
"Siapa dia kak?" tanya sebuah suara yang lantas membuat Erzhan dan juga Felisa langsung menoleh dengan seketika ke arah sumber suara.
Felisa yang melihat langkah kaki Farel semakin mendekat ke arahnya, lantas langsung membuat Felisa bangkit dari tempat duduknya. Tanpa menjawab pertanyaan dari Farel barusan Felisa kemudian lantas menghampiri Farel dengan langkah kaki yang perlahan hendak berusaha menjelaskan siapa pria yang saat ini tengah berada di sampingnya.
"Kenalkan dia Erzhan, mobilnya tadi mengalami kecelakaan disekitar sini jadi kakak ingin..." ucap Felisa hendak menjelaskan segalanya namun terpotong karena Farel langsung menariknya sedikit menjauh dari sana yang lantas membuat Erzhan ikut bangkit dari posisinya ketika melihat Farel mengajak Felisa beranjak dari sana.
"Ah sial! Dia pasti akan menjadi biang masalah dan tidak akan membiarkan ku untuk ikut bersama dengan mereka." ucap Erzhan gang melihat kepergian keduanya.
**
Sementara itu Farel yang membawa Felisa sedikit menjauh dari sana, lantas langsung melepaskan genggaman tangannya ketika Farel merasa berada cukup jauh dari posisi semula. Farel yang tak habis pikir dengan keputusan kakaknya itu kemudian mulai menatap ke arah kakaknya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, membuat Felisa yang mendapat tatapan tersebut lantas langsung bertanya-tanya akan maksud dari tatapan tersebut.
"Cobalah untuk mengerti Rel... Dia sedang dalam kondisi yang kesusahan. Bagaimana aku tega meninggalkannya begitu saja?" ucap Felisa kemudian mencoba untuk menjelaskannya kepada Farel saat ini.
"Harusnya yang mencoba untuk mengerti itu kakak, kak dipikirkan darimanapun semua itu tampak tidak masuk akal. Coba kakak bayangkan, bagaimana bisa seorang pemuda tampan seperti dia tiba-tiba muncul begitu saja di tengah hutan? Ayolah kak ini hutan bukan jalan raya atau sebuah tempat umum lainnya, bisakah kakak berpikir sejenak? Bagaimana kalau sampai ternyata pria tersebut adalah komplotan dari pria yang menyerang kita tadi pagi? Apa kakak tidak pernah berpikir sampai ke situ?" ucap Farel dengan nada yang kesal.
Sedangkan Felisa yang mendengar perkataan panjang lebar dari Farel barusan lantas terdiam sejenak. Apa yang dikatakan oleh Farel memang ada benarnya juga, namun entah mengapa Felisa merasa pria dihadapannya kali ini benar-benar berbeda dari pria yang menyerang mereka berdua tadi pagi.
__ADS_1
"Tidakkah kamu berlebihan Rel? Erzhan bahkan sudah menjelaskan segalanya dan mengatakan bahwa mobilnya mengalami kecelakaan, apa hal itu masih kurang untuk mu?" ucap Felisa yang masih bersikukuh bahwa Erzhan tidaklah sama dengan mereka.
Sedangkan Farel yang mendengar sebuah nama keluar dari mulut kakaknya tentu saja langsung terkejut seketika.
"Ah... Namanya Erzhan! Wah hebat sekali... Bahkan kakak saja sudah tahu namanya.. Wah wah wah..." ucap Farel dengan nada yang terdengar menyindir Felisa.
"Jaga mulutmu itu Rel! Sopan lah sedikit dengan orang yang lebih tua darimu!" ucap Felisa yang tidak suka dengan cara bicara Farel yang seperti itu.
Mendengar perkataan Felisa yang sedikit meninggi, membuat Farel lantas langsung terdiam seketika. Farel bahkan benar-benar tidak menyangka dengan cara berpikir kakaknya yang bisa-bisanya percaya terhadap orang asing hanya dengan kata-kata simpati seperti itu, Farel terdiam di tempatnya tanpa ingin menanggapi kembali pikiran gila dari sang kakak yang sama sekali tidak mendengarkannya. Hingga ketika keheningan terjadi diantara keduanya sebuah suara kemudian lantas menyapa keduanya membuat Farel dan juga Felisa langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika begitu mendengar suara tersebut.
