Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Perluas area penyisiran


__ADS_3

Sementara itu di tempat terakhir di mana Erzhan dan juga Bram mengalami kecelakaan, terlihat beberapa orang tengah menyusuri area tersebut termasuk dengan Bram di sana. Sebuah alat berat nampak mengeluarkan mobil Erzhan yang masuk ke dalam sungai secara perlahan dan juga hati-hati meminggirkannya ke arah daratan, membuat Bram yang melihat mobil Erzhan berhasil naik ke daratan lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah beberapa anak buahnya yang saat ini tengah menyisir area tersebut.


"Apa kalian sudah menemukan keberadaan tuan Erzhan di sekitaran sini?" ucap Bram kemudian membuat beberapa anak buahnya itu lantas langsung berbalik badan dan melangkahkan kaki mereka mendekat ke arah Bram.


Seorang pria yang dipanggil Fadi, yang sepertinya adalah ketua dari para bawahan milik Bram lantas terlihat melangkahkan kakinya semakin mendekat ke arah di mana Bram berada.


"Sepertinya kita harus memperluas jangkauan ketua, jika kita hanya fokus di area sini maka kita tidak akan bisa menemukan tuan. Lagi pula saya yakin tuan tidaklah tenggelam hingga ke dasar sungai." ucap Fadi mulai memberikan laporan kepada Bram.


Mendengar perkataan Fadi barusan lantas langsung membuat Bram terdiam seketika, ditatapnya area sungai di mana terakhir kali Bram melihat kehadiran Erzhan di sana kemudian menghela napasnya dengan panjang. Apapun itu kenyataannya entah mengapa Bram yakin bahwa Erzhan saat ini masih hidup dan sedang berada di suatu tempat.


"Perluas area pencarian kita, temukan tuan Erzhan secepatnya dimanapun juga!" ucap Bram kemudian memberikan perintah kepada Fadi dan juga beberapa bawahannya yang lain.


"Baik ketua saya mengerti." ucap Fadi kemudian sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Bram dan memulai kembali pencarian keberadaan Erzhan.


Helaan nafas terdengar begitu jelas berhembus dengan kasar dari mulut Bram saat ini, melihat kepergian Fadi dan juga yang lainnya membuat Bram semakin menjadi gelisah dan juga khawatir akan keadaan Erzhan saat ini. Bram bahkan terus merutuki kebodohannya karena sewaktu kecelakaan tersebut terjadi bukannya ia mengikuti kepergian Erzhan yang dilakukan oleh Bram malah berpencar sehingga kehilangan sosok Erzhan.


Bram yang waktu itu salah mengambil jalur dan berenang semakin jauh dari posisinya, ketika menyadari bahwa ia kehilangan telah kehilangan Erzhan lantas bersusah payah untuk kembali ke titik semula. Namun ketika Bram sampai ke titik semula keduanya mengalami kecelakaan Erzhan sudah tidak ada di sana, membuat Bram kewalahan karena tidak menemukan keberadaan Erzhan dimanapun juga.


"Maafkan saya tuan, saya berjanji akan menemukan anda dimanapun anda berada tuan." ucap Bram kemudian dengan nada yang sangat yakin bahwa ia akan menemukan Erzhan.


***


Sementara itu setelah beberes dan juga sarapan pagi baik Felisa, Farel maupun Erzhan lantas memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dengan laju mobil yang perlahan Felisa mulai menyetir mobilnya menuju ke arah pulau melintasi jalanan yang terkadang berpasir namun terkadang juga sebuah padang rumput yang luas, membuat suasana begitu indah dan terasa masih asri ketiga ketiganya melewati jalanan tersebut.

__ADS_1


"Bukankah ini adalah liburan yang sesungguhnya?" ucap Felisa kemudian memecah keheningan yang terjadi di dalam mobil.


Mendengar perkataan dari Felisa barusan, lantas langsung membuat Farel dan juga Erzhan yang tengah menatap ke arah luar kaca jendela dengan spontan menoleh ke arah Felisa begitu mendengar pertanyaan dari Felisa barusan.


