
Erzhan yang mulai kesal karena merasa telah di tipu selama ini, lantas mulai terlihat melangkahkan kakinya dengan lebar saat itu Entah perasaan apa yang tengah menyelimuti hatinya saat ini, Erzhan sendiri bahkan tidak mengetahuinya.
Erzhan menghentikan langkah kakinya sejenak ketika ia mulai merasa bimbang, antara berlalu pergi begitu saja dari tempat ini atau pergi menyelamatkan Felisa. Kenyataan jika Nelson mendonasikan semua harta yang telah ia curi, benar-benar membuat Erzhan sangat marah karenanya. Namun tidak tahu mengapa hatinya begitu terasa berat ketika mengetahui jika Felisa sedang dalam bahaya saat ini. Bukankah seharusnya Erzhan membiarkan Felisa begitu saja?
"Mengapa aku merasa berat sekali meninggalkannya, bukankah harusnya aku tidak perduli dengan gadis itu? Akh benar-benar sial!" ucapnya dengan nada yang terdengar kesal.
Setelah menimbang dengan cermat pada akhirnya Erzhan memilih untuk menolong Felisa. Tidak tahu dorongan dari mana yang ia dapatkan saat ini, namun yang jelas hati kecilnya mengatakan jika ia harus menolong Felisa sebelum terlambat.
**
Ruko
Suasana di sana benar-benar sudah tidak kondusif, setelah kedatangan Rama dan juga Andi yang membantu Arkan saat itu. Semuanya menjadi ricuh dan juga tidak terkendali, tidak ada yang berani melerai keduanya karena nama Raes dan Erzhan begitu senter terdengar. Sehingga tidak akan ada orang yang berani ikut campur dalam permasalahan keduanya.
Felisa yang merasakan badannya sakit semua setelah membentur dinding sebelumnya, lantas terlihat mencoba untuk bangkit dari tempatnya saat itu. Setidaknya ia terap harus menyelamatkan dirinya di tengah keadaan kacau balau seperti ini.
"Aku harus bisa pergi dari tempat ini" ucap Felisa sambil menatap ke arah sekeliling.
Dengan gerakan yang perlahan Felisa mencoba untuk bangkit dan mencari jalan agar bisa kabur dari tempat itu. Hanya saja sayangnya ketika Felisa berhasil melangkahkan kakinya beberapa langkah, sebuah tarikan tangan seseorang malah menjambak rambutnya dengan kuat.
"Mau kemana kau! Kau kira kau bisa kabur begitu saja dari kami ha?" ucap sebuah suara yang berasal dari anak buah Alex saat itu.
Mendapati rambutnya yang di tarik begitu kencang, tentu saja membuat Felisa meringis kesakitan. Dengan sekuat tenaga Felisa mencoba untuk melepaskan cengkraman tersebut, namun tenaga Pria itu yang jauh lebih besar darinya lantas membuatnya terlihat sia-sia.
Dor...
__ADS_1
Sebuah tembakan terdengar dengan keras menggema di Ruko kecil tersebut. Tepat dengan suara tembakan itu terdengar, cengkraman tangan di rambut Felisa langsung terlepas dengan seketika dan berganti dengan erangan yang terdengar begitu keras. Suasana hening mendadak terasa di tempat itu, membuat Felisa yang juga kebingungan akan apa yang terjadi barusan lantas terlihat mulai mendongak menatap ke arah depan.
"Jauhkan tangan kotor mu itu dari Felisa! Aku benci jika seseorang menyentuh milik ku!" pekik sebuah suara yang lantas membuat Alex tersenyum dengan tipis ketika mendengar perkataannya.
"Akhirnya kau datang juga... Aku tidak menyangka jika kau akan menyingkirkan kami dengan timah panas mu itu. Apa kau seorang pengecut ha?" ucap Alex kemudian dengan nada yang menyindir menatap tajam ke arah Erzhan saat itu.
