Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Lalu bagaimana dengan Felisa?


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan Bram sebelumnya tepat setelah sepuluh menit kemudian semuanya benar-benar telah siap. Baik Arkan, Andi, Rama, Erzhan juga Felisa nampak sudah berada di dalam mobil dan bersiap menuju ke tempat sesuai dengan lokasi yang terdapat dalam microchip tersebut.


"Apakah semua sudah siap?" tanya Erzhan tepat ketika melihat anak buahnya berada di mobil saat itu.


"Tentu Tuan anda tidak perlu khawatir..." ucap Bram menjawab pertanyaan dari Erzhan.


Setelah mendengar jawaban dari Bram barusan, mobil tersebut kemudian mulai melaju meninggalkan kediaman Erzhan saat itu.


**


Hanya saja sayangnya tanpa mereka semua sadari tepat ketika mobil tersebut keluar dari area pelataran kediaman Erzhan. Sebuah mobil van dengan warna hitam metalik nampak mulai ikut melaju mengikuti kemanapun arah mobil mereka melaju pergi.


Alex yang curiga jika mereka semua hendak menuju ke sebuah lokasi yang terdapat harta tersembunyi tersebut, lantas terlihat mendial sebuah nomor seseorang pada layar ponsel miliknya.


"Halo" ucap sebuah suara dari sana yang ternyata berasal dari Raes.


"Tuan sepertinya mereka menemukan lokasinya, saya saat ini tengah mengikuti laju mobil mereka." ucap Alex sambil fokus menyetir.


"Bagus, ajak beberapa anak buah kita untuk menyusul mu agar kau semakin mudah dalam melakukan misi mu." ucap Raes sambil tersenyum simpul yang tentu saja tidak akan bisa di lihat oleh Alex saat itu.


"Tentu Tuhan anda tidak perlu khawatir, saya pastikan beberapa jam ke depan saya akan membawakan berita baik untuk anda." ucap Alex dengan nada yang begitu yakin.


"Sudah pasti, aku akan menantikan saat-saat itu!" ucap Raes dengan tawa yang menggema sebelum pada akhirnya panggilan telpon tersebut terputus begitu saja.


Setelah menghubungi Raes barusan, Alex nampak tersenyum dengan simpul menatap lurus ke arah depan, di mana saat ini mobil milik Erzhan tengah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan Ibukota.

__ADS_1


"Aku akan pastikan jika kali ini aku tidak akan gagal!" ucap Alex dengan nada yang datar.


Hanya saja belum sampai beberapa menit Alex mengatakan hal tersebut, tiba-tiba laju mobil Erzhan menjadi cepat dan berkelit-kelip menyalip satu persatu mobil yang berada di hadapannya. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Alex lantas langsung mengernyit dan bertanya-tanya tentang apa yang sedang dilakukan oleh mobil milik Erzhan saat ini.


"Apa yang sedang dia lakukan? Mengapa laju mobilnya berubah-ubah? Apa jangan-jangan... Sialan!" ucap Alex yang seakan mulai menyadari akan maksud dari perubahan laju tersebut.


Sepertinya saat ini baik Bram dan yang lainnya, mulai menyadari akan kehadiran mobil miliknya. Membuat Alex yang mengetahui akan hal tersebut, lantas langsung menambah kecepatannya. Sebisa mungkin Alex mencoba untuk mengikuti ke mana arah laju mobil Erzhan, walau terasa sulit karena keadaan jalanan yang terlihat padat merayap saat itu.


Kejar-kejaran antara mobil keduanya lantas tidak bisa lagi terhindarkan. Baik mobil milik Erzhan maupun mobil yang dikendarai oleh Alex, nampak terus melaju membelah jalanan Ibukota saat itu di tengah situasi keadaan yang padat karena berbarengan dengan jam pulang kerja.


