
Kediaman Raes
Setelah mengintai kediaman Felisa selama berhari-hari lamanya, akhirnya saat ini Alex pulang dengan membawa kabar berita baik. Dengan langkah kaki yang perlahan Alex terlihat mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam kediaman Raes, untuk menyampaikan berita baik yang ia bawa saat ini.
Alex yang sedari tadi membawa langkah kakinya masuk ke dalam kediaman Raes saat itu, lantas terlihat mulai menghentikan langkah kakinya ketika mendapati Raes tengah duduk bersantai sambil membaca koran di area taman sebelah samping.
Tak tak tak
Suara derap langkah kaki Alex saat itu terdengar menggema di area sana, langsung membuat Raes yang mengetahui akan kehadiran Alex barusan. Lantas mulai melipat koran tersebut dan melirik sekilas searah dimana Alex berada saat ini.
"Apa ada berita penting yang kamu bawa saat ini?" ucap Raes kemudian yang sekan tahu hanya dengan melihat ekspresi raut wajah yang di tunjukkan oleh Alex saat ini.
"Tantu Tuan" jawab Alex dengan senyum yang mengembang.
"Apa itu?" tanya Raes kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Setelah saya melakukan pengintaian selama berhari-hari di kediaman Felisa, pada akhirnya tadi pagi saya mendapati Felisa dan juga Erzhan tengah berkunjung di kediaman Felisa saat itu. Sebuah hal yang menarik saya dengar dari pertengkaran keduanya, di mana Felisa mengatakan jika keduanya telah memperoleh sebuah clue untuk menuju ke arah di mana harta tersembunyi tersebut berasal." ucap Alex kemudian mulai menjelaskan segalanya dengan penuh semangat.
Mendengar hal tersebut tentu saja langsung membuat Raes tersenyum dengan tipis.
"Lalu?" ucap Raes yang sudah tidak sabaran menunggu berita selanjutnya.
__ADS_1
"Lalu..... Tidak ada Tuan, sementara ini hanya itu yang saya ketahui." ucap Alex kemudian dengan ekspresi raut wajah yang langsung berubah ketika menyadari jika ia melakukan kesalahan saat ini.
Sedangkan Raes yang mendengar perkataan tersebut keluar dari mulut Alex barusan, tentu saja tentu langsung mengernyit. Dengan gerakan yang cepat Raes terlihat bangkit dari tempat duduknya, kemudian berbalik badan dan menatap ke arah Alex dengan tatapan yang tajam. Mendapati hal tersebut lantas membuat Alex langsung menelan salivanya dengan kasar, sepertinya saat ini Raes akan marah melihat dari bagaimana ekspresi raut wajahnya saat ini.
"Kau bilang tidak ada? Apa kau sudah gila? Jika kau mengatakan tentang sebuah clue, harusnya kau cari tahu lebih dahulu clue tersebut baru melaporkannya kepadaku. Jika hanya mengatakannya saja tanpa mengetahuinya, bagaimana kita bisa tahu bodoh....!" pekik Raes dengan nada yang menukik, membuat Alex hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan dari Raes barusan.
Alex bahkan melupakan tentang hal tersebut, sepertinya karena terlalu bahagia ketika ia berhasil mendengar perkataan dari Felisa dan juga Erzhan yang mengatakan tentang sebuah clue menuju letak harta tersembunyi tersebut. Ia bahkan sampai melupakan tentang hal lainnya yang harusnya ia cari tahu terlebih dahulu, bukan langsung melaporkannya kepada Raes dan hanya menggantung sebuah laporan seperti ini.
"Maafkan saya Tuan..." ucap Alex kemudian sambil mengambil posisi sedikit menunduk, membuat Raes yang mendengar permintaan maaf dari Alex barusan lantas langsung berdecak dengan kesal.
"Lalu apa lagi yang kau tunggu sekarang? Cepat cari tahu apa clue tersebut!" pekik Raes kemudian yang tidak kunjung mendapati Alex bergerak juga sedari tadi.
