Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Mobil patroli polisi


__ADS_3

"Apa?" ucap Felisa yang terkejut begitu mendengar Erzhan membahas tentang harta yang disembunyikan oleh Nelson.


Mendengar Erzhan membahas tentang harta yang disembunyikan oleh Nelson Ayahnya tentu saja langsung membuat Felisa terkejut seketika. Felisa dan juga Ayahnya bahkan hidup dengan kekurangan selama ini, namun bagaimana bisa tiba-tiba Erzhan membahas tentang harta yang disembunyikan oleh Nelson? Bukankah itu dua hal yang sangat tidak masuk akal? Jika memang Nelson mempunyai harta yang berlimpah mungkin kehidupan Felisa akan jauh lebih baik dari saat ini. Bukankah begitu?


Felisa menatap ke arah Erzhan dengan tetapan yang tidak mengerti, seakan mencoba untuk mencerna dengan perlahan setiap perkataan dan juga pertanyaan yang keluar dari mulut Erzhan barusan. Hanya saja dipikirkan bagaimana pun juga entah mengapa rasanya Felisa tetap tidak mengerti akan arah dari pembicaraan Erzhan saat ini.


"Kamu jangan bercanda, kami berdua bahkan hidup dalam keadaan kekurangan. Jika memang Ayah memilik harta yang kamu bicarakan mungkin aku akan hidup menjadi Princes bukan malah menjadi seorang pelayan Cafe. Mungkin kamu salah dalam mengenali seseorang, lagi pula harta yang tersembunyi? Apa kau pikir ini sebuah permainan mencari harta karun? Yang benar saja... Perkataan mu benar-benar menggelikan." ucap Felisa dengan nada yang terdengar garing, membuat Erzhan yang mendengar hal tersebut lantas langsung menghela napasnya dengan panjang.


"Jangan main-main kamu, jika memang kamu tidak mengetahui tentang harta itu mengapa kamu malah kabur ke pulau terpencil bersama dengan adik mu? Apakah kamu sedang bermain tebak kata bersama dengan ku?" ucap Erzhan dengan nada yang sinis membuat Felisa langsung melotot dengan seketika.


"Perkataan mu benar-benar tidak masuk di akal, bukankah aku sudah mengatakan kepadamu secara berulang kali? Jika aku pergi kesana karena ingin menabur Abu Ayah ku, perkataan mu itu bahkan benar-benar terdengar gila!" ucap Felisa sambil menggebrak meja ruangan tersebut dengan kesal kemudian bangkit berdiri dari tempat duduknya.


Melihat tingkah Felisa yang seperti itu lantas membuat Erzhan tersenyum dengan sinis, sedangkan Felisa yang merasa percakapan ini semakin melantur kemudian lantas berbalik badan hendak berlalu pergi dari sana, namun ketika ia baru saja memutar tubuhnya dua orang pria dengan tubuh tinggi tegap lantas mulai menghadang Felisa yang lantas membuatnya terkejut dengan seketika.


"Apa-apaan ini?" ucap Felisa dengan raut wajah yang bingung menatap ke arah dua orang tersebut secara bergantian.


Mendapat pertanyaan dari Felisa barusan sama sekali tak membuat kedua orang tersebut menatap ke arahnya, yang keduanya lihat adalah raut wajah Erzhan yang saat ini tengah memasang wajah yang serius, seakan seperti tengah menanti perintah dari Erzhan.


"Apa ada yang ingin anda lakukan pada gadis ini Tuan?" ucap salah satu Pria yang saat ini tengah berdiri di hadapan Felisa.


"Terserah kalian, aku rasa si tiger belum di kasih makan sama sekali sejak tadi pagi... Jika kalian mau, kalian bisa memasukkannya ke kandang tiger." ucap Erzhan dengan nada yang santai namun berhasil membuat Felisa melotot ketika mendengarnya.

__ADS_1


Felisa yang mendengar perkataan dari Erzhan barusan tentu saja langsung terkejut bukan main, meski Felisa tidak tahu dengan jelas jenis hewan apa yang dimaksud oleh Erzhan barusan, namun jika mendengar kata memakan harusnya sudah bisa dipastikan hewan tersebut tentunya seekor binatang buas.


