Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Maksud dan tujuan


__ADS_3

Farel yang baru saja mendapat informasi dari telpon dengan nomer Felisa, lantas langsung memutuskan untuk menghampiri lokasinya dengan langkah kaki yang bergegas berharap dengan ditemukannya ponsel milik Felisa akan membawanya untuk bertemu sang kakak.


***


Di salah satu taman yang masih terletak di Ibukota terlihat Farel baru saja turun dari taksi dengan raut wajah yang khawatir. Ditatapnya area sekitaran taman seperti tengah mencari seseorang, Farel yang tidak tahu di mana lokasi tepatnya si penelpon lantas mulai kembali mendial nomer ponsel Felisa untuk mencari tahu dimana posisi letak si penelpon.


"Halo, aku sudah sampai di taman, bisa tolong katakan lebih jelas posisi mu saat ini?" ucap Farel langsung to the point begitu mendengar sambungan telponnya di angkat di seberang sana.


"Aku berada di arah jam 12, tepat di dekat pancuran taman kota." ucap si penelpon.


Mendengar perkataan dari seseorang diseberang sana lantas membuat Farel mulai melangkahkan kakinya mengikuti arahan dari suara tersebut. Sampai kemudian Farel lantas menghentikan langkah kakinya ketika ia berada tepat di dekat pancuran yang baru saja mereka bicarakan.


"Apakah kamu yang memakai blouse berwarna biru muda?" tanya Farel kemudian sambil menatap lurus ke arah depan.


"Iya, kamu dimana?" ucap sebuah suara diseberang sana sambil menengok ke arah kanan dan kiri seperti tengah mencari keberadaan seseorang di sana.


"Aku menemukan mu..." ucap Farel kemudian sambil menutup panggilan telponnya secara langsung.


Setelah mengetahui letak posisi si penelpon, lantas membuat Farel langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah wanita tersebut dengan langkah kaki yang terburu-buru.


"Apa kamu yang menemukan ponsel Kakak ku? Lalu bagaimana dengan Kakak ku?" ucap Farel secara langsung dengan raut wajah yang khawatir.

__ADS_1


"Aku minta maaf, tapi aku hanya menemukan ponsel ini saja.. Aku sungguh tidak tahu akan keberadaan Kakak mu." ucap wanita tersebut dengan raut wajah yang sendu seakan menyesal tidak bisa menjawab pertanyaan dari Farel barusan.


Setelah mengatakan hal tersebut wanita itu kemudian mulai menyerahkan ponsel milik Felisa kepada Farel, baru setelah itu berpamitan dan pergi dari sana meninggalkan Farel seorang diri yang saat ini tengah memasang raut wajah kecewa. Ditatapnya ponsel milik Felisa dengan tatapan yang sendu seakan bingung harus mencari Felisa kemana lagi.


"Dimana lagi aku harus mencari Kakak? Kakak dimana sebenarnya?" ucap Farel sambil menatap ke arah sekitaran dengan tatapan yang sendu.


***


Sementara itu di Mansion milik Erzhan, setelah sarapan pagi selesai Felisa dituntun untuk kembali melangkahkan kakinya ke ruangan Erzhan. Ada perasaan berdebar dan juga khawatir ketika ia baru saja mengetahui bahwa Erzhan ternyata bukanlah orang biasa. Pikiran Felisa benar-benar melayang memikirkan segala hal yang terjadi pada saat di hutan beberapa waktu yang lalu.


"Jika Erzhan adalah orang yang berada, lalu untuk apa Erzhan mengambil sejumlah uang dolar itu? Apa ia begitu butuh uang sampai harus mengambilnya dengan cara seperti itu? Apa jangan-jangan aku dipanggil ke sini karena Erzhan ingin membayar hutang uang yang telah ia curi dari ku? Sepertinya itu adalah alasan yang paling masuk akal untuk keberadaan ku saat ini." ucap Felisa sambil terus melangkahkan kakinya mengikuti kemana langkah kaki Maid tersebut membawanya.


