Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Ada yang aneh


__ADS_3

Sementara itu di area perumahan Felisa dan juga Farel, terlihat mobil milik Fandi nampak berhenti tepat di depan halaman rumah mereka .Fandi yang begitu penasaran akan Felisa dan juga Farel, lantas mulai melangkahkan kakinya turun dari dalam mobil dan mendekat ke arah pintu kediaman mereka berdua. Diketuknya pintu tersebut selama beberapa kali sambil menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Sampai kemudian tidak berapa lama, pintu terlihat terbuka dengan lebar dan memperlihatkan sosok Farel diambang pintu.


Farel yang melihat Fandi saat ini tengah berdiri tepat di depan rumahnya tentu saja langsung menatap dengan penuh tanda tanya sekaligus penasaran.


"Pak Fandi, bapak tahu alamat rumah kami?" ucap Farel dengan raut wajah yang penasaran.


"Ya, em.. Bagaimana dengan kondisi kakak mu? Apakah sudah di temukan? Maaf aku..." ucap Fandi hendak mengatakan segalanya namun langsung di potong oleh Farel.


"Ah maaf sudah merepotkan, kakak ku kemarin menelpon dan ternyata sedang bersama dengan kakak ipar, jadi urusan kehilangan yang saya laporkan beberapa waktu lalu anda tidak perlu memikirkannya lagi. Maaf telah membuat kekacauan saat itu." ucap Farel sambil mengambil posisi sedikit menunduk dan meminta maaf kepada Fandi.


"Kakak ipar? Bukankah kemarin Argi mengatakan jika alasan dari kasus Felisa tidak di usut adalah karena adanya permintaan dari komandan secara langsung." ucap Fandi dalam hati namun tidak berani menyampaikannya secara langsung ketika melihat raut wajah bahagia dari Farel saat ini.


"Ah begitu rupanya, jika seperti itu syukurlah maka aku tidak perlu khawatir lagi. Maaf karena mengganggumu malam-malam begini." ucap Fandi pada akhirnya.


"Tidak apa Pak justru seharusnya saya berterima kasih kepada anda, mari masuk ke dalam pak.." ajak Farel kemudian.


"Tidak perlu, terima kasih banyak saya permisi..." ucap Fandi kemudian menolak ajakan Farel yang lantas di balas Farel dengan anggukan kepala.


Setelah mengatakan hal tersebut Fandi kemudian lantas kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.


**


Di dalam mobil

__ADS_1


Fandi yang baru saja menutup pintu mobilnya, lantas langsung terdiam dengan termenung di dalam mobilnya. Pikirannya saat ini benar-benar melayang membayangkan segala halnya, dengan pikiran yang bertanya-tanya ketika mendengar penjelasan dari Farel tadi tentang Felisa tentu saja membuatnya bingung dan tidak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi kepada Felisa. Sedangkan ia jelas-jelas mendapat informasi dari Argi bahwa alasan dari kasus Felisa tidak naik dan tidak segera diusut adalah karena permintaan langsung dari komandan mereka. Bukankah hal ini sangatlah aneh?


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini? Mengapa aku merasa jika ada suatu kesalahan namun tanpa Farel ketahui tentunya." ucap Fandi sambil masih menatap lurus ke arah depan.


"Apa jangan-jangan semua ini masih ada hubungannya dengan Erzhan?" ucap Fandi kemudian.


Entah mengapa Fandi selalu saja curiga dengan Erzhan meskipun Erzhan telah melakukan hal baik sekalipun. Namun rasanya hal itu bukanlah tulus dari hati Erzhan, melainkan hanya sebuah cangkang untuk menutupi kejahatan yang lebih besar lagi.


***


Di sebuah taman tepatnya di mansion milik Erzhan


Terlihat Alena tengah mondar-mandir di area kolam renang sedari tadi. Diliriknya area sekitar dimana selalu saja ada penjaga yang berdiri di samping pintu dan menatap ke arahnya dengan tatapan yang awas, membuat Felisa hanya bisa menghela napasnya dengan panjang ketika menyadari ia tidak bisa pergi kemana-mana.


Dengan raut wajah yang kesal Felisa kemudian mulai mengambil duduk di tepi kolam renang dan memasukkan kedua kakinya ke dalam air. Pikiran Felisa melayang membayangkan segala hal yang terjadi secara tiba-tiba dan merubah semua kisah hidupnya. Helaan napas terdengar berhembus dengan kasar dari mulutnya ketika bayangan bagaimana senyuman Nelson tergambar dengan jelas di kepalanya.


"Apa aku melakukan sesuatu yang benar dengan membantunya Yah?" ucapnya lagi sambil menatap ke arah bayangan sendiri.


Disaat perasaan bimbang dan juga khawatir bercampur menjadi satu di dalam hatinya, sebuah bayangan seseorang nampak muncul secara tiba-tiba tepat di sebelah bayangannya, membuat Felisa lantas terkejut dengan seketika dan langsung mendongak menatap ke arah atas.


"Kau.. Bisakah kau tidak datang secara tiba-tiba seperti itu? Kau benar-benar mengejutkan ku!" pekik Felisa dengan nada yang kesal ketika mengetahui bahwa itu adalah Erzhan.


"Ganti baju mu sekarang karena aku ingin mengajak mu keluar!" ucap Erzhan dengan nada yang datar kemudian berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut lantas membuat Felisa bangkit dari tempatnya dan menatap ke arah Erzhan.


"Permisi Tuan, apakah anda kira saya datang ke sini dengan membawa persiapan? Saya saja hanya memakai baju yang sama selama tiga hari, tidakkah anda menyadarinya?" ucap Felisa dengan nada setengah meninggi.


Erzhan yang tentu mendengar teriakan itu lantas menghentikan langkah kakinya dengan seketika kemudian berbalik badan menatap ke arah Felisa sejenak setelah itu kembali melangkahkan kakinya tanpa menjawab satu pun perkataan dari Felisa barusan.


"Akhhh benar-benar menyebalkan sekali orang itu, iya kali aku keluar dengan mengenakan pakaian ini lagi dan lagi? Dasar Pria freak!" ucap Felisa pada diri sendiri sambil menghentakkan kakinya di lantai saking kesalnya.


Dengan langkah kaki yang malas dan juga kesal akan tingkah Errando barusa, Felisa kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana dan menuju ke arah kamarnya.


"Kenapa kalian ketawa? Apa ada yang lucu!" ucap Felisa dengan nada yang kesal ketika melihat beberapa penjaga tertawa ketika melihatnya.


"Tidak Nona." jawab salah seorang penjaga dengan muka datarnya, membuat Felisa lantas memutar bola matanya dengan jengah.


***


Kamar


Dengan langkah kaki yang gontai, Felisa terlihat mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Hanya saja ketika Felisa baru saja masuk ke dalamnya, betapa terkejutnya Felisa ketika melihat begitu banyaknya baju tertata rapi dan juga dua orang Maid yang saat ini sedang menatapnya dengan senyuman yang mengembang.


Salah seorang Maid nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Felisa berada dan menggandeng tangannya untuk mendekat ke arah beberapa baju yang berjajar dengan rapi di sana.


"Silahkan pilih salah satu baju yang ada di sini Nona.." ucap Maid tersebut sambil menuntun Felisa untuk lebih mendekat dan melihat ke beberapa baju gaun dan juga dress di sana.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, ada apa ini sebenarnya?"


Bersambung


__ADS_2