Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Tuduhan pembunuhan


__ADS_3

Raes yang mendengar mobil patroli polisi berhenti tepat di kediamannya tentu saja terkejut bukan main. Ia bahkan sama sekali tak merasa telah melakukan sesuatu hal yang fatal atau bahkan terkait dengan kasus-kasus tertentu, lalu mengapa mobil patroli tersebut malah mengarah kemari?


Raes yang mendengar perkataan dari Alex barusan kemudian mulai bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah Alex dengan tatapan yang bertanya.


"Permasalahan apa ini Lex? Mengapa kau sama sekali tidak memberitahu ku?" ucap Raes dengan nada yang kesal.


"Saya juga belum tahu tentang apa ini Tuan, yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengikuti setiap prosedur yang tersedia selagi saya mencari cara agar anda bisa terbebas dalam masalah ini." ucap Alex kemudian dengan nada yang terdengar menyesal.


Mendengar perkataan dari Alex barusan lantas membuat Raes menghela napasnya dengan panjang. Meski ini bukanlah pertama kalinya ia masuk ke dalam penjara tapi setidaknya harus ada persiapan agar ia bisa lolos dengan mudah dari jerat kepolisian kali ini.


"Pastikan kau menyelesaikannya dengan segera, ingat... Aku memberikan mu waktu 2x24 jam, jika kau tidak bisa membuat ku keluar dari dalam sel maka akan ku pastikan hidup mu juga ikut hancur bersama dengan ku!" ucap Raes dengan nada yang terdengar mengancam, membuat Alex lantas menelan salivanya dengan kasar begitu mendapat ancaman tersebut.


"Saya akan mengusahakannya Tuan." ucap Alex kemudian sambil menundukkan kepalanya seakan memberi hormat kepada Raes.


***


Ruang tamu


Dari arah tengah Mansion terlihat Raes dan juga beberapa anak buahnya tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah beberapa petugas polisi yang saat ini tengah menunggu kedatangannya. Sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan Raes mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana petugas polisi tersebut berada.


"Selamat siang pak, kami dari pihak kepolisian ingin menangkap bapak Raes atas tuduhan pembunuhan kepada salah satu anak buah bapak yang bernama Akmal beberapa hari yang lalu." ucap salah satu petugas polisi tersebut.

__ADS_1


Mendengar nama Akmal tersebut tentu saja membuat Raes dan juga Alex saling pandang antara satu sama lain seakan terkejut akan tuduhan yang diberikan polisi kepadanya.


Raes yang sadar tuduhan kali ini mungkin terjadi karena seseorang yang sengaja ingin menjebloskannya ke dalam sel, lantas mengkode Alex untuk mendekat ke arahnya. Membuat Alex yang melihat kode tersebut lantas langsung mendekat ke arah di mana Raes berada.


"Selidiki tentang kematian Akmal dan pastikan semuanya beres sebelum berkas-berkas ini sampai kepada pengadilan." bisik Raes kepada Alex yang lantas di balas Alex dnegan anggukan kepala.


Setelah berhasil membisikkan sesuatu ke telinga Alex, beberapa petugas polisi nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Raes berada dan mulai mengarahkannya untuk mengikuti langkah kaki para petugas yang menggiringnya menuju ke arah mobil patroli.


Alex yang melihat Raes di gelandang menuju ke polres tentu saja langsung terdiam di tempatnya. Ia bahkan benar-benar tidak tahu jika Akmal telah dinyatakan meninggal. Sambil menatap kosong ke arah depan Alex mencoba mengurai satu-persatu benang kusut yang terjadi pada kasus ini namun entah mengapa Alex sama sekali tidak menemukan titik temu sama sekali, membuat Alex lantas berdecak dengan kesal ketika mendapati hal tersebut.


"Mengapa harus disaat-saat seperti ini sih..." ucap Alex dengan nada yang kesal sambil menatap ke arah mobil patroli polisi yang saat ini sudah tidak lagi terlihat di pandangannya.


***


"Apa ada sesuatu?" ucap Erzhan kemudian mulai bertanya akan maksud kedatangan Bram ke ruangannya.


"Raes sudah di tangkap Tuan" ucap Bram kemudian yang lantas membuat Erzhan langsung mendongak seketika ke arah Bram.


Seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah Erzhan begitu mendengar sebuah berita yang begitu membahagiakan baginya.


"Apakah anda ingin saya membuat sesuatu yang lebih memberatkan Raes Tuan?" ucap Bram kemudian menawarkan, namun tangan Erzhan yang naik ke atas lantas langsung membuat Bram mengernyit dengan tatapan yang bingung.

__ADS_1


"Tidak perlu karena itu akan percuma, lagi pula aku yakin jika dalam beberapa hari ini Raes pasti akan berhasil keluar dari penjara." ucap Erzhan kemudian dengan nada yang santai.


Mendengar hal tersebut membuat Bram langsung mengernyit dengan seketika, apalagi ketika melihat senyuman di bibir Erzhan yang terlihat mengembang tersebut membuat Bram menjadi bertanya-tanya akan arti dari senyuman tersebut.


"Jika sudah tahu Raes akan berhasil keluar dari penjara, lalu untuk apa anda menjebloskannya ke penjara Tuan?" ucap Bram yang tidak mengerti akan maksud dari keinginan Erzhan sebenarnya.


"Untuk mengecoh Raes beberapa hari ini agar tidak berfokus pada harta tersembunyi itu. Lagi pula aku sedang mencari tahu hubungan antara putri Nelson dengan harta itu. Jadi setidaknya aku bisa tenang dalam mengerjakan segalanya beberapa hari ini." ucap Erzhan kemudian mulai menjelaskan kepada Bram, yang lantas membuat Bram manggut-manggut tanda mengerti.


"Baiklah Tuan, jika memang itu keinginan anda." ucap Bram yang pada akhirnya mengerti akan tujuan dari Erzhan sebenarnya.


****


Sementara itu di sebuah jalanan di Ibukota Frans yang kehilangan jejak dari Felisa lantas terlihat menghentikan mobilnya di bahu jalan. Sudah seharian penuh ia mencari keberadaan Felisa di sekitaran kota, namun sayangnya sampai malam ini Frans sama sekali tidak menemukan keberadaan Felisa di manapun.


"Kemana sebenarnya Putri Nelson itu pergi? Mengapa tiba-tiba menghilang begitu saja?" ucap Frans dengan nada yang kesal sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar.


Frans bahkan baru sampai semalam di Ibukota namun ketika Frans datang dan memantau rumah Putra dan putri Nelson, Frans harus di hadapkan kenyataan bahwa ternyata Felisa sudah tidak pulang ke rumah hampir seharian penuh. Frans yang tidak tahu apa pun lantas mengikuti kemanapun Farel pergi mencari keberadaan Felisa, sampai kemudian ia memutuskan untuk berpisah dan mencari sendiri keberadaan felisa.


Diusapnya kasar raut wajah Frans sambil mencoba berpikir dimana keberadaan Felisa saat ini. Sampai kemudian sebuah deringan yang berasal dari ponsel miliknya lantas membuyarkan segala pemikiran Frans saat ini.


Mendengar suara deringan dari ponselnya, lantas membuat Frans mulai merogoh saku celananya untuk melihat siapa yang menelponnya saat ini.

__ADS_1


"Tuan William!" pekik Frans yang terkejut ketika mengetahui nama William tertulis dengan jelas pada layar ponselnya saat ini.


Bersambung


__ADS_2