
Hanya dengan melihatnya, sistem di dalam tubuhnya sontak merespon dengan data status dari kedua peserta yang bertarung.
[ Nama : Liu Siyue ]
[ Umur : 16 tahun ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung jenderal bintang lima ]
[ Nama : Xu Xiao ]
[ Umur : 19 tahun ]
[ Tingkat : Petarung master bintang satu ]
Satu tingkat perbedaan kultivasi membuat sebuah perbandingan yang besar di dalam pertarungan tersebut.
“(Sudah kuduga. Xu Xiao pasti sudah berlatih untuk mempersiapkan semua ini. Tapi, ini sebuah pengecualian. Kalau lawan Siyue adalah orang lain dengan tingkatan yang sama dengan Xu Xiao, maka itu akan menjadi hal yang berbeda. Karena Xu Xiao yang melawannya lah, satu perbedaan tingkat itu jadi terasa seperti dinding yang sangat besar)”
Walau benci mengakuinya, tetapi Liu Shan paham dengan jelas seberapa besar potensi dari kemampuan Xu Xiao. Seorang jenius dari kota Feng, membangkitkan kemampuan kultivasi di umur ke 6 tahunnya.
Di dalam arena, alur pertarungan benar-benar terlihat buruk bagi Liu Siyue. Dia terus terpojok dengan posisi yang sama. Tidak dapat keluar atapun menyerang balik selagi dihadapi tebasan beruntun tersebut.
“Ughh!” erang Liu Siyue.
“Sudah kubilang, kau tidak akan menang kalau hanya bertahan saja,” ujar Xu Xiao.
Bats!
“Ughh!”
Sorakan dari para penonton terbagi menjadi dua. Mereka mendukung peserta yang berbeda dengan suara yang saling menyahut satu sama lain.
“Keluar dari sana, nona Liu Siyue!”
“Habisi terus, nona Xu Xiao!”
“Tahan dia terus seperti itu, kuras staminanya sampai dia menyerah!”
“Nona Liu Siyue, semangat!”
“Jangan menyerah!”
“Pertandingannya sudah selesai. Lawannya tidak bisa bergerak sama sekali.”
__ADS_1
“Benar, nona Xu Xiao jauh lebih hebat!”
Dari beruntunnya ucapan yang datang, dapat terlihat bagaimana orang yang mendukung Xu Xiao telah mengambil alih suasana dari para penonton. Posisi Liu Siyue sendiri juga menjadi semakin terpojok seiring waktu.
Baginya yang menyadari hal tersebut pun membuat Xu Xiao terpikirkan dalam kesempatan itu. Dia berhenti melemparkan serangannya. Memberikan waktu sejenak untuk Liu Siyue sembari menatapinya yang terlihat babak belur setelah serangan beruntun tersebut.
“Kau dengar itu?” tanya Xu Xiao.
Liu Siyue terengah-engah sembari berusaha untuk tetap berdiri dengan kedua kakinya.
“Hah?!” sahut Liu Siyue sembari mengusap keringat di dagu.
Kedua tangannya direntangkan secara lebar di kedua sisi. XU Xiao tersenyum tipis sembari memandang rendah Liu Siyue dari jauh.
“Liu Siyue, kau sudah kalah. Di waktu para penonton telah meneriakkan namaku jauh lebih keras darimu. Harapan apa yang kau punya?”
Liu Siyue terdiam sembari merasakan beratnya atmosfer arena. Suara dari para penonton yang semakin keras mendukung Xu Xiao, sedangkan dirinya hampir tak mendengar sorakan dari para penonton yang mendukungnya.
Xu Xiao tidak berhenti di sana. Dia terus memojokkan mental Liu Siyue yang saat ini berada di ujung jurang kekalahan.
“Adik dari seorang jenius. Pasti sulit untuk menjadi orang yang diakui hebat di balik kakak yang hebat. Benar, kan?”
“Liu Shan di katakan sebagai tuan muda jenius sebelum dia kehilangan kekuatannya. Dan ketika tragedi kemampuan berkultivasinya menghilang, siapa yang mendapatkan panggung?”
“Kau, Liu Siyue. Kau yang mengambil panggungnya saat kakakmu menjadi orang tidak berguna.”
Tepat sasaran. Belati yang telah di asah menggunakan mulutnya saat itu menusuk tembus ke dalam dada Liu Siyue. Dirinya dibuat tertegun diam di depan arena. Tidak bergeming sama sekali selain menunduk tutup wajahnya.
“(Tinggal sedikit lagi)”
Terlepas dari itu, Xu Xiao masih belum selesai berbicara.
