
Setelah sampai ke rumahnya, ibu Liu Shan segera memandu untuk pergi ke ruang di dalam rumahnya dan duduk di sebuah meja bersama-sama.
“Nona Qing Yao, aku masih ada urusan terlebih dahulu,” ucap ibu Liu Shan.
“Tidak apa nyonya, maaf telah menganggu anda,” sahut Qing Yao.
Ibu Liu Shan pun pergi sesuai dengan ucapannya yang masih ada urusan. Sedangkan Xiao Nian datang menyajikan secangkir teh kepada mereka semua.
“Terima kasih” ucap Qing Yao kepada Xiao Nian.
Xiao Nian undur diri setelah menyajikan the itu. Sedangkan Qing Yao segera mengangkat dan meneguk the tersebut.
Slruupp…
Di sisi lain, Liu Shan sendiri yang melihat Qing Yao sedang meneguk tehnya pun berpikir tentang tujuannya datang ke rumahnya. Karena terlalu penasaran, Liu Shan jadi tidak bisa menahan diri dan membuka mulutnya lebih dahulu.
“Em … nona Qing Yao. Jika aku boleh tahu, kenapa nona tiba-tiba ingin datang ke rumahku?” tanya Liu Shan.
Qing Yao meletakkan cangkirnya dan menatap ke arah Liu Shan dengan senyuman tipis di wajahnya.
“Aku datang untuk menjenguk kalian, para calon murid akademi Liliang.”
Tak hanya Liu Shan, tetapi kedua adik serta ibunya sedikit heran terhadap jawaban Qing Yao. Karena bagi seseorang dengan jabatan ketua organinasi murid di akademi Liliang, Qing Yao bisa dengan mudah untuk memerintahkan orang lain untuk mengunjungi Liu Shan dan Liu Siyue.
Tetapi dengan jawabannya itu, membuat pertanyaan kembali terulang dari mulut Liu Shan.
“Menjenguk? Itu saja?” tanya Liu Shan dengan wajah heran
“Kenapa? Sebagai ketua organisasi di akademi Liliang, tentu saja aku punya kewajiban untuk melihat perkembangan calon murid” sahut Qing Yao
“A-aah … tentu saja,” Gumam Liu Shan.
Raut wajah Liu Shan pun di buang perlahan karena canggung. Tak hanya karena jawaban Qing Yao, tetapi karena dia masih sedikit ragu apakah hanya itu tujuannya.
Sedangkan Qing Yao yang menyadari hal itu pun tergelitik tawa setelah melihat ekspresi Liu Shan.
“Hahaha! Maaf maaf, aku hanya bercanda kok. Aku hanya ingin melihat reaksimu saja,” ucap Qing Yao.
Semua orang masih sedikit canggung dan heran terhadap sikap Qing Yao yang sulit untuk di tebak. Namun, Qing Yao yang kembali mengangkat cangkirnya itu pun meminum tehnya perlahan. Ketika dia letakan lagi di atas mejanya …
__ADS_1
“Sebenarnya aku datang ke sini untuk memberi tahu pada kalian tentang sistem akademi Liliang,” ucap Qing Yao.
“Sistem?” sahut Liu Siyue.
“Benar. Akademi Liliang tidaklah sebatas seperti sekolah yang mengajarkan kalian untuk meningkatkan kultivasi dan menjadi lebih kuat. Kalian akan di ajarkan juga untuk bertarung secara berkelompok dan mengerti memilih sebuah keputusan dalam sebuah pertarungan,” jelas Qing Yao.
“Apa berarti kita juga akan bertarung dengan murid lain di akademi?” tanya Liu Shan.
“Tentu saja. Tetapi, ini akan di awasi oleh pihak akademi dan menjadi sebuah turnamen tahunan di akademi Liliang. Turnamen ini dua macam, yang pertama adalah turnamen kultivasi. Sedangkan yang ke-dua adalah turnamen kekuatan,” sambung Qing Yao.
Dua buah turnamen yang di selenggarakan oleh akademi Liliang, memiliki sifat yang berbeda. Turnamen kultivasi di tujukan bagi para kultivator muda yang ingin menunjukan kemampuan mereka dalam meracik pil kultivasi. Tingkat paling dasar untuk memasukinya adalah petarung jenderal bintang satu.
Sedangkan untuk turnamen kekuatan adalah turnamen yang akan menunjukan kemampuan masing-masing dari kultivator muda untuk saling bertarung. Tetapi, syarat dari turnamen kekuatan sedikit berbeda dengan turnamen kultivasi. Kali ini, para peserta akan di pilih oleh pihak akademi sesuai dengan kemampuan yang di lihat oleh mereka.
Di kala Qing Yao sedang menjelaskan permukaan dari turnamen tersebut, tiba-tiba saja Liu Shan memotong untuk sesaat.
“Maaf jika aku memotong penjelasan nona Qing Yao. Tetapi, dari memenangkan turnamen itu apakah ada sesuatu yang luar biasa menunggu kita?”