"Baik Tuan..." ucap Alex sambil mulai bergerak meninggalkan kediaman Raes dan mencari tahu tentang clue tersebut.
"Akh benar-benar mengesalkan! Punya anak buah bodoh sekali, pantas saja ia selalu kalah dari Bran selama ini." ucap Raes menggerutu dengan nada yang kesal ketika mendapati tingkah Alex saat itu.
***
Kediaman Erzhan
Setelah keduanya keluar dari mobil yang dikendarai langsung oleh Erzhan, Erzhan dan juga Felisa nampak mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam kediaman Erzhan dengan keheningan. Entah mengapa mereka berdua seakan merasa canggung setelah apa yang telah terjadi sebelumnya di kediaman Felisa, sambil memulai membawa langkah kakinya dengan perlahan keduanya saling terdiam dalam pemikiran masing-masing. Tidak ada salah satu pun dari mereka yang mulai membuka pembicaraan, membuat situasinya semakin terasa aneh diantara keduanya.
__ADS_1
Sampai kemudian ketika langkah kaki keduanya sampai di area tengah Mansion, Bram yang baru saja mendapat laporan dari Erzhan sebelumnya. Lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah keduanya, tanpa sadar jika keheningan tengah terjadi di antara Erzhan dan juga Felisa kala itu.
"Tuan saya sudah mempelajari bentuk keseluruhan dari anting-anting tersebut, kita bisa memulainya secara langsung jika anda..." ucap Bram yang terhenti ketika mendapati sesuatu yang aneh di antara Felisa dan juga Erzhan saat itu.
Tidak hanya aneh bahkan Erzhan dan juga Felisa nampak terkejut ketika mendengar perkataan dari Bram barusan, bukankah seharusnya keduanya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi tersebut ketika mendengar penjelasan dari Bram barusan.
"Apakah ada sesuatu Tuan?" ucap Bram dengan raut wajah yang kebingungan menatap ke arah keduanya saat itu.
Mendengar pertanyaan tersebut lantas membuat Erzhan menghela napasnya dengan panjang saat itu. Diliriknya sekilas Felisa yang saat itu masih terdiam tanpa mengatakan sepatah kata apapun, membuat Erzhan kemudian lantas beralih menatap ke arah Bram.
"Sebaiknya nanti saja, tidak perlu terlalu terburu-buru. Aku takut akan ada seseorang yang menganggap jika aku hanya memanfaatkannya dan terus bermain drama." ucap Erzhan dengan nada yang menyindir Felisa saat itu.
Hanya saja sayangnya Bram yang tidak mengerti akan arah pembicaraan dari Erzhan saat ini, hanya menatap ke arah Erzhan dengan raut wajah yang penasaran. Seakan mencoba untuk mencerna perkataan dari Erzhan barusan. Sedangkan Felisa yang mendengar perkataan dari Erzhan jelas-jelas ditunjukkan kepadanya, lantas langsung menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang sinis.
"Untuk apa kita mengulur waktu lagi? Tidakkah Tuan drama ingin segera mengakhiri drama nya kali ini? Jadi mari kita lakukan sekarang dan buat semua prosesnya lebih cepat lagi." ucap Felisa yang tak ingin mengalah sedikitpun terhadap Erzhan.
"Oh ya? Kalau begitu bagus sekali, jika perlu kita bisa selesaikan hari ini juga segalanya!" ucap Erzhan kemudian kembali membalas Felisa.
"Tentu saja mari kita lakukan, aku sama sekali tidak masalah akan hal itu!" ucap Felisa lagi dengan nada yang menyolot, membuat suasana kian terasa aneh di sana.
"Ada apa ini sebenarnya? Apa aku melewatkan sesuatu?" ucap Bram kemudian dalam hati sambil menatap ke arah keduanya.
__ADS_1
Bersambung