Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Kau urus dia


__ADS_3

Di sebuah jalanan Ibukota terlihat mobil yang dikendarai oleh Bram tengah berhenti tepat di lampu merah. Suasana saat itu tengah sepi dan juga senyap, membuat jalanan itu terasa kosong padahal suasana malam itu belum terlalu larut malam. Sambil menunggu lampu merah berubah menjadi hijau Erzhan terlihat menatap ke arah luar jendela begitu saja. Entah mengapa pikirannya saat ini tiba-tiba kepikiran dengan Felisa, membuatnya menghela napasnya dengan panjang.


"Apa aku sudah gila!" ucap Erzhan dalam hati sambil terus mengusir kegilaan di kepalanya yang selalu memikirkan Felisa.


Sampai kemudian ketika Erzhan tengah sibuk menghilangkan segala pikiran di kepalanya tentang Felisa. Sebuah bayangan seseorang yang tengah berjalan melintasi bahu jalan di sebelahnya lantas mengejutkan Erzhan dengan seketika. Saking terkejutnya sampai membuat Erzhan mengucek matanya beberapa kali karena ia malah tanpa sengaja melihat sosok Felisa melintas begitu saja di sana.


"Sepertinya aku benar-benar sudah gila!" ucapnya dalam hati.


Hanya saja tak beberapa lama Erzhan yang tadinya terkejut akan kehadiran Felisa di sana, lantas terlihat mengernyit dengan tatapan yang bingung ketika ia malah mendapati seseorang yang mencurigakan tengah mengikuti langkah kaki Felisa sedari tadi.


"Apakah gadis bodoh itu sama sekali tidak menyadarinya?" ucap Erzhan dengan raut wajah yang bingung. "Apa jangan-jangan..." ucap Erzhan kemudian dengan nada yang menerka-nerka.


Erzhan yang menduga bahwa Pria itu adalah salah satu dari anak buah Black ataupun Raes, lantas tanpa berpikir panjang langsung membuka pintu mobilnya begitu saja dan berlarian menyusul ke arah ke mana langkah kaki Felisa melangkah. Sedangkan Bram yang tadinya hendak menjalankan mobilnya setelah lampu di atas berubah warna menjadi hijau, begitu melihat Erzhan melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil lantas langsung terkejut dengan seketika sambil sesekali melihat ke arah belakang.


"Tuan.... Tuan anda mau kemana?" teriak Bram yang terkejut dengan Erzhan yang tiba-tiba keluar dari dalam mobil.


Bram yang sama sekali tidak mendapat jawaban dari Erzhan lantas hendak melangkahkan kakinya keluar dari mobil hendak menyusul kepergian Erzhan, namun ketika Bram baru membuka pintu mobilnya suara bel dari arah belakang mobilnya, lantas terdengar bersahutan dan membuat Bram mengurungkan niatannya.


"Ah sial!" ucap Bram dengan nada yang kesal sambil kemudian melajukan mobilnya dan memilih memutar arah untuk menyusul kepergian Erzhan barusan.


**

__ADS_1


Sementara itu Erzhan yang sedari tadi berlarian lantas terlihat mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk mencari keberadaan Felisa yang baru saja terlihat berbelok ke arah sini.


"Dimana dia?" ucap Erzhan sambil menatap ke arah sekitaran.


Sambil menatap ke arah sekitar Erzhan mulai mencari jejak langkah kaki kemana perginya Felisa, sampai kemudian sebuah bayangan seorang laki-laki yang seperti tengah membekap seorang perempuan lantas membuat Erzhan menjadi curiga dan kemudian mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Pria tersebut. Erzhan yang sudah tahu pasti bahwa Pria itu hendak menculik Felisa, lantas dengan spontan langsung memukul wajah


Pria tersebut hingga membuat Pria itu terhuyung karena terkejut akan gerakan tiba-tiba yang diberikan oleh Erzhan barusan.


Bruk...


