
Tepat setelah pintu lift tertutup dengan rapat Felisa lantas menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang tajam. Felisa benar-benar tidak tahu jika Erzhan akan mengajaknya ke tempat yang penting seperti ini, ia bahkan sama sekali tidak tahu-menahu akan acara sebuah pelelangan. Bagaimana mungkin Erzhan mengajaknya tanpa mengatakan sebelumnya kepada Felisa, membuat Felisa sedikit merajuk akan hal tersebut.
"Bisakah kamu mengatakannya lebih detail terlebih dahulu sebelum mengajakku pergi ke tempat seperti ini? Aku bahkan tidak pernah datang ke sebuah acara pesta, namun kali ini kau malah mengajakku ke sebuah acara pelelangan dengan kapasitas dan ukuran yang lebih besar daripada sebuah pesta. Apakah kau sudah gila? Atau kau ingin mempermalukan dirimu sendiri dengan mengajak ku datang ke sini? ucap Felisa terus menggerutu dengan kesal.
Erzhan yang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Felisa, lantas menghela napasnya dengan panjang kemudian menatap ke arah Felisa dengan tatapan yang intens.
"Sudah ku bilang yang perlu kau lakukan cukup diam dan mengikuti ku saja. Selain dua hal itu jangan pernah lakukan apapun, aku rasa dua hal tersebut tidak begitu sulit bukan? Jadi lakukan saja, oke?" ucap Erzhan dengan nada yang datar.
"Tapi setidaknya..." ucap Felisa namun terpotong ketika mendengar suara pintu lift yang terbuka.
Ting...
Tepat setelah pintu lift terbuka beberapa orang nampak mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift, membuat Erzhan dan juga Felisa yang sedari tadi berada dengan jarak yang cukup jauh lantas melangkahkan kakinya mundur hingga ke sudut lift dengan seketika. Felisa yang didorong oleh beberapa orang hingga tersudut ke arah pojok, lantas semakin bingung apalagi ketika mendapati posisi Erzhan dan juga dirinya yang terlalu berdekatan. Membuat Erzhan yang mengetahui akan hal tersebut, lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah Felisa seakan mencoba untuk melindungi Felisa saat itu agar tidak terkena desakan orang-orang.
Jarak diantara keduanya yang begitu dekat hingga hembusan napas dari keduanya terasa menerpa wajah mereka masing-masing, membuat kecanggungan semakin terjadi diantara keduanya.
"Sial, ada apa dengan hatiku? Mengapa ia malah berdetak disaat-saat seperti ini?" ucap Felisa dalam hati yang merasakan debaran jantungnya berpacu dengan begitu cepat.
"Apa yang terjadi kepada diriku?" ucap Erzhan dalam hati sambil terus menatap ke arah manik mata Felisa saat itu.
Beberapa menit berada dalam posisi saling berdekatan yang membuat hati keduanya merasakan sesuatu yang tak biasa. Suara pintu lift yang terbuka lantas tak membuat Erzhan beranjak dari posisinya, meski beberapa orang telah pergi sekalipun Erzhan tetap pada posisinya.
"Emmm Tuan... Apakah anda tidak ingin keluar dari lift ini?" ucap Felisa kemudian yang lantas membuyarkan Erzhan dari lamunannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Felisa barusan lantas membuat Erzhan langsung salah tingkah, Erzhan kemudian melepaskan kedua tangannya yang sedari tadi mengunci Felisa agar tidak di desak oleh orang-orang yang juga berada dalam satu lift bersamanya.
"Sebaiknya sekarang kita pergi..." ucap Erzhan kemudian sambil berdehem mencoba memecah suasana.
Setelah mengatakan hal tersebut Erzhan kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar dari lift diikuti oleh Felisa yang menatap dengan aneh punggung Erzhan saat ini.
