Endless System

Endless System
Bab 27


__ADS_3

Setelah situasi itu menjadi normal, Liu Shan terlihat seperti kelelahan karena menanggapi sikap Qing Yao yang begitu agresif dan juga kedua adiknya.


Di sisi lain, Qing Yao terlihat begitu tenang sembari meminum tehnya. Mingming masih bersikap sama dengan mata yang berbinar-binar seolah tak sabar memiliki teman baru yang berbulu lembut. Sedangkan Liu Siyue masih cemberut dengan kedua tangan yang di lipat di depan dadanya.


Liu Shan yang berada di tengah situasi canggung itu pun berusaha untuk membuka percakapan lebih dahulu.


“U-um… nona Qing Yao?” panggil Liu Shan.


“Hm? Ada apa?” sahut Qing Yao sembari meletakan cangkirnya.


“Terkait dengan izin khusus ke hutan Shenmi. Anda bilang kalau kita yang masuk ke sana bisa membuat mereka menjadi teman kita. Apa itu termasuk sebagai kontrak?” tanya Liu Shan


“Tentu saja. Jika kalian memiliki kemampuannya, maka yang di izinkan masuk ke dalam hutan Shenmi memiliki hak untuk membuat kontrak dengan hewan mistis yang ada di sana” jawab Qing Yao.


Liu Shan yang mendengar jawaban itu sontak menunduk dan berpikir. Kalau dia bisa membuat kontrak dengan hewan mistis tingkat tinggi, maka tentu saja kemampuannya akan meroket tinggi.


Di kala dia memikirkan hal tersebut, tiba-tiba saja Qing Yao kembali melanjutkan ucapannya.


“Tetapi, kau harus tahu satu hal.”


Ucapannya itu membuat semua mata tertuju ke arahnya. Terutama Liu Shan yang sedang berpikir menjadi mendengar sesuatu seperti sebuah syarat yang akan keluar dari mulut Qing Yao.


“Kalau kalian gagal, belum tentu ada yang menyelamatkan kalian jika hewan mistis itu mengamuk.”


Tatapan mata Qing Yao berubah dingin dan tajam seolah tidak bermain-main dengan ucapannya saat itu. Bagaimana tidak? Ini berkaitan dengan nyawa dan juga hewan mistis. Tidak ada yang tahu seberapa kuat mereka sebelum melihatnya, dan bahkan hewan mistis dengan tingkat seperti Haishe di hutang Sheng saja bisa menghancur ratakan kota Feng dengan mudah.


Bagaimana jika ada hewan mistis yang lebih tinggi tingkatnya?


Tingkat bahaya dan resiko yang di ambil untuk membuat kontrak akan semakin besar.


Liu Shan yang memikirkan hal itu pun merasa masuk akal juga. Di dalam dunia kultivasi itu, mereka yang kuat lah yang akan bertahan. Jika mereka lemah, maka mereka akan mati atau menjadi bahan hinaan seperti dirinya dulu ketika meridiannya membeku.


Tak lama kemudian, Qing Yao yang telah menghabiskan tehnya pun meletakkannya di atas meja. Dia beranjak bangkit berdiri secara perlahan dari posisi duduknya.

__ADS_1


“Baiklah, kurasa aku sudah terlalu lama berada di sini. Aku masih memiliki banyak pekerjaan di akademi” ucap Qing Yao.


Liu Shan bersama dengan kedua adiknya segera berdiri untuk mengantar kepulangan Qing Yao.


“Terima kasih, nona Qing Yao. Sudah repot-repot datang ke sini!” ucap Liu Shan sembari menunduk hormat.


“Sama-sama. Kalian janganlah berhenti untuk berlatih. Aku akan menunggu kalian satu bulan lagi di akademi Liliang” sahut Qing Yao.


“Baik!” sahut Liu Shan, Liu Siyue dan juga Mingming.


Bukannya berbalik badan, Qing Yao malah berjalan ke depan mendekati ke arah Liu Shan yang masih membungkuk.


“Ah, aku hampir lupa ….”


Suaranya itu membuat Liu Shan mengangkat tubuh dan juga kepalanya. Dan ketika dia menatap ke depan, jari telunjuk Qing Yao yang begitu lentik sudah berada tepat di leher dan bergeser hingga ke dagunya.