"Seharusnya kau lebih bersyukur karena aku tidak membunuh kacung mu itu dan hanya menembak di area pahanya saja." ucap Erzhan dengan tersenyum tipis membuat tangan Alex mengepal dengan seketika.
"Sialan kau!" ucap Alex sambil mengambil langkah kaki besar hendak menuju ke arah Erzhan.
Mendapati hal tersebut Erzhan lantas menodongkan pistol ke arah Alex saat itu, membuat langkah kaki Alex langsung terhenti dengan seketika.
"Berhenti atau aku akan menembak mu!" ucap Erzhan dengan tatapan yang tajam.
"Aku sama sekali tidak perduli, kau yang mengganggu ku terlebih dahulu. Bukankah kedatangan mu sama sekali tidak di undang, lagi pula harta itu sudah tidak ada. Katakan kepada Raes dengan benar dan sampaikan berita ini." ucap Erzhan sambil tersenyum smirk saat itu.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Alex terkejut, entah apa yang dimaksud oleh Erzhan saat ini. Namun yang jelas kedatangannya hanya untuk mencari tahu keberadaan harta tersebut, bukan untuk mendengar berita yang sama sekali tidak ia mengerti.
"Apa maksud perkataan mu?" ucap Alex dengan raut wajah yang penasaran.
"Nelson sudah mendonasikan semuanya, jika kau tidak percaya cari tau saja sendiri. Di ruang bawah tanah bangunan tua sebelah Ruko ini, aku yakin kau akan menemukan jawabannya di sana." ucap Erzhan dengan nada yang datar.
Tidak hanya Alex yang terkejut di sana namun Felisa yang sedari tadi menahan rasa sakit di area kepalanya, juga terkejut ketika mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Erzhan barusan.
"Ba....bagaimana bisa?" ucap Felisa yang tidak mengerti akan maksud dari perkataan Erzhan barusan.
__ADS_1
Alex yang mendengar hal tidak masuk akal dari mulut Erzhan, lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Erzhan berada. Alex menghentikan langkah kakinya saat itu ketika ia berada tepat di sebelah Erzhan.
"Jika sampai kau menipu kami akan aku pastikan nyawa mu yang akan melayang di tangan ku!" ucap Alex dengan nada penuh penekanan.
Namun Erzhan yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum dengan tipis, seakan menganggap jika ancaman tersebut hanyalah sebuah angin lalu.
"Aku menantikannya!" jawab Erzhan dengan nada yang begitu santai.
"Ayo kita pergi!" ucap Alex kemudian memberikan perintah kepada anak buahnya.
Beberapa ajudannya yang mendengar perintah tersebut lantas terlihat mulai bergerak, dua orang yang lainnya membantu seseorang yang terkena tembakan Erzhan di bagian pahanya dan berlalu pergi dari sana.
Setelah kepergian Alex dan juga anak buahnya dari sana, Erzhan kemudian mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah dimana Felisa berada dan membantunya bangkit.
"Apa kalian semua baik-baik saja?" ucap Erzhan sambil membantu Felisa.
"Kami baik-baik saja Tuan, apakah benar harta tersebut...." ucap Arkan namun tidak berani melanjutkan perkataannya saat itu.
"Iya, apa yang ada di pikiran mu adalah kebenarannya. Semua usaha yang kita lakukan selama ini hanyalah sia-sia saja, jadi mari kita pulang dan lakukan hal lainnya yang lebih berguna di banding ini." ucap Erzhan dengan santainya kemudian berbalik badan hendak berlalu pergi dari sana.
Mendengar perkataan Erzhan lagu dan lagi lantas membuat Felisa kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa setelahnya. Mendapati hal tersebut membuat Felisa lantas menggigit bibir bagian bawahnya tanpa sadar kemudian menggamit tangan Erzhan, yang tentu saja langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
"Lalu bagaimana dengan ku?" ucap Felisa pada akhirnya.
Bersambung
__ADS_1