Alex nampak menyalip satu persatu mobil yang menghalangi dan memberikan jarak antara mobil miliknya dan juga mobil milik Erzhan. Sampai kemudian ketika mobil keduanya berada tepat di persimpangan, warna lampu merah yang terlihat menyala lantas menghentikan laju mobilnya. Alex benar-benar telah kehilangan mobil tersebut yang melaju lebih dulu melewati lampu merah.


"Sialan!" ucap Alex sambil menekan klakson mobilnya beberapa kali.


Alex yang menyadari jika ia tidak akan bisa mengejar mobil milik Erzhan saat ini, lantas kembali mendial nomor seseorang pada layar ponsel miliknya.


"Halo" ucap sebuah suara di seberang sana.


"Lacak sebuah kendaraan dengan nomor polisi B.3451.EZ pastikan kau melakukannya dengan cepat karena aku membutuhkannya." ucap Alex kemudian memutus sambungan telponnya begitu saja.


Setelah memutus sambungan teleponnya barusan, lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau. Mendapati hal tersebut membuat Alex lantas langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota, berharap dengan begitu ia bisa mengejar laju mobil Erzhan yang sebelumnya sudah berada lebih dulu di depannya.


***


Sementara itu di saat Alex tengah kebingungan mencari kembali mobil milik Erzhan, lain halnya dengan Bram yang saat itu adalah si pengendara dari mobil tersebut. Bram nampak sesekali melirik ke arah kaca spion untuk melihat apakah mobil van hitam yang sedari tadi mengikutinya sudah pergi atau belum. Hingga kemudian seulas senyum nampak terlihat dari wajahnya saat itu, ketika menyadari jika mobil tersebut sudah tidak lagi terlihat.

__ADS_1


"Bagaimana situasinya?" ucap Erzhan kemudian sambil sesekali melirik ke arah belakang.


"Situasinya sekarang sudah aman Tuan." ucap Bram kemudian yang langsung membuat Erzhan manggut-manggut ketika mendengarnya.


Tak lama setelah itu mobil yang di kendarai oleh Bram sampai juga di kota tua, Bram terlihat memarkirkan mobilnya tidak jauh dari bangunan tua yang di lestarikan oleh pemerintah.


"Ar apa kau mendapatkan denah tata letak bangunan tua tersebut?" ucap Erzhan kemudian tepat setelah mobil tersebut parkir.


"Iya Tuan, anda sudah bisa melihatnya sekarang..." ucap Arkan kemudian sambil memberikan iPad yang sedari tadi ia pegang kepada Erzhan saat itu.


Erzhan yang menerima iPad tersebut lantas terlihat mulai fokus menatap ke arah denah bagian dalam bangunan tua tersebut. Erzhan terdiam sambil berpikir dimana tepatnya letak harta tersembunyi tersebut di letakkan. Jika di antara bangunan tua yang di lestarikan tersebut, Erzhan rasa sepertinya itu tidaklah mungkin mengingat bangunan tersebut masuk ke dalam bangunan milik pemerintah.


"Apa kau menemukan sebuah tempat tersembunyi atau semacamnya di dalam bangunan ini?" ucap Erzhan kemudian namun sambil fokus menatap ke arah denah tersebut.


"Sepertinya ada sebuah lorong bawah tanah yang terletak di antara ruangan ini. Hanya saja dimana ujung dari lorong tersebut saya belum mengetahuinya Tuan." ucap Arkan kemudian sambil menatap ke arah layar iPad tersebut.


"Lalu apa rencana anda Tuan?" tanya Bram kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Sepertinya kita akan coba menjelajahi lorong ini, siapa tahu kita menemukan sesuatu nantinya. Sedangkan kau Arkan tetap di sini dan pantau situasinya." ucap Erzhan kemudian mengutarakan rencananya.


"Lalu bagaimana dengan Felisa Tuan?" tanya Andi kemudian yang lantas membuat Erzhan baru menyadari jika Felisa juga ikut dalam misi ini.


"Dia...."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2