"Maaf menyela perkataan kalian... Boleh aku berbicara saat ini?" ucap Erzhan kemudian sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah keduanya, membuat Farel dan juga Felisa lantas dengan spontan menatap ke arah sumber suara begitu mendengar suara tersebut yang menyapa keduanya.
"Diam lah Rel, jaga mulut mu itu!" ucap Felisa dengan nada yang lirih namun penuh penekanan.
"Aku tahu kalian berdua tidak akan langsung percaya kepadaku seratus persen mengingat tempat ini bukanlah tempat yang biasanya disinggahi oleh orang-orang secara umum, tapi aku bisa menjamin jika aku tidak mempunyai niat apapun kepada kalian. Mobilku benar-benar kecelakaan dan jatuh ke dalam sungai tepat di tempat yang tidak jauh dari lokasi di mana kalian berada, jadi aku hanya terpikir meminta bantuan kepada kalian tidak lebih dari itu." ucap Erzhan kemudian mencoba untuk menjelaskan dan membuat Farel percaya akan ceritanya.
Baik Farel maupun Felisa yang mendengar perkataan dari Erzhan barusan lantas terdiam dengan seketika. Tidak ada lagi yang ingin Farel katakan karena bagaimanapun juga Farel tetap tidak percaya kepada pria asing tersebut yang mendadak muncul menghampiri keduanya. Felisa yang tahu adiknya tidak akan luluh begitu saja lantas mulai menyikut pelan lengan Farel, membuat Farel langsung menoleh dengan seketika ke arah Felisa begitu mendapatkan hal tersebut.
__ADS_1
Farel yang seakan tahu akan kode yang diberikan oleh kakaknya lantas terdengar menghembuskan napasnya dengan kasar kemudian menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang menelisik ke arahnya.
"Baiklah aku akan mencoba untuk percaya kepadamu, lalu sekarang apa?" ucap Farel kemudian memilih untuk mengalah, membuat seulas senyuman tipis lantas terbit dari wajah Erzhan namun tanpa disadari oleh keduanya sama sekali saking tipisnya senyuman tersebut terukir di wajah Erzhan.
"Kita lanjutkan perjalanan kita yang tertunda keburu sore." ucap Felisa kemudian yang lantas membuat Farel langsung menatapnya dengan tatapan yang mengernyit seakan tidak mengerti akan keputusan yang baru saja diambil oleh kakaknya tersebut.
"Jika kita lanjut, lalu bagaimana dengan dia?" tanya Farel yang masih tidak mengerti akan arah pembicaraan kakaknya yang terkesan aneh menurutnya.
"Dia akan ikut dengan kita!" ucap Felisa kemudian wang membuat manik mata Farel membulat dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Felisa barusan.
"Apa?" pekik Farel kemudian yang langsung membuat Felisa menutup telinganya karena suara Farel barusan yang mengejutkannya.
***
Di dalam mobil
Pada akhirnya sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Felisa tadi, membuat Erzhan kemudian lantas ikut dengan mereka menuju pulau terpencil untuk melarutkan abu Ayahnya kemudian mengantar Erzhan pulang ke rumahnya. Erzhan yang berhasil berada di tengah-tengah orang yang ia cari lantas terlihat menatap ke arah punggung keduanya, dimana saat ini Felisa tengah sibuk menyetir sedangkan Farel hanya duduk di kursi penumpang dengan menatap ke arah samping kaca jendela. Sepertinya Farel masih tidak terima dengan keputusan yang sudah diambil oleh Felisa, membuatnya sedari tadi hanya diam dan tanpa membuka obrolan sama sekali.
__ADS_1
"Setidaknya aku sudah berhasil masuk, langkah selanjutnya yang harus aku lakukan adalah mencari tahu tentang keberadaan harta tersebut!" ucap Erzhan dalam hati sambil terus menatap ke arah keduanya.
Bersambung