
"Tuan ada sesuatu yang saya temukan!" ucap Arkan tepat ketika Felisa berlalu pergi dari sana.
Erzhan yang mendengar suara tiba-tiba dari Arkan yang berasal dari earphone yang ia kenakan, lantas langsung mengernyit dengan raut wajah yang penasaran saat itu. Namun masih dengan langkah kaki menyusuri area lorong bawah tanah tersebut.
"Ada apa?" tanya Erzhan kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Setelah saya mencoba untuk mencari tahu tentang keberadaan harta tersembunyi tersebut. Saya baru menemukan sebuah fakta jika ternyata antara ruang bawah tanah yang berada di area bangunan tua, dengan ruko milik Felisa rupanya terhubung Tuan." ucap Arkan sambil menatap ke arah layar iPad miliknya saat itu.
Mendengar perkataan dari Arkan barusan, lantas langsung membuat langkah kaki Erzhan terhenti dengan seketika. Entah apa yang coba diberitahukan oleh Arkan saat ini, namun yang jelas fakta tersebut benar-benar membuatnya terkejut saat itu. Hingga membuat Bram yang sedari tadi mengikuti langkah kakinya, ikut berhenti secara mendadak.
"Apa ada sesuatu Tuan?" tanya Bram kemudian yang langsung di balas anggukan kepala oleh Erzhan saat itu, sambil mengisyaratkan kepada Bram untuk diam sejenak.
"Jangan bilang jika sebenarnya Nelson sudah mengetahui hal ini akan terjadi? Jika memang demikian, lalu apa sebenarnya alasan dari setiap tindakan Nelson selama ini? Bukankah semua ini terasa begitu mencurigakan?" ucap Erzhan mencoba untuk memikirkan segalanya saat itu.
"Yang jelas pasti ada sesuatu Tuan, hanya saja apa itu yang bisa kita lakukan saat ini hanya bisa mencoba untuk mencari tahu segalanya, tanpa bisa bertanya lebih lanjut kepada Nelson saat ini." ucap Arkan kemudian tanpa sadar jika hal itu malah membuat Erzhan kesal karenanya.
"Kau jangan bercanda! Jika itu aku juga tahu, lagi pula jika kau mau kau bisa tanyakan langsung kepada abu jenazahnya! Bukankah hal itu akan sangat menyenangkan Arkan?" ucap Erzhan dengan raut wajah yang kesal.
"Ma...maafkan saya Tuan..." ucap Arkan kemudian yang sadar jika ia sudah keceplosan barusan dan berkata tidak sopan kepada Erzhan.
Di saat keduanya tengah berdiskusi akan sesuatu hal yang baru saja ditemukan oleh Arkan, dari arah pintu masuk terdengar suara Andi dan juga Rama yang mencoba untuk berkomunikasi dengan Erzhan ataupun Arkan saat itu.
"Tes... Tes... Ar aku rasa ada yang datang mendekat ke arah pintu masuk ruang bawah tanah saat ini.. Coba kau periksa! Arkan.. Apa kamu mendengar kami?" ucap sebuah suara dengan nada yang berbisik di seberang sana saat itu.
Mendengar sebuah suara tersebut, tentu saja langsung membuat pembicaraan yang terjadi antara Erzhan dan juga Arkan terhenti dengan seketika. Arkan yang mendengar dengan jelas suara di seberang sana, tentu saja langsung melihat ke arah iPad miliknya yang berada di tangannya sedari tadi, kemudian fokus menatap ke arah area dekat pintu masuk ruangan bawah tanah dimana Andi dan juga Rama berada saat ini.
"Jaga-jaga! Aku melihat Frans terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana kalian berdua berada saat ini. Sebaiknya kalian berdua bersembunyi dulu saat ini." ucap Arkan kemudian yang terkejut akan kehadiran Frans yang tiba-tiba di sana.
__ADS_1
"Arg sial!" pekik Rama yang nampak terkejut akan perkataan dari Arkan barusan.