Felisa yang membayangkan bagaimana tubuhnya di cincang habis-habisan oleh hewan buas bertaring peliharaan Erzhan lantas langsung menelan salivanya dengan kasar. Tak ingin kejadian tersebut terjadi kepadanya Felisa kemudian lantas mendekat ke arah meja Erzhan dan menatapnya dengan tatapan yang memelas.


"Apa kau sedang bercanda? Yang benar saja, aku bahkan menolong mu ketika di hutan beberapa waktu lalu, bagaimana bisa kamu malah menendang ku untuk di jadikan santapan hewan peliharaan mu!" ucap Felisa dengan nada yang lirih sambil menatap tajam ke arah Erzhan.


Mendapat tatapan tajam dari Felisa barusan bukannya takut malah membuat Erzhan tertawa karenanya.


"Kami permisi Tuan..." ucap salah satu bodyguard tersebut sambil menarik tangan Felisa agar segera bergegas pergi dari ruangan Erzhan.


Mendapat tarikan tersebut tentu saja membuat Felisa bingung dengan seketika. Felisa bahkan mencoba untuk memberontak berkali-kali sambil berteriak meminta kepada Erzhan agar menghentikan aksi kedua bawahannya ini. Namun Erzhan yang mendengar teriakan Felisa sama sekali tak bergeming dan tetap membiarkan kedua anak buahnya membawa Felisa.


"Hentikan... Lepaskan aku... Hei!" pekik Felisa sebelum pada akhirnya di bawa keluar dari ruangan tersebut.


"Iya Tuan" ucap Bram kemudian yang seakan tahu jika sebentar lagi Erzhan akan memberikannya perintah.


"Kau tentu tahu apa yang harus kau lakukan untuk membuat seorang seperti Felisa membuka mulutnya, bukan?" ucap Erzhan kemudian sambil menatap lurus ke arah depan.


"Tentu saja Tuan anda tidak perlu khawatir." ucap Bram kemudian dengan tersenyum tipis menatap ke arah Erzhan.


"Bagus, kalau begitu pergilah sekarang..." ucap Erzhan kemudian sambil menggerakkan tangannya agar Bram segera bergerak.

__ADS_1


Melihat kode tersebut Bram lantas mengangguk tanda mengerti kemudian mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut dan mulai menjalankan perintah dari Erzhan barusan.


"Baiklah Felisa.. Mari kita lihat sejauh apa mulut mu itu terkunci dengan rapat?" ucap Erzhan pada diri sendiri tepat setelah kepergian Bram dari ruangannya.


***


Sementara itu di kediaman Raes


Dari arah pintu masuk terlihat beberapa mobil patroli polisi memasuki area kediaman Raes. Melihat hal tersebut membuat Alex lantas melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang terburu-buru menuju ke arah lapangan golf dimana saat ini Raes tengah bermain golf di sana.


Dengan langkah kaki yang besar Alex mulai mempercepat langkah kakinya menuju ke arah lapangan golf. Ketika langkah kakinya sampai di area lapangan golf, ditatapnya area sekitar untuk mencari keberadaan Raes, sampai kemudian pandangannya terhenti pada area sudut lapangan dimana Raes tengah beristirahat saat ini. Alex yang mendapati Tuannya tengah berleha-leha di sana, lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Raes berada saat ini.


"Tuan.." panggil Alex dengan nada yang terdengar ngos-ngosan.


Mendengar panggilan tersebut tentu saja langsung menghentikan gerakan Raes kemudian melirik sekilas ke arah Alex yang saat ini sudah dalam posisi banjir keringat karena baru saja selesai berlarian.


"Ada apa? Apakah ada situasi yang genting yang terjadi?" ucap Raes kemudian sambil bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.


"Di depan ada mobil polisi dan ingin menangkap anda." ucap Alex kemudian dengan raut wajah yang gelisah.


"Apa?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2