"Tentu saja, jika tidak ada dia!" ucap Farel dengan nada yang ketus sambil menunjuk ke arah Erzhan dengan ekor matanya, membuat Erzhan yang mendengar sindiran tersebut lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah namun tanpa menanggapi sama sekali perkataannya.


Erzhan bahkan benar-benar malas jika harus kembali meladeni tingkah Farel yang sangat kekanak-kanakan sekarang.


"Farell...." panggil Felisa kemudian dengan nada yang sengaja memanjang seakan berusaha untuk memperingati adiknya itu agar tidak keterlaluan.


"Baiklah... Baiklah aku menyerah!" ucap Farel kemudian memejamkan matanya seakan malas untuk kembali berkomentar.


Sedangkan Felisa yang melihat hal tersebut pada akhirnya hanya bisa menggeleng kepalanya secara perlahan. Entah mengapa baik Erzhan maupun Farel tidak pernah bisa akur padahal keduanya memiliki persamaan yang mungkin tidak pernah mereka sadari sebelumnya.


.


.


.


.


Sore harinya

__ADS_1


Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang dan hampir memakan waktu seharian penuh pada akhirnya Felisa berhasil sampai di pulau tersebut. Raut wajah Felisa benar-benar terlihat begitu bahagia ketika ia berhasil mewujudkan impian Ayahnya untuk menabur abu jenazahnya ke laut yang terdapat di pulau tersebut.


"Kita sudah sampai.... Bangun semua kita sudah sampai!" ucap Felisa dengan nada yang meninggi mencoba untuk membangunkan Erzhan dan juga Farel kemudian setelah itu melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil begitu saja tanpa menunggu keduanya bangun.


Baik Farel maupun Erzhan yang mendengar suara berisik yang berasal dari Felisa lantas langsung terbangun begitu saja dari tidurnya. Sambil mengumpulkan kesadarannya Farel dan juga Erzhan mulai bangkit secara perlahan dari posisinya kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil untuk melihat apa yang sedari tadi di ributkan oleh Felisa.


Farel yang baru saja melangkahkan kakinya keluar lantas mengedarkan pandangannya ke arah sekitar dan langsung terkejut ketika menyadari bahwa perjalanan panjang mereka akhirnya terbalaskan. Suasana pantai dengan pasir putih dan beberapa pohon kelapa di sekitarnya membawa kesejukan tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya.


Farel yang tak sabar akan apa yang baru saja ia lihat lantas berlarian mendekat ke arah Felisa dan langsung memeluk tubuh kakaknya itu dengan raut wajah yang bahagia. Dengan senyuman penuh kegirangan Farel membawa tubuh Felisa berputar sebanyak 360 derajat, membuat tawa riang lantas keluar dari mulut Felisa ketika tubuhnya di bawa berputar selama beberapa kali.


"Hentikan Rel... Kau membuat ku pusing... hahaha" ucap Felisa sambil tertawa dengan keras.


"Kita sampai kak... Kita berhasil sampai!" balas Farel tanpa ingin menghentikan gerakannya.


Sedangkan Erzhan yang waktu itu baru melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil, melihat tingkah Felisa dan juga Farel lantas langsung terdiam di tempatnya dengan seketika. Sebuah bayangan kenangan yang buruk mendadak terlintas di benaknya, membuat Erzhan lantas langsung memegangi kepalanya yang mendadak terasa begitu berdenyut saat ini.


"Arg.." rintih Erzhan dengan nada yang lirih.


Felisa dan Farel yang baru saja berhenti begitu melihat Erzhan kesakitan, lantas langsung saling pandang satu sama lain dan detik berikutnya melangkahkan kakinya bergegas mendekat ke arah dimana Erzhan berada.


"Apa kau baik-baik saja?" ucap Felisa dengan raut wajah yang khawatir.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2