"Dia benar-benar Pria yang aneh sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit manis dan sedikit-sedikit cuek benar-benar aneh..." ucap Felisa dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menyusul langkah kaki Erzhan yang ada di depannya tanpa sadar jika ternyata Erzhan menghentikan langkah kakinya dengan tiba-tiba.
Bruk..
"Aw..." rintih Felisa ketika ia tanpa sengaja malah menabrak punggung Erzhan saat itu.
Erzhan yang merasa Felisa menabrak punggungnya tentu saja langsung berbalik badan dan menatap tajam ke arah Felisa, membuat Felisa lantas cemberut dengan seketika begitu mendapat tatapan tajam dari Erzhan barusan.
"Maaf" ucap Felisa dengan singkat.
Mendengar permintaan maaf dari Felisa barusan, lantas membuat Erzhan menghela napasnya dengan panjang. Tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi Erzhan kemudian mulai mendekat ke arah Felisa dan mengarahkan tangan Felisa agar melingkar ke dalam lengan tangannya, membuat Felisa lantas dengan spontan menatap ke arah Erzhan begitu mendapati tingkah Erzhan saat ini.
"Diam dan jangan banyak berkomentar apapun!" ucap Erzhan dengan nada yang tidak ingin dibantah sama sekali.
Mendapat ancaman tersebut lantas membuat Felisa langsung terdiam seketika tanpa bisa protes ataupun menolak tingkah Erzhan saat ini. Pada akhirnya langkah kaki keduanya kemudian mulai kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat di adakannya acara tersebut.
***
__ADS_1
Area Ballroom
Secara perlahan-lahan pintu area Ballroom hotel tersebut mulai terbuka dan memperlihatkan Felisa dan juga Erzhan yang saat ini tengah melangkahkan kakinya secara perlahan memasuki area Ballroom. Semua orang yang ada di sana tentu saja langsung fokus menatap ke arah pintu utama tepat ketika pintu tersebut terbuka dengan lebar. Sosok Felisa yang baru dan terlihat fresh berdiri tepat di sebelah Erzhan benar-benar membuat semua mata tertuju kepada keduanya. Felisa yang disulap secantik dan seanggun mungkin, membuat semua pria dan juga wanita lantas merasa cemburu ketika melihat Felisa bersanding dengan Erzhan di sana.
Suara bisik-bisik semua orang yang mulai terdengar menggema di telinga Felisa mengiringi setiap langkah kaki Felisa dan juga Erzhan, membuat Felisa yang mendengar banyak suara dan juga semua mata yang tertuju kepadanya lantas menggoyahkan langkah kaki Felisa saat itu.
Erzhan yang menyadari langkah kaki Felisa yang mulai terasa begitu berat, lantas melepaskan tangan Felisa dan langsung menarik pinggang Felisa dengan erat, yang tentu saja membuat Felisa dan semua orang yang ada di sana menjadi terkejut seketika disaat melihat aksi keduanya yang mengumbar keromantisan di acara tersebut.
"Ikuti saja permainan ku dan jangan protes akan apapun yang aku lakukan." ucap Erzhan memperingatkan Felisa agar tidak mencoba untuk melakukan apapun saat ini.
"Cobaan apalagi ini?" ucap Felisa dalam hati namun tidak bisa berkutik ataupun melawan perkataan dari Erzhan barusan.
**
Sementara itu dari arah sudut area Ballroom terlihat Raes dan juga Alex tengah menatap ke arah dimana setiap mata tertuju disaat itu. Tatapan Raes tak pernah bisa lepas dari sosok Felisa yang begitu cantik, membuat seulas senyum lantas terlihat terukir di wajahnya saat itu.
"Siapa dia?" ucap Raes kemudian bertanya kepada Alex.
"Dia... Bukankah Felisa putri dari Nelson, Tuan?" ucap Alex sambil mengingat-ingat wajah Felisa yang terasa begitu tidak asing di ingatannya.
"Apa?"
Bersambung
__ADS_1