Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Sesuai keinginan mu


__ADS_3

Di sebuah bangunan tua yang tidak diketahui dimana lokasinya, terlihat Pria yang tadi hampir menculik Felisa lantas nampak berada di tengah-tengah bangunan tersebut dengan posisi bagian tangannya dan kakinya di ikat dengan erat.


Tak tak tak


Suara langkah kaki yang berasal dari pintu di bangunan tersebut lantas terdengar menggema memenuhi ruangan yang berada di bangunan tua itu yang memang dalam kondisi sunyi dan sepi. Mendengar suara derap langkah laki yang mendekat, membuat Pria itu lantas mendongakkan kepalanya menatap ke arah sumber suara seakan mencoba mencari tahu siapa pemilik derap langkah kaki itu.


"Apa kau sudah mencari tahu tentangnya?" ucap Erzhan yang lantas membuat Pria itu langsung terdiam dengan seketika begitu menyadari bahwa pemilik suara derap langkah kaki itu adalah Erzhan dan juga kaki tangannya.


"Sudah Tuan, dia adalah Akmal salah satu anak buah Raes yang biasanya ditugaskan dalam misi-misi tertentu." ucap Bram kemudian mulai menjelaskan siapa Pria itu sebenarnya.


Mendengar perkataan dari Bram yang mengatakan tentang sebuah misi tertentu, membuat Erzhan langsung mengernyit dengan seketika. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Erzhan begitu ia mengetahui misi apa yang dimaksud oleh Bram tanpa harus menunggu penjelasan dari Bram akan misi tersebut.


"Sebuah misi ya.. Menarik juga.." ucap Erzhan dengan tersenyum sinis menatap ke arah Pria itu.


Mendengar perkataan dari Erzhan barusan lantas membuat Pria itu atau yang akrab disapa dengan Akmal melengos seperti enggan menatap ke arah Erzhan. Membuat Erzhan yang melihat tingkah dari Akmal kemudian mulai melangkahkan kakinya secara perlahan mendekat ke arah Akmal dan mengambil posisi berjongkok di sana. Diambilnya dagu Akmal dengan kasar sambil menatap tajam ke arah Akmal, membuat Akmal lantas menjadi semakin kesal ketika melihat tatapan Erzhan tersebut.


"Sekarang katakan kepada ku, apakah kau datang untuk misi mencari harta tersebut?" ucap Erzhan mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang tengah Akmal kerjakan saat ini.


Akmal yang mendapat pertanyaan tersebut lantas langsung berusaha membuang mukanya, meski Erzhan tetap saja mencoba mengarahkan dagunya ke arahnya agar bisa membuat Akmal menatap ke arah manik matannya, namun Akmal sama sekali tidak bergeming dan mencoba untuk menatap ke arah pinggir.


"Aku lebih baik mati ketimbang mengatakannya kepadamu saat ini! Jangan pernah berharap mendapatkan sesuatu dari ku." ucap Akmal dengan nada penuh penekanan sekaligus kekeh tidak ingin mengatakan apapun kepada Erzhan saat ini.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Akmal barusan membuat Erzhan lantas langsung bangkit dari posisinya, Erzhan tertawa dengan sejenak kemudian mengambil posisi bersendekap dada setelah itu baru mengkode kepada Bram agar Bram mendekat ke arahnya untuk memberikannya sesuatu.


"Kau ingin mati rupanya? Baiklah keinginan mu di kabulkan..." ucap Erzhan sambil menengadahkan tangannya ke arah Bram dan membuat Bram yang mengerti akan kode tersebut langsung memberikan Erzhan sebuah pistol.


Melihat sebuah pistol di tangan Erzhan membuat sebuah perasaan takut menghampiri Akmal dengan seketika. Namun ketika ia mengingat rumor bahwa Erzhan mempunyai belas kasihan yang tinggi sehingga tidak akan melukai lawannya lantas membuat Akmal malah tersenyum dengan sinis menatap ke arah Erzhan saat ini.