Wajahnya perlahan semakin mendekat dan memasang senyuman menggoda tepat di hadapannya.


“Kau memanggilku seakan kita tidak dekat. Panggil aku, Yao saja cukup,” ucap Qing Yao sembari mengedipkan satu matanya.


Liu Shan sebagai laki-laki tentu saja tak kuat menahan kecantikan dan juga sifat penuh godaan milik Qing Yao. Tetapi, dia berusaha sekuat tenaga dan memalingkan wajahnya yang memerah malu.


“Ba-baiklah! Aku mengerti, Kak Yao!” sahut Liu Shan.


Kedua mata Liu Siyue yang melihat hal itu langsung melebar dan juga mulutnya terbuka kuat seolah tak percaya. Wajahnya memerah malu dengan perasaan kesal karena sikap Qing Yao yang terus saja menggoda Liu Shan.


Di sisi lain, Qing Yao pun melepaskan jarinya dari dagu Liu Shan dan berjalan balik ke pintu keluar.


“Kalau begitu, aku permisi dulu” ucap Qing Yao.


Qing Yao berjalan keluar dengan meninggalkan kesan yang luar biasa di antara mereka bertiga. Terutama Liu Shan yang berulang kali mendapatkan godaan dari seseorang yang begitu cantik dan juga hebat seperti Qing Yao, tentu saja dia tidak bisa berkata-kata.


Liu Shan hanya mengelus dagu yang sebelumnya di belai oleh jari telunjuk Qing Yao seolah tak percaya. Liu Siyue yang melihat Liu Shan mengelus dagunya itu pun menjadi semakin cemberut kesal. Tiba-tiba saja….

__ADS_1


“Dasar kakak mesum!” gerutu Liu Siyue sembari membuang muka


Ucapan tersebut masuk ke dalam telinganya dan membuat Liu Shan terkejut. Dia menoleh ke arah adiknya dan melihatnya yang membuang muka dan berjalan meninggalkannya begitu saja.


“Hah? Tu-tunggu, Liu Siyue! Apa salah kakak?!” tanya Liu Shan yang keheranan.


Namun, Liu Siyue saat itu pun pergi meninggalkannya. Tidak sedikitpun menarik pandangannya kembali ke belakang seolah benar-benar marah padanya.


“Ada apa dengan anak itu?” gumam Liu Shan sembari menggaruk belakang kepalanya.


Di kala Liu Shan kebingungan, tiba-tiba saja Mingming berpamitan dengannya.


“Ah iya kak, aku ingin menemui ibu dulu. Kemarin ibu mengatakan bahwa ada sebuah gaun yang sedang di ukur untukku” jelas Mingming.


“Eh, Ah …. Baiklah ….” sahut Liu Shan.


Dan begitu saja, Liu Shan di tinggal seorang diri lagi. Dia yang masih berada di tengah ruangan tamu pun berdiri dan menoleh ke kiri dan kanan tanpa adanya orang yang lewat. Bahkan pelayannya juga tidak ada.


“Haah … kurasa aku kembali ke kamar untuk latihan saja ….” gumam Liu Shan.


Namun, saat dia ingin berbalik badan, tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti dan kedua matanya melebar seolah mengingat sesuatu.


“Tunggu! Aku baru ingat ada suatu hal yang harus di urus juga.”


Liu Shan tak jadi berbalik dan dia berjalan keluar dari rumahnya seorang diri. Tanpa ada yang tahu, Liu Shan pergi ke hutan Sheng lagi.


**


Hutan yang lebat penuh dengan pepohonan hijau dan hewan-hewan yang berkeliaran bebas dengan damai dan tentram. Liu Shan yang melihat hutan itu terlihat penuh kehidupan pun secara tidak sadar menjadi tersenyum tipis seolah perasaan tenang dan senang mengalir di dalamnya.


Tak lama kemudian, setelah beberapa menit menelusuri ke dalam hutan itu, Liu Shan akhirnya sampai di tujuannya. Sebuah danau yang begitu luas dan terlihat sama seperti terakhir kali datang. Danau dimana dia mengambil bunga lotus hijau dan juga bertemu dengan Haishe.


“Akhirnya sampai juga ….”

__ADS_1


__ADS_2