Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Menyisipkan sesuatu


__ADS_3

"Aku punya sebuah penawaran untuk mu." ucap Felisa kemudian.


Mendengar perkataan Felisa barusan tentu saja langsung membuat Erzhan mengernyit dengan seketika. Entah penawaran apa yang dikatakan oleh Felisa saat itu, namun yang jelas apapun itu Erzhan yakin hal ini berkaitan dengan harta tersembunyi itu.


"Penawaran apa ya g ingin kau berikan kepadaku?" ucap Erzhan kemudian yang lantas membuat Felisa langsung menelan salivanya dengan kasar saat itu.


"Berjanjilah satu hal, jika aku berhasil membawamu menemukan letak di mana harta tersembunyi tersebut berada. Kamu harus membebaskanku dan juga keluargaku dari semua jeratan orang-orang yang berkaitan dengan harga tersembunyi tersebut, apa kamu bisa melakukannya?" ucap Felisa kemudian dengan tatapan yang tegas seakan menanti sebuah kepastian dari seorang Erzhan.


Sedangkan Erzhan yang mendengar semua perkataan dari Felisa barusan hanya tersenyum dengan simpul kemudian bangkit dari tempat duduknya saat ini.


"Apapun yang kau minta akan aku berikan, asalkan kau berhasil menunjukkan kepadaku di mana letak harta tersembunyi tersebut." ucap Erzhan dengan nada yang tegas, membuat Felisa yang semula ragu perlahan-lahan mulai mendapat secercah harapan begitu mendengar hal tersebut.


"Lakukan perjanjian ini di atas hitam dan putih, aku akan merasa tenang jika kau mau melakukan hal tersebut untukku." ucap Felia kemudian yang lantas membuat Erzhan manggut-manggut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Setelah melakukan kesepakatan baik Erzhan maupun Felisa terlihat mulai membubuhkan tanda tangan masing-masing dalam keadaan yang sadar. Terdapat dua salinan di sana dimana satu di bawa oleh Felisa dan satu lagi di bawa oleh Erzhan.


Erzhan yang mendapatkan satu surat perjanjian setelah menyepakati apa yang diminta oleh Felisa barusan, kemudian mulai meletakkan kertas perjanjian tersebut di atas meja dan mengambil posisi bersendekap dada menatap ke arah di mana Felisa berada saat ini. Melihat hal tersebut membuat Felisa yang menyadari tatapan Erzhan kepadanya seakan menunggu ia mengatakan sesuatu, lantas mulai menarik napasnya dalam-dalam.


"Aku tidak mengetahui apakah ini informasi yang penting atau tidak, hanya saja aku mendengar jika sebuah anting bisa menjadi petunjuk penting menuju ke arah di mana harta tersembunyi tersebut tersimpan." ucap Felisa yang lantas langsung membuat Erzhan mengernyit dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Felisa barusan.


"Apa maksud dari perkataanmu barusan? Apakah kau sudah memperoleh satu clue?" tanya Erzhan dengan raut wajah yang penasaran mantap ke arah Felisa saat ini.


"Aku tidak tahu dengan pasti, yang jelas Ibu berkata jika sebuah anting-anting bisa membawaku menuju ke letak di mana harta tersebut tersembunyi. Entah apa yang dimaksud oleh Ibu tapi yang jelas semua itu ada hubungannya dengan anting-anting. Hanya saja anting-anting yang mana yang sebenarnya dimaksud oleh Ibu saat ini, aku sendiri sama sekali tidak mengetahuinya." ucap Felisa kemudian yang langsung membuat Erzhan terdiam dengan seketika.


"Masalah anting-anting tak perlu terlalu kau pikirkan karena aku akan berusaha sebisa mungkin memecahkannya. Yang harus kau lakukan terus gali informasi sebanyak-banyaknya dari Ibumu dan kita akan mencocokkan hasil dari informasi yang kita dapatkan masing-masing." ucap Erzhan kemudian yang lantas di balas anggukan oleh Felisa.