Setelah melangkahkan kakinya beberapa kali, langkah kaki Maid yang menuntun Felisa terlihat berhenti tepat di sebuah pintu ruangan dengan ukuran yang besar, membuat Felisa yang melihat hal tersebut lantas langsung ikut menghentikan langkah kakinya.


"Apakah kalian tidak ikut masuk ke dalam?" tanya Felisa dengan nada yang polos.


Mendengar perkataan dari Felisa barusan lantas membuat Maid tersebut tersenyum dengan simpul, sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan Maid tersebut kemudian terlihat mulai membukakan pintu untuk Felisa dan kembali mempersilahkan Felisa untuk masuk ke dalam.


Felisa yang melihat hal tersebut pada akhirnya dengan langkah kaki yang berat mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut sambil menarik napasnya dalam-dalam.


Bruk...

__ADS_1


Suara pintu yang tertutup lantas mengejutkan Felisa hingga membuatnya mengelus dadanya beberapa kali karena begitu masuk ke dalam atmosfir yang terasa begitu sangat pekat dan tentu saja tegang, membuat Felisa langsung menelan salivanya dengan kasar apalagi ketika melihat Erzhan yang sudah menatap tajam ke arahnya begitu ia masuk ke dalam ruangan ini.


"Mengapa aku malah merasa seperti akan di sidang dari pada diberikan penghargaan karena telah menolongnya ketika terjebak di hutan? Dia benar-benar sedang ingin berterima kasih padaku kan? Bukan ada maksud yang lainnya?" ucap Felisa dalam hati yang masih percaya diri jika Felisa di undang kemari atas ucapan terima kasih Erzhan karena telah menolongnya beberapa waktu yang lalu.


"Kemarilah!" ucap sebuah suara yang berasal dari Erzhan, membuat Felisa yang mendengar hal tersebut lantas langsung melangkahkan kakinya dengan bergegas mendekat ke arah sumber suara.


**


Setelah mengambil langkah beberapa kali dengan langkah kaki yang bergegas, Felisa nampak langsung mendudukkan dirinya tepat dihadapan Erzhan yang lantas membuat Erzhan tersenyum dengan tipis begitu melihat Felisa duduk dengan sendirinya tanpa ia minta.


"Apa kamu tahu alasan aku mengundang mu kemari?" ucap Erzhan mulai membuka pembicaraan yang langsung membuat Felisa tersenyum karena masih mengira bahwa Erzhan akan memberikannya sebuah hadiah sebagai bentuk ucapan terima kasih kepadanya.


"Kamu tak perlu merasa tidak enak, pertemuan kita di hutan saat itu adalah sebuah takdir dan aku menolong mu tanpa pamrih." ucap Felisa dengan senyum yang lebar.


Mendengar perkataan Felisa yang semakin melantur lantas membuat Erzhan langsung mengernyit dengan seketika. Erzhan bahkan sudah tidak mengerti lagi akan arah dari pembicaraan Felisa saat ini yang malah mengarah ke hutan, padahal ia sama sekali tidak ada niatan untuk membahas ke arah sana.


"Apa yang sedang kau katakan sebenarnya?" ucap Erzhan dengan raut wajah yang bingung membuat seulas senyum yang terlukis di wajah Felisa lantas perlahan-lahan terlihat mulai memudar.


Felisa yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung bingung seketika. Felisa bahkan tidak tahu akan maksud dari perkataan Erzhan barusan, bukankah Erzhan meminta untuk menemuinya hendak membahas masalah ini? Mengapa sekarang Erzhan nampak menatapnya dengan tatapan yang seakan bertanya-tanya?


"Aku rasa ada sebuah kesalahpahaman disini, maksud dan tujuan ku mengundang mu kemari adalah untuk membahas harta yang di sembunyikan oleh Nelson beberapa tahun yang lalu sebelum kematiannya." ucap Erzhan dengan nada yang datar mulai menjelaskan maksud dan tujuannya.

__ADS_1


"Apa?" ucap Felisa yang terkejut begitu mendengar Erzhan membahas tentang harta.


Bersambung


__ADS_2