Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Apa kamu bisa berjalan?


__ADS_3

Dua jam kemudian


Sesuai dengan perkataan Arya yang menjanjikan kebebasan terhadap Erzhan dua jam kemudian. Membuat Erzhan nampak keluar dari ruang interogasi tepat dua jam setelahnya. Tepat di depan ruang interogasi Arya nampak terlihat menyalami Erzhan dengan senyum simpul, sedangkan raut wajah Argi sama sekali terlihat tidak enak ketika melepas kepergian Erzhan dari sana.


"Kami minta maaf akan hal ini Pak, kami usahakan untuk lebih memeriksa laporan kembali sebelum melakukan penangkapan. Apakah anda ingin menuntut balik si pelapor?" ucap Arya kemudian berbasa-basi seakan mencari topik pembahasan.


"Tidak perlu, aku hanya ingin pulang saat ini." ucap Erzhan dengan nada yang datar, membuat Argi langsung memutar bola matanya dengan jengah begitu mendengar jawaban dari Erzhan barusan.


Mendengar jawaban datar dari Erzhan barusan lantas membuat Arya tertawa dengan garing menatap ke arah Argi dan juga Erzhan secara bergantian, namun Erzhan yang mendapati tawa Arya sama sekali tidak berminat untuk ikut tertawa bersamanya. Arya yang melihat tidak ada yang ikut tertawa bersamanya pada akhirnya langsung menghentikan tawanya dengan seketika kemudian tersenyum dengan aneh.


"Silahkan pak anda sudah bisa pulang ke Rumah..." ucap Arya kemudian.


Erzhan yang mendengar perkataan Arya barusan hanya mengangguk dengan singkat kemudian berlalu pergi dari sana. Hanya saja ketika Erzhan baru saja melangkahkan kakinya dan melihat ke arah dimana kursi tunggu berasa sayangnya tidak ada siapapun di sana, membuat Erzhan langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik dengan seketika.


"Dimana Felisa? Apakah kalian membiarkannya pergi tanpa aku?" ucap Erzhan kemudian dengan raut wajah yang bertanya-tanya.


Arya dan juga Argi yang ditanya seperti itu tentu saja langsung saling pandang antara satu sama lain, keduanya bahkan baru keluar dari tempat yang sama dengan Erzhan berada sebelumnya. Bagaimana bisa Erzhan malah menanyakan keberadaan Felisa kepada mereka berdua? Tentu saja jawabannya mereka tidak akan pernah tahu di mana Felisa saat ini. Sampai kemudian ketika Arya melihat Fahri tengah melangkah kakinya melewati lorong area ruang interogasi, Arya lantas langsung menghentikan langkah kaki Fahri dengan seketika.


"Fahri.. Apakah kamu melihat seorang gadis cantik yang sedari tadi menunggu di sana?" ucap Arya kemudian mulai bertanya kepada Fahri, membuat Erzhan yang mendengar hal tersebut juga menatap penasaran ke arah Fahri.


"Sepertinya dia ada di area kamar mandi, aku melihatnya sedari tadi bolak balik ke kamar mandi, mungkin ia sedang sakit perut." ucap Fahri kemudian yang lantas membuat Erzhan terkejut seketika.


Erzhan yang mendengar perkataan Fahri barusan lantas dengan spontan berlarian menuju ke arah kamar mandi untuk melihat keadaan Felisa saat ini. Saking fokusnya kepada masalahnya, membuat Erzhan lantas melupakan jika Felisa tengah tidak enak badan saat ini.


Sedangkan Arya yang melihat Erzhan berlarian ke arah kamar mandi, membuat Arya hendak mengejar langkah kaki Erzhan namun di tahan oleh Argi.

__ADS_1


"Sudahlah Komandan sebaiknya kita pergi saja tidak perlu mengganggu mereka berdua." ucap Argi sambil menarik tangan Arya agar melangkahkan kakinya pergi berlawanan arah dengan Erzhan.


"Tapi pak Erzhan..." ucap Arya seakan tidak ingin mengikuti arah tarikan Argi yang terus membawanya beranjak pergi dari sana.


"Sudahlah Ndan masih banyak yang harus kita urus sekarang." ucap Argi sambil terus menarik tangan Arya agar mengikuti langkah kakinya.


Sementara Fahri yang melihat tingkah laku Arya dan juga Argi hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Fahri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menatap ke arah kepergian keduanya.


***


Kamar mandi


"Apa kamu baik-baik saja?" ucap Erzhan kemudian ketika langkah kakinya berhenti tepat di depan Felisa saat ini.


Mendengar sebuah suara yang tak asing dengan pendengarannya, membuat Felisa lantas mendongak menatap ke arah sumber suara. Felisa nampak tersenyum dengan garing namun masih sambil memegangi area perutnya.


"Apa urusan mu sudah selesai? Perut ku sakit sekali.. Aku sungguh ingin pulang." ucap Felisa dengan raut wajah yang pucat.


"Aku minta maaf karena membuat mu menunggu lama, apa kamu bisa berjalan?" tanya Erzhan dengan raut wajah yang khawatir ketika melihat wajah pucat milik Felisa.


Felisa yang mendapat pertanyaan tersebut lantas terlihat bangkit secara perlahan sambil memegangi area perutnya yang terasa seperti di peras saat ini.


Krukkk...

__ADS_1


Suara perut Felisa benar-benar terdengar dengan jelas membuat Erzhan lantas mengernyit dengan seketika.


"Arg sial.. Seharusnya aku tidak memakan makanan itu sampai habis! Dasar Felisa bodoh.." ucap Felisa dalam hati ketika merasakan jika perutnya kembali terasa begitu sakit.


"Apa kamu mau ke toilet lebih dulu atau pulang?" tanya Erzhan kemudian tepat setelah mendengar suara perut milik Felisa.


"Aku minta maaf, tapi sepertinya aku harus ke toilet saat ini." ucap Felisa kemudian sambil berlalu pergi dari hadapan Erzhan dan masuk dengan langkah kaki yang tergesa-gesa.


Melihat langkah kaki seribu yang diambil oleh Felisa barusan lantas membuat Erzhan langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan. Erzhan bahkan tadinya hanya mengira jika semua yang Felisa katakan adalah bohong, mengingat ketika di acara pelelangan saat itu ia nampak terlihat biasa saja. Namun setelah melihat bagaimana raut wajah pucat milik Felisa saat ini, membuat Erzhan lantas menghela napasnya dengan panjang karena sempat menganggap jika Felisa tengah membohonginya saat itu.


"Sepertinya ia tidak sedang berbohong saat ini." ucap Erzhan kemudian sambil menatap ke arah pintu toilet.


Sampai kemudian ketika Erzhan tengah memikirkan Felisa saat ini sebuah suara yang tak asing di pendengarannya, lantas membuat Erzhan langsung menoleh ke arah sumber suara begitu suara tersebut menyapa telinganya.


"Saya mencari anda kemana-mana Tuan, apa yang anda lakukan di sini? Tidakkah anda ingin segera pulang ke rumah?" ucap sebuah suara yang berasal dari Bram.


"Apa kau sudah menghubungi Sinta?" tanya Erzhan kemudian yang lantas membuat Bram mengernyit dengan seketika.


"Sebenarnya sudah namun karena tiba-tiba anda di bawa ke kantor polisi dalam waktu yang tidak di tentukan, lantas membuat Sinta pada akhirnya memutuskan untuk pulang, apakah ada sesuatu Tuan?" ucap Bram mulai menjelaskan.


"Kalau begitu panggil dia dan suruh datang ke rumah!" ucap Erzhan kemudian.


"Apa Tuan?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2