"Baiklah jika kamu mengatakan seperti itu, itu artinya aku bisa menemui Ibuku kapanpun juga, bukan? Jangan sampai kamu menarik ucapanmu kembali!" ucap Felisa dengan nada yang mengancam karena ia jelas tahu seperti apa watak Erzhan.


"Tentu saja asal dengan satu syarat, kau harus ditemani oleh beberapa Bodyguard sekaligus untuk menjagamu agar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali." ucap Erzhan dengan tatapan yang tegas seakan tidak ingin dibantah sama sekali, membuat Felisa pada akhirnya hanya bisa menghela napasnya dengan panjang ketika mendengar perintah tersebut.


"Baiklah terserah apa katamu!" ucap Felisa kemudian sambil memutar bola matanya dengan jengah.


***

__ADS_1


Sementara itu di ruangan Erzhan, setelah kepergian Felisa dari sana Erzhan nampak memainkan jari-jari tangannya sebentar pada meja kerjanya. Sambil menatap kosong ke arah depan Erzhan mulai memikirkan sesuatu hal yang baru saja dikatakan oleh Felisa tadi. Entah mengapa ia begitu kepikiran dengan anting-anting yang dimaksud oleh Felisa sebelum kepergiannya.


"Apa yang sebenarnya tersimpan dalam kata anting-anting, mengapa aku merasa ada sesuatu yang sangat penting di dalamnya?" ucap Erzhan kepada diri sendiri sambil menatap lurus ke arah depan.


Di saat Erzhan memikirkan segala hal yang berkaitan dengan anting-anting, sebuah derap langkah kaki lantas terdengar menggema di ruangannya yang kemudian membuat Erzhan langsung mendongak menatap ke arah sumber suara.


Dari arah pintu masuk terlihat Bram tengah melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekat ke arah dimana Erzhan berada saat ini. Membuat Erzhan yang melihat hal tersebut lantas langsung membenarkan posisinya saat itu.


"Apakah kau mendapatkan sebuah informasi tentang anting-anting yang aku maksud tadi di telepon? "ucap Erzhan dengan raut wajah yang penasaran begitu mendapati kedatangan Bram ke ruangannya.


"Tentu saja Tuan..." ucap Bram sambil menyerahkan sebuah iPad tepat di hadapan Erzhan saat itu, membuat Erzhan lantas langsung mengernyit dengan seketika.


Erzhan yang mendapati sebuah iPad diletakkan tepat di depannya, tentu saja langsung mengambilnya dan mulai menggeser satu persatu informasi yang terdapat dalam layar iPad tersebut sambil mulai memahami setiap detail informasi yang diberikan oleh Bram melalui iPad tersebut.


"Entah ini berhubungan atau tidak, namun Nelson terlihat mendatangi seorang penempa perhiasan 5 tahun yang lalu tepat di usia Felisa yang ke 20 tahun. Nelson terlihat memesan perhiasan yang di pesan dengan desain khusus darinya. Nelson memesan sebuah anting-anting dengan bentuk tetesan air, dimana di dalamnya ia meminta bagian itu di buat berongga. Bukankah hal ini sedikit aneh Tuan, jika kembali dipikirkan secara logis.. Untuk apa Nelson meminta celah berongga pada sebuah perhiasan jika memang tidak ada sesuatu apapun yang ingin ia sembunyikan di sana. Aku rasa Nelson mencoba untuk menyisipkan sesuatu ke dalamnya." ucap Bram mulai menjelaskan segalanya karena bagaimana pun juga hal ini tetap saja terasa ganjal bagi Bram ketika mendapati informasi tersebut.


Sedangkan Erzhan yang mendengar penjelasan tersebut hanya terdiam sambil mencoba untuk mencerna setiap perkataan dan juga informasi dari Bram secara perlahan.


"Aku rasa ada sesuatu yang coba Nelson sembunyikan melalui anting-anting tersebut." ucap Erzhan kemudian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2