“Kepergian Liu Shan dari dunia kultivasi telah membuatmu dikenal oleh banyak orang. Tapi, ketika dia kembali, apa yang terjadi? Kau kembali hidup di dalam bayangannya. ‘Adik sang jenius’. Julukan itu pasti sangat membuatmu jengkel bukan?”
Xu Xiao mengulurkan telapak tangannya ke depan. Menawarkan diri dengan senyuman manis di hadapan lawan.
“Liu Siyue, aku turut prihatin padamu. Kau tidak perlu bertarung lagi. Kakakmu akan tetap di katakan sebagai jenius, dan kau akan selalu berada di dalam bayangannya. Sekuat apapun kau mencoba, kau tidak akan bisa melindunginya. Melainkan kau yang menjadi beban.”
Kata-kata yang di urai oleh Xu Xiao benar-benar seperti sebuah teks drama yang telah di susun secara rapih. Belati yang sudah menusuk di dada kembali di tambah dengan pedang, bahkan pisau lainnya untuk memberikan serangan terakhir pada psikis.
Melihat Liu Siyue yang berdiam diri jauh di depan, membuatnya mengira bahwa pertarungan tersebut telah berakhir. Tapi, itulah yang dia kira.
“Memang benar. Aku mungkin tidak sejenius kakak. Tidak sehebatnya ataupun akan menjadi lebih kuat darinya. Tapi ….”
__ADS_1
Xu Xiao memiringkan kepalanya sembari menatap ke depan. Perlahan-lahan, Liu Siyue di sana mulai mengangkat kepalanya dengan tatapan penuh api membara.
“Sekuat apapun kakak, aku akan tetap melindunginya!”
Balasan yang dia berikan saat itu beresonansi dengan Ki yang ada di sekitar. Getaran udara terjadi dengan cepat sembari merubah tekanannya.
“Apa yang terjadi?!” gumam Xu Xiao yang kebingungan.
Wosh!
Gumpalan Ki menyatu dengan cepat ke dalam tubuh Liu Siyue. Meningkatkan energi Ki di dalam tubuhnya seolah menjadi pusat yang menarik dan menyatukan energi Ki alam dengan miliknya sendiri.
“Kau-! Apa kau gila, berkultivasi di tengah pertandingan seperti ini?!”
Energi Ki alam tidak berhenti dia serap. Memberikan sebuah peningkatan kekuatan drastis pada tubuh Liu Siyue dalam waktu singkat.
[ Nama : Liu Siyue ]
[ Umur : 16 tahun ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang dua ]
Liu Shan yang melihat dari ruang tunggu sontak tersenyum tipis melihat adiknya yang dapat menaikkan tingkat kultivasinya di tengah pertarungan. Dan selain Liu Shan yang memiliki sistem, kultivator lain pada umumnya juga bisa merasakan kenaikan tingkat kultivasi Liu Siyue hanya dengan seberapa besar gejolak energi Ki yang meningkat.Termasuk Xu Xiao melihat dengan jelas, dirinya terkesiap dengan kenyataan yang memukulnya tepat di wajah.
“Ti … tidak mungkin. Kau … sebelumnya kau masih petarung jenderal bintang lima. Tapi sekarang … naik tingkat menjadi petarung master bintang dua?!” teriak Xu Xiao tak percaya.
Waa!!
Sorakan meriah datang dari para penonton dari seluruh arena. Perubahan alur pertarungan terasa akan berubah dengan cepat hanya dari besarnya energi Ki yang sedang mengumpul di tengah arena. Kini semangat dari para penonton telah menyala kembali. Terutama para pendukung dari Liu Siyue yang sebelumnya diam.
Terlepas dari hal itu, Liu Siyue yang berdiri jauh di hadapan Xu Xiao pun berposisi pada kuda-kudanya.
Melihat bagaimana kepercayaan diri Liu Siyue telah kembali, membuat Xu Xiao menjadi geram. Dia menggertakan gigi sembari menahan emosinya yang meluap dengan kepalan tangan berkobar energi Ki.
Wosh!
“Terserahlah, aku sudah beri kau kesempatan. Tapi kurasa, aku harus menyelesaikan ini dengan cara kuno!” gerutu Xu Xiao.
“Akan kutunjukan perbedaan kekuatanku sebagai seorang jenius padamu, Liu Siyue!”
Liu Siyue tidak gentar, dia menatap tajam ke arah Xu Xiao seolah menantangnya.
“Maju sini,” sahut Liu Siyue.
__ADS_1