Tubuh pria itu dan juga Felisa jatuh langsung ke tanah tepat setelah mendapat pukulan secara tiba-tiba yang berasal dari Erzhan. Pria itu yang tidak mengerti akan serangan secara mendadak dari Erzhan, lantas begitu tubuhnya terhuyung dan jatuh ia langsung bangun dengan posisi yang sigap sekaligus menatap marah ke arah Erzhan karena telah mengganggu pekerjaannya.


"Apa kau sidah gila ha!" teriak Pria itu dengan nada yang kesal namun berhasil membuat Pria itu tersenyum dengan seketika.


"Tidak akan pernah, coba saja kalau kau bisa..." ucap Pria itu dengan nada yang mengejek membuat Erzhan langsung kesal dengan seketika.


Pada akhirnya perkelahian antara Erzhan dan juga Pria itu tidak dapat dihindarkan lagi, keduanya saling unjuk adu jotos antara satu sama lain tanpa ada yang mau mengalah sama sekali. Baik Erzhan maupun Pria itu sama-sama dalam posisi yang kuat sehingga keduanya kesulitan untuk melumpuhkan lawan mereka antara satu sama lainnya. Erzhan menghentikan gerakannya sejenak membuat Pria itu langsung tersenyum dengan seketika.


"Bagaimana? Apa kau ingin menyerah saat ini?" ucap Pria itu dengan nada yang meremehkan.


"Cih jangan pernah berharap!" ucap Erzhan dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Perkelahian kembali terjadi antara Erzhan dan juga Pria itu membuat keadaan semakin terasa memanas, sampai kemudian Erzhan yang mendapat sebuah celah langsung memanfaatkannya dengan baik dan membuat tubuh Pria itu terpelanting dengan seketika.


Tak tak tak


Derap langkah kaki Erzhan terdengar dengan jelas menggema di sana, membuat Pria itu langsung menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang bengis.


"Tuan..." panggil sebuah suara berasal dari Bram yang lantas membuat Erzhan menoleh dengan seketika ke arah Bram.


"Bagus sekali kau datang, urus dia!" ucap Erzhan kemudian memberikan perintah yang dibalas anggukan kepala oleh Bram tanda mengerti.


Setelah mengatakan hal tersebut Erzhan kemudian lantas mengebaskan jas miliknya secara perlahan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Felisa yang tergeletak di pinggiran tanpa terlihat bergerak sama sekali. Sedangkan Bram yang mendapat perintah dari Erzhan barusan tentu saja langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Pria itu dan berusaha untuk mengunci Pria itu agar tidak bisa kabur kemanapun juga sebelum pada akhirnya ia mengeksekusinya.


"Aku akan pergi dengan membawa mobil, kau bawa dia ke markas!" ucap Erzhan kemudian sambil menggendong Felisa ala bridal style.


Mendengar perintah tersebut membuat Bram langsung menganggukkan kepalanya beberapa kali tanda mengerti. Baru setelah itu Erzhan terlihat melangkahkan kakinya pergi begitu saja meninggalkan Bram dan juga Pria itu di sana.


"Lepaskan aku sialan!" teriak Pria itu begitu melihat kepergian Erzhan yang membawa Felisa bersamanya.


Melihat kepergian Felisa dan juga Erzhan dari sana tentu saja membuat Pria itu semakin kesal karena rencananya harus kembali gagal lagi dan lagi yang kali ini disebabkan oleh Erzhan dan juga Bram, yang artinya ia akan berakhir dengan dilempar ke kandang buaya oleh Raes apabila hari ini ia tidak membawa Felisa ke tempatnya.


Sedangkan Bram yang mendengar perkataan dari Pria itu tentu saja langsung tertawa dengan seketika, membuat raut wajah Pria itu semakin di buat kesal akan tingkah Bram saat ini.

__ADS_1


"Kau ingin dilepaskan? Coba saja kalau bisa tapi sayangnya itu tidak akan berlaku jika masih ada Bram disini!" ucap Bram dengan nada penuh penekanan tepat setelah ia menghentikan tawanya barusan, membuat raut wajah Pria itu semakin memerah karena menahan amarah akan kelakuan Bram kepadanya.


Bersambung


__ADS_2