciptaan para dewa,” jelas Hao Fenhua.
Raut wajah Liu Shan sontak berubah datar dan sinis menatapnya. Memberikan suasana canggung pada Hao Fenhua sendiri sampai salah tingkah.
“A-apa? Kau menatapku begitu seperti menghakimi perbuatan hina saja,” gerutu Hao Fenhua.
“Permata, apa yang permata? Kau hanya ingin jalan-jalan melihat para gadis di distrik perbelanjaan kan?” sahut Liu Shan.
Tepat pada sasaran. Namun, Hao Fenhua tidak menyangkal sama sekali. Dia bahkan menunjuk Liu Shan dengan pede seperti telah menjawab kuis berhadiah jutaan uang.
“Benar sekali, kawanku!” ujar Hao Fenhua.
Liu Shan menghela nafas panjang. Dia menepuk dahinya sembari menggelengkan kepala.
“Haish, kenapa hidupku tak jauh-jauh dengan orang-orang sepertinya,” keluh Liu Shan.
“Kurasa aku akan menyelesaikan latihan untuk hari ini dulu. Kalau kau butuh apa-apa, kita bisa latihan besok lagi.”
“Baiklah.”
__ADS_1
Hao Fenhua pun berbalik dan berjalan keluar dari bangunan sembari berseru. Karena Hao Fenhua memiliki tujuan awal untuk pergi demi mencuci matanya dengan melihat para murid gadis yang cantik di dalam akademi Liliang.
Di sisi lain, Liu Shan hanya bias menghela nafas karena mulai terbiasa dengan sifatnya itu.
Dan kini, perhatiannya kembali pada panel skill copy.
“Sekarang … tentang skill ini. Kalau skill ini benar-benar bekerja sesuai apa yang ku bayangkan, aku benar-benar tak habis pikir lagi. Karena, di lihat dari manapun ini seperti kode cheat dalam sebuah game”
Tetapi, bagi Liu Shan yang terus menatap panel sistem itu tidak akan merubah apapun. Oleh karena itu, dia menekan skill tersebut untuk mencobanya secara langsung.
Ting!
[ Cara penggunaan skill :
1. Lakukan meditasi serupa dengan peningkatan kultivasi
2. Kumpulkan seluruh energi Ki alam yang di butuhkan
3. Gunakan konsentrasi penuh untuk membayangankan teknik yang ingin di tiru ]
Liu Shan yang melihat cara penggunaannya itu langsung mengambil posisi untuk meditasi. Matanya di pejamkan dengan kedua lengan di satukan di bagian mata-mata jari.
Dan di sanalah, di mulainya serapan energi Ki alam ke dalam tubuhnya sendiri.
Jauh berbeda dengan sebelumnya, Liu Shan menarik energi Ki dengan aliran yang lebih tenang. Sembari melakukan hal tersebut, Liu Shan memusatkan pikirannya untuk membayangkan teknik apa yang ingin dia tiru dan pelajari.
Wussh!!
Pusaran energi Ki yang membuat lintasan di seluruh ruangan pelatihan. Liu Shan membayangkan dengan kuat kemampuan yang ingin dia tiru dengan skillnya. Dia mengingat beberapa pertarungannya selama berada di hutan Shenmi, berusaha mencari teknik paling hebat untuk dia gunakan.
Namun, tidak ada satupun teknik yang menurutnya itu bernilai dengan 30 hari jeda waktu dari penggunakan skill copy.
“(Sial, aku tidak bisa memikirkan teknik apapun yang ingin ku tirukan. Apa benar-benar tidak ada sama sekali? Aku bertarung dengan banyak orang. Pasti ada satu yang sangat-sangat berguna)”
Tak lama kemudian, Liu Shan mengingat pertarungannya dengan Xuan Wudan di hutan Shenmi. Dia memikirkan salah satu ide dan mulai membayangkan salah satu tekniknya.
“(Benar juga. Kemampuan Xuan Wudan! Jika aku bisa menirukan salah satu tekniknya, maka itu akan menjadi aset yang sangat besar. Yang penting, ayo coba dulu!)”
Liu Shan menjadi kembali bersemangat. Dan dia mulai berfokus untuk memusatkan energinya Ki alam yang dia butuhkan. Seisi ruang tersebut di buat terguncang oleh kemampuannya yang begitu dahsyat.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, notifikasi sistem muncul dengan sebuah panel baru.
Ting!
[ Skill copy – telah aktif ]
[ Jeda waktu skill : 29 hari ]
[Anda berhasil menirukan skill milik penguasa mata angin utara, Xuan Wudan :
Skill : pengembangan teknik > Kompas utara penghancur – 500 MP
Deskripsi : pemain mendapatkan kemampuan dalam peningkatan fisik sebesar 25% sesuai dengan poin status yang di miliki. Serta mendapatkan 30% peningkatan serangan dalam energi Ki ]
Liu Shan benar-benar takjub saat melihat dirinya benar-benar sanggup untuk menirukan skill tingkat tinggi seperti itu dari Xuan Wudan. Di tambah lagi, efek skill yang di berikan sangatlah di luar dugaan.
“Astaga ... skill ini benar-benar bekerja! Skill copy, jika saja tidak memiliki jeda waktu 30 hari maka sudah akan menjadi seperti Cheat.”
Tak terhenti di sana saja. Sistem itu kembali dengan notifikasi barunya.
[ Anda mendapatkan skill tambahan! ]
[Skill : Secret Art > Form of the Four Guardian Gods
1. Bentuk pertama – Kura-kura hitam ( 500 MP)
Deskripsi : Teknik pengumpulan energi Ki tingkat tinggi di dalam satu titik penuh, yaitu ujung tinju. Pukulan keras layaknya bisa menghancurkan gunung dan membelah tanah.
Syarat penggunaan : skill ‘Kompas utara penghancur’ harus dalam keadaan aktif.
2. Bentuk Kedua – TERKUNCI
3. Bentuk Ketiga – TERKUNCI
4. Bentuk Keempat – TERKUNCI ]
Liu Shan tidak berhenti di berikan kejutan oleh sistem tersebut. Dia hanya berniat mempelajari satu skill tiruan yang dia dapatkan dberdasarkan memorinya. Tetapi, kini sistem muncul dengan skill bonus yang dia berikan lagi.
Terdiam dan mulut terbuka lebar layaknya orang bodoh. Liu Shan tidak habis pikir seberapa beruntungnya dari awal reinkarnasinya ke dalam dunia tersebut sampai di titik tersebut.
__ADS_1
“Skill tambahan lagi. Sistem ini, benar-benar baik atau memang aku yang terlalu beruntung?” gumamnya yang meragukan diri dan situasi yang dia alami.