Sedangkan Erzhan yang mendapat tatapan tersebut lantas ikut tersenyum namun detik berikutnya suara tembakan terdengar dengan jelas di sana dan tepat mengenai paha Akmal, membuat Akmal lantas terkejut dengan seketika begitu Erzhan melepaskan pelatuknya begitu saja tanpa aba-aba.


"Akh" pekik Akmal sambil meringis kesakitan ketika mendapat tembakan secara tiba-tiba dari Erzhan barusan.


Sedangkan Erzhan yang melihat Akmal meringis kesakitan akibat tembakan darinya, lantas hanya tersenyum dengan tatapan yang sinis. Ditatapnya Akmal dengan tatapan yang bengis membuat Akmal lantas berdecak dengan kesal karena harus menahan rasa sakit akibat tembakan Erzhan barusan.


"Kau sialan!" ucap Akmal sambil menahan rasa sakit yang menderanya.


"Tapi bukan..." ucap Akmal hendak kembali protes namun langsung terpotong seketika.


Dor..


Suara tembakan kembali terdengar dengan jelas di dalam ruangan tersebut, yang kali ini mengarah tepat ke arah lengan sebelah kanan milik Akmal membuat Akmal lantas kembali meringis kesakitan bahkan hingga membuat Akmal berteriak karena harus menahan rasa sakit di area paha dan juga lengan sebelah kanannya.


"Kau gila!" teriak Akmal dengan nada yang kesal.

__ADS_1


"Aku? Tentu saja? Bukankah sedari awal kau meremehkan ku? Lalu mengapa saat ini kau malah terkejut?" ucap Erzhan dengan santainya sambil memainkan ponsel miliknya.


Mendengar perkataan tersebut keluar langsung dari mulut Erzhan lantas membuat Akmal tidak bisa berkata-kata lagi. Akmal meringis menahan rasa sakit yang menjulur tepat di area paha dan juga lengannya, membuat Akmal sama sekali tidak bisa berkutik lagi. Erzhan yang melihat hal tersebut lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Akmal berada kemudian kembali mengambil posisi berjongkok dan menatap ke arah wajah Akmal yang kini sudah terlihat mulai berkeringat dingin akibat menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Sekarang katakan apa misi yang sedang kau jalankan saat ini?" ucap Erzhan kemudian mencoba memberikan kesempatan kepada Akmal untuk mengatakannya sebelum kesabaran Erzhan habis.


Mendengar perkataan Erzhan barusan lantas membuat Akmal terdiam sejenak, Akmal benar-benar bimbang kali ini jika ia mengatakan sebenarnya kepada Erzhan belum tentu ia akan hidup, namun jika ia tidak mengatakannya kepada Erzhan belum pasti juga ia akan selamat. Lagi pula pada akhirnya ia juga akan dilempar di kandang buaya, bukankah hal itu sama saja? Setidaknya jika dengan tidak mengatakannya kepada musuh maka kita akan mati secara terhormat bukan?


"Sampai kapan pun tidak akan pernah!" ucap Akmal pada akhirnya dengan nada yang yakin.


"Baik jika memang itu keputusan mu." ucap Erzhan kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Akmal.


Akmal yang tadinya mengira bahwa ia lolos dari maut lantas terlihat menghela napasnya dengan lega. Namun siapa sangka Erzhan yang melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari Akmal, bukanlah untuk meninggalkan dirinya melainkan untuk menarik pelatuknya agar tepat mengenai sasaran.


Dor dor...


Suara tembakan terdengar dengan jelas menggema di ruangan tersebut, tepat bersamaan dengan suara tembakan itu tubuh Akmal jatuh ke tanah dengan darah segar yang mengalir tepat dari kepalanya. Erzhan menghabisi nyawa Akmal melalui tembakan yang tepat mengenai kepala Akmal dan membuatnya langsung tewas di tempat.


"Urus dia dan buat seolah-olah Raes yang melakukannya." ucap Erzhan kemudian sambil memberikan pistol miliknya kepada Bram.


"Baik Tuan" ucap Bram kemudian sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2