Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Bebas


__ADS_3

Cklek


Suara pintu yang di buka dengan tiba-tiba, lantas membuat Argi yang menatap ke arah dokumen interogasinya dengan Erzhan tadi menjadi terkejut seketika. Argi yang melihat kedatangan Fandi ke ruang istirahat langsung menyembunyikan dokumen tersebut ke belakang, namun sayangnya Fandi sudah terlebih dahulu melihatnya. Sehingga membuat Fandi langsung mengernyit tepat ketika melihat Argi menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


"Apa yang kamu sembunyikan di belakang mu?" ucap Fandi dengan raut wajah yang penasaran.


"Tidak ada, mengapa kamu belum pulang? Ini sudah larut malam. Apa malam ini shift jaga mu?" tanya Argi kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan sambil berusaha menutupi dokumen tersebut.


Fandi yang mengetahui jika Argi saat ini tengah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, membuat Fandi langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Argi berada dan langsung berusaha untuk melihat apa yang telah Argi sembunyikan saat ini darinya.


"Berikan padaku!" ucap Fandi yang mengetahui sebuah dokumen sedang di sembunyikan oleh Argi saat ini.


"Tidak ada apapun Fan, sebaiknya kamu pulang ini sidah larut malam." ucap Argi kemudian sambil mulai bangkit namun masih dengan memegang dokumen tersebut di belakang punggungnya.


Fandi yang melihat Argi tak kunjung memberikan dokumen tersebut tentu saja semakin curiga dan berusaha terus menggapai dokumen itu. Membuat Argi kesulitan untuk menyembunyikannya dari Fandi karena Fandi yang terus-terusan hendak mengambil dokumen itu darinya.


"Kau itu kenapa sih Ar? Hanya dokumen seperti ini saja kau menyembunyikannya dariku, memangnya dokumen apa ini?" ucap Fandi yang berhasil mengambil dokumen tersebut dari tangan Argi barusan.


Argi yang tak bisa berkutik ketika dokumen itu di ambil paksa oleh Fandi, pada akhirnya hanya bisa terdiam sambil menghembuskan napasnya dengan kasar. Sedangkan Fandi yang berhasil mendapatkan apa yang sedari tadi di sembunyikan oleh Argi, tanpa menunggu waktu lama lagi Fandi langsung membuka dokumen tersebut dan mulai membacanya satu persatu.


Melihat isi dokumen tersebut adalah berbagai hasil interogasi yang telah dilakukan oleh Arya dan juga Argi sebelumnya, membuat Fandi langsung mengernyit seketika disaat melihat hasil dari interogasi tersebut yang tidak sesuai dengan ekspetasinya.


"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa hanya dengan jawaban drama romantis dari tersangka, kalian membebaskannya begitu saja? Apa polisi saat ini sudah gila semua?" pekik Fandi yang terkejut dengan hasilnya.


Fandi memang tahu jika sebelumnya Erzhan nampak terlihat keluar bersama dengan Felisa, namun Fandi benar-benar tidak menyangka jika Erzhan akan lolos dengan semudah ini hanya dengan jawaban-jawaban romantis dalam setiap perkataannya.

__ADS_1


"Dan apa ini Ar? Pembelian kalung tersebut di tunjukkan untuk seseorang yang di cintai sehingga tersangka mampu merogoh kocek mahal untuk sebuah kalung bagi kekasihnya! Apa kau sedang menulis sebuah pemberitaan untuk majalah? Benar-benar menggelikan!" ucap Fandi sambil menunjuk ke arah dokumen tersebut.


"Dengarkan penjelasan ku dulu Fan, aku benar-benar tersudut saat itu. Pengaruh Erzhan sangatlah besar bahkan hingga Komandan Arya tidak berdaya untuk memenjarakannya. Cobalah untuk mengerti, lagi pula jika untuk penyebutan penggelapan dana uang puluhan juta itu masih dalam konteks kecil Fan, bukankah kau juga tahu akan hal itu?" ucap Argi mencoba untuk menjelaskan jika ia juga tak berdaya di sini.


