
Liu Shan, Liu Siyue dan juga Mingming sontak terkejut melihat Qing Yao yang muncul dan melindungi mereka dari serangan tersebut.
“No-nona Qing Yao?!”
Sedangkan Qing Yao sendiri menoleh ke belakang dan tersenyum tipis menyapa mereka.
“Hai kalian bertiga, kita bertemu lagi” sahut Qing Yao
“Kenapa anda ada di sini?” tanya Liu Siyue
Qing Yao tersenyum tipis dan ingin membuka mulut untuk menjawab pertanyaan itu. Namun, dia merasakan sebuah luapan energi Ki yang mengamuk di depannya. Dashyatnya luapan energi Ki itu berasal dari Lian Haochun yang mengeluarkan Ki sepanas api yang membara.
Lian Haochun yang melihat datangnya Qing Yao yang menganggu tujuannya pun mengerutkan dahinya begitu kuat dan menatap tajam ke arahnya.
“Urusan apa akademi Liliang datang ke sini?!”
Qing Yao menarik pandangannya ke belakang dan melihat tatapan mata Lian Haochun yang begitu tajam seolah ingin membunuh Liu Shan. Dia mengganti lagi pandangannya, dan menatap balik ke arah Lian Haochun sembari tersenyum tipis.
“Tuan Lian, aku datang dengan niat untuk mengunjungi para murid baru di kota Feng ini. Tetapi tak kusangka ternyata ada sebuah perselisihan yang begitu besar sehingga membuat anda ingin sekali membunuh calon murid akademi Liliang”
“Nona Qing Yao, aku tidak ingin mengulangi ucapanku. Minggir dan berikan anak itu padaku!” ucap Lian Haochun
Lian Haochun memperkuat dampak energi Ki yang terpancar keluar dari tubuhnya. Panas yang membara itu bahkan membuat semua orang yang ada di dalam arena itu merasakan suhunya yang lebih dari 40 derajat.
Kuatnya intimidasi tersebut dapat membuat semua orang yang berdiri dan menatap kemampuan Lian Haochun menjadi ragu untuk bermacam-macam padanya.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Qing Yao. Dari senyuman tipis yang terus terukir di wajahnya, kini berubah menjadi datar seperti raut wajahnya. Bukan ketakutan, melainkan Qing Yao menantang Lian Haochun dalam adu kuat memancarkan energi Ki.
“Aku ingin melihat tuan Lian mencoba”
Ledakan energi Ki berwarna biru dan memiliki hawa sedingin es itu menyebar ke seluruh arena. Bahkan, Ki api yang di keluarkan oleh Lian Haochun terlihat tertekan seolah kalah dari dinginnya Ki milik Qing Yao.
Kedua Ki saling berbenturan satu sama lain dan tidak ada satupun dari mereka yang ingin mengalah. Sedangkan penggunanya masih berdiri dan menatap satu sama lain dengan intimidasi yang kuat.
Liu Shan yang berdiri tepat di belakang Qing Yao menyadari sebuah perbedaan kekuatan yang begitu besar di bandingkan pertama kali dia bertemu dengan Qing Yao.
“(E-energi Ki yang begitu kuat! A-apa-apaan tekanan ini?!)”
Di kala dia membatin takjub terhadap kemampuan Qing Yao, tiba-tiba saja sistem muncul di hadapannya dengan menunjukan status Qing Yao.
__ADS_1
[ Nama : Qing Yao ]
[ Umur : 23 tahun ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang satu]
Kedua mata Liu Shan terbuka lebar dengan takjub ketika melihat tingkat kultivasi Qing Yao yang telah meningkat drastis. Sebulan yang lalu, dia masih seorang petarung jenderal bintang empat. Namun, hari ini Liu Shan melihatnya sudah berada di tingkat petarung master bintang satu.
Walaupun selisihnya terlihat dua bintang saja, tetapi penembusan tingkat kultivasi tinggi seperti master ke atas sangatlah sulit dan bahkan banyak orang mati karena mencoba melewati batas tubuh mereka.
Sedangkan Qing Yao berhasil menembus dan bahkan menunjukan kemampuannya yang begitu mengerikan hanya dengan mengeluarkan aura Ki untuk menekan Lian Haochun.
“(Di-dia… benar-benar seorang monster! Tingkat kultivasinya mengerikan!)” batin Liu Shan
Di sisi lain, Qing Yao yang terus menekan Lian Haochun menggunakan aura Ki nya pun membuat dampak yang kuat. Lian Haochun merasakan dirinya tidak bisa melawan balik dari kuatnya aura tersebut.
Sehingga, dia memilih untuk melenyapkan seluruh aura Ki miliknya dan berbalik seolah melupakan seluruh kejadian itu.
“Cih, budak akademi penganggu!” gerutu Lian Haochun
Dia berjalan ke belakang dan melawati istri serta putranya.