Tentu saja, Liu Shan menanyakan tentang hadiah dari memenangi turnamen itu. Qing Yao yang mendengar hal itu pun tersenyum tipis dan mendekati wajah Liu Shan yang duduk di sampingnya.
Liu Shan sendiri yang melihat wajah cantik dari Qing Yao mendekatinya mulai mundur dengan sedikit malu dan rasa canggung yang tertahan di tenggorokannya.
“U-um … nona Qing Yao?!”
“Ti-tidak! Bukan seperti itu-!”
Di tengah situasi itu, tiba-tiba saja Liu Siyue yang cemberut melihat kakaknya di goda oleh Qing Yao pun berusaha untuk merusak suasananya. Dia sengaja membersihkan tenggorokannya seolah bersiap untuk batuk.
“Ehem ehem!”
Qing Yao dan Liu Shan yang mendengar suara tersebut sontak terkejut. Terutama untuk Qing Yao yang perlahan-lahan kembali duduk normal dan menatap ke arah Liu Siyue yang sedang cemberut.
“(Ah … dia cemburu karena mengira kakaknya akan di ambil olehku. Aku jadi ingin menjahilinya lebih lagi)” batin Qing Yao sembari tertawa kecil.
“(Jangan harap kau bisa menggoda kakak selama aku ada di sini!)” batin Liu Siyue.
Keduanya saling menatap antar satu sama lain dengan tatapan tajam seolah ada kilatan petir yang sedang berselisih.
Namun, dengan sifat Qing Yao yang seperti itu pun dia tidak terlalu memikirkannya. Dia menarik pandangannya dari Liu Siyue dan kembali melanjutkan ucapannya untuk menjawab ucapan Liu Shan.
__ADS_1
“Tadi sampai mana, hadiah?” tanya Qing Yao.
“I-iya” sahut Liu Shan dengan gugup.
“Tentu saja ada hadiahnya. Bagi para kultivator muda yang menjadi pemenang di turnamen kultivator akan mendapatkan hadiah besar berupa pil kultivasi tingkat tinggi. Sedangkan untuk turnamen kekuatan, pemenangnya akan mendapatkan izin khusus untuk memasuki hutan Shenmi”
Penjelasan Qing Yao membuat Liu Siyue dan juga Liu Shan terkejut. Mendengar kata hutan Shenmi itu sedikit familiar di kepalanya. Dan ya, dia pernah mendengar hutan itu dari sistem. Sebuah hutan yang di penuhi oleh hewan mistis kelas tinggi dan berada di bagian utara dekat akademi Liliang.
Liu Shan tidak mengira bahwa hutan itu ternyata berada di bawah pengasawan milik Akademi Liliang. Namun, di antara mereka berdua yang terkejut, Mingming yang masih kurangnya pengetahuan menarik baju Liu Shan dengan tatapan penuh heran.
“Kakak ….” Panggil Mingming.
“Ada apa, Mingming?” tanya Liu Shan.
“Hutan Shenmi itu apa?” tanya Mingming.
“Em … mudahnya begini. Hutan Shenmi itu adalah tempat di mana ada banyak hewan-hewan mistis yang begitu kuat. Mereka bahkan memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat di bandingkan kakak dan juga Liu Siyue” jelas Liu Shan secara singkat
Mingming yang mendengar hal itu langsung membuka lebar kedua matanya yang berbinar-binar.
“Hewan-hewan kuat?! Apa di sana ada hewan-hewan yang lucu juga?! Terutama yang memiliki bulu yang tebal dan lembut!” ucap Mingming.
Qing Yao yang mendengar ucapan Mingming pun sedikit tergelitik tawa.
“Haha! Tentu saja ada. Tetapi, jika kau ingin bertemu dengan mereka, maka kekuatanmu itu harus sangat tinggi. Dan kalau sudah cukup, kau bisa membuat salah satu dari mereka menjadi temanmu.”
“Benarkah?!”
Kedua mata Mingming menjadi semakin berbinar cerah. Dia merangkul Liu Shan dan memasang mata memohon layaknya anak anjing.
“Kakak, kau harus menang! Mingming ingin bermain bersama hewan berbulu yang lembut!” mohon Mingming.
Liu Shan yang melihat adiknya memohon seperti itu pun terdiam dan merenung kebingungan. Sedangkan Qing Yao yang duduk di samping langsung menggodanya sembari mendukung Mingming.
“Benar tuh. Sebagai kakak yang baik, kau harus memenangkan turnamen itu saat sudah masuk ke dalam akademi. Demi adikmu yang tercinta, kak Liu Shan.”
Qing Yao semakin mendekat dan berbisik tepat di telinga Liu Shan. Di himpit oleh adik kecil yang begitu manis, serta wanita cantik dengan postur seorang model majalah kelas atas benar-benar lah sebuah godaan keras bagi seorang pria normal seperti Liu Shan.
Di sisi lain, Liu Siyue yang melihat kakaknya di goda terus-terusan pun menjadi semakin cemberut dan kesal.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan?! Jangan dekat-dekat seperti itu! Dasar kakak mesum!” teriak Liu Siyue.
“Eh?! Kenapa aku yang salah?!!!” sahut Liu Shan yang kebingungan.