"Tapi tidak sepatutnya seperti ini? Apa yang kalian lakukan benar-benar melanggar hukum!" ucap Fandi sekali lagi yang seakan tidak terima akan keputusan ini.


"Terkadang kita tidak bisa selalu mengikuti peraturan Fan, sebuah tatanan dalam masyarakat ditentukan melalui kedudukan dan juga kepopuleran, kita tidak bisa mengabaikan hal itu jadi aku harap kamu bisa mengerti situasinya." ucap Argi sambil menepuk pundak Fandi beberapa kali sebelum pada akhirnya memutuskan untuk berlalu pergi dari sana meninggalkan Fandi seorang diri.


Argi mencoba memberikan Fandi waktu agar bisa mengkondisikan dirinya, namun setelah kepergian Argi dari ruang istirahat bukannya sebuah ketenangan yang terjadi kepada Fandi malah kekesalan dan juga ketidakberdayaan yang berkumpul menjadi satu memenuhi dirinya.


"Sialan! Benar-benar menyebalkan." ucap Fandi dengan raut wajah yang kesal.


***


Kediaman Erzhan


"Bagaimana kondisinya?" tanya Erzhan kemudian dengan raut wajah penasaran.


"Apa dia habis memakan sesuatu? Ada masalah dengan pencernaannya sehingga membuatnya sakit perut dan diare. Aku sudah memberikannya obat anti nyeri sekaligus untuk menghentikan diarenya. Jika dalam waktu semalaman tidak membaik sebaiknya langsung di bawa ke Rumah sakit karena aku takut jika dia mengalami dehidrasi dan drop." ucap Sinta menjelaskan detail keadaan Felisa saat ini.


"Baiklah aku akan mengabari jika terjadi sesuatu." ucap Erzhan kemudian sambil hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.


Hanya saja ketika tangan Erzhan hendak memutar handel pintu kamar Felisa, sebuah tangan milik Sinta lantas menghentikan gerakan tangannya.


"Apakah dia pacar baru mu? Seleramu kali ini luar biasa ya, agak polos-polos gitu.." ucap Sinta sambil tersenyum kecil menatap ke arah wajah datar milik Erzhan.

__ADS_1


"Berhenti tertawa dan lekaslah pulang ini sudah malam, Bram antarkan Sinta pulang ke rumahnya." ucap Erzhan yang seakan enggan menjawab pertanyaan dati Sinta barusan.


"Baiklah, tapi katakan terlebih dahulu padaku jawabannya... Apakah dia sungguh-sungguh pacarmu?" ucap Sinta lagi.


Namun Erzhan yang mendengar hal tersebut hanya memasang wajah datar dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Felisa kemudian menutup pintunya begitu saja.


"Dasar, pria itu benar-benar tidak berubah." ucap Sinta dalam hati ketika melihat pintu kamar tersebut tertutup dengan rapat.


***


Kediaman Raes


Dari arah pintu utama terlihat Alex tengah melangkahkan kakinya menuju ke area mini bar untuk mengabari Raes tentang sesuatu hal yang mungkin akan membuatnya marah ketika mendengarnya.


Di area mini bar nampak Raes tengah menikmati minuman beralkohol di gelasnya dengan senyuman yang mengembang jelas di raut wajahnya saat itu. Sepertinya Raes belum mengetahui jika rencananya untuk memenjarakan Erzhan harus gagal dalam waktu kurang lebih 2 jam.


"Tuan.." panggil Alex dengan nada yang terdengar sedikit ragu, membuat Raes langsung menoleh dengan seketika ke arah sumber suara.


Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Raes ketika melihat kedatangan Alex saat ini.


"Katakan berita bahagia apa yang kau bawa saat ini?" ucap Raes dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


"Saya minta maaf karena mungkin ini bukanlah kabar bagus Tuan, saya ingin mengabarkan jika Erzhan baru saja bebas beberapa jam yang lalu." ucap Alex kemudian yang lantas membuat manik mata Raes membulat dengan seketika.


"Apa katamu!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2