“Suamiku-“
“Ayo pergi!”
Ucapan itu terasa seperti ancaman. Bahkan istrinya sendiri sampai ketakutan dan bahkan tak berani melawannya. Dia segera berdiri sembari menyuruh para pelayan untuk membantu bahwa putranya.
Ketika keluarga Lian telah pergi, Qing Yao yang perlahan menenangkan aura Ki kembali ke dalam tubuhnya pun menghela nafas seolah kelelahan.
“Haah… orang-orang seperti mereka tidak ada habisnya,” keluh Qing Yao
Di sisi lain, Liu Shan dan kedua adiknya yang berdiri di belakangnya pun terheran. Tak hanya dari kemampuan hebat dari Qing Yao, tetapi juga kedatangannya yang telah menyelamatkan mereka.
“(Lebih baik aku tidak bermacam-macam dengannya. Kalau tidak, aku pasti akan mati di bekukkan)” batin Liu Shan
Qing Yao pun teringat terhadap Liu Shan yang berdiri di belakangnya.
“Nah, karena aku sudah bertemu kalian, ini adalah kesempatan yang tepat untuk berbincang” ucap Qing Yao
__ADS_1
“Eh, berbincang?” sahut Liu Shan.
“Benar. Apa kalian keberatan jika kita berbicara di rumah kalian?” tanya Qing Yao sembari tersenyum tipis
Liu Shan yang melihat senyuman tipis dari wajah Qing Yao yang begitu cantik dan juga sikapnya yang ramah benar-benar membuat dirinya terpukul malu. Wajahnya sedikit memerah dan menjawab gugup terhadap pertanyaan Qing Yao.
“Tidak! Sama sekali tidak keberatan!” sahut Liu Shan
Di kala Liu Shan memandu Qing Yao untuk pergi ke rumahnya, Liu Siyue yang berjalan di belakangnya terlihat cemberut seolah cemburu melihat kakaknya yang tersipu malu terhadap Qing Yao.
Setelah perjalanan yang memakan waktu tak lebih dari 15 menit itu, mereka telah sampai tepat di depan rumah kediaman Li. Dan tepat di gerbang depannya, terlihat Shen Tian, yaitu ibu Liu Shan yang sudah menunggu kepulangannya. Wajahnya terlihat berkeringat dan juga kedua kakinya tak henti membawanya mondar-mandir.
Kenapa? Tentu saja khawatir terhadap putranya yang pergi diam-diam untuk bertarung melawan Lian Ping. Liu Shan yang melihat ibunya dari jauh pun berteriak memanggilnya.
“Ibu!” panggil Liu Shan
Ibunya menoleh dan melihat putranya yang telah kembali. Dia segera berlari dan memeluk Liu Shan penuh dengan kekhawatirannya yang telah dia tahan sejak awal.
“Astaga, Liu Shan! Kau ini benar-benar ya-!”
“Maaf bu. Tetapi aku yang membuat pertandingan ini terjadi. Karena itu aku harus menyelesaikannya sendiri”
Ibunya itu lelah jika harus memarahi Liu Shan. Lagipula, dia juga melihat putranya yang tidak begitu banyak terluka pun hanya bisa menghela nafas lega dan bersyukur karena bisa melihatnya lagi.
“Haah… sudahlah. Yang terpenting adalah kau baik-baik saja”
Di kala ibunya telah melepas rela kejadian itu, Liu Shan teringat terhadap tujuannya yang membawa Qing Yao ke rumah.
“Ah, ibu. Nona Qing Yao datang untuk berkunjung ke rumah. Katanya dia ada sesuatu yang ingin di bicarakan,” ucap Liu Shan
Ibunya segera membuka kedua matanya dan menoleh ke arah Qing Yao yang berdiri di sampingnya. Dia terlalu panik terhadap kondisi Liu Shan, sehingga tidak menyadari ada perempuan lain yang berdiri bersamanya. Terlebih lagi, perempuan itu adalah Qing Yao.
“No-nona Qing Yao?!” ucap ibu Liu Shan
“Senang bertemu dengan anda lagi, nyonya Li. Saya datang untuk membicarakan suatu hal terkait akademi Liliang dengan Liu Shan dan Liu Siyue. Jika nyonya tidak keberatan, aku ingin meminjam kedua putra dan putri anda,” jelas Qing Yao
“Tidak masalah, tidak masalah! Silahkan masuk terlebih dahulu. Tidak enak jika kalian berbincang di luar seperti ini”
“Xiao Nian, cepat siapkan jamuan untuk nona Qing Yao”
__ADS_1
Xiao Nian yang sebelumnya ikut kedua nona mudanya untuk melihat Liu Shan, langsung keluar dari belakangnya dan menunduk pada perintah ibu Liu Shan.
“Baik, nyonya.”