Tepat setelah mendengar perkataan Arkan tentang Frans yang terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah keduanya berada saat itu. Baik Rama dan juga Andi nampak saling mengambil langkah kaki seribu seakan menghindari tatap muka akan kedatangan Frans saat ini. Yang terpenting adalah mencari tempat persembunyian untuk sementara waktu di sekitaran sana. Setidaknya sampai Frans berlalu pergi dari area ini.
Brak... Brak... Krasak.. Krasak..
Mendengar suara tersebut tentu saja membuat Arkan dan juga Erzhan kesal karenanya.
"Tidak bisakah kalian bergerak secara perlahan? Berhenti membuat keributan di sana atau nanti kalian akan ketahuan!" ucap Arkan dengan nada yang kesal begitu melihat kelakuan Andi dan juga Rama yang nampak grasak-grusuk.
"Selidiki lebih lanjut soal itu dan kabari aku, sepertinya kehadiran kita di sini sudah tercium oleh lawan." ucap Erzhan kemudian menengahi pembicaraan keduanya saat itu, sekaligus menghentikan gerakan Andi dan juga Rama yang terdengar berisik di seberang sana.
"Baik Tuan..." jawab Arkan dan juga Andi secara bersamaan saat itu.
**
Disaat Arkan tengah serius menatap ke arah layar iPadnya. Sebuah suara yang berasal dari Felisa saat itu, lantas membuat Arkan membenarkan posisinya ketika itu juga.
Mendengar perkataan Felisa barusan, lantas membuat Arkan hanya menoleh sebentar ke arah Felisa saat itu kemudian kembali menatap ke arah layar iPad miliknya.
"Jika tidak ada ya sudah, aku tidak terlalu haus saat ini." ucap Arkan dengan nada yang terdengar begitu santai, namun berhasil membuat bola mata Felisa langsung membulat dengan seketika saat itu.
"Apa katamu?" ucap Felisa yang terkejut akan perkataan Arkan barusan, namun yang dilakukan Arkan hanya diam dan sama sekali tidak menanggapi perkataan Felisa barusan.
"Benar-benar menyebalkan Pria ini, apa semua anak buahnya begi?u. Sok berwajah dingin namun masih membutuhkan orang lain... Cih..." ucap Felisa dengan kesal sambil berlalu pergi dari sana, membuat helaan napas langsung terdengar berhembus kasar dari mulut Arkan saat itu.
"Dasar wanita, bisanya hanya menggerutu saja!" ucap Arkan dengan nada yang datar.
__ADS_1
***
Sementara itu di lorong bawah tanah, saat ini terlihat Erzhan terus melangkahkan kakinya menyusuri area lorong tersebut. Sambil melangkah dengan perlahan, Erzhan yang mulai merasakan pengap lantas hanya bisa mengatur napasnya secara perlahan.
Sampai kemudian ketika keduanya berada tepat di persimpangan jalan, Erzhan nampak menghentikan langkah kakinya dengan sejenak di sana.
"Kemana kita harus pergi Ar?" tanya Erzhan kemudian.
"Sebentar Tuan..." jawab Arkan yang mendengar pertanyaan tersebut.
.
.
.
Beberapa menit menunggu jawaban dari seberang sana, Erzhan yang tak kunjung mendapati jawaban dari Arkan lantas nampak mengernyit saat itu.
"Ar apa kamu masih di sana? Arkan?" ucap Erzhan yang kebingungan karena tidak kunjung mendengar suara Arkan saat itu.
Sampai kemudian sebuah suara teriakan seseorang yang tak asing di telinganya, lantas langsung membuatnya sedikit tersentak saat itu.
"Aaaaa"
"Apa yang terjadi di sana? Katakan sesuatu Ar..." ucap Erzhan dengan raut wajah yang khawatir.
"Saya akan kembali sebentar lagi Tuan... Ada masalah yang harus saya urus terlebih dahulu di sini." ucap Arkan kemudian...
__ADS_1
Bruk...
Bersambung